• Tidak ada hasil yang ditemukan

AISYIYAH SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan " AISYIYAH SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA "

Copied!
82
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan utama yang harus menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia adalah pendidikan agama.Pendidikan agama adalah suatu proses pendidikan dan. Peranan pendidikan agama sangat penting bagi kehidupan peserta didik saat ini, karena pada hakikatnya pendidikan agama merupakan penggerak utama terbentuknya peserta didik yang berakhlak mulia. Siswa yang terdidik, khususnya pendidikan agama, akan berbeda dengan remaja yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali.

Oleh karena itu, pendidikan agama Islam hendaknya ditawarkan dan dilaksanakan secara intensif di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kesimpulan dari ayat tersebut adalah telah datang kepadamu Rasulullah yang menjelaskan tentang isi Alkitab, Al-Qur'an, petunjuk atau cahaya dari Allah.Penyelenggaraan pendidikan agama Islam di sekolah saat ini menghadapi dua tantangan besar baik internal maupun eksternal. dari dalam. Pendidikan agama dan pendidikan moral mempunyai tempat yang wajar dan bebas dalam sistem pendidikan nasional Indonesia.

Pendidikan agama tidak lepas dari penanaman nilai-nilai agama pada jiwa seseorang. Hadits Nabi yang berkaitan dengan konsep pendidikan karakter adalah hadits riwayat Imam Bukhari-Muslim sebagai berikut. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pendidikan agama dan pengembangan moral, sehingga dengan permasalahan tersebut peneliti ingin membahas skripsi yang berjudul “Peranan Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Perkembangan Moral Siswa Kelas II Mts Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa”.

Rumusan Masalah

Hal ini sangat diperlukan karena interaksi sosial siswa yang memasuki masa remaja saat ini semakin menyimpang dan jauh dari akhlak yang terdahulu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gejala perilaku remaja yang seringkali mengarah pada perilaku negatif.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kementerian Pendidikan Nasional mendefinisikan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran untuk membantu mengembangkan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minatnya. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar kelas dan di luar pembelajaran (kurikulum) untuk mengembangkan potensi sumber daya alam (SDM) yang dimiliki peserta didik baik dalam kaitannya dengan penerapan ilmu yang diperolehnya, maupun secara khusus. akal untuk memimpin siswa dari dalam. . Kurikulum tidak selalu membatasi peserta didik di dalam kelas, namun segala kegiatan pendidikan di luar kelas atau di luar jam sekolah sering disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa di bawah arahan dan naungan atau tanggung jawab sekolah dan berlangsung di sekolah atau di luar sekolah pada waktu-waktu yang dijadwalkan, termasuk hari libur, dalam rangka memperkaya, meningkatkan dan memperluas pengetahuan siswa, mengembangkan nilai-nilai atau sikap positif dan lebih menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari siswa pada mata pelajaran inti dan pilihan. Biasanya mengelola siswa di luar kelas lebih sulit dibandingkan mengelolanya di dalam kelas. Diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan dengan harapan siswa dapat berkembang dalam berbagai bidang kehidupan, oleh karena itu tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah siswa, oleh karena itu ada prinsip-prinsip yang perlu dikembangkan.

Individu, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang selaras dengan potensi bakat dan minat individu siswa b. Etos kerja, prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang membangun semangat siswa untuk bekerja dan berprestasi f. Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran agama Islam maka penggunaan strategi dan pendekatan dalam proses belajar mengajar mutlak diperlukan sebagai alternatif solusi dalam menyikapi fenomena yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa. kemungkinan besar dapat menunjang pengembangan wawasan dan pengetahuan siswa tentang ilmu agama islam, termasuk kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.

Bentuk-bentuk kegiatan ekstrakurikuler juga harus dikembangkan dengan mempertimbangkan tingkat pemahaman dan kemampuan siswa serta kebutuhan lokal tempat madrasah/sekolah negeri, permasalahan global yang tentunya harus diketahui juga oleh siswa. Kegiatan kemahasiswaan harus dievaluasi, karena kegiatan kemahasiswaan harus selalu terkendali, dan penting agar semua program kegiatan kemahasiswaan dievaluasi secara berkala. Kegiatan tatap muka dilakukan secara siswa yaitu dengan pendekatan yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, dan guru berperan penting dalam meningkatkan partisipasi siswa agar dapat belajar secara utuh di luar kelas.

Tujuan diadakannya kegiatan peninggian ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa di bulan Ramadhan adalah untuk meningkatkan penghayatan dan pengamalan agama Islam bagi siswa dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga siswa memiliki pengetahuan (kognitif), sikap ( afektif), pengalaman (psikomotor). Jika kita mencermati beberapa pernyataan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan tentu sangat efektif dalam membentuk kepribadian siswa dan itu semua dapat dilakukan dengan dukungan yang berbeda-beda dari sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Sebagaimana diketahui, setiap guru dalam proses belajar mengajar mempunyai peranan penting dalam pendidikan dan pengajaran terhadap peserta didik.

Namun tentunya ada juga yang memberikan pengaruh positif dalam artian mendorong dan mengaktifkan siswa untuk belajar. Mengklarifikasi fungsi pengendalian sosial dan lingkungan hidup dalam masyarakat, baik sebagai penghambat merebaknya kenakalan – kenakalan – kenakalan pelajar yang memasuki masa remaja, maupun sebagai pencipta yang mendorong lahirnya karya positif pelajar dan generasi muda pada umumnya dalam pembangunan bangsa. di wilayahnya masing-masing. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran untuk membantu peserta didik berkembang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minatnya.

Matlamatnya adalah agar pelajar lebih memahami ajaran Islam dan memberikan mereka sumber dan pengalaman untuk membina akhlak agar sentiasa bersemangat untuk melaksanakan ajaran Islam.

Tabel :1.3 Gambaran Fasilitas SekolahMts aisyiyah Sungguminasa  Kabupaten Gowa
Tabel :1.3 Gambaran Fasilitas SekolahMts aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian ekstrakurikuler keagamaan

  • Pengertian ekstrakurikuler
  • Prinsip ekstrakurikuler keagamaan
  • Bentuk kegiatan ekstrakurikuler
  • Tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler

Pembinaan akhlak

  • Pengertian akhlak
  • Dasar-dasar akhlak
  • Tujuan Pembinaan Akhlak
  • Pendidikan Agama Sebagai Dasar Pembentukan
  • Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pembinaan

Profil Singkat Sekolah Mts Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa merupakan lembaga pendidikan formal yang menyediakan sarana dan prasarana bagi peserta didik untuk menerima pengajaran dan pendidikan formal dengan melaksanakan berbagai kegiatan terencana dan terorganisir yang terutama berorientasi pada penciptaan manusia yang terampil, mendidik dan bermoral dalam prosesnya. . mencapai tujuan, yaitu dengan melakukan kegiatan pembelajaran dan ikut serta dalam proses pembelajaran di kelas yang merupakan ciri utama sekolah sebagai tempat pendidikan formal. Sekolah Mts Aisyiyah berdiri sejak tahun 1976 berlokasi di Sungguminasa Gowa dibawah asuhan cabang Aisyiyah Sungguminasa. Berdasarkan visi dan misi tersebut, tujuan yang ingin dicapai oleh Mts Aisyiyah Sungguminasa Gowa adalah :

Guru di Mts Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa berjumlah 31 orang, berstatus PNS sebanyak 7 orang, guru berstatus non PNS sebanyak 22 orang, dan tenaga administrasi sebanyak 2 orang. Proses pembinaan akhlak di Mts Aisyiyah Sungguminasa dilandasi oleh sikap keteladanan yang dimiliki setiap guru. Jika mendapat bimbingan mental khusus untuk mempelajari agama Islam, semoga dapat diamalkan oleh santri dan santri.

Berdasarkan hasil wawancara diatas, maka pelatih Bimbingan Rohani Keagamaan Ekstramural melakukan pelatihan dengan menayangkan video dan animasi yang menggambarkan umat islam yang baik. Kesempatan lain bagi peneliti untuk juga melakukan wawancara kepada siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan Bimbingan Roh (Spirit Guidance), yang dilaksanakan di lingkungan sekolah Mts Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa, beserta hasil wawancaranya. Dan sangat tepat untuk terus dilaksanakan karena berbagai kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di Mts Aisyiyah Sungguminasa khususnya tentang agama harus terus dilanjutkan sebagai sarana kita belajar agama.”

Devi Kumala Sari mengatakan, menurut saya bimbingan mental adalah kegiatan mempelajari akidah Islam untuk menambah wawasan individu dalam memahami akidah Islam. Saya menerima Bimbingan Mental atas kemauan saya sendiri karena saya ingin memperluas pengetahuan saya tentang agama Islam. Kedudukan siswa (i) MTS Aisyiyah Sunguminas Kabupaten Gowa, khususnya yang mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler, serta yang mengikuti kegiatan seperti IPM, Hisbul Watham, serta wawancara adalah sebagai berikut.

Untuk memberikan pemahaman dan praktek dalam melaksanakan pembinaan akhlak pada peserta didik, Mts Aisyiyah Sunguminasa Kabupaten Gowa menjadikan kegiatan ini dalam bentuk bimbingan mental di bawah bimbingan Ibu Hasrianti. Hal ini juga dilakukan melalui kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah, amal, dan akhlakul karimah. Ada pula aspek pembinaan mental dan moral melalui kegiatan bimbingan di Mts Aisyiyah Sungguminasa.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Lokasi dan Objek Penelitian

Fokus Penelitian

Deskripsi Fokus Penelitian

Secara sosiologis di Indonesia kata akhlak mempunyai konotasi yang baik, sehingga orang yang bermoral berarti orang yang berakhlak baik.

Sumber Data

Yang membuat Bimbingan Rohani dapat diterima oleh berbagai siswa adalah terkadang mereka awalnya hanya ikut serta tiba-tiba tertarik karena jarang mengajarkan materi keislaman di rumah. Muhammad Risfandi menyampaikan bahwa di sini dalam ekstrakurikuler Bimbingan Mental kita mempelajari ilmu agama, seni membaca Al-Quran dan diskusi tentang agama. Hikman mengatakan, ekstrakurikuler spiritual ini menambah pengetahuan saya tentang agama dan membuat saya tertarik karena menambah pemahaman saya tentang agama karena saya tidak tahu banyak tentang agama dan saya ingin tahu.

Instrument Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

HASIL PENELITIAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Gambaran Akhlak Siswa (i) Mts Aisyiyah

Bentuk Pembinaan Akhlak Pada Ekstrakurikuler

Gambar

Tabel :1.3 Gambaran Fasilitas SekolahMts aisyiyah Sungguminasa  Kabupaten Gowa
Gambar 1.1 : PROFIL SEKOLAH DARI DEPAN
Gambar 1.2 : DEPAN RUANGAN MUSOLLAH
GAMBAR    1.4  :    SISWA  DIARAHKAN  UNTUK    MELAKSANAKAN  SHOLAT  DHUHA
+5

Referensi

Dokumen terkait

In the current study, acetylated starches were prepared by reacting arenga starch with acetic anhydride in aqueous slurry to determine the optimum reaction time and