HAUL ABAH GURU SEKUMPUL MARTAPURA KALIMANTAN SELATAN
Haul Guru Sekumpul adalah acara tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati hari wafat Tuan Guru Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari atau yang kerap disapa Abah Guru Sekumpul. Haul ini diadakan setiap tanggal 5 Rajab dan dipusatkan di Musala Ar-Raudhah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Salah satu kegiatan keagamaan di Provinsi Kalimantan Selatan tepatnya di daerah Martapura yaitu haul abah guru sekumpul yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya,namun pada saat pandemi tahun 2020 hingga 2021 kemarin haul tidak dilaksanakan mengingat jemaah yang hadir ke haulan begitu banyak, tidak hanya dari kalimantan selatan namun juga ada jemaah yang hadir dari berbagai macam daerah.
Haul abah guru sekumpul ini diperkirakan menjadi acara haul terbesar di Indonesia bahkan di kawasan Asia dan diperkirakan sekitar 6 juta jemaah berhadir setiap tahunnya, jumlah jemaah yang berhadir ke acara haul abah guru sekumpul terus bertambah setiap tahunnya, jemaah yang datang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan ada juga yang datang dari berbagai negara di wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah serta Afrika Utara. Haul abah guru sekumpul ini telah dipersiapkan sejak 6 bulan sebelum puncak acara, karena jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahunnya.
Dalam acara haul ini, tidak hanya dihadiri jemaah dari Kalimantan Selatan. Namun, juga dari penjuru Nusantara, Asia Tenggara, Timur Tengah, bahkan mancanegara. Jutaan jemaah hadir, hingga puluhan kilometer jaraknya dari titik utama dari Musala Ar-Raudhah. Seperti yang terjadi pada haul abah guru sekumpul ke-14 pada tahun 2019. Parkir jemaah haul abah sudah mencapai Lapangan Murjani Banjarbaru, yang dimana jaraknya sekitar 10 kilometer dari acara haul abah guru sekumpul
Pada haul ke-13 tahun 2018, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Panglima TNI, Kapolri, dan sejumlah menteri serta petinggi negara hadir sebagai jemaah dalam acara. Sandiaga Uno juga hadir menjadi jemaah pada haul ke-14 tahun 2019.
Sejak jauh-jauh hari sebelum acara haul abah guru, warga Kalimantan Selatan dan provinsi sekitarnya mempercantik lingkungan dengan memasang umbul-umbul dan juga bendera disepanjang lingkungannya. Setiap kampung juga tak terlupa untuk memasang spanduk ucapan selamat datang kepada para jemaah haul abah guru yang dipajang di setiap jalan dan gang- gang serta dimuka rumah-rumah masing-masing warga.
Masjid, mushala, pertokoan, perkantoran, hingga rumah-rumah pribadi warga, disulap menjadi tempat penginapan gratis untuk para jemaah yang hadir selama pelaksanaan haul.
Dilengkapi dengan layanan makan harian dan camilan yang tersedia secara gratis makanan cemilan serta minuman ini disediakan oleh para relawan haul abah guru sekumpul
Konsumsi untuk para jemaah tak hanya disajikan di penginapan-penginapan, melainkan juga di jalan-jalan dan rest area menuju pelaksanaan haul. Sejak kedatangan jemaah hingga kepulangan jemaah lokasi dan menuju lokasi haul, masyarakat Kalimantan Selatan dengan senang hati dan ikhlas lahir batin membagikan makanan, minuman, serta cemilan secara gratis bagi para jemaah haul di sepanjang jalan.
Sebagian dari relawan bahkan mendirikan dapur umum agar makanan yang disajikan adalah makanan yang berkualitas. Bahkan dinas Pendidikan Kabupaten Banjar pun meliburkan
seluruh sekolah yang berada di jalur haul karena sudah dapat dipastikan akan terjadi kemacetan parah.