• Tidak ada hasil yang ditemukan

Acara 2 Kompilasi Data Geospasial untuk Pembuatan Peta Topografi Daratan Lautan

N/A
N/A
Bambang S

Academic year: 2025

Membagikan "Acara 2 Kompilasi Data Geospasial untuk Pembuatan Peta Topografi Daratan Lautan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ACARA II: Kompilasi Data Geospasial untuk Pembuatan Peta Topografi Daratan dan Bawah Lautan

Disusun oleh :

Nama : Bambang Sunartomo

NIM : 22/497945/GE/09902

Hari, Tanggal : Senin, 11 September 2023 Waktu : 07.15 – 08.55

Dosen Pengampu :

Asisten : 1. Eka Novialisna Putri 2. Nidya Aulia Widianingrum

LABORATORIUM KARTOGRAFI

DEPARTEMEN SAINS INFORMASI GEOGRAFI FAKULTAS GEOGRAFI

UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA, 2022

(2)

Halaman 1 dari 8

Nama Praktikum Praktikum Pemetaan Topografi dan Survei Toponimi (GKP

0104)

Judul Acara Praktikum Acara II : Kompilasi Data Geospasial untuk Pembuatan Peta Topografi Daratan dan Bawah Lautan

Nama Bambang Sunartomo Nilai Total Laporan :

NIM 22/497945/GE/09902

Kelompok Praktikum Senin, 07.15 – 08.55 Asisten 1. Eka Novialisna Putri

2. Nidya Aulia Widianingrum Dosen Pengampu Ari Cahyono, S.Si., M.Sc.

Komponen Penilaian Laporan dikumpulkan pada

A : Pretest A : Tanggal : 25-09-2023 Jam : 07.30 B : Kegiatan Praktikum B : TTD Praktikan

(Bambang Sunartomo)

TTD Asisten

(………) C : Laporan Praktikum C :

D : Tugas (jika ada) D : E : Keaktifan E :

MEDIA PEMBELAJARAN 1) Seperangkat komputer 2) Jaringan internet

3) Situs Indonesia Geospatial Portal 4) Data geospasial

5) Perangkat lunak QGIS

Nilai (10)

LANGKAH KERJA

(3)

Nilai (20)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Praktikum :

1.

Printscreen halaman depan dan profil akun Ina- Geoportal 2. Printscreen halaman web Ketika mengunduh data

3. Printscreen rangkuman data geospasial yang berhasil diunduh 4. Printscreen hasil input data yang diunduh kedalam QGIS

Pembahasan

. Peta merupakan salah satu bentuk data spasial yang mencakup informasi tentang lokasi geografis, dimensi, ukuran, serta ciri-ciri objek alam dan buatan manusia yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi (Prastawa & Setiawan, 2019). Data spasial ini, setelah diolah, menjadi informasi geospasial yang berguna sebagai alat pendukung dalam merumuskan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan geografi. Informasi geospasial dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu informasi geospasial dasar dan informasi geospasial tematik. Informasi geospasial dasar adalah data yang mencakup objek yang dapat diamati langsung atau diukur dari fitur fisik di permukaan bumi dan umumnya tidak mengalami perubahan yang signifikan dalam jangka waktu yang relatif lama. Sedangkan informasi geospasial tematik adalah informasi geospasial yang berkaitan dengan tema atau topik tertentu, yang sering kali dibuat dengan merujuk pada data dasar yang ada (IGD).

Peta dasar merujuk pada representasi unsur-unsur alam dan manusia yang ada di permukaan bumi yang digambarkan dalam bentuk datar dengan skala, penomeran, proyeksi, dan georeferensi tertentu (Harahap, 2019). Komponen-komponen yang biasanya terdapat dalam peta dasar mencakup garis pantai, informasi topografi, perairan, nama-nama fitur geografis, batas-batas wilayah, sistem transportasi, infrastruktur, bangunan umum, dan penggunaan lahan. Dalam era digital saat ini, akses ke informasi geospasial menjadi lebih mudah dan cepat. Kemajuan teknologi telah menghasilkan berbagai situs web yang memfasilitasi pencarian dan pengunduhan data geospasial. Platform-platform ini sering disebut sebagai geoportal.

(4)

Geoportal adalah portal khusus yang digunakan untuk mencari dan mengakses data geospasial melalui internet (

.Ajeng Kartika Nugraheni Syafitri,

2019). Salah satu contoh geoportal yang dimiliki oleh Indonesia adalah Ina-Geoportal. Ina-Geoportal merupakan geoportal nasional yang menghubungkan berbagai lembaga pemerintah, provinsi, dan daerah dalam jaringan informasi geospasial nasional. Pengguna saat ini dapat memanfaatkan berbagai fitur yang disediakan, seperti analisis data, geoprocessing, geotagging, dan mengunggah data dengan menggunakan teknologi mapviewer berbasis open-source. Dengan adanya geoportal seperti Ina-Geoportal, masyarakat dan pemangku kepentingan memiliki akses yang lebih mudah dan terorganisir ke informasi geospasial yang mereka butuhkan. Ini memiliki dampak positif pada berbagai aspek, termasuk perencanaan kota, pemantauan lingkungan, manajemen sumber daya alam, dan banyak lagi. Dalam konteks yang lebih luas, penggunaan geoportal membantu mempromosikan pemanfaatan data geospasial untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan pengembangan berbagai bidang, dari ilmu pengetahuan hingga pembangunan infrastruktur.

Salah satu sumber yang bisa digunakan untuk mencari data geospasial adalah Portal Geospasial Indonesia. Di portal ini, tersedia beragam data geospasial seperti Peta RBI, DEM Nasional, Peta KSP, Peta format JPEG, dan Peta RBI Terdampak Bencana. Untuk mengakses portal ini, pengguna perlu mendaftar terlebih dahulu. Pada proses pendaftaran, sejumlah informasi dan data harus diisi. Setelah pengisian data selesai, seorang pengguna akan menerima email yang berisi tautan untuk mengkonfirmasi dan mengaktifkan akun di portal tersebut. Setelah tahap pendaftaran berhasil, pengguna dapat menggunakan portal ini untuk mengakses data geospasial.

Untuk mengunduh Peta RBI, pengguna dapat mengklik tombol "Download Peta RBI"

dan kemudian memilih opsi "Download AOI" atau "Download per Wilayah". Perbedaan antara opsi AOI dan per Wilayah terletak pada AOI yang memerlukan pengguna untuk menentukan wilayah yang ingin mereka unduh data geospasialnya. Pengguna juga memiliki fleksibilitas untuk memilih data yang ingin diunduh sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, jika pengguna memilih opsi per Wilayah, mereka akan secara otomatis mengunduh data untuk seluruh wilayah tertentu. Perlu diperhatikan bahwa pengguna tidak dapat memilih data tertentu untuk diunduh, mereka hanya dapat mengunduh data yang telah tersedia. Dengan cara ini, portal geospasial Indonesia memudahkan akses pengguna ke data geospasial yang diperlukan dengan cara yang lebih terstruktur dan efisien.

Ina-Geoportal, sebagai salah satu sumber data spasial yang tersedia di Indonesia, masih memiliki beberapa kelemahan, terutama dalam hal kelengkapan data yang disediakan.

Meskipun sejumlah wilayah memiliki data yang lengkap dan dapat diakses, terdapat juga wilayah lain yang data geospasialnya belum tersedia. Selain itu, variasi atribut dan jenis data yang ada dapat bervariasi di antara wilayah-wilayah tersebut. Meskipun terdapat beberapa kelemahan ini, Ina-Geoportal memiliki beberapa keunggulan yang patut diperhatikan. Salah satu keunggulan utama Ina-Geoportal adalah kemudahan dalam proses pengambilan dan pengunduhan data geospasial. Proses ini telah dirancang untuk menjadi user-friendly sehingga pengguna dapat dengan mudah mengakses data yang mereka butuhkan. Selain itu, Ina- Geoportal menyediakan data dari berbagai sumber dan unsur, yang memungkinkan pengguna untuk mengunduh data yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Meskipun masih ada ruang untuk perbaikan, Ina-Geoportal tetap menjadi sumber penting untuk data geospasial di Indonesia. Dengan langkah-langkah perbaikan yang terus dilakukan, diharapkan kelemahan- kelemahan yang ada dapat diperbaiki, dan keunggulan-keunggulan yang dimilikinya dapat lebih dimaksimalkan dalam mendukung berbagai kegiatan yang memanfaatkan informasi geospasial di Indonesia.

Nilai (55)

(5)

KESIMPULAN

1) Dalam peta RBI atau peta dasar terdapat beberapa informasi berupa garis pantai, hipsografi, perairan, nama rupabumi, batas wilayah, transportasi, dan utilitas, bangunan dan fasilitas, serta penutup lahan.

2) Pencarian dan pemerolehan data spasial saat ini semakin mudah dilakukan. Adanya Ina-geoportal yang merupakan suatu situs yang menyediakan data spasial sangat membantu dalam proses pencarian dan pengunduhan data spasial.

3) Layer-layer data spasial yang diperlukan dalam pembuatan peta dapat dengan meudah diperoleh di Ina-Geoportal. Pemorolehan layer tersebut dapat dilakukan dengan mencari sumber informasi sesuai dengan data apa yang diperlukan.

Nilai (10)

DAFTAR PUSTAKA

.Ajeng Kartika Nugraheni Syafitri, R. A. (2019). PEMANFAATAN GEOPORTAL DALAM VISUALISASI PETA ANCAMAN. ELIPSOIDA, 1-8.

Harahap, F. (2019). Landasan Hukum Pemanfaatan dan Pengembangan Informasi Geospasial di Indonesia. Jurnal Ilmiah Geomatika, 25(1), 57-65.

Prastawa, H., & Setiawan, Y. (2019). Implementasi Open Data di Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam Peningkatan Keterbukaan Data Publik. Jurnal Informatika Mulawarman, 14(1), 35-40.

Nilai (5)

(6)

LAMPIRAN

Hasil Praktikum 1 : Printscreen halaman depan dan profil akun Ina- Geoportal

(7)

Hasil Praktikum 2 : Printscreen halaman web Ketika mengunduh data

Hasil Praktikum 3 : Printscreen rangkuman data geospasial yang berhasil diunduh

Hasil Praktikum 4 : Printscreen hasil input data yang diunduh kedalam QGIS

(8)

Referensi

Dokumen terkait