PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Berdasarkan hasil wawancara di atas, terlihat jelas bahwa kawasan kelautan Kabupaten Kepulauan Selayar belum mendapat pengawasan penuh dari pemerintah daerah. Perencanaan dan pengembangan kualitas pegawai negeri sipil di Kabupaten Kepulauan Selayar dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar.
PUSTAKA
Konsep Pemerintah Daerah
Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah adalah pemimpin daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang mengarahkan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom. Untuk memenuhi peran desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan, pemerintah daerah menyelenggarakan urusan pemerintahan secara paralel, tidak seperti pemerintah pusat yang menangani urusan pemerintahan absolut.
Konsep Poros Maritim
Dengan kata lain, konsep poros maritim merupakan visi atau cita-cita bagaimana bangsa Indonesia akan maju di masa depan. Dalam konteks ini, gagasan poros maritim merupakan seruan besar untuk kembali pada jati diri atau jati diri bangsa sebagai negara kepulauan, mengukuhkan bangsa Indonesia sebagai kekuatan maritim yang bersatu, sejahtera, dan bermartabat. Poros maritim telah melahirkan berbagai kegiatan pemanfaatan potensi laut yang selama ini belum dikembangkan secara optimal, seperti industri perikanan, pembuatan kapal, eksplorasi, sumber daya kelautan, produksi energi, pusat penelitian, kota dan pemukiman nelayan, wisata laut. , dll. hal-hal lain.
Poros maritim yang dinamis akan menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi Indonesia yang besar di antara kekuatan ekonomi besar di Asia. Wawasan Nusantara merupakan cara untuk melihat bahwa wilayah laut menyatu dengan daratan, langit, dasar laut, dan daratan di bawahnya, serta segala sumber daya di dalamnya yang tidak dapat dipisahkan. Sesuai dengan geopolitik, geostrategi, dan geografi sebagai negara kepulauan, bangsa kita dapat mengembangkan konsep poros maritim.
Untuk mengatasi hal tersebut, Indonesia harus siap dengan sumber daya manusia dan teknologinya untuk menerima kapal asing. Secara umum peluang dan tantangan dalam mewujudkan poros maritim adalah derasnya arus globalisasi dan perubahan paradigma sektor industri dunia (eksternal). Dengan demikian, poros maritim pada dasarnya mencakup beberapa aspek yaitu, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi maritim, pengembangan sektor ekonomi maritim, pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir secara berkelanjutan, pengembangan sistem pertahanan dan keamanan yang berbasis pada kepentingan bersama. geografi nusantara. negara dan perkembangan hukum maritim nasional.
Perwujudan Poros Maritim
Posisinya sebagai negara kepulauan pada gilirannya menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus bertumpu pada sektor maritim. Perwujudan poros maritim bergantung pada paradigma baru dan pendekatan holistik dalam pengelolaan kelautan, yang diikuti dengan strategi dan kebijakan pembangunan maritim yang berdaya saing, meningkatkan produktivitas, dan berkelanjutan. Paradigma baru tersebut meliputi: pembangunan berbasis kelautan (ocean based development), paradigma (lautan untuk nelayan dan masyarakat pesisir) dan paradigma ekologi (kelestarian lingkungan laut).
Ocean Based Development
Pembangunan maritim tidak hanya mengoptimalkan sumber daya kelautan untuk meningkatkan perekonomian negara, namun juga dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir terdiri dari nelayan pemilik, pekerja perikanan, pembudi daya ikan dan organisme laut lainnya, pedagang ikan, pemelihara ikan, dan pemasok sarana produksi ikan. Pada sektor non-perikanan, masyarakat pesisir dapat terdiri dari pedagang jasa pariwisata, pedagang jasa transportasi, dan kelompok lain yang memanfaatkan sumber daya non hayati pesisir dan laut untuk menunjang penghidupan mereka.
Dalam pengembangan transportasi laut nasional, kebijakan maritim yang dikembangkan harus ditinjau dari empat aspek; yaitu pertama dari aspek perangkat lunak. Jasa kelautan terdiri dari segala jenis kegiatan yang mendukung dan memfasilitasi kegiatan sektor kelautan seperti jasa kepelabuhanan, keamanan kapal, perdagangan, pengembangan sumber daya kelautan seperti pendidikan, pelatihan dan penelitian. Peluang pasar potensial di bidang jasa kelautan harus dipersiapkan sejak saat ini karena karakteristik usahanya memerlukan kualifikasi sumber daya manusia yang unggul serta dukungan informasi, komunikasi, dan teknologi yang maju.
Strategi pengembangan jasa maritim pada umumnya ditujukan untuk menciptakan kekuatan perekonomian nasional melalui peningkatan kegiatan ekonomi jasa maritim yang dapat mendorong kegiatan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (penelitian, pendidikan dan pelatihan kelautan) serta jasa maritim lainnya untuk mendukung daya saing. sektor maritim nasional. Sektor jasa kelautan meliputi dukungan sumber daya manusia, jasa pemasaran dan promosi, jasa penelitian kelautan dan jasa pendidikan dan pelatihan (pelatihan), sehingga peran sektor jasa kelautan menjadi penting dalam mendukung pembangunan sektor kelautan secara komprehensif dan terpadu. tata krama. Dengan demikian, sektor ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya pengelolaan pembangunan kelautan dan menampung lebih banyak tenaga terampil.
Strategi Perwujudan Poros Maritim
Ancaman non-tradisional berupa penguatan sumber daya alam Indonesia merupakan bentuk lain dari hegemoni dan dominasi negara atau kekuatan lain yang mengancam kedaulatan negara. Proses perencanaan, perumusan dan penetapan kebijakan atau peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut harus menempuh pendekatan sebagai berikut: Pertama, bersifat bottom-up, artinya peraturan yang akan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik sosial masyarakat. Komunitas. Kedua, peraturan yang dibuat tidak lagi menggunakan strategi kebijakan yang bersifat homogenisasi seperti dulu (Orba), melainkan lebih heterogen, artinya suatu peraturan tidak bisa lagi diterapkan pada seluruh kelompok masyarakat di suatu daerah.
Pada masa lalu, peraturan yang diambil dan dilaksanakan bersifat umum untuk seluruh daerah dan kelompok masyarakat karena bersifat top-down tanpa memperhatikan karakteristik lokal daerah atau kelompok masyarakat tersebut. Ketiga, maksud dan tujuan rencana pembangunan hukum antara lain: 1) kemungkinan revitalisasi kegiatan ekonomi produktif yang berbasis sumber daya lokal, baik sumber daya perikanan maupun sumber daya manusia yaitu keterampilan dan budaya, yang berarti perlu dilakukan pemberdayaan terhadap nelayan. dalam rangka pengembangan pemanfaatan sumber daya perikanan dan peningkatan kualitas keterampilan dan budaya kelompok masyarakat nelayan; 2) mampu memberikan akses masyarakat yang luas terhadap pemanfaatan sumber daya kelautan. Di tengah tantangan dan persaingan global, pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan modal strategis.
Pembangunan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan mempunyai peranan yang strategis dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan. Salah satu faktor pendorong perekonomian yang keluar dari lautan adalah tidak tersedianya sumber daya manusia yang handal dan profesional. Sumber daya manusia yang bekerja di bidang maritim dapat dikelompokkan menjadi tujuh kategori, yaitu; (1) sebagai pelaut pada kapal niaga dalam negeri atau luar negeri; (2) sebagai nelayan di kapal dalam dan luar negeri; (3) sebagai pelaut dalam pelayaran rakyat; dan (4) nelayan; (5) tenaga kerja pada eksplorasi laut lepas pantai; (6) pekerja yang bekerja di bidang ekowisata; dan (7) pegawai di bidang pelabuhan.
Kerangka Pikir
Selain berkembangnya industri di bidang maritim, keahlian akan memberikan keuntungan tersendiri bagi individu yang bekerja di sektor ini dan di sektor apapun.
Fokus Penelitian
- Deskripsi Fokus Penelitian
Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai wilayah kepulauan yang terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi. Batas administratif Kabupaten Kepulauan Selayar adalah : 1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan RPJMD di atas, pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Selayar membangun kerjasama antar daerah untuk memperkuat keutuhan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Bentuk kerja sama tersebut diwujudkan dengan kesepakatan bahwa nelayan Bulukumba hanya boleh masuk ke wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar. Namun Selayar, hasil laut Kabupaten Kepulauan Selayar lebih banyak dinikmati oleh pihak luar, dalam hal ini warga kabupaten tetangga. Oleh karena itu, untuk memperkuat keutuhan wilayah laut Kabupaten Kepulauan Selayar yang luas, diperlukan koordinasi yang baik dari semua pihak.
Sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat mengetahui betapa pentingnya menjaga wilayah laut Kabupaten Kepulauan Selayar. Saya yakin kehadiran Pelabuhan Benteng II akan sangat menunjang kegiatan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Selayar kedepannya. Padahal, setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mempunyai kewajiban memberikan naskah laporan/kepegawaian kepada BKD Kabupaten Kepulauan Selayar.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Tipe Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mempelajari keadaan benda-benda alam, berbeda dengan eksperimen, dimana peneliti sebagai instrumen kuncinya, teknik pengumpulan datanya adalah triangulasi (kombinasi), analisis datanya bersifat induktif. Namun, hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dibandingkan generalisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu suatu bentuk penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum secara obyektif terhadap berbagai jenis data yang dikumpulkan dari lapangan, dan dasar penelitiannya adalah survei, yaitu tujuan penelitian deskriptif ini. penelitian adalah menggambarkan situasi atau peristiwa secara sistematis, aktual dan akurat ditinjau dari fakta dan karakteristiknya.
Sumber Data
Informan penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Terkait pelaksanaan tugas bantuan, diketahui jumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang menerima enam instansi dengan total anggaran sebesar Rp. Warga Bulukkumba yang melanggar aturan tersebut akan dikenakan denda atau dituntut sesuai peraturan yang berlaku di Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam beberapa tahun terakhir, hampir 90% nelayan Bulukkumba menangkap ikan di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar tanpa memberikan kompensasi apapun kepada pemerintah setempat.
Hingga saat ini illegal fishing masih sulit diberantas, kabar tertangkapnya pelaku illegal fishing di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar khususnya Taman Nasional Taka Bonerate kerap terdengar. Selain faktor pendidikan masyarakat pesisir yang rata-rata masih tamat sekolah dasar, ada beberapa faktor yang diidentifikasi menjadi penyebab terjadinya illegal fishing di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar khususnya di Taman Nasional Taka Bonerate. Secara fungsional, pembangunan Pelabuhan Benteng II akan mampu mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa serta merupakan pelabuhan yang akan menunjang kegiatan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Transportasi laut menjadi penopang utama masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar dalam berinteraksi dengan pihak luar atau antar pulau di dalam wilayah Kepulauan Selayar itu sendiri. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini, Aparatur Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar semakin meningkatkan pemahaman, pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Begitu pula dengan penguatan kelembagaan dalam penguatan keutuhan wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Jeneponto, dan Bone.
Pengabsahan Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Strategi Pemerintah Daerah Dalam Perwujudan Poros Maritim Di Kabupaten
Berdasarkan faktor-faktor di atas, untuk memperjelas berbagai upaya penegakan hukum tersebut, maka dilakukan wawancara dengan Kepala Satuan Polisi Air Laut Resor Kepulauan Selayar yang menyatakan bahwa: Perkembangan pembangunan pelabuhan untuk lalu lintas pasokan barang dan orang di Pulau Selayar. pulau-pulau tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar dan di luar wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar. Selama masa penerapan moratorium, seluruh instansi pemerintah termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar harus melakukan penataan pegawai, termasuk mutasi atau mutasi pegawai, jika diperlukan, setelah dilakukan pengukuran keterampilan pegawai dan analisis. kompetensi.
PENUTUP