• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ahmad Bainuril Ega - Universitas Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Ahmad Bainuril Ega - Universitas Jember"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

PENGARUH TERHADAP PENGHASILAN ASLI DAERAH (JALAN), DANA ALOKASI UMUM (DAU), DANA ALOKASI KHUSUS. DAK) TENTANG PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH BAKORWIL III JAWA TIMUR. Judul Tesis : Pengaruh Pendapatan Awal Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pada Bakorwil III Wilayah Jawa Timur Tahun 2008-2017. Pengaruh pendapatan asli daerah dana alokasi umum dan dana alokasi khusus terhadap pertumbuhan ekonomi pada wilayah Bakorwil III Jawa Timur.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Bakorwil III Jawa Timur. Pengaruh Pendapatan Awal Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pada Bakorwil III Wilayah Jawa Timur, Ahmad Bainuril Ega, Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap pertumbuhan ekonomi pada Bakorwil III wilayah Jawa Timur Tahun 2008-2017.

Gambar     Halaman
Gambar Halaman

PENDAHULUAN

Pemberian otonomi daerah berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian suatu daerah karena memberikan kebebasan kepada pemerintah daerah untuk membuat rencana perekonomiannya sendiri dan mengambil kebijakan yang dapat mempengaruhi pembangunan daerahnya (Putri, 2015). Pemerintah daerah harus mengoptimalkan hasil pendapatan daerahnya untuk membiayai kegiatan pembangunan, oleh karena itu peningkatan PAD selalu diupayakan, karena merupakan pendapatan dari upaya membiayai pemerintahan daerah, dan peningkatan PAD harus berdampak pada perekonomian daerah. pertumbuhan. Sehubungan dengan ciri-ciri kemampuan mandiri suatu daerah sebagaimana diuraikan di atas, diharapkan ketergantungan terhadap negara mempunyai porsi yang lebih kecil dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi bagian terbesar dalam mobilisasi dana dalam negeri. penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Kontribusi DAU bagi sebagian besar daerah masih sangat penting, terbukti selama ini APBD kabupaten/kota di Jawa Timur masih sangat bergantung pada dana perimbangan pemerintah pusat. Berdasarkan Tabel 1.1, pertumbuhan ekonomi wilayah Bakorwil III selalu lebih tinggi dibandingkan wilayah Bakorwil lainnya setiap tahunnya, dan pertumbuhan ekonominya juga lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur. Hal ini sendiri menjadi prestasi bagi Bakorwil III dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6,34. Pertumbuhan ekonomi di setiap daerah memerlukan sumber daya yang tidak hanya bersumber dari APBN saja, namun juga dari pendapatan daerah itu sendiri.

Indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional adalah tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), yang mencerminkan besarnya nilai tambah yang diciptakan oleh seluruh kegiatan produktif dalam perekonomian, sedangkan peningkatan produksi barang dan jasa. dari daerah, secara makro terlihat dari kenaikan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) setiap tahunnya, dan secara mikro dari produk domestik regional bruto per kapita. Berdasarkan Gambar 1.1, rata-rata yang mempunyai kontribusi paling menonjol adalah Bakorwil III sebesar 49,60% dan terendah adalah Bakorwil IV. Keberhasilan pembangunan yang dilakukan Bakorwil III Provinsi Jawa Timur terlihat dari pertumbuhan ekonominya selama periode 2012-2017 dengan rata-rata 6,34% per tahun, jauh diatas Bakorwil dan juga Jawa Timur lainnya.

Berdasarkan Tabel 1.2, pendapatan Bakorwil III dari komponen PAD, DAU, DAK dari tahun 2012-2017 selalu meningkat, namun pada periode yang sama pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan setiap tahunnya. Pendapatan asli daerah merupakan komponen penting untuk membiayai kebutuhan daerah dalam membiayai kegiatan perekonomian.

Tabel  1.1  Pertumbuhan  Ekonomi  Wilayah  Bakorwil  di  Provinsi  Jawa  Timur  2012-2017
Tabel 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Bakorwil di Provinsi Jawa Timur 2012-2017

TINJAUAN PUSTAKA

Teori Pertumbuhan Ekonomi Harrord-Domar

Menurut Harrord-Domar, investasi merupakan kunci pertumbuhan ekonomi, terutama mengenai sifat ganda investasi. Kedua, investasi dapat memperluas kapasitas produktif perekonomian dengan meningkatkan stok modal, yang biasa dikenal dengan dampak pengeluaran. Domar merupakan seorang ekonom yang mengembangkan analisis Keynes yang menekankan perlunya penanaman modal untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi (Arsyad.

Oleh karena itu, menurutnya, setiap upaya perekonomian harus menyelamatkan sebagian pendapatan nasional, yakni menambah stok modal yang akan digunakan dalam investasi baru. Menurut Harrod-Domar, terdapat hubungan ekonomi langsung antara besarnya persediaan modal dengan jumlah produksi nasional. Teori pertumbuhan Harrod Domar dikembangkan oleh dua orang ekonom setelah Keynes, yaitu Evsey Domar dan R.F Harrod.

Berdasarkan teori pertumbuhan ekonomi yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki. Faktor produksi yang dibicarakan dalam teori ini adalah akumulasi modal dalam bentuk investasi.Dalam teori pertumbuhan ekonomi biasanya sangat erat kaitannya dengan kegiatan penanaman modal, dimana penanaman modal disini mempunyai dua pengertian yaitu yang pertama, penanaman modal. dapat menciptakan pendapatan yang biasa disebut dampak permintaan. Dengan adanya teori pertumbuhan yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi, dimana salah satu faktor produksi tersebut adalah akumulasi modal, maka pada era desentralisasi fiskal pendapatan daerah apapun dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan daerah. modal daerah untuk direalisasikan. kegiatan pembelanjaan sehingga nantinya dapat menciptakan sesuatu yang disebut pertumbuhan ekonomi.

Dengan dapat dijadikannya pendapatan daerah sebagai modal di era desentralisasi, hal ini sejalan dengan berbagai teori pertumbuhan yang telah dijelaskan sebelumnya, sehingga terlihat bahwa pendapatan daerah merupakan salah satu faktor produksi yang dimiliki daerah untuk menciptakan produksi dan produksi. investasi, sehingga produksi dan investasi nantinya dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Peneliti mengaitkan variabel penelitian PAD, DAU dan DAK yang merupakan sumber pendapatan daerah dengan teori yang telah dijelaskan di atas.

Konsep Pendapatan Daerah

Penelitian yang dilakukan oleh Nurheni dan Suryani (2015) mengenai dampak otonomi keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia menghasilkan temuan yaitu otonomi keuangan daerah yang direpresentasikan dalam bentuk Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF), bagi tingkat nasional mempunyai dampak yang positif. dan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada periode pasca-desentralisasi. Penelitian yang dilakukan oleh Faridi (2011) Nurheni dan Suryani (2015) berfokus pada desentralisasi fiskal sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi. Penelitian yang dilakukan oleh Siagian (2018) dengan judul Pengaruh PAD, DAU, DAK Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di D.I. Propinsi.

Yogyakarta Pada tahun berapa penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Pengaruh PAD terhadap Pertumbuhan Ekonomi (2) Pengaruh DAU terhadap Pertumbuhan Ekonomi (3) Pengaruh DAK terhadap Pertumbuhan Ekonomi (4) Pengaruh PAD, DAU , DAK bersama tentang Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi D.I.Y. Penelitian yang dilakukan oleh Nisa (2017) Analisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana hibah umum dan bagi hasil pajak terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Bagi Hasil Pajak terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2015.

2 Putri (2015) Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (GAF) dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Pendapatan Asli Daerah (RAI), Dana Alokasi Umum (GAL) dan Dana Alokasi Khusus (SAF) secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengaruh Pajak dan Retribusi serta Dau dan Dak terhadap Belanja Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Wilayah Kalimantan.

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah periode 2012-2013. Diduga Pendapatan Asli Daerah mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan perekonomian wilayah Bakorwil III Jawa Timur selama periode tahun 2008-2017. Dana Alokasi Umum diduga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian daerah Bakorwil III Jawa Timur selama periode 2008-2017.

Dana Alokasi Khusus diduga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian daerah Bakorwil III Jawa Timur selama periode 2008-2017.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian 3.1 Rancangan Penelitian

Analisis regresi merupakan alat analisis yang menggambarkan hubungan antara suatu variabel terikat dengan satu atau lebih variabel bebas. Lebih lanjut mengenai data panel dalam penelitian ini setidaknya ada tiga teknik analisis yang digunakan yaitu (Gujarati 2010: 239). Uji Chow merupakan pengujian untuk menentukan model efek umum atau efek tetap yang paling tepat digunakan dalam mengestimasi data panel.

Begitu pula jika Fstatistik < Ftabel maka H0 diterima, artinya model yang paling tepat digunakan adalah common effect. SSE1 = Jumlah square error dari common effect model SSE2 = Jumlah square error dari fixed effect model n = Jumlah perusahaan (Crosssection) nt = Jumlah cross section x Jumlah time series k = Jumlah variabel independen. Apabila dari hasil uji Chow ditentukan menggunakan model joint effect, maka tidak perlu dilakukan pengujian dengan Uji Husman.

Statistik Uji Husman mengikuti distribusi statistik chi-kuadrat dengan k derajat kebebasan, dimana k adalah banyaknya variabel bebas. Uji Lagrange multiplier (uji LM) merupakan pengujian untuk mengetahui apakah model random effect atau model joint effect lebih tepat digunakan. Selanjutnya untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan 𝑅2 yang disesuaikan agar tidak terjadi bias pada variabel independen yang dimasukkan dalam model yang dirumuskan sebagai berikut.

Gejala multikolinearitas dapat dideteksi menggunakan metode deteksi Klein dengan membandingkan koefisien determinasi bantu dengan koefisien determinasi (2) model regresi asli Y dengan variabel independen Bakorwil III Jawa Timur tahun 2008-2017.

KESIMPULAN

Kesimpulan

Pemerintah daerah juga harus berupaya meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat di daerahnya guna meningkatkan penerimaan Pendapatan Primer Daerah (RPI). Pemerintah daerah diharapkan dapat mengelola Dana Alokasi Umum (DAU) dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat setiap periodenya, mengalokasikan dana dari pusat secara transparan dengan standar yang telah ditentukan, menggunakan dana tersebut dengan alokasi yang sesuai per sasaran, sehingga nantinya pada tahun Menurut otonomi daerah, suatu daerah dapat mengurangi ketergantungannya terhadap pusat dan menjadi daerah yang mandiri. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengelola Dana Alokasi Khusus (SAFs) dengan baik agar pertumbuhan ekonomi dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran pada setiap periodenya, dan pemerintah daerah harus mampu fleksibel terhadap prioritas nasional dengan adanya SAFs agar mereka tidak melakukan kesalahan dalam penempatan dana dana khusus.

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Pembiayaan Kelebihan Anggaran Terhadap Alokasi Belanja Modal Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (GAF) terhadap Belanja Langsung (Studi pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah). Analisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana hibah umum, dan dana hibah khusus terhadap pertumbuhan ekonomi serta dampaknya terhadap indeks pembangunan manusia di wilayah tapal kuda Jawa Timur.

Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Hibah Umum dan Dana Bagi Hasil Pajak terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur Jurnal Ilmu Ekonomi. Analisis pengaruh pendapatan asli daerah (pad), dana alokasi umum (dau) dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota provinsi Jawa Tengah. Hasil data pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, dana hibah umum, dana hibah khusus Bakorwil III wilayah Jawa Timur dengan sampel penelitian sebanyak 6 orang.

Gambar

Gambar     Halaman
Tabel  1.1  Pertumbuhan  Ekonomi  Wilayah  Bakorwil  di  Provinsi  Jawa  Timur  2012-2017
Gambar  1.1  Persentase  Kontribusi  Wilayah  Setiap  Bakorwil  Jawa  Timur  Terhadap  PDRB  Provinsi  Jawa  Timur  2012-2017  (Sumber:  BPS  Provinsi  Jawa  Timur 2012-2017 data diolah)
Tabel 1.2 Realisasi Penerimaan Pemerintah wilayah Bakorwil III Provinsi Jawa  Timur Tahun 2012 – 2017
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pertumbuhan ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal