AGAMA DAN
PENCARIAN EKSISTENSIAL
Refleksi Lintas Iman
Selasa, 12 September 2023
Refleksi
• Karakter mana dalam film atau buku yang ‘relatable’ dengan kamu?
• Bagian kehidupan mana darimu yang tersentuh ketika kamu
berjumpa dengan karakter dalam film atau buku?
• Pada tahap mana (awal, tengah, atau akhir) kamu sekarang ini berada dalam pencarian
eksistensial?
• Bagaimana agama menemani ‘ups and downs’ pencarian
eksistensialmu?
• Mengembangkan hobi adalah sarana mengobati stres
• Peristiwa-relasi dalam keluarga
membentuk aku saat ini, tetapi aku tidak harus didefinisikan olehnya
• Pencarian eksistensial itu erat
kaitannya dengan bagaimana aku memahami diri sendiri
• Basic skill: keep moving forward – gagal itu boleh, setelah itu, bangun dari apa yang masih ada
• Kebahagiaanku tidak terletak pada
seberapa banyak orang memberikan
apresiasi, pujian, validasi
DIALOG DENGAN FIGUR PUBLIK – LINTAS IMAN
Agama dan Pencarian Eksistensial
Fiersa Besari
“Bolehkah Sehari Ini Saja Aku Menangis?”
Maudy Ayunda
“Growth Mindset”
Ajahn Brahm
“Falling is Flying”
FIERSA BESARI
Jika kita berjodoh, walaupun hari ini dan di tempat ini
tidak bertemu,
kita pasti akan tetap dipertemukan dengan cara yang lain.
Fiersa Besari
Ada Wajahmu di Kaki Langit https://www.youtube.com/watch?v=Oaj0G9O6vMg
Tentang dia yang telah pergi...
Dan kini kusadari, mengenang
adalah pekerjaan yang menyakitkan, terutama jika yang kita kenang
adalah orang yang teramat sangat kita sayangi dan tidak bisa lagi kita temui.
Namun, akan lebih menyakitkan jika kita harus melupakan.
Karena Bapak pernah bilang, seseorang tidak pernah benar- benar pergi selama kita masih menyimpannya di dalam hati.
Fiersa Besari, Garis Waktu, 186
#DearTomorrow
Dirimu mungkin bukan sesuatu yang dapat kamu temukan – mungkin belum ada.
Dirimu merupakan kombinasi dari hal yang
kamu lakukan, hal yang kamu perjuangkan, dan sosok yang kamu dambakan.
Dirimu adalah sesuatu untuk kamu definisikan (to define) – bukan untuk kamu temukan (to find).
Alih-alih mencari ke dalam, lihat ke luar dan temukan diri.
Belaajarlah lebih banyak tentang dunia,
karakter yang menarik bagimu, tindakan yang menginspirasimu.
Setelah memiliki daftaranya, silakan kamu berusaha untuk menjadi seperti demikian.
- Maudy Ayunda
#DearTomorrow
Remember that your journey is your own; do not allow yourself to be pressured if the source of that pressure is somebody else other than yourself.
Others are entitled to their
lives and opinions, as you are to yours.
Maudy Ayunda
Forgiving Ourselves and Learning from Our Mistakes
"Everyone makes mistakes. The wise are not people who never make mistakes, but those who
forgive themselves and learn from their mistakes."
Ajahn Brahm
Letting Go & Being at Peace
"If you know how to let go and be at peace, you know
everything you need to know about living in the world.“
~ Ajahn Brahm
Lingkaran Kendali
Guarding knowledge is not a good way to
understand.
Understanding means to throw away
your knowledge.
Thich Nhat Hanh
Ada sesuatu dalam hidupmu
– pencarianmu, dorongan-doronganmu, imajinasi dan pemikiranmu –
yang agama tidak bisa mengakomodasinya.
Ada hal yang lebih dalam dan luas daripada hal-hal yang bisa diakomodasi oleh agama.
Ada pelbagai macam kemungkinan yang ingin diekspresikan
oleh jiwamu.
Selama masa hidup dan berabad-abad setelahnya, Nabi Muhammad telah menjadi suri teladan ideal bagi umat Muslim dalam melaksanakan kehendak Allah.
Islam memberikan penekanan besar pada tindakan;
mendorong umat Islam untuk berjuang, berusaha, melakukan hal terbaik.
Beberapa Muslim menyatakan bahwa Muhammad adalah “Al-Qur’an yang hidup,” saksi yang tuturan dan perilakunya mengungkapkan kehendak Allah.
John L. Esposito, “What Role Does Muhammad Play in Muslim Life” (2011), hlm. 11-12.
Inside the Book: Deepak Chopra (ABUNDANCE: The Inner Path to Wealth) https://www.youtube.com/watch?v=Jpm1Xumdn58
Meaning
Purpose
Fulfillment in every level
In touch with creative center
Percaya pada hati
ketika Anda membuat keputusan.
Kemudian, curahkan energi Anda.
untuk menjadikan keputusan tersebut benar
Ajahn Brahm, “The Unifable: Make It Right” (2019).
«Sering kali, dalam hidup, kita
memboroskan waktu
untuk bertanya:“Siapakah aku?”
Anda dapat bertanya kepada diri siapa Anda dan menjalani
seluruh hidup Anda untuk mencari jawaban siapa Anda.
Namun, tanyakanlah pada diri Anda,
“Untuk siapa
aku ada?”»
(Paus Fransiskus, 8 April 2017).
Penting membantu orang- orang muda untuk tidak
patah semangat
menghadapi
kesalahan
& kegagalan
mereka,meskipun memalukan, sebab semua itu adalah
bagian integral dari perjalanan menuju kebebasan
yang lebih dewasa, penuh kesadaran akan kelebihan
serta kelemahannya.
Paus Fransiskus, Orang Muda, Iman & Penegasan
Panggilan, no. 71.
Dikotomi Kendali