• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL KEPUTUSAN SIDANG KOMISI A BIDANG ORGANISASI MUSYAWARAH PENEGAK 2022

N/A
N/A
Bakes YonC

Academic year: 2023

Membagikan "HASIL KEPUTUSAN SIDANG KOMISI A BIDANG ORGANISASI MUSYAWARAH PENEGAK 2022"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

HASIL KEPUTUSAN S I D A N G K O M I S I A

BIDANG ORGANISASI MUSYAWARAH PENEGAK 2022

GUDEP PRAMUKA KABUPATEN MADIUN 06067-06068 PANGKALAN SMK NEGERI KARE

TAHUN 2022 BAB I PENDAHULUAN

Pasal 1 Umum

1. Gerakan Pramuka merupakan satu-satunya organisasi yang diperkenankan dan ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan dan keadaan serta kepentingan Pramuka pada khususnya, masyarakat, bangsa dan negara pada umumnya.

2. Sebagai salah satu usaha untuk melaksanakan hal tersebut di atas, dibentuk Dewan Ambalan Pramuka Penegak Gudep Kab. Madiun 06067- 06068 Pangkalan SMK Negeri Kare sebagai wadah pembinaan Pramuka Penegak di pangkalannya.

Pasal 2 Dasar

1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka 2. Keputusan Presiden RI Nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.

3. Keputusan Presiden RI Nomor 024 tahun 2018 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

4. Surat Keputusan Kwartir Nasional No. 203 tahun 2018 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 tahun 2007 tentang Pokok-pokok Organisasi Gerakan Pramuka.

6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 176 tahun 2013 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 3

Dewan Ambalan dibentuk dengan maksud sebagai wadah pembinaan Pramuka Penegak, khususnya di Ambalan Pandu Dewanata dan Dewi Sinta Gugus depan Pramuka Kab. Madiun 06067 - 06068 Pangkalan SMK Negeri Kare.

(2)

Pasal 4

Dewan Ambalan dibentuk dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pada anggota Pramuka Gugus depan Kab.Madiun 06067 - 06068 Pangkalan SMK Negeri Kare guna menambah dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kepemimpinan serta dapat mengamalkannya untuk perkembangan Gerakan Pramuka pada khususnya dan untuk masyarakat pada umumnya.

Pasal 5

Dewan Ambalan adalah warga Ambalan yang telah dilantik oleh pembina sebagai pengurus.

BAB III

TUGAS POKOK DAN TANGGUNG JAWAB Pasal 6

Tugas pokok Dewan Ambalan adalah melaksanakan hasil keputusan Musyawarah Ambalan dan merencanakan, mengontrol, meneliti, dan mengevaluasi kegiatan Ambalan dengan selalu berkonsultasi kepada Pembina Gugus depan Kab. Madiun 06067 - 06068 Pangkalan SMK Negeri Kare. memberikan pertanggung-jawabannya kepada warga Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta di depan Musyawarah Ambalan berikutnya tentang pelaksanaan keputusan Musyawarah Ambalan yang sudah disahkan.

BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI Pasal 8

1. Susunan Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta terdiri dari:

a. Pradana

b. Pemangku Adat c. Pasuska

d. Provos e. Sekretaris f. Bendahara g. Bidang

2. Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta memiliki bidang tugas sebagai berikut:

a. Bidang Teknik Kepramukaan (Tekpram) b. Bidang Kegiatan dan Operasional (Giat-Ops) c. Bidang Pembinaan dan Pengembangan (Bin-Bang) d. Bidang Penelitian dan Evaluasi (Litev)

e. Bidang Inventarisasi (Bintari)

f. Bidang Hubungan Masyarakat (Humas)

3. Pemangku Adat mempunyai hubungan konsultatif dengan Pradana.

4. Struktur organisasi Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta adalah sebagaimana terlampir.

BAB V

PEMBAGIAN, KRITERIA, DAN MASA BAKTI

(3)

Pasal 9

Pembagian tugas dan tanggung jawab Dewan Ambalan adalah sebagai berikut:

1. Pradana

a. Memimpin dan mengelola Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatannya sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawabnya seperti yang tercantum pada pasal 6 dan pasal 7.

2. Sekretaris

a. Melaksanakan tugas administrasi/kesekretariatan Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Membuat dan mengarsipkan data administrasi Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

c. Menyediakan daftar hadir anggota dalam kegiatan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

d. Bersama Pradana menyampaikan hasil rapat Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta kepada anggota.

e. Melaporkan kegiatan kepada Pradana setiap tiga bulan sekali secara tertulis.

f. Menulis jadwal kegiatan bulanan.

g. Membuat Kartu Tanda Anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta bagi warga Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

h. Mendampingi Pradana dalam setiap pertemuan intra maupun ekstra.

3. Bendahara

a. Mengelola keuangan dan kekayaan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Membukukan keuangan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta setiap bulan.

c. Melaporkan secara tertulis keluar masuknya keuangan kepada Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta setiap bulan kepada Dewan Ambalan dan Anggota Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

d. Mengatur dan melaksanakan penarikan iuran anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

4. Ketua Bidang mempunyai tugas membantu Pradana Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta dalam pelaksanaan tugas Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta sesuai dengan bidangnya masing-masing dan bertanggung jawab kepada Pradana Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta, yaitu:

a. Bidang Teknik Kepramukaan (Tekpram)

Memikirkan, merencanakan, mengorganisasikan dan menyiapkan petunjuk atau aturan- aturan dan materi yang berkaitan dengan kepramukaan bagi anggota Pramuka Gugus depan Kab.Madiun 06067 - 06068.

b. Bidang Kegiatan Operasional (Giat-Ops)

Mengorganisasikan dan bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan operasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan mutu anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gerakan Pramuka Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068.

c. Bidang Pembinaan dan Pengembangan (Binbang)

Memikirkan, merencanakan, melaksanakan, mengembangkan aktivitas pembinaan, dan mengintensifkan program pendidikan dan latihan sebagai usaha pembinaan dan pengembangan, serta sebagai usaha regenerasi bagi anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gerakan Pramuka Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 khususnya, siswa umumnya.

(4)

d. Bidang Penelitian dan Evaluasi (Litev)

Mengadakan penelitian terhadap sumber daya dewan, anggota, Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta dalam segala hal yang berkaitan dengan kegiatan kepramukaan dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gerakan Pramuka Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068.

e. Bidang Inventarisasi (Bintari)

Mengadakan perencanaan, pengelolaan dan pengembangan semua inventaris Ambalan.

f. Bidang Humas

Memperluas dan mengembangkan hubungan jaringan komunikasi internal dan eksternal demi perkembangan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gerakan Pramuka Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068.

5. Tugas dan tanggung jawab Pemangku Adat

a. Sebagai pengawas dan pelaksana keadatan di lingkungan Ambalan, serta memiliki hubungan konsultatif dengan Pradana dalam hal Kedewan.

b. Memberikan peringatan dan sanksi kepada anggota Ambalan yang melanggar kode kehormatan dan adat Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

c. Melaksanakan dan menjaga tata tertib adat Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta sesuai hasil Musyawarah Ambalan.

d. Memimpin kegiatan keadatan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

6. Tugas dan tanggungjawab Pasukan Khusus Pramuka a. Sebagai tim pendobrak dalam kegiatan ambalan.

b. Sebagai pengawal dan pengawas kegiatan ambalan.

c. Mengatur,menjaga dan memelihara kestabilan kegiatan ambalan.

7. Tugas dan Tanggung jawab provos

a. Sebagai penertib kegiatan di lingkungan Ambalan.

b. Memberikan peringatan dan sanksi kepada anggota Dewan Ambalan yang melanggar kode kehormatan dan adat Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

Pasal 10 1. Kriteria dan syarat menjadi Dewan Ambalan:

a. Telah menjadi warga Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Memahami Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.

c. Memiliki integritas, kepribadian baik dan loyalitas serta bertanggung jawab yang tinggi terhadap Gerakan Pramuka Khususnya Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 Pangkalan SMK Negeri Kare.

d. Mempunyai pengetahuan, wawasan, dan pengalaman tentang Kepramukaan dan atau memiliki kemampuan berorganisasi.

e. Bersedia dipilih dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab selama masa jabatan berlangsung.

g. Pengurus inti (Pradana,Pemangku adat,Kerani,Bendahara), Bidang Kegiatan Operasional (Giat-Ops), Bidang Pembinaan dan Pengembangan (Binbang) tidak diperkenankan merangkap sebagai pengurus organisasi lain di dalam SMK Negeri Kare selama periodenya.

(5)

f. Bersedia dipilih untuk duduk dalam Dewan dan dapat dinyatakan secara lisan ataupun tulisan kepada team Formatur.

2. Kriteria dan syarat sebagai Pradana:

a. Telah menjadi warga Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Memahami Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.

c. Memiliki integritas, kepribadian baik, loyalitas, komitmen dan I’tikad baik serta tanggung jawab terhadap Gerakan Pramuka Khususnya Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068.

d. Aktif sebagai anggota Gerakan Pramuka Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 serta disetujui dengan pertimbangan anggota sidang.

e. Berpengetahuan, berwawasan dan berpengalaman tentang Kepramukaan dan memiliki kemampuan berorganisasi.

f. Tidak sedang dan tidak akan merangkap sebagai pengurus organisasi lain di dalam SMK Negeri Kare selama periodenya.

g. Bersedia dipilih untuk duduk sebagai Pradana dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab selama masa jabatan berlangsung yang dapat dinyatakan secara lisan dan tertulis.

h. Menyampaikan visi-misi dan strategi pengembangan organisasi di masa mendatang setelah ditetapkannya sebagai Pradana serta menanggapi pandangan umum secara langsung di depan sidang Musyawarah Ambalan.

i. Menjaga batas-batas norma dan etika yang berlaku di masyarakat.

3. Kriteria dan syarat sebagai Pemangku Adat

a. Aktif dalam Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Memahami dan mentauladani Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.

c. Memiliki integritas, kepribadian baik dan loyalitas serta tanggung jawab yang tinggi terhadap Gerakan Pramuka Khususnya Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 serta dapat dijadikan teladan bagi anggota yang lain.

d. Mempunyai pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang kepramukaan dan atau memiliki kemampuan berorganisasi serta memiliki kemampuan dalam pembinaan seluruh anggota Ambalan.

e. Bersedia dipilih untuk duduk sebagai Pemangku Adat dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh selama masa jabatan berlangsung untuk duduk sebagai Pemangku Adat yang dapat dinyatakan secara lisan dan tertulis.

f. Tidak sedang atau tidak akan merangkap sebagai pengurus organisasi lain di sekolah selama periodenya.

4. Kriteria dan syarat sebagai Sekretaris.

a. Aktif dalam Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Memahami Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.

c. Memiliki integritas, kepribadian baik dan loyalitas serta tanggung jawab yang tinggi terhadap Gerakan Pramuka Khususnya Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 serta dapat dijadikan teladan bagi anggota yang lain.

d. Mempunyai pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang kepramukaan dan atau memiliki kemampuan berorganisasi serta memiliki kemampuan dalam pembinaan seluruh anggota Ambalan.

e. Bersedia dipilih untuk duduk sebagai sekretaris dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh selama masa jabatan berlangsung untuk duduk sebagai sekretaris yang dapat dinyatakan secara lisan dan tertulis.

(6)

f. Tidak sedang atau tidak akan merangkap sebagai pengurus inti organisasi lain di sekolah selama periodenya.

5. Kriteria dan syarat sebagai bendahara

a. Aktif dalam Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Memahami Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.

c. Memiliki integritas, kepribadian baik dan loyalitas serta tanggung jawab yang tinggi terhadap Gerakan Pramuka Khususnya Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 serta dapat dijadikan teladan bagi anggota yang lain.

d. Mempunyai pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang kepramukaan dan atau memiliki kemampuan berorganisasi serta memiliki kemampuan dalam pembinaan seluruh anggota Ambalan.

e. Bersedia dipilih untuk duduk sebagai bendahara dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh selama masa jabatan berlangsung untuk duduk sebagai bendahara yang dapat dinyatakan secara lisan dan tertulis.

f. Tidak sedang atau tidak akan merangkap sebagai pengurus inti organisasi lain di sekolah selama periodenya.

6. Kriteria dan syarat sebagai binbang.

a. Aktif dalam Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Memahami Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.

c. Memiliki integritas, kepribadian baik dan loyalitas serta tanggung jawab yang tinggi terhadap Gerakan Pramuka Khususnya Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 serta dapat dijadikan teladan bagi anggota yang lain.

d. Mempunyai pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang kepramukaan dan atau memiliki kemampuan berorganisasi serta memiliki kemampuan dalam pembinaan seluruh anggota Ambalan.

e. Bersedia dipilih untuk duduk sebagai binbang dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh selama masa jabatan berlangsung untuk duduk sebagai binbang yang dapat dinyatakan secara lisan dan tertulis.

f. Tidak sedang atau tidak akan merangkap sebagai pengurus inti organisasi lain di sekolah selama periodenya.

7. Kriteria dan syarat sebagai giatops.

a. Aktif dalam Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Memahami Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.

c. Memiliki integritas, kepribadian baik dan loyalitas serta tanggung jawab yang tinggi terhadap Gerakan Pramuka Khususnya Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 serta dapat dijadikan teladan bagi anggota yang lain.

d. Mempunyai pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang kepramukaan dan atau memiliki kemampuan berorganisasi serta memiliki kemampuan dalam pembinaan seluruh anggota Ambalan.

e. Bersedia dipilih untuk duduk sebagai giatops dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh selama masa jabatan berlangsung untuk duduk sebagai giatops yang dapat dinyatakan secara lisan dan tertulis.

f. Tidak sedang atau tidak akan merangkap sebagai pengurus inti organisasi lain di sekolah selama periodenya.

8. Kriteria dan syarat menjadi PASUSKA:

a. Telah menjadi Dewan kehormatan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

(7)

b. Menjalankan dan memahami Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.

c. Memiliki integritas, kepribadian baik dan loyalitas serta bertanggung jawab yang tinggi terhadap Gerakan Pramuka Khususnya Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 Pangkalan SMK Negeri Kare.

d. Mempunyai pengetahuan, wawasan, dan pengalaman tentang Kepramukaan dan atau memiliki kemampuan berorganisasi.

e. Bersedia dipilih dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab selama masa jabatan berlangsung.

f. Bersedia dipilih untuk menjabat sebagai PASUSKA dan dapat dinyatakan secara lisan ataupun tulisan kepada team Formatur.

9. Kriteria dan syarat menjadi Provos:

a. Telah menjadi Dewan kehormatan Pandu Dewanata – Dewi Sinta.

b. Menjalankan dan memahami Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.

c. Memiliki integritas, kepribadian baik dan loyalitas serta bertanggung jawab yang tinggi terhadap Gerakan Pramuka Khususnya Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 Pangkalan SMK Negeri Kare.

d. Mempunyai pengetahuan, wawasan, dan pengalaman tentang Kepramukaan dan atau memiliki kemampuan berorganisasi serta memiliki sifat kedisiplinan dan ketegasan . e. Mampu bersikap adil kepada dewan ambalan penegak dalam masa baktinya.

f. Bersedia dipilih dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab selama masa jabatan berlangsung.

g. Bersedia dipilih untuk menjabat sebagai provos dan dapat dinyatakan secara lisan ataupun tulisan kepada team Formatur.

Pasal 11

Masa bakti Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gerakan Pramuka Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 adalah 1 (satu) periode kepengurusan.

BAB VI

MUSYAWARAH DAN RAPAT Pasal 12

Musyawarah dan rapat terdiri dari:

1. Musyawarah Ambalan.

2. Sarasehan Dewan Ambalan.

3. Musyawarah Dewan Ambalan.

4. Serasehan dewan ambalan dan anggota ambalan.

5. Sidang Istimewa.

Pasal 13

Musyawarah Ambalan adalah musyawarah yang dilaksanakan 1 kali dalam satu periode dan merupakan forum kekuasaan tertinggi di Gerakan Pramuka Gudep Kab.Madiun 06067 - 06068 Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Pangkalan SMK Negeri Kare.

(8)

Pasal 14

Sarasehan Dewan Ambalan adalah rapat Dewan Ambalan yang dilaksanakan 1 (satu) bulan sekali, dan mengevaluasi program bulanan, serta mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru yang akan ditetapkan/dilaksanakan sebagai program kerja dalam waktu yang di tentukan dan di sepakati.

Pasal 15

Musyawarah Dewan Ambalan adalah musyawarah dewan yang dilaksanakan sewaktu-waktu yang bertujuan membahas, menentukan dan mengevaluasi kebijaksanaan, pengelolaan dan pelaksanaan tugas/program kerja Dewan Ambalan.

Pasal 16

Sarasehan Dewan Ambalan dan Anggota Ambalan merupakan sidang terbuka bagi warga Ambalan yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali bertujuan membahas secara umum dan mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan Ambalan.

Pasal 17

Sidang istimewa adalah sidang yang dilaksanakan sewaktu-waktu bila terdapat hal-hal yang mendesak dan dianggap perlu atas prakarsa Dewan Ambalan dan atau usulan tertulis 2/3 anggota dewan yang aktif.

BAB VII

MUTASI, PEMBERHENTIAN DAN PERGANTIAN DEWAN Pasal 18

Apabila salah satu anggota Dewan Ambalan atau Pemangku Adat telah pindah sekolah dan atau telah dilantik menjadi anggota kehormatan maka sebagai pengganti dapat diangkat dari warga Ambalan yang memenuhi persyaratan sebagai Dewan Ambalan atau Pemangku Adat.

Pasal 19

Apabila dewan Ambalan atau pemangku adat dalam masa kepengurusannya tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya (indisipliner, melanggar tata tertib ambalan) dapat diberhentikan secara terhormat dan dikeluarkan dari satuan karya yang diikuti serta dapat diganti dengan warga Ambalan yang memenuhi persyaratan sebagai dewan Ambalan atau pemangku adat melalui sidang istimewa.

(9)

HASIL KEPUTUSAN S I D A N G K O M I S I B BIDANG PROGRAM KERJA MUSYAWARAH PENEGAK 2022

GUDEP PRAMUKA KABUPATEN MADIUN 06067-06068 PANGKALAN SMK NEGERI KARE

TAHUN 2022 BAB I PENDAHULUAN

Pasal 1

Program kerja Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 merupakan perwujudan dari pola pelaksanaan dan mekanisme pembinaan Pramuka Penegak dalam upaya mencapai maksud dan tujuan Gerakan Pramuka seperti yang terdapat dalam AD/ART Gerakan Pramuka.

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2

Maksud dan tujuan ditetapkannya program kerja Dewan Ambalan adalah untuk memberikan arahan, prioritas, penertiban, serta keseragaman pelaksanaan kegiatan bagi anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta agar kegiatan yang diprogramkan dapat terlaksana dengan baik.

BAB III LANDASAN

Pasal 3

Landasan idil program kerja Dewan Ambalan adalah Pancasila.

Pasal 4

Landasan konstitusional program kerja Dewan Ambalan adalah Undang-Undang Dasar 1945.

Pasal 5

Landasan mental, moral, dan normatif program kerja Dewan Ambalan adalah Kode Kehormatan Gerakan Pramuka dan adat Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067- 06068.

Pasal 6

Landasan struktural program kerja Dewan Ambalan adalah:

a. UU No. 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka.

b. Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka.

c. Kepres RI No. 24 Tahun 2018 Tentang Pegesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

d. Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 203 Tahun 2018 Tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Pasal 7

Landasan operasional program kerja Dewan Ambalan adalah:

(10)

a. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 176 tahun 2013 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.

BAB IV AZAS Pasal 8 Program kerja Dewan Ambalan memiliki tujuh azas, yaitu:

1. Azas Kesinambungan.

2. Azas Manfaat.

3. Azas Kekeluargaan Dan Kebersamaan.

4. Azas Disiplin Dan Tanggung Jawab.

5. Azas Kemandirian Dan Keprasahajaan.

6. Azas Keagamaan.

7. Azas kebudayaan.

Pasal 9

Azas kesinambungan berarti program kerja Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 merupakan rangkaian program yang bertahap dan berkesinambungan.

Pasal 10

Azas manfaat berarti program kerja Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 harus dapat memberi manfaat bagi anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Pasal 11

Azas kekeluargaan dan kebersamaan berarti program kerja Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 merupakan rencana kegiatan yang disusun dan dilaksanakan bersama dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan dengan musyawarah mufakat.

Pasal 12

Azas disiplin dan tanggung jawab berarti program kerja Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 dapat dilaksanakan dengan disiplin dan rasa tanggung jawab sebagai perwujudan dari Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

Pasal 13

Azas kemandirian dan keprasahajaan berarti program kerja Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 dapat dilaksanakan secara mandiri dan dalam suasana keprasahajaan (sederhana dan sewajarnya).

Pasal 14

Azas keagamaan berarti program kerja Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 tidak menyimpang terhadap agama yang dianut.

(11)

Pasal 15

Azaz kebudayaan berarti program kerja Dewan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi sinta Gudep Kab.Madiun 06067- 06068 sebagai generasi muda harus mendorong terbentuknya apresiasi dan toleransi atas keragaman budaya bangsa terutama warga ambalan.

BAB V

SIFAT PROGRAM KERJA Pasal 16

Sebagai perwujudan dharma bakti bagi anggota Gerakan Pramuka Gudep Kab.Madiun 06067- 06068 baik ke dalam ataupun ke luar untuk mewujudkan eksistensinya pada masyarakat di lingkungan sekolah SMK Negeri Kare maka untuk itu perlu disusun Garis-Garis Besar Program Kerja Dewan Ambalan yang mengacu pada program Kwartir Cabang, Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional dengan berorientasi pada kondisi dan potensi anggota Gudep.

Pasal 17

Program kerja Dewan Ambalan dibagi menjadi 3 (tiga) tahap:

a. Tahap jangka pendek adalah 1 satu minggu.

b. Tahap jangka menengah adalah 1 sampai 6 bulan.

c. Tahap jangka panjang adalah satu periode kepergurusan.

BAB VI

PROGRAM KERJA DEWAN AMBALAN MASA BAKTI 2022/2023

Pasal 18 Bidang Teknik Kepramukaan (Tekpram):

1. Menyediakan konsep materi dan teknis yang diperlukan untuk menunjang program lain.

2. Mengadakan kegiatan yang berwawasan tekpram:

a. Mengadakan KPTA.

b. Mengadakan PERJUSA.

c. Mengadakan Napak Tilas.

d. Mengadakan Pelantikan Warga Ambalan.

e. Mengadakan penempuhan SKU dan Pelantikan Bantara dan Laksana.

f. Pengembaraan calon penegak laksana.

Pasal 19 Bidang Kegiatan dan Operasional (Giat-Ops):

1. Mengadakan latihan Rutin.

2. Merancang Pendelegasian.

3. Mengikuti berbagai lomba tingkat penegak.

4. Perayaan HUT Ambalan.

5. Mengadakan Musam

6. Mengadakan latihan gabungan

(12)

Pasal 20 Bidang Pembinaan dan Pengembangan :

1. Mengadakan kegiatan hiking.

2. Mengadakan pembinaan di SD.

3. Mengadakan pelatihan dasar Search And Rescue.

4. Mengadakan pelatihan survival 5. Mengadakan pelatihan penghijauan 6. Mengadakan pentas kreasi budaya 7. Mengadakan Mountenering.

Pasal 21 Bidang Penelitian dan Evaluasi (Litev):

1. Mengadakan sarasehan.

2. Mengadakan reuni akbar 3. Mengadakan evaluasi triwulan

Pasal 22 Bidang Inventarisasi (Bintari):

1. Mengadakan penambahan inventaris Ambalan.

2. Mendata inventaris ambalan.

3. Menjaga dan merawat inventaris ambalan.

4. Pengadaan papan struktur program kerja.

5. Pengadaan buku SKU, TKU dan TKK

Pasal 23 Bidang Humas:

1. Pembuatan Buletin.

2. Pengelolaan media sosial (Instagtam, Whattsapp, Tiktok) 3. Komunikasi Alumni.

4. Bakti social.

5. Bulan bhakti pramuka

6. Buka bersama dan berbagi takjil 7. Safari ramadhan.

8. Dolan Bareng Akhir Bhakti.

(13)

HASIL KEPUTUSAN S I D A N G K O M I S I C BIDANG KEADATAN AMBALAN

MUSYAWARAH PENEGAK 2022

GUDEP PRAMUKA KABUPATEN MADIUN 06067-06068 PANGKALAN SMK NEGERI KARE

TAHUN 2022 BAB I

TINJAUAN UMUM Pasal 1

Keadatan Ambalan ialah gambaran pernyataan hati, cita-cita, dan kehormatan Pramuka Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

Pasal 2

Keadatan Ambalan hanya berlaku di lingkungan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

Pasal 3

Keadatan berfungsi sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan dan persatuan warga Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 4

Keadatan bertujuan memberikan semangat patriotisme kepada Pramuka Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 agar dapat:

a. Melatih disiplin untuk giat berlatih, bekerja, dan berbakti sebagai usaha dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

b. Mewarisi dan meneruskan jiwa dan semangat kepahlawanan.

c. Membiasakan diri mentaati segala peraturan dan tata keadatan yang berlaku.

d. Mengembangkan daya cipta, kreatifitas, moral seluruh anggota Ambalan.

BAB III

RUANG LINGKUP KEADATAN Pasal 5

Untuk mendukung kelancaran adat ketertiban pelaksanaan keadatan diperlukan 1. Pemangku Adat.

2. Tradisi Ambalan/ketentuan acara keadatan.

3. Pusaka adat Ambalan.

4. Sandi Ambalan.

5. Lambang Ambalan.

6. Kibaran Cita Ambalan.

7. Mars Ambalan 8. Dewan Kehormatan 9. Semboyan Ambalan

(14)

Pasal 6

Pemangku Adat adalah pengawas dan pelaksana keadatan di lingkungan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

Pasal 7

Tradisi Ambalan/ketentuan acara keadatan ialah kebiasaan yang mengatur tata kehidupan perilaku anggota Ambalan di lingkungan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

Pasal 8

1. Pusaka Adat ialah lambang penegakan yang menjadi simbol pemersatu warga Ambalan.

2. Pusaka Adat Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 adalah Keris.

3. Pusaka Adat Ambalan digunakan pada:

a. Upacara pembukaan dan penutupan acara keadatan Ambalan.

b. Upacara pembukaan dan penutupan pelantikan.

c. Upacara pembukaan dan penutupan kegiatan yang bersifat pelatihan, seminar, lomba atau sejenisnya.

Pasal 9

1. Sandi Ambalan adalah susunan kalimat yang teratur secara puitis sesuai kondisi (nama Ambalan) berupa ungkapan bebas berisi kode kehormatan hati Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

2. Isi, tata sikap dan tata cara pembawaan sandi Ambalan dijelaskan dalam panduan keadatan.

Pasal 10

1. Lambang Ambalan ialah identitas kehormatan yang menjadi simbol kebersamaan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

2. Arti lambang Ambalan dijelaskan dalam panduan keadatan.

3. Lambang Ambalan yang berupa badge cara pemakaiannya dijelaskan dalam Panduan Keadatan.

Pasal 11

1. Kibaran Cita Ambalan ialah identitas kehormatan yang menjadi simbol kebesaran Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 yang berupa bendera.

2. Arti, bentuk, dan cara penggunaan dijelaskan dalam Panduan Keadatan.

Pasal 12

1. Mars Ambalan ialah lagu yang menjadi pemersatu dan penggugah semangat warga Ambalan.

2. Mars Ambalan dinyanyikan pada:

a. Upacara pembukaan dan penutupan acara keadatan Ambalan.

b. Upacara penutupan pelantikan.

c. Upacara pembukaan dan penutupan kegiatan yang bersifat pelatihan, seminar dan lomba.

3. Syair Mars ambalan dicantumkan dalam Panduan Keadatan.

(15)

Pasal 13

1. Dewan Kehormatan merupakan badan tetap yang dibentuk oleh Gugus depan dan warga Ambalan yang bertugas melaksanakan Sidang Kehormatan.

2. Tujuan Sidang Kehormatan:

a. Menilai sikap dan perilaku anggota Ambalan yang melanggar kode kehormatan atau mencemarkan nama baik Ambalan untuk dibawa ke Sidang Kehormatan.

b. Menilai sikap, perilaku dan jasa seseorang untuk mendapatkan tanda penghargaan.

3. Dewan Kehormatan terdiri dari Pradana, Pemangku Adat, warga ambalan yang terpilih, dan konsultan yang terdiri dari Pembina dan atau anggota kehormatan.

Pasal 14

1. Semboyan Ambalan merupakan falsafah yang ada di Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 untuk ditanamkan dalam diri anggota Ambalan.

2. Isi semboyan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 adalah Dharma Bhakti Wira Satya Satya Mandala Jaya.

Pasal 15 1. Macam-macam acara Keadatan Ambalan:

a. Adat penerimaan tamu Ambalan

- Adat ini dilaksanakan bersamaan penutupan b. Adat penerimaan warga Ambalan

- Adat ini dilaksanakan setelah tamu Ambalan memenuhi semua persyaratan untuk dapat diterima sebagai warga Ambalan.

c. Adat Pelantikan Pramuka Penegak

- Adat ini dilaksanakan apabila anggota Ambalan telah memenuhi semua persyaratan penempuhan SKU Penegak untuk dapat diterima sebagai Pramuka Penegak.

d. Adat Wisuda Pramuka dan Pelantikan Anggota Kehormatan.

- Dilaksanakan apabila anggota Ambalan telah menyelesaikan studinya di SMK N Kare.

e. Adat Pelepasan dan Penerimaan Delegasi Ambalan.

- Dilaksanakan untuk anggota Ambalan yang didelegasikan.

f. Adat Serah Terima Keadatan Ambalan/Pelantikan Dewan Ambalan.

- Dilaksanakan apabila ada serah terima Keadatan Ambalan/Pelantikan Dewan Ambalan.

g. Adat Penerimaan Ambalan Tamu.

- Dilaksanakan apabila ada tamu dari Ambalan lain yang mengadakan kunjungan (Studi banding) ke Ambalan kita.

2. Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan acara keadatan akan diatur dan dijelaskan dalam Panduan Keadatan.

BAB IV

ANGGOTA AMBALAN Pasal 16

Anggota Ambalan terdiri dari:

1. Tamu Ambalan 2. Warga Ambalan

(16)

3. Anggota kehormatan 4. Anggota luar biasa

Pasal 17 Syarat menjadi tamu Ambalan:

1. Tamu Ambalan merupakan siswa/i SMK Negeri Kare yang belum memiliki hak dan kewajiban sebagai Tamu Ambalan.

2. Telah mengikuti PTA.

Pasal 18

Warga Ambalan merupakan Tamu Ambalan yang telah dilantik menjadi warga Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

Pasal 19

Anggota kehormatan merupakan Warga Ambalan yang telah mengabdi di Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 dan telah menyelesaikan studinya serta telah dilantik dan ditetapkan oleh Mabigus/Pembina dan atau yang mewakili. Anggota kehormatan berada di tempat undangan dan tidak diperkenankan mengisi kegiatan Ambalan kecuali ada persetujuan dari Pembina untuk membantu kegiatan.

Pasal 20

Anggota Luar Biasa merupakan masyarakat yang bukan anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 yang mempunyai kepedulian dan hubungan yang erat terhadap kemajuan dan perkembangan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

BAB V

KETENTUAN/STATUS KEANGGOTAAN Pasal 21

Sebagai Tamu Ambalan akan memiliki hak dan kewajiban sebagai berikut:

1. Bersungguh-sungguh menjalankan dan mengamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma.

2. Berhak mengikuti kegiatan Ambalan.

3. Selama menjadi tamu Ambalan diberi kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan adat istiadat yang berlaku di dalam Ambalan.

4. Wajib memenuhi syarat-syarat untuk menjadi Warga Ambalan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Dewan Ambalan.

Pasal 22

Sebagai warga Ambalan akan memiliki hak dan kewajiban sebagai berikut:

1. Mematuhi adat istiadat yang berlaku di lingkungan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

2. Menjaga nama baik Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067- 06068 dan almamater.

3. Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan.

4. Mengembangkan prestasi dan loyalitas terhadap Gerakan Pramuka khususnya pada Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068.

5. Wajib membayar iuran yang telah ditentukan.

(17)

6. Berhak menggunakan lambang Ambalan sesuai dengan ketentuan.

7. Berhak mengikuti kegiatan-kegiatan di dalam maupun di luar lingkungan Ambalan serta menjadi delegasi Ambalan pada kegiatan-kegiatan di tingkat Gudep lain, Kwartir atau instansi lain.

8. Berhak menggunakan atau mempelajari fasilitas yang dimiliki Ambalan sesuai dengan ketentuan yang belaku.

Pasal 23

Pemangku adat, Anggota kehormatan dan Pramuka Penegak dapat berperan sebagai wakil pembina apabila berhalangan/mendapat mandat dari pembina baik secara lisan/tertulis dan berfungsi sebagai konsultan dalam hal yang menyangkut keadatan maupun Kedewan- Ambalanan.

BAB VI

POLA PEMBINAAN WARGA AMBALAN Pasal 24

Warga Ambalan terdiri dari calon Pramuka Penegak dan Pramuka Penegak.

Pasal 25

Calon Pramuka Penegak merupakan warga Ambalan yang belum dan atau yang sedang menyelesaikan penempuhan Syarat Kecakapan Umum (SKU) golongan Penegak sehingga mempunyai kewajiban untuk segera memenuhinya.

Pasal 26

1. Pramuka Penegak merupakan calon Penegak yang telah selesai menempuh Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Penegak yang telah dilantik sebagai Pramuka Penegak oleh Mabigus/Pembina atau yang mewakilinya.

2. Setelah dinyatakan resmi sebagai Pramuka Penegak, harus dapat meningkatkan eksistensi dan loyalitasnya pada usaha pengembangan Ambalan serta dapat memberikan teladan yang baik pada anggota yang lainnya.

BAB VII

KELENGKAPAN ATRIBUT WARGA AMBALAN Pasal 27

1. Seragam Pramuka:

a. Model dan warna bagian atas (pakaian) disesuaikan dengan SK Kwarnas terbaru.

b. Model dan warna bagian bawah (celana/rok) disesuaikan dengan SK Kwarnas terbaru.

c. Bentuk dan atribut seragam Pramuka sesuai dengan SK Kwarnas terbaru.

2. Penutup Kepala:

a. Untuk putra menggunakan baret warna coklat tua dengan tanda topi yang dipasang disisi kiri baret.

b. Untuk putri menggunakan topi laken warna coklat, dengan tanda topi yang dipasang disisi tengah topi.

c. Untuk putri menggunakan penutup kepala warna coklat tua (polos).

(18)

3. Atribut seragam :

a. Mengenakan Badge tanda pelantikan, tanda kepanduan, tanda satuan/pengenal (setangan leher, kwarda Jawa Timur, Kwarcab Madiun, Nomor Gudep), Badge Ambalan dan tanda nama pemilik sesuai Sk Kwarnas.

b. Untuk pemakaian tanda penghargaan (tiska/tigor/bintang tahunan) disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

c. Untuk pemakaian tali kor :

1. Pemangku Adat warna biru tepi putih

Filosofi dari warna ini ialah ketenangan yang beriringan dengan sebuah kesucian : seorang pemangku harus memiliki sifat dan pemikiran yang tenang dalam melaksanakan tugasnya mendampingi pradana guna memberikan kesucian bagi semua anggotanya.

2. Pradana warna kuning tepi biru

Filosofi dari warna ini ialah ketenangan yang beriringan dengan sebuah kemakmuran seorang Pradana harus memiliki sifat dan pemikiran yang tenang dalam melaksanakan tugasnya guna memberikan kemakmuran bagi sesama anggota.

3. Dewan warna kuning tepi merah

Filosofi dari warna ini ialah keberanian yang beriringan dengan sebuah kemakmuran : seorang Dewan Ambalan harus memiliki sifat dan pemkiran yang berani dalam melaksanakan tugasnya guna memberikan kemakmuran bagi sesama anggota.

4. Ketua Reka Kerja warna biru cerah.

Filosofi dari warna ini ialah ketenangan seorang Reka Kerja harus memiliki sifat dan pemikiran yang tenang dalam melaksanakan tugas yang sedang dilaksanakan.

5. Provos warna kuning tepi hitam.

Filosofi dari warna ini ialah ketenangan yang beriringan dengan sebuah perlindungan, seorang Provos harus memiliki sifat dan pemikiran yang tenang dalam melaksanakan tugasnya dengan perlindungan kepada seluruh anggota dewan ambalan.

6. Pasuska warna kuning tepi ungu

Filosofi dari warna ini ialah ketenangan yang beriringan dengan sebuah kebijaksanaan seorang Pasuska harus memiliki sifat dan pemikiran yang tenang dalam melaksanakan tugasnya dengan bijaksana kepada seluruh anggota dewan ambalan.

7. Warga Ambalan warna kuning

Pramuka Penegak menggunakan warna kuning atau kuning emas melambangkan kecerahan hidup menuju keagungan dan ketulusan budi.

d. Pita delegasi berwarna pita merah putih.

e. Pakaian Dinas Lapang digunakan oleh warga Ambalan sesuai dengan yang telah ditetapkan.

f. Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan pemakain atribut akan di atur dan dijelaskan dalam panduan keadatan.

Pasal 28 Ketentuan pemakaian pada pasal 27 adalah:

1. Pada saat mengikuti pertemuan/kegiatan formal Ambalan.

2. Pada saat menghadiri pertemuan/undangan formal di luar Ambalan.

(19)

3. Sewaktu mengenakan seragan Pramuka (pada point 1 dan 2) harus memakai sepatu tertutup (vantofel) warna hitam bertali dan berkaos kaki warna hitam bagi Putra dan Putri.

4. Sewaktu mengenakan seragam Pramuka tidak diperkenankan memakai jaket atau lainnya yang bukan termasuk kelengkapan seragam Pramuka selama mengikuti kegiatan formal.

Pasal 29

Khusus bagi tamu Ambalan, pemakaian seragam adalah pada saat akan dilantik sebagai anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 oleh pembina/yang mewakili dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Khusus bagi Tamu Ambalan yang pernah mengikuti atau telah menjadi anggota Gerakan Pramuka tidak diperkenankan menggunakan atribut sesuai pasal 27 ayat 3a.

2. Khusus bagi Tamu Ambalan yang pernah mengikuti Pramuka tidak diperkenakan menggunakan badge satuan.

Pasal 30

Khusus bagi warga Ambalan, pemakaian seragam adalah ketika telah menjadi warga Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Bagi warga Ambalan yang pernah mengikuti Pramuka di satuan tertentu, tidak diperkenakan menggunakan badge satuan.

2. Bagi warga Ambalan memakai atribut sesuai ketentuan dalam Pasal 27.

BAB VIII

KETENTUAN ATRIBUT KEADATAN Pasal 31

1. Memakai kelengkapan atribut sebagaimana diatur dalam bab VII Pasal 27 2. Memakai pakaian adat

Untuk Putra, Pakaian pemangku adat putra ialah berupa baju PDH pramuka dengan menggunakan beberapa asesoris diantaranya ;

1. Tali Kor.

a. Tali Kor yang berwarna biru tepi putih .( Filosofi dari warna ini ialah ketenangan yang beriringan dengan sebuah kesucian : seorang pemangku harus memiliki sifat dan pemikiran yang tenang dalam melaksanakan tugasnya mendampingi pradana guna memberikan kesucian bagi semua anggotanya)

b. Tali kor yang mempunyai lekukan menyerupai bunga berkelopak tiga. (Filosofinya ialah seorang pradana memegang teguh pada Tri Satya.)

2. Atribut yang di letakkan di lengan kanan bertuliskan PANGDAT.

3. Memakai sangkur di pinggang sebelah kiri..

Untuk Putri Pakaian pemangku adat putri ialah berupa baju PDH pramuka dengan menggunakan beberapa asesoris diantaranya ;

1. Tali Kor.

(20)

2. Tali Kor yang berwarna biru tepi putih. ( Filosofi dari warna ini ialah ketenangan yang beriringan dengan sebuah kesucian : seorang pemangku harus memiliki sifat dan pemikiran yang tenang dalam melaksanakan tugasnya mendampingi pradana guna memberikan kesucian bagi semua anggotanya)

a. Selendang Batik Yang di kenakan melingkar dari pundak kanan ke Pinggang kiri (Filosofinya ialah seorang pemangku adat putri mempunyai sifat yang anggun dan suci).

b. Memegang Buku Sandi Ambalan di tangan kanan.

3. Pakaian adat hanya dipakai oleh Pemangku Adat Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068, dan apabila Pemangku Adat berhalangan hadir maka dapat diwakilkan oleh salah satu Dewan Ambalan atas pelimpahan dari Pemangku Adat.

BAB IX

PENDUKUNG ACARA KEADATAN Pasal 32

Untuk kelancaran dan kesuksesan acara keadatan diperlukan:

1. Keikutsertaan setiap warga Ambalan dalam acara keadatan.

2. Kata-kata renungan dalam acara keadatan.

3. Prosesi pengguyuran air.

Pasal 33

1. Pengguyuran air merupakan suatu puncak acara peresmian pelantikan warga Ambalan, Dewan Ambalan baru, pelantikan Penegak, upacara wisuda anggota Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068, adat ulang tahun dan prosesi peneriman tamu Ambalan melalui air suci pelantikan.

2. Ketentuan air pelantikan

a. Air yang dipakai harus bersih dan merupakan air mutlak yang bermakna air kehidupan.

b. Air ditaburi bunga sebagai pewangi yang harus ada adalah bunga melati, bunga mawar dan bunga kenanga dan bila tidak ada bunga tersebut boleh menggunakan bunga lain yang memiliki warna sama.

c. Makna bunga:

- Bunga melati yang berwarna putih berarti kesucian dalam pemikiran tiap anggota racana dalam bertindak dan melangkah.

- Bunga mawar yang berwarna merah berarti berani dalam bertindak yang berdasarkan kebenaran.

- Bunga kenanga yang berwarna kuning berarti mulia.

d. Wadah yang digunakan dalam pengguyuran berasal dari tanah yang berarti bahwa Pramuka Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 berprinsip dapat mengambil potensi yang ada dalam bumi sebagai tempat kehidupan manusia pada umumnya.

e. Sebagai alat pengguyuran digunakan tempurung kelapa yang bermakna tempurung kelapa merupakan asal atau cikal bakal Gerakan Pramuka.

f. Bila terpaksa tidak ada, bisa digantikan dengan yang lain dengan ketentuan tidak merubah maknanya

BAB X

(21)

MATERI PTA Pasal 34 Materi wajib diberikan pada PTA:

a) Selayang pandang Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067- 06068.

b) Sejarah singkat Gerakan Pramuka.

c) Pendidikan Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

d) Keadatan Ambalan.

Materi diatas wajib di berikan sebagai materi PTA dan dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan.

BAB XI

MASA PEMANTAPAN DAN PENGEMBANGAN Pasal 35

Masa Pemantapan dan Pengembangan:

1. Wajib diikuti oleh tamu ambalan 2 kali dalam 1 tahun Selama menjadi Tamu Ambalan sebagai syarat mengikuti diklat warga.

2. Diwajibkan untuk di ikuti oleh seluruh warga Ambalan sebagai sarana pembelajaran dan pelatihan setiap minggu.

BAB XII PENUTUP

Pasal 36

Untuk meningkatkan pemahaman Warga Ambalan terhadap keadatan Ambalan yang berlaku, perlu diterbitkan buku panduan keadatan Ambalan Pandu Dewanata – Dewi Sinta Gudep Kab.Madiun 06067-06068 sebagai pedoman dalam pelaksanaannya.

Pasal 37

Mengenai hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan dibahas pada sidang istimewa.

Referensi

Dokumen terkait