ACARA : Acara I, Pengenalan Peta Topografi daratan dan bawah lautan
Disusun oleh :
Nama : Bambang Sunartomo
NIM : 22/497945/GE/09902
Hari, Tanggal : Senin, 11 September 2023 Waktu : 07.15 – 08.55
Dosen Pengampu :
Asisten : 1. Eka Novialisna Putri 2. Nidya Aulia Widianingrum
LABORATORIUM KARTOGRAFI
DEPARTEMEN SAINS INFORMASI GEOGRAFI FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA, 2022
Halaman 1 dari 10
Nama Praktikum Praktikum Pemetaan Topografi dan Survei Toponimi (GKP0104)
Judul Acara Praktikum Acara I : Pengenalan Peta Topografi daratan dan bawah lautan
Nama Bambang Sunartomo Nilai Total Laporan :
NIM 22/497945/GE/09902
Kelompok Praktikum Senin, 07.15 – 08.55 Asisten 1. Eka Novialisna Putri
2. Nidya Aulia Widianingrum Dosen Pengampu Ari Cahyono, S.Si., M.Sc.
Komponen Penilaian Laporan dikumpulkan pada
A : Pretest A : Tanggal : 18 - 09 Jam : 07.30 B : Kegiatan Praktikum B : TTD Praktikan
(Bambang Sunartomo)
TTD Asisten
(………) C : Laporan Praktikum C :
D : Tugas (jika ada) D : E : Keaktifan E :
MEDIA PEMBELAJARAN
1) Peta Rupa Bumi Indonesia 2) Peta Batimetri
3) Peta Topografi Luar Negeri 4) Peta Topografi AMS
5) Tabel Isian 6) Aplikasi Diagram
Nilai (10) LANGKAH KERJA
Nilai (20)
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Praktikum :
1.Tabel identifikasi persamaaan dan perbedaan isi peta dan keterangan tepi dari Peta Topografi versi AMS, Peta Topografi versi Luar Negeri, Peta RBI, dan Peta Batimetri (terlampir)
2. Gambar sketsa layout Peta Topografi versi AMS, Peta Topografi versi Luar Negeri, Peta RBI, dan Peta Batimetri (terlampir)
Pembahasan
Peta adalah simbolisasi karakteristik yang dipilih dari suatu lokasi dan direpresentasikan dalam bentuk datar. Proses penggambaran peta di bidang datar menggunakan skala untuk menggambarkan perubahan bentuk dan ukuran dari keadaan sebenarnya di lapangan.
Penggunaan skala ini memungkinkan kita untuk menciptakan representasi yang akurat dalam peta (Jeff Hunt, 2022). Selain itu, pembuatan peta juga melibatkan penggunaan proyeksi, yang mengubah objek-objek di permukaan bumi yang melengkung menjadi gambaran dalam bidang datar. Peta memiliki manfaat yang besar sebagai alat untuk menyajikan data spasial.
Terdapat berbagai jenis peta, termasuk peta dasar dan peta tematik. Peta dasar digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta tematik atau sebagai informasi geospasial dasar. Di Indonesia, peta dasar mencakup berbagai jenis, seperti peta rupa bumi Indonesia, peta lingkungan laut nasional, dan peta lingkungan pantai Indonesia. Selain itu, ada juga peta dasar seperti peta topografi dari TNI, peta topografi dari AMS, peta luar negeri, dan peta bathimetri. Setiap jenis peta memiliki kesamaan dan perbedaan yang disesuaikan dengan tujuan pembuatannya. Peta tematik, di sisi lain, berfokus pada tema tertentu. Dengan perkembangan teknologi, peta tidak lagi hanya tersedia dalam bentuk cetak, tetapi sekarang ada peta digital. Peta digital memiliki keunggulan tersendiri dengan kemampuan tampilan yang dapat berubah dan meningkatkan kompleksitas penggunaannya seiring berjalannya waktu.
Peta dasar, juga dikenal sebagai basemap, hadir dalam berbagai variasi, namun memiliki perbedaan dan kesamaan yang mencolok. Kesamaan antara peta topografi dan peta RBI terletak pada fakta bahwa keduanya digunakan sebagai peta dasar untuk menggambarkan fitur-fitur permukaan. Namun, ada perbedaan yang mencakup berbagai aspek seperti pembuat peta, fitur yang diutamakan, simbolisasi, penggunaan simbol, proyeksi yang digunakan, dan
datum yang digunakan. Peta dasar mengandung berbagai fitur seperti garis pantai, hipsografi, perairan, nama-nama geografis, batas wilayah, jaringan transportasi dan utilitas, bangunan, fasilitas umum, serta penggunaan lahan.
Setiap peta dasar memiliki tampilan yang unik, yang berkaitan dengan susunan dan komponen yang terdapat dalam peta. Peta dasar secara umum dapat dibagi menjadi dua komponen utama: muka peta dan informasi tepi. Muka peta adalah representasi visual wilayah tertentu yang digambarkan dalam peta. Sementara itu, informasi tepi memberikan penjelasan dan konteks terhadap muka peta, memungkinkan peta tersebut dapat diinterpretasikan oleh orang lain. Setiap peta memiliki struktur tampilan dan informasi tepi yang berbeda-beda, yang disesuaikan dengan tujuan pembuatan peta, wilayah yang dicakup dalam peta, dan tema yang ingin disampaikan dalam peta tersebut.
Peta RBI, peta Topografi luar negeri, peta bathimetri, dan peta AMS memiliki perbedaan yang mencolok di antara mereka. Perbedaan tersebut mencakup sistem koordinat, proyeksi, dan datum yang digunakan. Penggunaan proyeksi dan datum disesuaikan dengan tujuan pemetaan dan wilayah yang akan digambarkan. Misalnya, di wilayah Indonesia, peta RBI umumnya menggunakan proyeksi UTM. Namun, proyeksi LCO dan datum Bessel digunakan pada peta AMS yang juga memetakan wilayah Indonesia. Simbol yang digunakan di setiap peta juga berbeda, dengan peta RBI dan peta AMS menggunakan simbol titik, garis, dan area, sementara peta Bathimetri hanya menggunakan simbol warna untuk menunjukkan perbedaan dalam ketinggian. Peta luar negeri, di sisi lain, hanya memiliki simbol area dan garis yang menunjukkan rute jalan.
Pembuatan peta melibatkan berbagai metode pengumpulan data, seperti fotogrametri, survei langsung, sounding untuk pemetaan bathimetri, atau kompilasi dengan peta yang sudah ada. Meskipun terdapat banyak perbedaan di antara peta-peta ini, satu kesamaan yang mencolok adalah penggunaan garis kontur untuk menggambarkan perbedaan tinggi di wilayah yang dipetakan.
Pembuatan peta juga melibatkan komponen penting yang disebut sebagai tata letak atau layout peta. Setiap peta memiliki tata letak yang berbeda-beda, dan ini sangat berkaitan dengan tampilan peta. Peta terdiri dari dua komponen utama, yaitu muka peta (visual) dan informasi tepi peta (keterangan). Pembuatan peta melibatkan interpretasi dan penilaian oleh pengguna peta, dan komponen tata letak membantu dalam mengalirkan perhatian pengguna dengan lancar melalui peta. Sebagai contoh, merancang judul peta secara jelas menyampaikan tujuan peta pada awalnya, dan merancang legenda agar simbol-simbolnya dapat dengan cepat dibandingkan dengan simbol yang ada di peta. Tampilan peta juga merupakan elemen seni dalam pembuatan peta, yang mencakup kerapian, struktur, dan pengaturan elemen-elemen dalam peta. Penataan ini penting untuk menciptakan nilai estetika pada peta dan memastikan bahwa informasi yang disampaikan oleh peta dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca.
Nilai (55) KESIMPULAN
1) Peta topografi, peta RBI, dan peta bathimetri memiliki karakteristik yang serupa dan perbedaan yang unik. Persamaan di antara ketiganya adalah bahwa mereka menggambarkan permukaan bumi, digunakan sebagai sumber data spasial, dan mengandung garis kontur untuk mengindikasikan ketinggian wilayah tertentu. Namun, perbedaan antara ketiga jenis peta ini dapat melibatkan berbagai aspek seperti proyeksi yang digunakan, datum yang diterapkan, sistem koordinat yang dipergunakan, bahasa pengantar, simbol-simbol yang digunakan, serta fokus pada objek-objek tertentu.
Perbedaan-perbedaan tersebut berasal dari instansi yang berbeda yang membuat peta serta tujuan spesifik dalam pembuatan masing-masing peta tersebut.
Nilai (10) DAFTAR PUSTAKA
Dent, B. D. (2009). Cartography: Thematic Map Design, 6th Edition. McGraw-Hill.
Jeff Hunt, H. H. (2022, Agustus 15). MAP. Retrieved from National Geographic Society:
https://education.nationalgeographic.org/
Krygier, J. a. (2016). Making Maps : A Visual Guide to Map Design for Design for GIS, 3rd Edition.
Guilford Press.
Nilai (5)
LAMPIRAN
Hasil Praktikum 1 :
No Komponen Peta Topografi Peta RBI Peta
Batimetri
Keterangan Luar Negeri AMS
1 Sistem Koordinat
UTM dan Geografi
UTM Geografi
UTM dan Geografi
Geografi Sebagian berbeda
2 Datum NAD 88 Besel DGN 95 WGS 84 Berbeda beda
3 proyeksi Transverse Mercator
LCO UTM mercator Berbeda beda
Instansi pembuat peta
Army Map Service
U.S. Army Bakosurtanal International Hydrographic Organization
Instansi yang membuat peta berbeda beda
Metode yang digunakan untuk pembuatan peta.
Fotogrametri dan survey
Kompilasi dari peta sebelumnya
Survey Lapangan dan
fotogrametri
Sounding Pemerolehan data berbeda beda
Simbol yang digunakan
Hanya terdapat simbol garis seperti rute jalur
Terdapat simbol titik dan area
Terdapat simbol titik dan area.
Simbol warna
menunjukkan perbedaan ketinggian
Berbeda-beda setiap peta.
Bahasa
pengantar yang digunakan
Bahasa inggris Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
Bahasa inggris
Berbeda-beda tergantung wilayah yang dipetakan, siapa pembuat peta.
Tata letak dan layout peta
Informasi ada di bawah peta
Informasi berada di sebelah kiri dan bawah peta
Informasi tepi ada di samping kanan dan bawah peta
Informasi di dalam muka peta dan diatas peta
Berbeda beda.
Keberadaan Inset peta
Ada Tidak ada Ada Tidak ada Berbeda beda
Hasil Praktikum 2. Gambar sketsa layout Peta Topografi versi AMS, Peta Topografi versi Luar Negeri, Peta RBI, dan Peta Batimetri.
a) Peta RBI
b) Peta Topografi Luar Negeri
c) Peta Topografi AMS
d) Peta Batimetri