• Tidak ada hasil yang ditemukan

AISYIYAH IMADUL BILAD KOTA METRO

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "AISYIYAH IMADUL BILAD KOTA METRO "

Copied!
114
0
0

Teks penuh

Oleh karena itu, perlu adanya kaidah hafalan Al-Qur'an yang diimplementasikan dalam proses menghafal Al-Qur'an, agar lebih memudahkan siswa dalam menghafal Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi tata cara menghafal Al-Qur’an bagi santri di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro. Namun kaidah yang harus ada dalam hafalan Al-Qur'an yaitu kaidah yang paling utama dalam hafalan Al-Qur'an, salah satu kaidahnya adalah berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam menghafal Al-Qur'an untuk diingat .

Dalam penerapan tata tertib menghafal Al Quran, tidak semua tata tertib dapat dilaksanakan dengan baik oleh santri Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Putri Kota Metro. Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk dipelajari, maka apakah ada yang mengambil pelajaran?

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sebagai motivasi agar kita bisa dekat dengan Al Quran dan berjuang menghafal ayat-ayatnya. Dalam hafalan Al-Qur'an tentunya ada aturan-aturan hafalan Al-Qur'an yang harus diterapkan dalam proses hafalan itu sendiri. Program Takhosus merupakan program khusus bagi mahasiswa yang ingin fokus menghafal Al-Quran selama masa studinya.

Proses menghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro, program takhosus lebih intens dari program reguler. Santri yang akan mulai menghafal Al-Quran terlebih dahulu meningkatkan bacaan Al-Qur'an dari segi makhorijul huruf dan tajwid.

Pertanyaan Penelitian

Beberapa upaya Pondok Pesantren untuk mengatasi beberapa permasalahan di atas antara lain mengadakan Up Grading, Muhasabah setiap minggu yang fungsinya untuk meningkatkan motivasi, semangat dalam menghafal Al-Quran. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Implementasi Tata Tertib Menghafal Al-Qur’an Santri Di Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro”.

Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Meningkatkan semangat dan memperlancar proses menghafal Al-Qur'an sesuai kaidah-kaidah menghafal Al-Qur'an. Sebagai bahan acuan bagi ustadz/ah untuk menerapkan kaidah-kaidah hafalan Al-Qur'an kepada santri dalam proses hafalan Al-Qur'an. Penelitian ini dapat menjadi sumbangan informasi dalam rangka meningkatkan kualitas hafalan dan proses hafalan Al-Qur'an bagi santri di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro.

Penelitian Relevan

Tentunya untuk memudahkan proses hafalan dan meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an oleh santri di Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo. Implementasi Metode Hafalan Al-Quran Bagi Santri di Ma'had Al-Ghrowi Bogor Tahun 2019". Program tahfizh merupakan program menghafal Al-Quran yang akan diikuti oleh santri Ma'had Al-Ghorowi.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat metode menghafal Al-Qur'an yang digunakan untuk memudahkan siswa dalam menghafal Al-Qur'an. Namun memiliki perbedaan yang mendasar karena peneliti ingin mendalami tata cara menghafal Al-Qur'an Santri di Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Putri Kota Metro.

Kaidah Menghafal Al-Qur’an

  • Pengertian Kaidah Menghafal Al-Qur’an
  • Kaidah Umum Menghafal Al-Qur’an
  • Kaidah Utama Menghafal Al-Qur’an
  • Kaidah Pendukung Menghafal Al-Qur’an

Pembacaan Al-Qur'an yang tepat dan benar adalah penting bagi setiap sarjana Al-Qur'an. Siapa pun yang mengerti bahasa Arab dengan benar tidak dapat membaca Al-Qur'an dengan benar. Jika hafalan Al-Qur'an bagus, maka akan lebih mudah untuk menghafal Al-Qur'an.

Sebagian besar hafiz Al-Qur'an menggunakan manuskrip tertentu dan tidak menukarnya dengan manuskrip lain. Jika hafalannya dititipkan pada orang yang hafal Al-Qur'an dengan cermat (hafiz mutqin).

Implementasi Kaidah Menghafal Al-Qur’an

  • Pengertian Implementasi Kaidah Menghafal Al-Qur’an
  • Implementasi Kaidah dalam Menghafal Al-Qur’an

Tujuan penerapan Tata Tertib Menghafal Al-Qur'an adalah untuk memudahkan proses menghafal Al-Qur'an. Upaya menghafal Al-Qur'an harus dilandasi dengan metode dan rencana yang jelas agar hasil yang diharapkan dapat tercapai. Setiap siswa memiliki kemampuan menghafal Al-Qur'an yang berbeda-beda, begitu pula dengan keadaan yang berbeda-beda.

Allah Ta'ala menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya kitab suci yang dilindungi dari berbagai perubahan. Menerapkan tata tertib dalam menghafal Al-Qur'an Santri di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro.

Jenis dan Sifat Penelitian 1. Jenis Penelitian

  • Sifat Penelitian

Sumber Data

  • Sumber Data Primer
  • Sumber Data Sekunder

Berdasarkan sifat penelitian di atas, peneliti dalam penelitian ini mencoba mengkaji, menginterpretasikan suatu kasus dalam konteks alamiahnya, bagaimana penerapannya dan hasil penelitian tentang penerapan kaidah menghafal Al-Qur’an bagi siswa. di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro berdasarkan data yang dikumpulkan selama penelitian dan disajikan dalam bentuk laporan dan deskripsi.30. Sumber data sekunder adalah sumber yang diperoleh dari dokumen (tabel, catatan, dll), foto, film, rekaman video atau objek lain 35 Sumber data sekunder adalah data tambahan, yaitu data lain yang didukung selama penelitian. Dalam penelitian ini, data pendukungnya adalah Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro sebagai subjek penelitian yang akan diteliti terkait penerapan aturan menghafal Al-Qur’an Santri dan data jumlah Asatidz dan Santri. Asatidzah, Jumlah Santri dan Data -Data lain yang relevan dengan penelitian.

Teknik Pengumpulan Data

  • Wawancara
  • Observasi
  • Dokumentasi

Pengumpulan data melalui observasi terbukti dapat mengungkapkan makna suatu peristiwa dalam latar tertentu, yang menjadi perhatian penting dalam penelitian kualitatif.37 Melalui observasi, peneliti mempelajari tentang perilaku dan makna dari perilaku tersebut.38. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi partisipatif, yaitu peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang diamati atau digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipan ini, data yang diperoleh akan lebih lengkap dan tajam, mengetahui tingkat signifikansi dari setiap perilaku yang muncul.

Peneliti dalam penelitian ini mengamati pelaksanaan tata tertib menghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Putri Kota Metro.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

Triangulasi sumber yaitu: pengujian kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Untuk menguji kredibilitas data mengenai pelaksanaan tata tertib menghafal Al-Qur'an santri dan mengecek kembali jawaban atau hasil wawancara dengan ustadz ustadzah kepada santri maupun pengurus yang disebutkan dalam data sekunder sumber. Jadi, triangulasi sumber digunakan untuk memperoleh data dari sumber yang berbeda dengan menggunakan teknik yang sama.

Triangulasi teknis yaitu: untuk memverifikasi kredibilitas data dilakukan dengan cara memverifikasi data kepada sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda, karena memerlukan kebenaran dan keabsahan data yang diperoleh. Data yang kami peroleh dari narasumber kemudian dicek dengan berbagai cara, seperti pengecekan ulang dengan hasil wawancara, observasi lapangan dan pengambilan dokumentasi untuk pelengkapan.

Teknik Analisa Data

Berdasarkan langkah-langkah tersebut, setelah data terkumpul, disortir dan disajikan berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi, langkah selanjutnya adalah menarik kesimpulan dengan menggunakan metode induktif yaitu menarik kesimpulan dari hal-hal khusus ke hal-hal umum. data terkait penerapan kaidah hafalan Al-Qur’an oleh santri yang timbul dari hasil wawancara dan observasi terhadap berbagai informan yang dapat digeneralisasikan, maka peneliti menarik kesimpulan menjadi suatu penemuan baru yang merupakan hasil akhir dari penelitian ini.

Deskripsi Singkat Lokasi Penelitian

  • Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro
  • Visi dan Misi Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro
  • Keadaan Ustadz dan Ustadzah Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro
  • Keadaan Santri Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro
  • Keadaan Sarana dan Prasarana
  • Struktur Kepengurusan Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro

Dan saat ini masih berkembang menuju pondok terbaik dan mandiri, pelopor generasi Aisyiah Qur'ani. Visi Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Putri Kota Metro menjadi pusat pengembangan muslimah yang berakhlak Al-Qur'an b. Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Putri, Kota Metro. Ustadz Negeri dan Ustadzah Pondok Pesantren Aisyiyah Putri Imadul Bilad Kota Metro Imadul Bilad Kota Metro.

Tabel 4.2  Jumlah Santri
Tabel 4.2 Jumlah Santri

Deskripsi Hasil Penelitian

  • Implementasi Kaidah-kaidah dalam Menghafal Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro
  • Memperbaiki cara mengucapkan dan membaca Al-Qur’an Dalam Menghafal Al-Qur‟an, hal yang harus dilakukan
  • Membatasi target hafalan
  • Jangan melebihi target hafalan, sebelum sempurna hafalan yang lama
  • Menggunakan satu mushaf yang sama
  • Tekun memperdengarkan bacaan Al-Qur’an kepada guru Bagi para santri Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul
  • Gunakan usia emas untuk menghafal
  • Ikhlas
  • Tekad yang kuat dan bulat
  • Mengamalkan hafalan
  • Meninggalkan dosa
  • Berdo’a
  • Memiliki Perencanaan yang tepat
  • Bergabung bersama kelompok penghafal Al-Qur’an
  • Membawa selalu mushaf saku
  • Mendengarkan bacaan Imam dengan baik saat sholat
  • Memulai dari juz yang mudah dihafal

Berdasarkan hasil wawancara di atas, Pesantren Putri Aisyiyah menerapkan salah satu prinsip umum menghafal Al-Quran, yaitu membatasi target hafalan. Pesantren tersebut mewajibkan santrinya untuk menggunakan jenis naskah yang sama untuk menghafal Al-Quran. Tidak diperkenankan menggunakan lebih dari 1 jenis Mushaf untuk hafalan, untuk memudahkan santri dalam menghafal Al-Quran.

Saya merasa lebih mudah menghafal jika saya menggunakan jenis mushafi Al-Qur'an yang sama. Oleh karena itu, Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Putri memanfaatkan masa keemasan santri untuk menghafal Al-Quran. Hal yang harus dimiliki santri adalah tekad yang teguh dan bulat dalam menghafal Al-Qur’an.

Beberapa teman kami ada yang menyerah karena tidak mampu kuliah sambil menghafal Al-Qur'an. Karena dia hafal keutamaan belajar Al-Qur'an, kami berharap dia semakin semangat belajar Al-Qur'an. Karena mengamalkan hafalan itu tidak mudah dan merupakan hal utama bagi para pelajar Al-Qur'an.. 54.

Doa itu wajib setiap saat, terutama doa Allah. untuk memperkuat dan meringankannya. dalam menghafal Al-Qur'an. Karena saya ingin tinggal di dekat orang-orang yang selalu berinteraksi dengan Al Quran. Santri tidak merasa terbebani, dan sebagai langkah awal dalam menghafal Al-Qur'an pada surah-surah lainnya.

Pembahasan

  • Kaidah Umum dalam Menghafal Al-Qur’an
  • Kaidah Utama dalam Menghafal Al-Qur’an
  • Kaidah Pendukung dalam Menghafal Al-Qur’an

Setelah itu, siswa harus menggunakan jenis mushaf Al-Qur'an yang sama dan tidak bergiliran menghafal Al-Qur'an. Jenis mushaf Al-Qur'an yang digunakan sebagai standar untuk menghafal Al-Qur'an, yaitu mushaf rasm utsmani. Hal ini dikarenakan setiap jenis Mushaf Al-Qur'an memiliki bentuk khat yang berbeda dan penempatan ayat yang berbeda pula.

Hambatan dalam menerapkan aturan umum menghafal Al-Qur'an bagi santri di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Kota Metro adalah latar belakang setiap santri berbeda-beda, ada yang dari pesantren dan sekolah umum. Beberapa siswa tidak menggunakan jenis tulisan tangan yang sama dalam menghafal Al-Qur'an. Kaidah utama dalam menghafal Al-Qur’an merupakan kaidah yang harus ada dan digunakan oleh santri yaitu santri harus memiliki niat yang tulus dalam menghafal Al-Qur’an karena Allah SWT.

Santra harus bertekad kuat dan bulat untuk menghafal Al-Qur'an agar tidak mudah terombang-ambing dan teralihkan perhatiannya saat menghafal. Tentunya dalam menghafal Al-Qur'an hendaknya selalu berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam menghafal Al-Qur'an. Kendala dalam pelaksanaan kaidah utama hafalan Al-Qur'an bagi santri di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Kota Metro yaitu tingkat keimanan, kemauan setiap santri untuk menghafal Al-Qur'an yang berbeda-beda. , banyak main hp saat hari raya halaqoh.

Prinsip pendukung adalah aturan yang digunakan untuk mendukung dan membantu dalam proses menghafal Al-Qur'an. Di Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Putri di Kota Metro, ada santri yang saling berlomba untuk menghafal Al-Quran. Dan siswa awal menghafal Al-Qur'an mulai juz 30 karena termasuk surat dan ayat yang mudah dihafal, sering didengar dan dihafal sejak kecil.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Implementasi Metode Takrar dalam Pembelajaran Hafalan Al-Qur'anâ€Tman." Jurnal Sains Didaktik: Media Pendidikan dan Pembelajaran Sains 14, No. Kegiatan Hafalan Al-Qur'an Program Takhosus Santri di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro .

Gambar

Tabel 4.2  Jumlah Santri
Tabel 4.4  Struktur Kepengurusan

Referensi

Dokumen terkait