• Tidak ada hasil yang ditemukan

agama dan explorasi angkasa raya

N/A
N/A
Tjak Kasan

Academic year: 2024

Membagikan " agama dan explorasi angkasa raya"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

Kita semua tahu, sekarang ini dunia sudah memasuki abad eksplorasi angkasa

luar dengan lebih intensif dan ekstensif lagi. Mengapa angkasa luar harus dieksplorasi?

Apakah agama-agama bisa berperan di dalam

usaha ini?

EXPLORASI

ANGKASA LUAR

Dari sains kita tahu, pada 65,5 juta tahun lalu berbagai jenis dinosaurus lenyap dari muka planet Bumi. Ada dua penjelasan mengenai apa yang menyebabkan dinosaurus lenyap.

Penjelasan pertama, karena sebuah asteroid besar yang lebarnya 15 kilometer (= 9 mil) menumbuk muka Bumi di Chicxulub di semenanjung Yucatan (sekarang dikenal sebagai Meksiko). Tumbukan dahsyat ini menimbulkan berbagai akibat di laut, darat dan udara, yang mematikan bagi banyak bentuk kehidupan pada masa itu, khususnya

AGAMA DAN

Ioanes Rakhmat

fanpop.com

(2)

2

Selain bencana alam besar yang dapat timbul dari planet Bumi sendiri, manusia dan peradabannya juga bisa lenyap karena perbuatannya sendiri, misalnya lewat Perang Dunia III yang akan berupa perang dengan persenjataan pemusnah massal nuklir, kimiawi dan biologis, yang dampaknya sama mengerikan dan mematikan dengan dampak tumbukan sebuah meteor raksasa pada muka Bumi.

Karena ancaman-ancaman bahaya besar semacam ini, logislah jika kita, yang ingin dapat hidup kekal dalam jagat raya bersama peradaban kita, mengeskplorasi angkasa luar, dengan salah satu tujuan utamanya adalah menjadikan planet-panet lain, misalnya planet Mars, sebagai rumah kedua kita. Pendek kata, eksplorasi angkasa luar dan kolonisasi planet–planet lain oleh manusia adalah bagian dari program- program survival manusia di masa depan.

berbagai jenis reptilia besar yang diberi nama dinosaurus yang sebelumnya telah berkuasa di muka Bumi ratusan juta tahun lamanya. Penjelasan kedua, karena aliran lahar vulkanik selama puluhan ribu tahun dari suatu kawasan vulkanik dekat Mumbai di negeri India yang sekarang, kawasan yang dikenal sebagai Deccan Traps. Aliran lahar ini, yang mengalir sampai hampir seribu mil (1.603 km), menyebabkan sulfur dan carbon dioksida dalam jumlah yang mematikan masuk ke atmosfir Bumi, yang mengakibatkan pemanasan global dan meningkatnya kadar asam (proses aksidifikasi) di lautan karena curahan hujan asam.

Nah, pada zaman kehidupan kita sekarang, sewaktu-waktu dapat ada lagi meteor- meteor raksasa yang akan menumbuk muka Bumi dengan akibat yang dapat mematikan bagi homo sapiens dan semua bentuk kehidupan lain. Untuk menghindari kejadian ini, kita harus mengarahkan perhatian kita ke angkasa, menjalankan program-program angkasa luar, guna mengendalikan seliweran puing-puing angkasa yang bisa terarah ke muka Bumi dan mengancam kehidupan, atau meledakkannya jauh di atas muka Bumi dengan nuklir.

Selain bencana alam besar yang dapat timbul dari planet Bumi sendiri, manusia dan peradabannya

juga bisa lenyap karena perbuatannya sendiri

fanpop.com

(3)

3

Saat ini, selain planet Mars, para saintis memperkirakan bulan terbesar keempat planet Jupiter yang diberi nama Europa, dan bulan Enceladus dari planet Saturnus, akan dapat dihuni manusia juga di masa depan.

Eksplorasi angkasa luar juga kita lakukan karena angkasa luar dengan segala isinya (planet, bintang, galaksi, dsb.) memang tersedia untuk kita eksplorasi, bukan untuk kita diamkan. Mengeksplorasi segala sesuatu yang tersedia adalah dorongan kodrati dalam diri manusia yang memiliki keingintahuan (kuriositas) sebagai salah satu kodrat penting dari mentalnya. Kuriositas inilah yang melahirkan sains dan membuat sains terus berkembang, dan memberi manfaat besar bagi kehidupan manusia, peradabannya, dan masa depannya dalam jagat raya. Dari berbagai kegiatan saintifik dan teknologis dari program-program angkasa luar, kita juga dapat menarik banyak manfaat langsung untuk membuat kehidupan kita sehari-hari berjalan dengan lebih mudah dan lebih baik.

Kalau agama-agama memang ada untuk membantu manusia dapat mempertahankan

eksistensi dan pera-dabannya, maka program-program eksplorasi angkasa luar, termasuk program membangun kolonisasi- kolonisasi baru di angkasa luar untuk manusia, haruslah didukung para agamawan yang tercerahkan. Tetapi, jika kaum agamawan memegang doomsday theology, teologi kiamat, yang menghendaki manusia, peradabannya dan planet Bumi lenyap sama sekali dalam suatu bencana sejagat yang dipercaya mereka akan didatangkan Allah pada hari terakhir, program-program eksplorasi angkasa luar tentu sama sekali tak menarik minat mereka. ***

Diterbitkan oleh:

Democracy Project - Yayasan Abad Demokrasi www.abad-demokrasi.com

Eksplorasi angkasa luar juga kita lakukan karena angkasa luar dengan segala isinya (planet, bintang, galaksi, dsb.) memang

tersedia untuk kita eksplorasi, bukan untuk kita diamkan

Ioanes Rakhmat

Ia mendefinisikan dirinya sebagai pemikir bebas, freethinker. Menggeluti kajian Yesus sejarah (the historical Jesus) di Belanda, disertasinya telah diterbitkan dengan judul The Trial of Jesus in John Dominic Crossan’s Theory: A Critical and Comprehensive Evaluation (Jakarta: IPU-JTS, 2005).

Sempat menjalani kehidupan sebagai seorang pendeta lebih dari dua dekade, dua tahun belakangan ini ia berkonsentrasi mendalami dunia sains.

Ia menulis dan menerjemahkan banyak buku, antara lain Sokrates dalam Tetralogi Plato: Sebuah Pengantar dan Terjemahan Teks (Gramedia Pustaka Utama, 2009), dan Menguak Kekristenan Yahudi Perdana: Sebuah Pengantar (JRC, 2009), dan terakhir adalah Memandang Wajah Yesus (Pustaka Surya Daun, Maret 2012)

endtimesrevelations.files.wordpress.com

Referensi

Dokumen terkait