Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Infestasi Tanah - Penyakit Cacing Menular pada Pekerja Perkebunan Kopi Sumber Wadung Kabupaten Jember” memang merupakan karya saya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan ke instansi manapun, dan bukan karya plagiat.Hubungan Perilaku dengan Tanah Hidup Bersih dan Sehat - Penularan Penyakit Cacing pada Pekerja Perkebunan Kopi Sumber Wadung Kabupaten Jember Ahmad Hasbi Al-Muzaky Fakultas Kedokteran Universitas Jember.Tujuan keseluruhan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah pada pekerja perkebunan kopi Sumber Wadung Kabupaten Jember.
Manfaat dari penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai alat informasi pencegahan penyakit kecacingan pada pekerja perkebunan kopi Sumber Wadung dan diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan mengenai penyakit kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada usus. Pemeriksaan feses dilakukan terhadap seluruh pekerja tetap perkebunan kopi PDP Sumber Wadung dengan menggunakan metode konsentrasi yaitu sedimentasi dan flotasi dan diperiksa di Laboratorium Parasitologi FK UNEJ. Hasil penelitian menunjukkan persentase serangan STH pada pekerja perkebunan kopi Sumber Wadung sebesar 28%.
Hasil uji analisis antara PHBS dengan kejadian infeksi STH pada pekerja perkebunan kopi Sumber Wadung adalah sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara PHBS dengan kejadian infeksi STH pada pekerja perkebunan kopi Sumber Wadung. Segala puji bagi kehadiran Allah. karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Kejadian Soil Infestation – Transmited Helminths pada Pekerja Perkebunan Kopi Sumber Wadung Kabupaten Jember”.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Siklus penularan infestasi STH memerlukan tanah berpasir gembur bercampur humus, serta lingkungan yang tertutup dari sinar matahari langsung. Penularan kontaminasi STH dapat terjadi melalui jalur oral melalui tangan yang terkontaminasi telur yang kemudian tanpa disadari tertelan dan masuk ke sistem pencernaan. Kontaminasi STH dapat mempengaruhi asupan makanan, sistem pencernaan, penyerapan zat gizi pada makanan dan metabolisme makanan (Departemen Kesehatan, 2006).
Dalam jangka panjang, infeksi STH dapat menimbulkan beberapa gejala yang tidak terlihat atau sering diabaikan oleh penderitanya atau orang di sekitarnya. Faktor lain yang dapat menyebabkan tertularnya STH adalah faktor sosial ekonomi yang dapat menentukan jenis pekerjaan yang dapat menentukan ruang lingkup pekerjaan sehari-hari, pemahaman tentang sanitasi lingkungan dan penggunaan alat pelindung diri, serta perilaku bersih dan higienis. kebersihan pribadi (Brooker et al., 2004). Infestasi STH dapat dikaitkan dengan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan, kontak dengan tanah dan kuku bersih (Dewi et al., 2017).
Saat ini belum ada data spesifik yang menunjukkan angka kejadian infeksi STH pada petani atau pekerja di perkebunan kopi Sumber Wadung wilayah Jember. Hal ini menjadi dasar penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian infeksi STH pada pekerja di perkebunan kopi Sumber Wadung.
TINJAUAN PUSTAKA
Cacing betina dewasa dapat menghasilkan 200.000 telur per hari dan mengeluarkannya dari tubuh manusia melalui feses (Satoskar et al., 2009). Selain itu, cacing dewasa dapat bermigrasi ke organ lain seperti usus buntu, saluran empedu atau hati (Leventhal et al., 2012). Rontgen dada dapat dilakukan untuk mencari infiltrat dada (Leventhal et al., 2012).
Efek samping termasuk sakit kepala, demam, ruam dan gangguan pencernaan (Satoskar et al., 2009). Tes darah dapat mengungkapkan eosinofilia dan peningkatan IgE serum sekitar 20-40% (Satoskar et al., 2009). Untuk penyakit larva migrans kulit dapat diberikan salep Tiabendazole (Leventhal et al., 2012) atau Albendazole 400 mg setiap hari selama 3 hari.
Setelah cacing dewasa menjadi dewasa, cacing dewasa akan menghasilkan telur yang akan dikeluarkan melalui kotoran inangnya (Satoskar et al., 2009). Pada kondisi yang parah dapat menyebabkan kolitis ulserativa pada anak-anak dan penyakit radang usus pada orang dewasa (Leventhal et al., 2012). Pada kondisi kronis, pasien mungkin mengalami gejala kekurangan darah, namun tidak separah akibat infeksi Ascaris dan cacing kremi, dan dapat menyebabkan prolaps rektum (Satoskar et al., 2009).
Perilaku hidup bersih dan sehat juga dapat diartikan sebagai wujud kesadaran seseorang atau kelompok dalam berperilaku untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi individu, keluarga, dan kelompok masyarakat dalam memelihara, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatannya (Gani et al., 2015). Seseorang yang memiliki pengetahuan luas akan lebih mampu menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta mempunyai cara pandang atau pola pikir yang lebih baik (Munawaroh et al., 2016). Secara sadar, seseorang akan berupaya dan mempraktekkan hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan lain sebagainya (Aswadi dkk. Lingkungan Hidup.
Fasilitas akan memudahkan seseorang dalam melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti tempat sampah, alat kebersihan, perlengkapan mandi, kamar mandi dan jamban sehat, dan lain sebagainya (Munawaroh et al., 2016). Selain itu, menjaga kebersihan kuku dapat mencegah telur STH masuk ke ujung kuku yang panjang dan kotor (Ikawati et al., 2016). Namun seseorang yang memiliki kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan kuku yang buruk dapat meningkatkan risiko kontaminasi STH karena tanpa sadar menelan telur STH saat makan (Saharman et al., 2013).
Kebiasaan seseorang buang air besar di jamban dapat mencegah terjadinya kontaminasi terhadap tanah, air dan makanan disekitarnya (Pertiwi et al., 2013). Pemanfaatan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari dapat meningkatkan risiko pencemaran STH karena tanpa disadari air sungai telah terkontaminasi telur STH (Echazu et al., 2015).
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Besarnya sampel ditentukan dengan teknik total sampling, dimana diambil sampelnya adalah pekerja tetap atau harian di perkebunan kopi PDP Sumber Wadung. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh setelah mendapat izin penelitian dan proses administrasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Apabila pekerja bersedia menjadi responden, maka sampel tinja akan dikumpulkan dan ditempatkan dalam wadah pot dan tinja tersebut akan diuji.
Alat ukur : Pemeriksaan sampel feses dengan teknik flotasi dan sedimentasi, dilanjutkan dengan pengamatan sediaan dengan mikroskop. Kuesioner merupakan media yang digunakan untuk memberikan pertanyaan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat responden mengenai kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, kebiasaan makan makanan mentah. Kuesioner ini menggunakan Kuesioner Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang telah dimodifikasi dan telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Yulianto, 2007).
Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengajukan permohonan kesesuaian etik kepada Komite Etik Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Penelitian akan dilakukan setelah mendapat persetujuan atau persetujuan etik dari Komite Etik Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Peneliti telah menyerahkan surat pengantar penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL), ditujukan kepada Perusahaan Perkebunan Daerah (PDP) Jember selaku pemilik Perkebunan Sumber Wadung.
Kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner adaptasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Yulianto, 2007). Sampel tinja dikumpulkan menggunakan toples bernama dan berkode yang berisi larutan garam formal 10%. Pengangkutan sampel feses dalam toples dari lokasi perkebunan ke laboratorium dilakukan dalam wadah tertutup dan tidak terkena sinar matahari langsung dengan menggunakan kotak styrofoam.
Pemeriksaan sampel feses dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Jember dan diverifikasi oleh dokter. Aduk hingga tercampur rata dengan lidi/pengaduk. e) Masukkan ke dalam mesin centrifuge dan sentrifugasi selama 5 menit dengan kecepatan 2000 rpm. f) Buang larutan di atas lalu tambahkan kembali air suling, aduk hingga homogen menggunakan lidi/pengaduk. G). Melakukan wawancara kuisioner dan menyediakan toples untuk sampel tinja.Pemeriksaan sampel tinja menggunakan metode flotasi dan sedimentasi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (STH) pada petani sayuran di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Tahun 2017. Interaksi penyakit cacingan, perbaikan sanitasi dan penutup lantai rumah tangga dengan infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah di pedesaan Bangladesh. Hubungan personal higiene dan higiene sekolah dengan infeksi cacing pada jari pada siswa III-VI. kelas di sekolah dasar negeri no.
Dampak buruknya akses terhadap air dan sanitasi sebagai faktor risiko infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah: selektivitas melalui jalur infeksi. Prevalensi penyakit cacing yang ditularkan melalui tanah (STH) pada anak sekolah dasar di Kabupaten Malinau, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Timur. Identifikasi cemaran telur cacing yang ditularkan melalui tanah pada makanan berbahan baku sayuran yang dijual di kantin sekitar kampus Universitas Lampung Bandar Lampung.
Faktor risiko kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada anak prasekolah yang tinggal di lahan pertanian, Sumatera Utara, Indonesia. Hubungan personal higiene dengan infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah pada ibu hamil di Desa Sri Meranti Daerah Pesisir Sungai Siak Pekanbaru. Prevalensi dan jenis telur cacing yang ditularkan melalui tanah (STH) pada sayuran kemangi penjual ikan bakar di Palu.
Untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan kedokteran (S-1), saya melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Kejadian Infestasi Cacing Tanah Pada Pekerja Perkebunan Kopi Sumber Wadung Kabupaten Jember ". Tujuan penelitian saya adalah untuk mengetahui apakah anda terjangkit cacingan atau tidak dan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat anda dengan kejadian penyakit cacingan atau cacingan pada anda yang bekerja di Sumber. Perkebunan Kopi Wadung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada anda bahwa ada hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian cacingan.
Saya juga akan memberikan susu dan roti sebagai kompensasi atas kesediaan Anda untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Apabila anda bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan berupa kuisioner tentang perilaku hidup bersih dan sehat, kemudian saya akan memberikan pot tinja untuk menampung tinja dan kantong plastik hitam untuk mengemas tinja. pot. Jika Anda bersedia dan menyetujui penelitian ini, harap menandatangani formulir persetujuan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.
Kebiasaan Buang Air Besar (BAB), Kepemilikan, dan Penggunaan Jamban
Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD)