AIR SUSU IBU ( ASI ) Siti Aminah
danJoko
Teguh IsrvoroUniversitas Muhammadiyah
SemarangABSTRACT
Mother's milk
isafat
ernulsion inprotein,
lactose andorganic
saltswhiclt
is secretedbJ, both mother bosom
glantl,
as especiilisfood
to baby. Giving ofmother's milk until
4 month
of
the baby's age ( exclusiveASI)
havefu{illed
requirenrentof food
to baby.To
mothers work, giving of
exclusiveASI (mother's milk) is
unworkable properly.One
of
the alternative to be able togive
ASIfully
by conducting of storageASI
atlow tentperoture.
Resultsof
researchindicated that there
was changewhich striking at colour,
flronta,acidity (pH)
and consistency up to thefourth
daysof
storage. Changeof
cotrsistencyantl oronro
happenedot
theJifth
daysof
storage,tltis matter
showedthot the cluration of storoge of
ASI
at the low teruperature is 4 day.Analysis
tototal of
bocterio inflicatetl thot the cluration of storage do not have an effect otr total of
bucteria of
ASI
kept.PENDAHULUAN
Makanan merupakan salah satu
faktor fisik yang
sangat mempengaruhi proses tumbuh kembangbayi.
Pertumbuhantidak
dapat terjadijika bayi tidak
mendapatkan makanan yang baik. Makanan yang diberikan kepada bayi haruslah disesuaikan dengan kemampuan sistem pencernaanbayi
yang belum sempurna.ASI
merupakan makanan alamiahyang ideal untuk bayi
terutama pada bulan-bulan
pertama.ASI
mengandung semuazat gizi (nutrient) yang dibutuhkan
untuk ntemtrangun dan penyediaan energi bagi pertumbuhan dan perkembanganbayi
secara optimal.Pada
Air Susu Ibu (ASI)
mengandungkolostrum yang keluar pada
hari-hari pertama sesudahmelahirkan. Kolostrum ini
berwarnakekuningan dan
transparan mengandung
15 % protein yangterdiri
dari laktalbumin, laktaglobulin dan kasein yang semuanya bermanfaatuntuk
membantu pencernaanbayi
sehingga feseslkotoran yang dikeluarkantidak terlalu keras dan tidak pula terlalu lembek. Selain itu
kolostrummengandung berbagai
zat anti body yang
memberikan kekebalan terhadap berbagaii
Http:/lJ urnal.u
ni mus.ac'iJt
penyakit infeksi.
sehingga manfaatASI
terhadappenyakit infeksi jauh lebih
besar daripada susu sapi.Hasil
Susenastahun
1998dan
1999 menunjukkan bahwa sekitarDelapan juta
anak balita diseluruh Indonesia menderita
"gizi
kuranE" (< -2 SD). Satujuta
diantaranya rnenderita"gizi buruk" (.-3
SD). Darijumlah
tersebut sekitar 17 .7%
balitagizi
buruk adalah bayi berusia kurang dari 6 bulan.Hal
tersebut seharusnyaini tidak
perlu terjadi apabila bayi tersebut diberiASI
secara ekslusif.Pemerintah
telah
mencanangkan program pemberianASI ekslusif (tidak
diberi makanan/minumanlainnya)
padabayi 0-4 bulan dan bila
memungkinkan sampai 6 bulan.Pada rnasyarakat pedesaan pemberian
ASI
sampaianak berumur dua
tahun,bahkan
kadarrg-kasangbisa sampai umur empat tahun. Namun pada
masyarakat perkotaan terdapat kecenderungan penghentian minumASI
pada usia yanglebih dini,
karenaIbu
bekerja.
Dengan demikian pelaksanan programASI
eksklusiftidak
dapat dilaksanakandengan baik. Beberapa faktor yang
mempengaruikendala
tersebut diantaranya adalah kondisi sosial ekonomi yang mengharapkan Ibu harus bekerja,jarak
lokasi kerja dengan rumah, kondisifisik
Ibu, cuti pegawai terbatas, maksimal3 bulan.Salah
satu
alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan menyedotASI,
kemudiandilakukan
penyimpananpada
suhu rendah.Hasil penelitian
Azizah,2003, menunjukkanbahwa
sampai dengan penyimpanan4 hari tidak
ada perubahan yang berarti pada warna dan aroma dandiketahui
totalmikroba
yang bervariasi antar waktu penyin"rpanan. Padapenelitian ini
akandipelajari
bagaimana pengaruh penyimpanan pada suhu rendah terhadap umur simpan dan total bakteriAir
Susulbu
(ASI).BAHAN DAN METODE
1.
Bahan dan AIatBahan:
Air
SusuIbu
yangdiambil
dariIbu "A"
yang beralamatdi Jl.
Amposari Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Semarang. Bahan untuk analisa totalmikroba:
garamfisiologis 0,85 yo
danNutrient Agar. Alat:
pompaASI, botol
susu(dalam penelitian ini
digunakanbotol ukuran 140 ml),
cawanpetri, tabung
reaksi, termometer, pH meter,autoklaf
inkubator dan almari es.2.
Metode2.1.
Prosedur PenelitianProsedur penelitian
ini
dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah persiapan sampelyang diawali dengan observasi
terhadapIbu yang menyusui di
daerah Amposari Kec. Tembalang Semarang untukdipilih
sesuai dengan kriteria yaitu Ibu dan bayi dalam keadaan sehat.Kernudian melakukan penyedotan Asi dari Ibu, yang sebelumnya
telah dipersiapkan peralatan: pompaASI,
botol susu yang telah disterilisasi., dengan merebus botol dalam air mendidih selama 10menit.
Masing-masing botoldiisi
20ml ASI,
botol segera ditutup kernudian dilakukan penyimpanan pada freezer (lemari es) pada suhu-5
C dengan larna simpan sesuai dengan perlakukan yaitu: 0,1,2
,3,4,5
hari.Tahap kedua melakukan analisa terhadap total bakteri, keasaman dan pengarnatan terhadap
sifat
organoleptik pada warna, aroma dan konsistensiASI
secara berurutansesuai dengan waktu penyimpanan, penelitian ini dilakukan di Laboratorium
Mikrobiologi
Program D III Gizi
Fikkes Unimus.
a.
Analisa TotalBakteri
(Metode Hitung Cawan, Fardiaz, S, 1993 )Teknik
yang digunakan pada metode Hitungan Cawanini
adalah Metode Tuang (PourPlate)
dengan prosedur sebagai berikut:Persiapan alat-alat yang akan digunakan dengan sterilisasi. Kernudian dilakukan pengenceran
contoh: I : 100, 1 : 1000, I : 100.000 dengan menggunakan garam
fisiologis
85 %. Sampel diambil
secara aseptik pada setiap pengenceran sebanyak 1 ml, dipipet
kedalam cawan petri.
Kemudian dimasukkan Nutrient Agar (NA) steril
yang
telah didinginkan
kedalam cawan petri
tersebut sampai 15 ml.
Cawan ditutup
dan
digerakkan diatas meja dengan gerakkan melingkar atau gerakkan seperti
angka
delapan. Setelah padat cawan diinkubasikan dengan posisi terbalik
didalam inkubator
pada suhu 37 o C selama 24 jamkemudian dihitung koloni yang terbentuk.
b.
Pengamatan umur simpanPengamatan
umur simpan dilakukan
sesuai denganperlakuan
penyimpanan.Pengamatan didasarkan pada
perubahan
pada salah satu atau keseluruhan parametersifat
organoleptikyaitu
warna, aroma, konsistensi dan keasamanair
susuibu.
Warna,aroma dan
konsistensidiamati
secaravisual
menggunakanindra penglihatan
dan pembauan. Pengamatandilakukan setelah Air Susu Ibu (ASI) dicairkan
kembali(didiamkan pada suhu ruang selama 10 menit), hasil pengamatan
kemudiandidiskripsikan. Umur simpan dinyatakan berakhir bila sudah
adaperubahan/penyimpangan
normal
terhadap warna,dan konsistensi
serta perubahan keasaman .c.
KeasamanPengukuran keasaman dilakukan dengan menggunakan
pH
meter. PH meter telahdikalibrasi
pada larutanbufer,
sehingga men-unjukkan keasamannetral (7),
kemudian ujung pH meter dicelupkan pada sampelk dan dibaca hasil pengukurannya.2.2. Rangcarlgan penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian
ini
adalah rancangan acak Iengkap(RAL)
denganvariabel
bebas adalah penyimpanan suhu rendah, sedangkan variabel tergantungnya adalah umur simpan dan total bakteri.3.1.
AnalisaData
Analisa data untuk
pengaruh penyimpananpada suhu rendah
terhadap totalbakteri dan
keasaman menggunakanAnova.
Sedangkandata untuk indikator
umursimpan yang meliputi warna, aroma dan konsistensi disajikan secara
diskriptif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Umur
SimpanUmur
simpan ditentukan berdasarkan perubahandari
normal pada wama, aroma atau konsistensiAir
SusuIbu (ASI)
selama penyimpanan.Hasil
pengamatan terhadap warna, aroma dankonsistensi
padaAir
SusuIbu (ASI)
selama penyimpanan adalah sebagai berikut:a.
WamaWarna
Air
Susu Ibu(ASI)
belum mengalami perubahan sampai penyimpanan harike
empat. Perubahan pada warnaterlihat
pada penyimpananhari ke lima.
Perubahan yangterjadi
adalah warnakuning lebih jelas
tampak,hal ini terjadi
karena berkaitan dengan perubahan parameter yanglain
diantaranya adalah pemisahankrim
dan cairan,krim
susu berwarna kekuningan berada dibagianatas. Tabel
1 adalahdiskripsi
hasil pengamatan terhadap wamaAir
Susu Ibu(ASI)
selama penyimpanan.Tabel
1Diskripsi Warna ASI
BerdasarLama
PenyimpananLAMA PENYIMPANAN WARNA
0 Hari Putih kekuningan
1 Hari Putih kekuningan
2Har
Put h kekuningan3 Har Put h kekuninean
4
Hari
Putih kekuninsan5 Hari Putih kekuningan (kuning lebih jelas, dipermukaan)
b.
AromaArotla Air
Susulbu (ASl)
tetap(normal)
sampai penyimpanan padahari
ke empat. Pada penyimpanan hari ke lima aromaAir
Susu Ibu(ASI)
anyir, tidak ada aroma khasASI lagi.
Menurut Desrosier, 1988, perubahancita
rasa, perubahanwarna,
dantekstur lebih
cepatterjadi
pada penyimpanan diatassuhu 15oF. Hasil
pengamatan terhadap aromaAir
Susu Ibu(ASI)
seiama penyimpanan didiskripsikan padaTabel2.
Tabel2 Diskripsi Aroma ASI
BerdasarLama
PenyimpananLAMA PENYIMPANAN AROMA
0 Hari Khas
ASI
(aeak anvir)I
Hari KhasASI
(aeak anvir) 2Hari
KhasASI {asakanyir)
3 Hari KhasASI
(asak anv r) 4Harl
KhasASI
(aeak anv r)5 Hari
Anyir
c. Konsistensi
Hasil
pengamatan terhadap konsistensiAir
SusuIbu (ASI)
selama penyimpanan menunjukkan perubahan mencolok padahari kelima.
Pada penyimpananhari kelima butiran krim
nampak besardan bila diaduk (botol
digoyang)tidak
dapat homogen, masih tampak jelas adanya pemisahan cairan dankrim
susu.Desrosier, 1988 menyatakan bahwa menurut teori kerusakan kristal, pertumbuahn
kristal es pada umumnya
merusakkankualitas
bahan pangan. Pembekuan lambat memberi kesempatan pertumbuhan kristal.Pertumbuhan
kristal
es adalah merupakan salah satufaktor yang
berpengaruhterhadap kualitas bahan pangan yang dibekukan. Selama proses
pembekuan berlangsung pada subtract akan terjadai kenaikan kadarelektrolit yang
menyebabkan perubahanireversibel
didalam struktur koloidal, protein membeku. Pada penelitianini
penyimpanan yang digunakan termasuk pada kategori pembekuan lambat.
c.
KeasarnanHasil
analisa keasamanAir
SusuIbu (ASI)
selama penyimpanan menunjukkan perubahan yang tidak mencolok sampai dengan penyimpanan hari ke empat, perubahan dengan kecenderungan menurun terjadi pada hari kelima. Perubahan keasamanini
dapat disebabkan oleh bakteri yang terdapat padaAir
SusuIbu
selama penyimpanan. Bakteritersebut ntanlpLl memetaboliri laktosa menjadi asanl laktat, kondisi
tersebutmenyebabkan penurunan keasaman
ASI
pada hari ke lima.Tabel4 Diskripsi
Keasaman (Ph)ASI
BerdasarLama
PenyimpananLAMA PENYIMPANAN KEASAMAN (pH)
0 Hari 6"73
1 Hari 6,88
2Hari
7,203 Hari 6,89
4Harr
6,695 Hari 5.54
Hasil
uji
statistic menunjukkan pada pada suhu rendahtidak
berpengaruh pada keasaman padaAir
Susu Ibu (ASD selamataraf
signifikansi 5
%o lamapenyimpanan keasamanAir
SusuIbu (ASI). Hasil
analisa penyimpanan dapatdilihat
padagrafik l.
Tabel3 Diskripsi
KonsistensiASI Berdasar
Lama PenyimpananLAMA PENYIMPANAN KONSISTENSI
0 Hari Encer pekat
I
Hari Encer oekat. but rankrim
tampak.lembut 2 I-la Encer pekat, bu rankrim
tampak, lembut3 Hari
Encer pekat, butiran kim tampak, ada lapisan tipis
dioermukaan4 Hari Encer, butiran
krim
tampak jelas (ukuran lebih besar,bila diaduk
homogen)5 Hari Encer,
butiran krim
tampaklebih
besardan
memisah.Tidak dapat homogen bila diaduk
konsistensi dan keasaman adalah 4 hari.
maka
umur
simpanAir
SusuIbu (ASI)
pada suhu rendahBerdasarkan Lama Penyimpanan
vlcl E 1l- ---
.q 3i -
I
0
1 ?345
LaG Peoyimmn (lho
30
25
20
8ts! E
10
5
Grafik : Rata-rata TotalMikroba Berdasarkan Lama Penyimpanan
315 lam Fenyirp€nan (Hari)
d.
Total MikrobaHasil
analisatotal bakteri (tabel 5)
menunjukkan terdapatbakteri
padaASI
sebelum penyimpanan dan
terjadi
perubahan peningkatan pada penyimpananhari
ke dua, danjumlah
mikroba tampak menurun mulai penyimpanan hari ke lima.Perubahan
total bakteri tersebut berkaitan dengan fase pertumbuhan mikro
organisme.Total bakteri
sebelum penyimpanandan
setelah penyimpanan pada hari peftama menuniukkanjumlah
yang tidakjauh
berbeda. Pada penyimpanan hari pertama bakteri masih berada pada fase adaptasi dan pertumbuhanawal.
Kemudian pada hari keduabakteri
pada fase pertumbuhanlogaritmik
(eksponensial). Beberapa factor yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan mikrorganisme adalah: ketersediaan nutrien, keasaman(pH), suhu dan
kelembaban udara. Padafase ini bakteri lebih
banyak memerlukanenergi
dibanding dengan fase lainnya. (Fardiaz, 1992)Air
SusuIbu
termasuk salah satu bahan yang sangat mudahditumbuhi
bakteri karenakomposisi gizi
antara:protein dan
lemak yang cukuptinggi
danhal
tersebut sangat menguntungkanuntuk
pertumbuhanmikroorganisme. Menurut
Nurwantoro(1997)
walaupunsuhu diturunkan
sampai- 5 C, tetapi sel dan medium yang ada
disekitarnya tetap tidak beku.
Keasaman (pH) optimum untuk
pertumbuhan bakteri
nrerrurut Fardiaz. 1992
adalah berkisar antara 6.5 - 7.5. Air Susu Ibu
sebelum
penyimpanan mempunyai
pH 6,75. Hal
tersebutjuga
sangat menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri. Pada fase pertumbuhanlogaritmik
bakteri hari ke2
menunjukkanpH 6,88.
Padahari ketiga total bakteri
sudah menunmdan nilai pH
menunjukkan peningkatanyaitu: 7,2.
Padahari ke tiga ini bakteri
berada pada fasepertumbuhan lambat, salah satu penyebabnya adalah
nutient
sudah berkurang.Pada
hari ke empat dan ke lima total bakteri tetap, bila dilihat dari
fase pertumbuhannya bakteri berada pada fase stasioner, pada faseini kondisi
lingkungansudah
berubah diantaranyaadalah
keasaman.pH
pada penyimpananhari ke lima nrengalami perubahan yang mencolok yaitu: 5, 54. Kondisi ini sudah
tidak menguntungkanlagi untuk
pertumbuhan mikroorganisme. PenurunanpH ini
sangatdimungkinkan oleh aktivitas metabolisme bakteri yang mampu merubah
laktosa menjadi asamlaktat.
Disamping keasaman,jumlah
nutrient yang semakin berkurang, halini
akan mengganggu pertumbuhan bakteri.Dilihat
dari total bakterijumlah
yang ditemukan berada dibawah batas maksimum yangdiijinkan
untuk susuyaitu:
1X l0 6 l*l
susu (Nurwantoro,l997). Dan diketahuibahwa jenis bakteri yang ditemukan adalah non
pathogenyaitu:
Staphylococcusepidermidis
bakteriini
merupakan flora normal yang biasa terdapat padakulit.
Hasil analisa statistik pada taraf signifikansi 5
Yolama
penyimpanan tidak berpengaruh terhadaptotal
bakteriAir
SusuIbu (ASI).
Hasil analisatotal
bakteri padaAir
Susu Ibu(ASI)
selama penyimpanan dapat dilihat pada tabel 5.Tabel 5 Rata-Rata Hasil Analisa Total Mikroba Air Susu Ibu Berdasar Lama
PenyimpananLAMA PENYIM. TOTAL MIKROBA
0 Har 3.s
x 10'
I
Har 3.4X l0
2Har 2.4X t0',
3 Har 1.9
X
104 Hari
7.6X t0'
5 Hari
7.6XlA'
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Umur
simpanAir
SusuIbu (ASI)
pada suhu rendah berdasarkan parameter warna, aroma, konsistensi dan keasaman adalah 4 hari.a.
l.
2.
Tidak ada pengaruh lama penyimpanan pada suhu rendah terhadap total bakteri padaAir
Susu Ibu (ASI).b.
SaranBagi ibu menyusui khususnya
ibu
bekerja masih dapat memberikanAir
Susunya kepada bayi yang ditinggal dengan melakukan penyimpanan pada suhu rendah.Untuk ntenghindari kemungkinan pertumbuhan bakteri pathogen perlu diperhati kan kebersihan dalam mempersiapkan botol dan penyedotan ASI.
DAFTAR PUSTAKA
Buckle, K.A, Edward R.A, Fleet, G.H, Wootton, M.
1985.Ilmu
Pangan,UI
Press, JakartaDesrosier, W.Norman.1988. Teknologi Pengawetan Pangan,
UI
Press, Jakarta Fardiaz. Srikandi, 1992.Mikrobiologi
Pangan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Muchtadi, T.R, dan Sugiyono. 1992. PetunjukLaboratorium Ilmu
Pengetahuan BAhanPangan. [PB, Bogor.
Nurwantoro,
Siregar.Abbas. Djarijah. 1997. Mikrobiologi
Pangan Hewani-Nabati, Kanisius, YogyakartaRiordan, Jan, Auerbach, Katleen G.2000. Buku saku Menyusui dan LAktasi,
Kedokteran EGC, JakartaSoetjinings