Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh penerapan taksonomi Bloom dan pemahaman dokumen perpajakan terhadap hasil belajar Administrasi Perpajakan dengan motivasi belajar sebagai variabel moderasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah penerapan Taksonomi Bloom berpengaruh terhadap hasil belajar administrasi perpajakan mahasiswa Akademi Sekretaris Budi Luhur angkatan 2018? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar penerapan taksonomi Bloom dan pemahaman dokumen perpajakan berpengaruh terhadap hasil belajar Administrasi Perpajakan dengan motivasi belajar sebagai variabel moderasi.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) H1: Penerapan taksonomi Bloom berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar administrasi perpajakan mahasiswa Akademi Sekretariat Budi Luhur angkatan 2018. Interpretasi hasil penelitian penelitian pengaruh penerapan taksonomi Bloom terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa hasil penelitian ini tidak sesuai dengan Hipotesis 1 (H1) yaitu penerapan taksonomi Bloom berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran mata kuliah Administrasi Pajak. Oleh karena itu, pengenalan taksonomi Bloom tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Administrasi Perpajakan.
Interpretasi pengaruh pemahaman dokumen perpajakan terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa hasil penelitian ini tidak sesuai dengan Hipotesis 2 (H2) bahwa pemahaman dokumen perpajakan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Administrasi Perpajakan. Menafsirkan pengaruh penerapan Taksonomi Bloom terhadap hasil belajar dengan memoderasi motivasi belajar menunjukkan bahwa hasil penelitian ini tidak sesuai dengan Hipotesis 3 (H3) bahwa motivasi belajar memoderasi pengaruh penerapan Taksonomi Bloom terhadap hasil belajar Administrasi Perpajakan kursus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas pembelajaran terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah korespondensi bahasa Indonesia.
Sehubungan dengan itu, judul penelitian ini adalah tentang Pengaruh alat peraga pada mata pelajaran Korespondensi Indonesia 2 terhadap prestasi belajar peserta didik Akademi Sekretariat Budi Luhur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas pembelajaran terhadap prestasi belajar mahasiswa pada pembelajaran mahasiswa mata kuliah korespondensi bahasa Indonesia 2. Hipotesis dalam penelitian ini adalah (Ho) Fasilitas pembelajaran tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa; (Ha) Fasilitas pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Objek penelitian ini adalah objek pembelajaran peserta didik pada mata kuliah korespondensi Bahasa Indonesia 2, sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah korespondensi Bahasa Indonesia 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif aspirasi dari pembelajaran korespondensi Bahasa Indonesia 2. Anggota DPR RI betah di rumah dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan di masa pandemi Covid-19. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan pelayanan rumah aspirasi anggota DPR RI sangat baik dan efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya pada masa pandemi Covid-19. , yang dilaksanakan oleh DeSy Ratnasari.
Survei ini mengukur data kuantitatif dan statistik obyektif melalui perhitungan ilmiah berupa kuesioner efektivitas pelayanan rumah terhadap aspirasi anggota DPR RI dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini berupaya menjawab seberapa efektif pelayanan perumahan anggota DPR RI dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya pada masa pandemi Covid-19. Hal yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah efektivitas pelayanan perumahan terhadap aspirasi anggota DPR RI dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya saat ini.
Hasil dari penelitian ini berupa prototipe sistem informasi penilaian prestasi belajar siswa berbasis web yang bebas dari kesalahan logika.
Desain Penelitian
Dampak Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai Pengawas pada Direktorat Instansi Pemerintah Penilaian kinerja merupakan kegiatan seorang manajer untuk mengevaluasi pekerjaan pegawai dan menentukan kebijakan lebih lanjut. Penilaian kinerja dapat berupa laporan hasil kerja dan standar kualitatif dan kuantitatif yang dihasilkan oleh setiap pegawai. Dalam lingkup pemerintahan, pengertian evaluasi kinerja pegawai dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil adalah a.
Tata cara penilaian kinerja pegawai adalah dengan menilai unsur Tujuan Kerja (SKP) dan Perilaku Kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu pengumpulan dan analisis data kuantitatif serta penggunaan metode pengujian statistik menurut Sugiyono (2016). Selanjutnya berdasarkan rumus Slovin, berdasarkan populasi 115 karyawan, maka syarat minimal untuk dijadikan sampel penelitian berdasarkan tingkat kesalahan yang dapat diterima sebesar 10% adalah = 52,17 atau dibulatkan menjadi 53 responden sampel.
Metode Analisis
Uji Statistik
Pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pemeriksa di Direktorat Jenderal Pajak. Hesti Umiyati1, Kasful Anwar2, Maulia Githa Ustadztama2) pelatihan teknis teknik audit berbantuan. Hal ini menunjukkan bahwa indikator karakter pegawai merupakan bagian dari variabel kinerja pegawai b. Hal ini menunjukkan bahwa indikator perilaku pegawai adalah. Hal ini menunjukkan bahwa indikator kinerja atau hasil kerja yang dipilih merupakan bagian terpenting dalam penilaian kinerja pegawai.
Dampak langsung dan tidak langsung pelatihan terhadap kinerja pegawai Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa dampak langsung pelatihan terhadap kinerja pegawai terlihat dari nilai koefisien beta yaitu sebesar 0,57 (57%). Dalam hal ini, sisanya sebesar 43% kinerja pegawai dipengaruhi oleh faktor eksternal selain hasil pelatihan yang diteliti. Dengan demikian, dampak tidak langsung pelatihan terhadap kinerja pegawai tercapai dengan nilai sebesar 27%, dan total sebesar 0,84 atau 84%.
Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil penelitian dipastikan bahwa pelatihan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Dengan demikian, pelatihan sangat baik untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pegawai guna meningkatkan kinerja pegawai, yaitu suatu proses sistematis yang dapat mengubah perilaku pegawai untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Tilon dan Danny Albert (2013), pelatihan berpengaruh terhadap kinerja karyawan, Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pelatihan memberikan kontribusi yang signifikan.
Berdasarkan hasil penelitian dipastikan bahwa pelatihan mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai, begitu pula variabel intervening kompetensi pegawai mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai, kinerja pegawai dipengaruhi oleh kompetensi pegawai. Pelatihan tidak hanya terfokus pada materi saja, namun juga perlu diperkuat dalam hal penguatan atau pemanfaatan konsep dan sikap pelatihan, karena sangat mempengaruhi kinerja pegawai.