~Akhlak Mulia Seorang Pria~
Di zaman yang bebas sekarang ini, hiduplah seorang anak bernama "Muhammad Arya" yang berumur 15 tahun. Arya merupakan anak kedua dari pemuka agama bernama Abdul Riza dan Nur Dzihni. Arya harus hidup dengan berpegang kepada Allah Swt. di masa penuh kezaliman.
Malam itu setelah shalat Isya, Arya bertanya kepada ayahnya.
Arya :"Abi, kenapa manusia sekarang banyak melakukan keburukan, sedangkan tahu bahwa hari akhir sudah semakin dekat.
Abi Riza :"Begitulah Arya, mereka yang mengatakan dirinya Islam bahkan mengabaikan perintah Allah. Jadi, Abi harus mengajari kamu dari sekarang supaya tidak termasuk orang-orang yang fasik dan munafik."
Arya :"Insya Allah Abi, Arya akan selalu ingat pesan Abi dan tetap berpegang teguh terhadap ajaran agama."
Abi Riza :"Alhamdulillah jika Arya paham. Sekarang Arya mengaji setelah itu tidur ya.
Arya :"Baik Abi."
Arya tidur setelah mengaji. Paginya Arya bangun seperti biasa dan shalat subuh dan bersiap untuk sekolah. Arya merupakan salah satu murid kelas 9 di SMP ternama di kota nya. Prestasi nya sangat baik, ia pernah memenangkan olimpiade tingkat kota.
Arya :"Assalamualaikum Ummi, selamat pagi."
Ummi Nur :"Waalaikumsalam Arya, pagi. Arya sudah shalat subuh?"
Arya :"Alhamdulillah sudah Ummi, ini Arya lagi siap-siap pergi sekolah."
Ummi Nur :"Rajin nya anak Ummi satu ini. Sudah sekarang Arya siap-siap pergi sekolah bareng Abang Amri.
Arya :"Loh bang Amri sudah kembali dari acara luar kota Ummi?"
Ummi Nur :"Sudah Arya, tadi malam baru sampai rumah."
Arya pun pergi menemui saudara nya yang baru saja pulang dari acara luar kota. Saudara laki-laki Arya tersebut bernama Amri Rizal, ia adalah anak tertua dari keluarga Abdul Riza. Amri juga merupakan salah satu murid terbaik di SMA terfavorit di kotanya.
Arya :"Bang Amri, bagaimana kabarnya setelah pulang dari luar kota. Bawa oleh-oleh?" ( tawa Arya ) Amri :"Alhamdulillah baik, ada nih. Arya mau?"
Arya :" Mau lah bang."
Amri :"Oleh-oleh nya itu pengetahuan yang baru. Disana abang dan teman-teman diajarkan bahwa sesungguhnya kehidupan yang normal adalah saat kita dapat menjaga lisan, tangan dan kaki kita seperti di bulan Ramadhan. Kita merasakan bahwa Allah selalu ada melihat kita dan mengontrol kita, jadi kita selalu berhati-hati."
Arya :"Arya kira oleh-oleh makanan, ternyata ilmu. Tetapi bagus juga sih, karena Arya lagi berpikir kenapa manusia sekarang hidupnya seperti bebas aja. Mereka bahkan tidak ingat Tuhan.
Amri :"Itulah sulitnya kehidupan Arya, jika bukan kita sendiri yang menjaganya. Maka kita dapat terlena dengan dunia tanpa memikirkan akhirat. Jika sudah seperti itu, niscaya hanya niat dalam hati dan ridho dari Allah yang dapat menyelamatkan nya.
Ummi Nur :"Amri, Arya sudah jam berapa ini. Kok belum berangkat, nanti telat loh."
Amri :"Iya Ummi, ini baru mau berangkat. Ayo Arya."
Arya :"Yuk."
Sesaat tiba di sekolah, ia bertemu teman nya yang bernama Ridho.
Arya :"Assalamualaikum Ridho, kok seneng banget?"
Ridho :"Iya dong, kan gue baru aja nembak cewe cantik dan diterima. Lu mau tau siapa?
Si Angel yang dikejar satu kelas itu loh."
Arya :"Astaghfirullah Ridho, kita gak boleh pacaran. Pacaran itu termasuk zina, kan sudah ada di Q.S.Al Israa / 17:32."
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
Ridho :"Pacaran doang loh Arya, kami nggak ngapa-ngapain aja kok. Masa gitu aja diceramahin, sok alim lu.
Arya :"Nggak gitu dho, …"
Ridho :"Udahlah, males ngomong ama lu. Minggir lu."
Arya :"Astaghfirullah. Ya Allah, buka lah hati Ridho agar dia tahu bahwa hal tersebut salah. Dan jauhkan lah kami dari hal seperti itu Ya Allah. Aamiin.
Sesampainya Arya di kelas, ia disapa beberapa siswi perempuan dan Nurul. Akan tetapi ia hanya menjawab sapaan nya dan langsung duduk sambil membaca buku.
Siswi perempuan 1 :"Sok dingin banget sih tuh orang, mana kalo di ajakin ngomong selalu nunduk."
Siswi perempuan 2 :"Iya tuh, padahal kan kita cantik-cantik, tapi malah nunduk. Kalau kata dia sih, buat jaga pandangan. Untuk apa coba jaga pandangan, cuma lihat-lihat an aja kok."
Nurul :"Udah temen-temen. Jangan malah ngomongin orang, ga baik loh."
Siswi perempuan 1 :"Mau gimana Nurul, emang orang nya seperti itu sifat nya. Kami kan hanya bilang."
Siswi perempuan 2 :"Eh Nurul, coba kamu bicara dengan dia. Secara, kamu kan cantik, pinter, sempurna lah.
Nurul :"Tidak boleh teman-teman. Niat Arya sudah bagus, untuk menjaga pandangan. Kan setiap kita menjaga pandangan, maka Allah akan mengganti nya sebagai ibadah.
( Angel masuk ke kelas )
Angel :"Halo, bagaimana nih kabarnya?"
Nurul :"Alhamdulillah baik."
Angel :"Nurul, kamu tau Ridho kan?"
Nurul :"Tau, ketua kelas kan?"
Angel :"Iya dong, kamu tau nggak kalo gue dan Ridho sudah resmi pacaran."
Nurul :"Angel…, kamu kan inget apa kata Bu Nisa kemarin."
Angel :"Itu kan zina, kami kan hanya pacaran."
Nurul :"Itu sudah termasuk Angel…"
Angel :"Sudahlah Nurul, nggak perlu urusin hidup gue. Gue tau apa yang baik untuk diri sendiri."
Nurul :"Tapi Angel…. "
( Angel pergi meninggalkan Nurul di kelas )
Sekarang sudah masuk waktu siang, para siswa dan siswi berkumpul untuk makan siang bersama.
Akan tetapi Arya, Nurul dan teman-teman lainnya pergi untuk melaksanakan shalat zuhur. Ustaz Malik tampaknya tidak bisa memimpin shalat, jadi Arya ditunjuk untuk menggantikan nya.
Ustaz Malik :"Arya."
Arya :"Ya Ustaz, ada apa?"
Ustaz Malik :"Tampaknya ustaz tidak dapat menjadi imam shalat zuhur,bisakah kamu menggantikan saya?"
Arya :"Insya Allah Ustaz."
Ustaz Malik :"Alhamdulillah, baiklah kalau begitu. Terima kasih."
Arya :"Sama-sama Ustaz."
Arya pun menjadi imam shalat zuhur menggantikan Ustaz Malik. Setelah shalat ia pun mendapat banyak pujian dari teman-teman nya. Akan tetapi, Arya tampak biasa saja. Karena ia tak mau memiliki niat beribadah karena riya ke teman-teman nya.
( Bel masuk berbunyi )
Arya dan yang lainnya pun masuk ke kelas. Seperti jadwal, kelas Arya akan melakukan Ulangan Harian mata pelajaran Matematika. Arya yang memang memiliki minat di bidang Matematika tampak tenang mengerjakan soal. Berbeda dengan Arya, banyak teman nya yang melakukan cara curang dengan mencontek.
Arya :"Alhamdulillah Ya Allah, aku dapat melakukan ulangan hari ini dengan sangat baik.
Nadim :"Assalamualaikum Arya, bagaimana menurutmu soal ulangan tadi?"
Arya :"Waalaikumsalam Nadim, aku bersyukur karena soal yang diberikan sudah dibahas di waktu sebelumnya. Jadi tinggal mengulang."
Nadim :"Arya, aku denger-denger kelas kita bakal ngadain kerja berpasangan. Nah tapi pasangannya belum tau siapa, aku harap sih bisa kerja sama dengan lu."
Arya :"Ya mungkin saja, jika Allah mengizinkan."
Setelah les di sekolah, Arya pulang bersama Nadim. Tak disangka, di tengah perjalanan mereka menemui seorang anak yang berjualan keliling."
Arya :"Nadim, kayaknya adek itu jualan makanan deh. Beli yuk."
Nadim :"Duit ku dah habis, kamu aja yang beli Arya."
Arya :( Menghampiri anak tersebut )"Assalamualaikum, Jualan apa dek?"
Anak Penjual :"Waalaikumsalam bang. Ada sate, kerang, tahu, sama yang lain. Mau beli apa bang?"
Arya :"Sate nya aja 5 ya."
Anak Penjual :( Memberikan sate )"Lima ribu ya bang."
Arya :( Memberikan uang )"Nih, ngomong-ngomong namanya siapa?"
Anak Penjual :"Rendi bang."
Arya :"Ohh, kenalin namaku Arya dan ini temanku Nadim."
Nadim :"Halo."
Rendi :"Halo kak."
Arya :"Rendi kok malah jualan keliling, kenapa ga seperti anak-anak lain yang masih bermain?"
Rendi :"Ayahku nggak tahu pergi ke mana bang. Sedangkan ibuku harus bekerja keras mencari nafkah untuk keluarga. Jadi cuma hal ini yang bisa kulakukan untuk membantu Ibu."
Arya :"Masya Allah Rendi, kamu sangat berbakti kepada orang tua. Semoga kamu di mudahkan rezekinya oleh Allah Swt.."
Rendi :"Aamiin kak, semoga kita semua diberi rezeki oleh Allah Swt.."
Arya :"Rendi, karena kamu sangat baik dan berbakti kepada orang tua. Kak Arya punya sedikit rezeki untuk kamu, semoga bisa membantu walau jumlahnya kecil."( Memberikan beberapa uang )
Rendi :"Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih ya kak Arya."
Arya :"Sama-sama, kalau begitu kak Arya izin pamit ya. Assalamualaikum."
Rendi :"Waalaikumsalam."
Setelah itu Arya dan Nadim melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan Nadim bertanya.
Nadim :"Arya, kenapa kamu memberi adik tadi uangmu. Bukannya itu uang tabunganmu?"
Arya :"Ingatlah Nadim, aku baru saja membuat tabungan juga."
Nadim :"Hah bagaimana bisa?"
Arya :"Ya karena Allah pernah berjanji bahwa orang yang bersedekah, hartanya akan dilipat gandakan dan mendapat pahala yang mulia. Ini berdasar pada Q.S. Al Hadid Ayat 18."
Nadim :"Masya Allah Arya, sungguh mulia hatimu itu. Aku tidak akan pernah menjadi sepertimu."
Arya :"Terima kasih Nadim, tapi ingatlah : Jika tidak ada orang baik di dunia ini, maka jadi salah satu orang baik tersebut."
Nadim :"Oke Arya, terima kasih atas ilmu nya."
Arya pun sampai dirumah nya, disana ia disambut oleh Ummi nya yang sedang membersihkan teras.
Arya :"Assalamualaikum Ummi, Arya pulang."
Ummi Nur :"Waalaikumsalam Arya, sekarang Arya mandi setelah itu makan ya. Ummi udah buatin makanan kesukaan kamu
Arya :"Baik Ummi."
Arya kemudian mandi dan membereskan barang-barangnya sebelum makan. Tak disangka di meja makan sudah terdapat Abi Riza.
Arya :"Loh Abi, baru pulang dari mana?
Abi Riza :"Abi baru saja pulang dari masjid, tadi zuhur Abi ada mengisi rapat.
Arya :"Rapat tentang apa Abi?"
Abi Riza :"Tentang acara-acara yang akan dibuat bulan Ramadhan nanti. Jadi Abi dan BKM membuat satu regu untuk penanggung jawab acara bulan Ramadhan.
Arya :"Kalo begitu Arya bisa ikut regu nya Abi?"
Abi Riza :"Boleh, asal Arya jangan kecapean dan bisa mengatur waktu untuk kegiatan lain."
Arya :"Arya janji, pasti bisa."
Tidak terasa waktu berlalu dan kini Ramadhan telah tiba. Arya sebagai anak yang aktif banyak melakukan kegiatan pada bulan Ramadhan kali ini. Tapi tak lupa, ia juga harus bersekolah. Jadi waktu nya tetap harus diatur. Jadi pada suatu siang, ia berdiskusi dengan Bang Amri.
Arya :"Bang Amri, Arya kan sekarang lagi banyak kegiatan. Abang ada tips gak biar waktu Arya bisa terbagi secara merata?"
Amri :"Ada, yang pertama kita harus tau dulu apa kegiatan utama kita seperti sholat, mengaji, makan, belajar dan kebutuhan utama lainnya. Nah di sela-sela kebutuhan tersebut, kita bisa mengisi waktu dengan bermain atau pun melakukan kegiatan sosial."
Arya :"Oh begitu ya bang Amri. Jadi mulai sekarang, Arya bakal bagi waktu biar bisa bermanfaat dengan baik.
Amri :"Nah begitu dong, sudah ada semangat dari diri. Sekarang ayo sholat dzuhur di masjid, kan sekalian kamu katanya ada kegiatan."
Arya :"Oke bang Amri, yuk."
Arya yang juga merupakan manusia biasa memiliki suatu impian. Impian ini yang akan dia kejar dan ia yakin pasti berhasil. Saat itulah, datang Nadim yang menanyakan impian nya tersebut.
Nadim :"Assalamualaikum Arya, aku mau nanya. Katanya dirimu mempunyai beberapa impian dimasa depan, apa aja sih impian mu tersebut?"
Arya :"Waalaikumsalam Nadim, aku sebenarnya memiliki banyak impian tetapi aku memprioritaskan 3 hal : Satu, menjadi orang yang sukses dan membahagiakan orang tua ku. Kedua, menjadi hamba Allah Swt. yang bertakwa dan berakhlak mulia hingga akhir hayat ku. Dan yang terakhir, aku akan tetap merahasiakan nya."
Nadim :" Arya mah begitu, nggak mau terus terang. Tapi bagus sih kalau udah punya impian seperti itu, banyak orang sekarang yang impian nya hanya kaya raya dan hidup dengan kemewahan. Bahkan mereka sampai lupa, bahwa ada Allah yang terus menjaga dan memperhatikan mereka dimanapun mereka berada. Tapi mereka malah sibuk dengan kehidupan dunia hingga lupa kehidupan akhirat."
( Bu Nisa tiba tiba datang )
Bu Nisa :"Masya Allah, Arya, Nadim. Sungguh pemikiran kalian sangat lah bagus, ibu berharap orang seperti kalian lah yang akan menjadi penerus bangsa di negeri ini."
Arya :"Eh bu Nisa. Assalamualaikum bu."
Bu Nisa :"Waalaikumsalam Arya."
Nadim :"Bu Nisa sedang apa di sini?"
Bu Nisa :"Ini Nadim, ibu mau mengabarkan kalau Arya berhasil mendapat nilai terbaik di Olimpiade tingkat provinsi dan akan melaju ke tingkat nasional. Selamat ya Arya.
Arya :"Alhamdulillah Ya Allah. Terima kasih ya bu Nisa atas informasi nya. Saya berjanji akan belajar lebih baik agar dapat hasil terbaik di Olimpiade nanti."
Bu Nisa :"Sama-sama Arya. Ibu doakan, semoga kamu dapat melakukan yang terbaik ya."
Arya :"Aamiin Bu."
Bu Nisa :"Sudah ya ibu hanya ibu hanya ingin menyampaikan hal tersebut. Jangan lupa nanti kasi tau ke Ummi dan Abi ya. Ibu duluan ya Arya, Nadim. Assalamualaikum."
Arya dan Nadim :"Waalaikumsalam bu."
( Bu Nisa pergi )
Nadim :"Selamat ya Arya, kamu memang murid yang berbakat dan hamba Allah yang bertakwa."
Arya :"Terima kasih Nadim. Semoga aku dapat melakukan yang terbaik."
Nadim :"Aamiin."
Tak disangka waktu berlalu dengan cepat, Arya sekarang menjadi anak yang lebih baik dan makin dewasa. Ia pergi ke kota Jakarta untuk melaksanakan Olimpiade tingkat nasional. Arya mewakili provinsinya bersama seorang siswi bernama Khayyirah Endiny. Ia berangkat ke Jakarta dengan Khayyirah dan juga seorang guru pembimbing yang bernama Pak Mansyur.
Pak Mansyur :"Ingat Arya, Khayyirah kita di di Jakarta, datang untuk membawa nama Provinsi ke tingkat nasional dan Insya Allah jika dengan izin Allah Swt. salah satu dari kalian akan membawa nama Indonesia ke tingkat nasional dan mengharumkan nama bangsa.
Arya :"Baik Pak, saya berjanji akan melakukan yang terbaik dan selalu berdoa kepada Allah untuk keberhasilan bersama."
Khayyirah : Saya setuju dengan perkataan Arya, kita harus tetap optimis dan berdoa kepada Allah.
Pak Mansyur :"Syukurlah kalau seperti itu. Saya yakin jika kalian mempunyai semangat seperti itu, maka kita akan berhasil."
Hari Olimpiade tingkat nasional telah tiba, seluruh perwakilan dari berbagai provinsi kompetisi hadir memperebutkan gelar juara Olimpiade. Para peserta diberikan waktu 2 jam untuk menjawab berbagai soal yang telah disediakan. Waktu pelaksanaan dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 08:00 WIB. Arya dan Khayyirah pun sudah bersiap-siap.
Arya :"Pak Mansyur, Arya boleh izin ke masjid sebentar tidak? Arya mau melakukan shalat Dhuha untuk kelancaran di kompetisi nanti."
Pak Mansyur :"Sudah pasti saya izinkan Arya, Khayyirah kalau mau ikut shalat bisa ikut. Kita masih punya waktu."
Khayyirah :"Baik Pak."
Arya dan Khayyirah pun pergi ke masjid terdekat untuk melakukan shalat Dhuha. Disaat selesai shalat Dhuha tersebut lah, Arya sedikit mendengar doa dari Khayyirah.
Khayyirah :( berdoa )"Ya Allah, Berikanlah diriku pengetahuan dan kemampuan agar dapat menyelesaikan tugasku dengan baik. Ya Allah tak lupa pinta ku setiap saat, jika Arya adalah jodohku maka jagalah dia agar selalu menjaga pandangan dan bertakwa kepadamu dan jika dia bukan jodohku maka berikanlah aku petunjuk Ya Allah. Aamiin."
Arya yang mendengar doa tersebut sedikit terkejut, tetapi ia tidak terlalu menghiraukan nya. Arya fokus terhadap persiapan Olimpiade nanti. Jadi setelah Khayyirah selesai shalat, ia langsung mengajaknya kembali ke tempat pelaksanaan Olimpiade. Setelah tiba, jam masih menunjukkan pukul 07:45 WIB, Arya dan Khayyirah masih memiliki sedikit waktu untuk bersiap.
Pak Mansyur :"Alhamdulillah, bagaimana Arya, Khayyirah sudah siap ?"
Arya :"Insya Allah Arya sudah siap pak."
Khayyirah : ( sedikit termenung ).
Pak Mansyur :"Khayyirah ?"
Khayyirah :"Eh iya pak, sudah pak. Khayyirah siap.
Pak Mansyur :( sedikit bingung )"Baiklah kalau begitu. Sekarang kalian siap-siap di tempat kalian."
Tepat pukul 08:00, Olimpiade dimulai. Arya yang mempunyai berbagai persiapan nampak lancar mengerjakan soal. Berbeda dengan Arya, Khayyirah nampak sedikit bingung. Ia nampak memiliki sedikit pikiran di dalam kepalanya.
Waktu mulai menunjukkan pukul 09:30, lama pengerjaan tersisa 30 menit. Seluruh peserta nampak sudah selesai mengerjakan soal, tinggal memeriksa kembali. Tetapi ada beberapa peserta yang nampak masih mengerjakan soal, termasuk Khayyirah. Tampak dari muka nya, ia memiliki sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya.
Tepat pukul 10:00 WIB, waktu pengerjaan selesai. Para peserta dipersilahkan keluar ruangan dan dapat menikmati acara yang sudah disiapkan. Sembari duduk di sebuah meja, Pak Mansyur datang dan bertanya kepada Khayyirah.
Pak Mansyur :"Khayyirah kenapa nak?" ( sambil memberi minum )
Khayyirah :"Eh Pak, nggak ada apa-apa pak. Khayyirah baik-baik aja kok."
Pak Mansyur :"Tadi Pak Mansyur lihat, kayaknya Khayyirah lagi mikirin sesuatu. Coba cerita ke bapak."
Khayyirah :"Khayyirah lagi mikirin sesuatu, cuma ga perlu diceritain. Cukup cerita ke Allah pak.
Pak Mansyur :"Oh yaudah kalo itu mau kamu, saya tidak melarang. Sekarang Khayyirah jangan banyak pikiran, apalagi setelah ini. Bapak takut nanti kesehatan Khayyirah ngedrop.
Khayyirah :"Iya pak, terima kasih sarannya."
Tak berselang lama Arya, Khayyirah dan Pak Mansyur kembali pulang dari Jakarta. Mereka tinggal menunggu hasil dari Olimpiade yang telah mereka laksanakan.
1 Bulan berlalu, hasil nya sudah keluar. Para peserta diminta berkumpul di Medan untuk pengumuman pemenang. Arya dan Khayyirah tidak perlu bepergian, karena memang mereka tinggal di Medan. Arya pun pergi ke lokasi di antar oleh bang Amri. Abi Riza dan Ummi Nur tidak dapat datang karena memiliki beberapa urusan.
Arya :"Bang Amri, bisa minta tolong anterin Arya ke lokasi acara pengumuman Olimpiade nggak?
Amri :"Bisa, dimana emang nya Arya?"
Arya :"Di Lapangan Merdeka bang."
Amri :"Yaudah, sebentar abang siap-siap."
Tak berselang lama, mereka berdua tiba di lapangan merdeka. Disana sudah banyak para partisipan yang datang untuk melihat hasil Olimpiade. Khayyirah tak lupa datang dengan saudara laki-laki nya yang bernama Dimas. Dimas juga merupakan salah satu teman dari Amri di Organisasi Siswa SMA.
Dimas :"Amri? Lagi ngapain ?"
Amri :"Lagi nganterin adik gue buat lihat hasil Olimpiade."
Dimas :"Sama dong, hahaha."
Amri :"Adik lu yang pakai kacamata itu ya?"
Dimas :"Yoi. Gue duluan ya."
Amri :"Oke-oke."
Hasil Olimpiade akan diumumkan oleh Walikota Medan sebagai tuan rumah acara kali ini. Tak lupa berbagai pejabat juga hadir dalam acara kali ini. Antusiasme peserta juga sangat baik apalagi sebagai juara pertama, maka pemerintah akan membiayai seluruh pendidikan dari SMA hingga Lulus S1. Walikota Medan memulai acara dengan kata sambutan dan langsung mengumumkan pemenang Olimpiade kali ini.
Walikota Medan :"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillah Puji Syukur kita panjatkan Kehadirat Allah Swt. dimana pada kesempatan kali ini kita masih dapat berkumpul pada acara pada pagi hari ini. Saya sebagai Walikota Medan, mengucapkan banyak terima kasih kepada semuanya. Apalagi Kota Medan dapat terpilih sebagai tuan rumah acara pengumuman hasil Olimpiade Tingkat Nasional. Tanpa berlama-lama lagi akan saya panggilkan pemenang Acara Olimpiade Sains Tingkat Nasional adalah…….
" Haura Fanny Athaya ", sebagai perwakilan DKI Jakarta. Kemudian juara dua diraih oleh…….
" Muhammad Arya ", sebagai perwakilan Sumatera Utara. Dan posisi ketiga ditempati…….
" Dwi Melati ", sebagai perwakilan Nanggroe Aceh Darussalam.
Selamat kepada para pemenang."
Arya :"Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih atas izin mu hamba-Mu ini dapat memenangkan juara 2."
( sujud syukur)
Amri :"Alhamdulillah Arya, tidak sia-sia kamu berusaha selama ini. Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang bertakwa." ( menangis bahagia sambil memeluk Arya ) " Abi dan Ummi pasti bangga dengan apa yang telah engkau capai Arya."
Arya :"Iya bang, semoga Abi dan Ummi bangga dengan apa yang Arya capai. Arya mendedikasikan ini untuk mereka berdua."
Amri :"Aamiin Arya."
Arya pun berhasil meraih peringkat 2 dan mendapat hadiah untuk masuk SMA favorit tanpa biaya.
Berbeda dengan Arya, Khayyirah yang juga merupakan perwakilan Sumatera Utara, harus puas dengan posisi ke-30.
Khayyirah :"Assalamualaikum Arya."
Arya :"Waalaikumsalam."
Khayyirah :"Selamat ya, bisa meraih peringkat kedua semoga kamu makin sukses kedepannya."
Arya :"Terima kasih ya Khayyirah, Aamiin. Semoga kita semua bisa lebih baik kedepannya dengan terus belajar dan berdoa."
Khayyirah :"Aamiin, semoga kita dapat berjumpa di lain waktu ya. Assalamualaikum."
Arya :"Waalaikumsalam."
Setelah percakapan tersebut, Arya dan Khayyirah belum pernah bertemu kembali.
Setelah berbagai hal yang terjadi, Arya dapat lulus dari SMA favorit dan mendapat nilai tertinggi dari sekolah nya. Ini lah yang mendorong dirinya agar masuk Universitas ternama dalam negeri maupun luar negri. Sekarang saatnya Arya memilih, bersekolah di luar negeri maupun didalam negeri."
Amri :"Assalamualaikum Arya."
Arya :"Waalaikumsalam bang Amri, ada apa ya bang?"
Amri :"Abang mau tanya, ini kan Arya sudah mau lulus. Udah dipikirkan akan kuliah dimana?"
Arya :"Sebenarnya Arya ingin berkuliah di luar negeri, tapi hati ini berkata bahwa Arya harus tetap disini. Mungkin Arya hanya akan pergi ke Pulau Jawa untuk mengemban pendidikan."
Amri :"Kalau memang itu mau Arya, silahkan. Tetapi abang hanya mengingatkan, ketika disana jangan lupakan seluruh ajaran dari Abi dan Ummi. Selalu berpegang teguh kepada Agama."
Arya :"Arya akan selalu ingat apa kata abang."
Amri :"Baiklah kalau begitu."
Hari kelulusan telah tiba, Arya bersama Nadim dan teman lainnya pergi makan siang di luar.
Disanalah ia bertemu kembali dengan Khayyirah, dan juga Nurul teman SMP nya. Khayyirah dan Nurul ternyata merupakan saudara sepupu, jadi tak heran kenapa mereka bisa bersama.
Nadim :"Nurul Syntia kan?"
Nurul :"Nadim? Udah lama ngga ketemu dim, sama siapa ke sini?"
Nadim :"Bareng Arya dan yang lain."
Nurul :"Kenalin dim, sepupu aku Khayyirah."
Khayyirah :"Salam kenal Khayyirah."
Nadim :"Salam kenal juga, Nadim."
Nurul :"Khay bukan nya kenal sama Arya ya?"
Khayyirah :"Iya kenal. Kenapa nur?"
Nurul :"Enggak, nggak ada apa-apa kok." ( berbisik ke Khayyirah ) "Kamu suka Arya kan?"
Khayyirah :( berbisik ke Nurul )"Pliss diem nur, jangan kasih tau."
( Arya tiba-tiba datang menghampiri mereka )
Arya :"Assalamualaikum, bagaimana kabar mu nur ?"
Nurul :"Alhamdulillah baik. Kamu bagaimana ?"
Arya :"Alhamdulillah Allah masih memberikan nikmat kesehatan kepadaku. Nurul kemari sama siapa?"
Nurul :"Sama Khayyirah Endiny, masih ingat kan?"
Arya :"Masih. ( melihat ke arah Khayyirah )"Bagaimana kabarnya sekarang Khayy?"
Khayyirah :"Baik. Arya nanti lulus mau kuliah dimana?"
Arya :"Aku punya rencana bakal kuliah di UI. Cuma kalau gagal kayaknya bakal di UGM atau ITB."
Khayyirah :( memikirkan dalam hati )"Pokoknya gw harus kuliah dimanapun Arya kuliah, titik."
Nurul :"Wah bagus banget Arya, kalau bisa masuk UI atau UGM dan tetap bertahan. Hidupmu pasti terjamin."
Arya :"Bener nur, tapi kita harus tetap ingat dengan Allah. Kita jangan mengejar dunia semata, kita harus tetap ingat tujuan akhir kita yaitu Akhirat."
Nurul :"Nah ini baru Arya yang gue kenal. Kami pergi duluan ya Ar .Assalamualaikum."
Arya :"Waalaikumsalam."
Tak disangka berbulan-bulan menunggu hasil masuk perguruan tinggi, Arya dapat melanjutkan pendidikan nya lebih lanjut di Universitas Indonesia. Usaha nya selama ini dibalas dengan sangat baik oleh Allah Swt. ,Arya bersyukur atas apa yang telah ia dapatkan.
Sekarang masuk semester pertama kuliah Arya, disana Arya bertemu beberapa orang yang ia kenal seperti :"
Khayyirah, Haura Fanny, dan Nadim. Pada semester awal ini nampaknya Arya masih dapat belajar secara baik, ini dikarenakan tekad nya untuk mewujudkan impian nya. Tak lupa, ia terus berdoa dan meminta kepada Allah untuk menjaga keluarganya dan memberi nya keberkahan ilmu.
Tepat hari Jumat tanggal 30 Ramadhan, setelah pulang Sholat Jumat Arya mendapat sebuah panggilan telepon dari bang Amri.
( Handphone Arya berdering )
Arya :( mengangkat telepon masuk )"Assalamualaikum bang, ada apa?"
Amri :( berbicara dengan nada sedih )"Waalaikumsalam Arya, Inalillahi Wainailaihi Rojiun. Abi Riza sudah pulang ke Rahmatullah ."
Arya :( terdiam ) Amri :"Arya ?"
( telepon tertutup )
Arya nampak sangat terpukul mendengar hal tersebut, seorang ayah yang menjaga dan menuntun anak-anak nya ke jalan Allah sudah dipanggil terlebih dahulu oleh Allah. Betapa berat hati Arya, ia tidak bisa meninggalkan pendidikan nya tetapi sangat berat jika tidak melihat sang ayah untuk terakhir kali nya. Ia pun langsung berdoa kepada Allah Swt.
Arya :"Ya Allah, berikanlah ayahku sebuah tempat yang indah disana Ya Allah. Terima lah ia di sisi mu Ya Allah. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Berikanlah aku petunjuk Ya Allah, jangan biarkan diri ku bimbang Ya Allah. Rabbana aatinaa fiddun-yaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa 'adzaaban naar. Subhaaka rabbika rabbil'izzati 'ammaa yashifuuna wasalaamun 'alal mursaliina wal hamdu lillaahi rabbil 'aalamiina"
Tak disangka, Allah langsung membantu Arya. Arya berikan pesan singkat oleh Nadim.
Nadim :"Assalamualaikum Arya. Arya aku mau ngabarin kalau pelajaran akan ditunda 1 bulan dari jadwal seharusnya. Jadi kita bisa kembali ke Medan."
Arya :"Alhamdulillah Ya Allah, engkau telah memberiku petunjuk atas masalah ku."
Tanpa pikir panjang ia langsung pergi ke bandara dan mencari tiket tercepat. Beruntungnya terdapat beberapa tiket yang berangkat ke daerah Medan. Arya langsung membeli tiket tersebut.
Setelah 3 jam perjalanan pesawat, akhirnya Arya sampai di Medan. Dari bandara Medan ia langsung pergi pulang kerumahnya.
Arya :"Assalamualaikum bang Amri, dimana Abi?"
Amri :"Waalaikumsalam Arya, Abi ada di dalem sedang dikafani."
Arya :"Kenapa Abi bisa secepat ini dipanggil Allah yang bang?"
Amri :"Begitulah hidup Arya, tidak ada yang tahu segalanya kecuali Sang Pencipta. Kita bahkan tidak bisa mengatur kapan hidup dan mati, jodoh dan rezeki. Hanya Allah yang tahu."
Arya :"Abang benar tidak ada yang bisa kita atur. Bang Amri, Arya izin sama bang Amri sewaktu menyolatkan Abi nanti. Arya yang jadi Imam nya, bisa bang?"
Amri :"Kalau memang begitu mau Arya silahkan, Abi pasti bangga punya anak seperti Arya."
Setelah jenazah siap, jenazah disholatkan di masjid Abi Riza. Sesuai permintaan Arya, ia memimpin shalat jenazah untuk Abi Riza. Hati seorang Arya sangat terpukul, mengingat bagaimana sifat dan jasa yang telah dilakukan Abi Riza. Abi Riza pun dimakamkan di makam keluarga Riza, Arya dan Amri turun untuk menaruh jenazah.
Setelah 1 bulan di Medan, Arya harus kembali ke Banten untuk belajar. Ia pamit ke Ummi Nur dan bang Amri. Ia berjanji akan belajar sungguh-sungguh dan membanggakan keluarga nya.
Sesampainya di Banten, ia disambut oleh Nadim.
Nadim :"Assalamualaikum Arya, tadi ada yang nyariin kamu."
Arya :"Waalaikumsalam Nadim, siapa dim?"
Nadim :"Haura dan Khayyirah ."
Arya :"Kenapa nyariin ?"
Nadim :"Nggak tau Ar, dia cuma bilang kalau udah pulang. Mereka minta ketemu, udah gitu aja."
Arya :"Oh begitu, makasih ya dim informasi nya. Aku izin dulu, Assalamualaikum."
Nadim :"Sama-sama, Waalaikumsalam."
Tak lama Arya menemui Haura dan Khayyirah yang ternyata berada di perpustakaan.
Arya :"Assalamualaikum Haura, Khayyirah. Ada apa ya, kenapa nyariin aku?"
Haura :"Waalaikumsalam Arya, kami meminta bertemu dengan mu karena kami memiliki perasaan yang sama terhadap dirimu. Jadi kami ingin bertanya, siapakah yang akan kamu pilih. Aku atau Khayyirah?"
Arya :"Dengar Haura, sesungguhnya jodoh ku sudah tertulis di Lauhul Mahfudz dan aku tinggal mencarinya. Tetapi untuk menjawab pertanyaan dari kalian, maka tunggulah kita semua selesai mengemban pendidikan kita. Jika memang kalian jodoh ku, maka aku akan datang kepada kalian.
Khayyirah :"Baiklah jika dirimu ingin begitu Arya, semoga kami merupakan jodoh mu."
Arya :"Wallahualam, baiklah kalau begitu saya pamit. Assalamualaikum."
Haura dan Khayyirah :"Waalaikumsalam."
Sekarang Arya sudah selesai mengemban pendidikan dan langsung memiliki pekerjaan. Ia kembali ke Medan untuk membahagiakan Ummi Nur. Di sana, Arya melihat bang Amri yang sudah berkeluarga. Ia pun teringat salah satu impian yang ia ceritakan ke Nadim. Ia pun meminta kepada Allah untuk kepastian jodohnya.
Arya :"Ya Allah, berikanlah aku petunjuk tentang jodohku. Jika memang insan itu adalah jodoh ku maka pertemukan aku dengan dirinya, jika tidak maka beritahu diriku."
Di saat itu lah ia bertemu Haura di tengah perjalanan pulang ke rumah. Di saat itulah ia yakin bahwa jodoh yang disiapkan Allah untuknya adalah Haura. Ia pun menghampiri Haura.
Arya :"Assalamualaikum Haura."
Haura :"Waalaikumsalam Arya. Ada apa ya?"
Arya :"Aku ingin melamarmu menjadi pasangan hidupku."
Haura :"Serius Arya?"
Arya :"Sesungguhnya Allah telah mempertemukan diriku dengan dirimu bukan tanpa alasan. Allah pasti punya rencana untuk segala hal."
Haura :"Baiklah jika itu keinginanmu, dirimu hanya tinggal menemui keluarga ku."
Arya :"Pasti akan ku lakukan dalam waktu dekat. Kalau begitu aku pamit, Assalamualaikum."
Haura :"Waalaikumsalam."
Setelah melakukan persiapan, Arya bersama Ummi Nur dan bang Amri pergi ke rumah Haura untuk melamarnya. Disinilah mental Arya diuji. Pak Benny yang merupakan ayah dari Haura sudah mendapat lamaran untuk anaknya oleh seorang anak pejabat bernama Hamdan. Ini adalah kedua kali nya Arya bertemu Hamdan. Pertama kali mereka bertemu di Olimpiade Tingkat Provinsi.
Pak Benny :"Assalamualaikum nak Arya, ada keperluan apa bertemu saya?"
Arya :"Waalaikumsalam Pak Benny, maksud kedatangan saya kemari adalah untuk melamar anak bapak yang bernama Haura Fanny Attaya."
Pak Benny :"Sungguh Arya, kedatanganmu membuat saya harus memilih antara dirimu ataupun Hamdan. Kalian berdua datang dan memiliki tujuan yang sama, bagaimana aku dapat memenuhi kedua keinginan kalian."
Arya :"Tidak apa-apa pak Benny, pilihan jodoh Haura berada di tangan anda. Saya tidak berhak memaksa."
Pak Benny :"Dirimu yang mempunyai akhlak mulia dan bertakwa kepada Allah membuat hati ku luluh. Sangat sulit menemukan seorang pria berpendidikan dan bertakwa seperti mu di zaman sekarang, itu membuat bapak yakin bahwa kamu dapat menjadi Imam yang baik bagi Haura. Jadi bapak menerima lamaranmu dan akan menolak lamaran dari Hamdan."
Arya :"Alhamdulillah jika bapak menerima lamaran saya, Insyaallah saya akan menjaga Haura dengan sebaik-baik nya."
Pak Benny :"Iya Arya, bapak percaya kepada dirimu."
Setelah Pak Benny menerima lamaran Arya, Arya langsung menyiapkan acara pernikahan dengan Haura. Arya berencana hanya akan melakukan ijab kabul di KUA, tanpa melakukan resepsi yang mewah. Kedua pihak keluarga setuju dengan usulan tersebut.
Hari pernikahan telah tiba. Tepat tanggal 7 Juli, Arya dan Haura pun menikah.
Di akhir cerita Arya dan Haura dikaruniai dua orang anak mereka beri nama Alif dan Fatimah.
Mereka hidup bahagia dengan berbagai rintangan yang telah dilalui. Dari sosok Arya, kita dapat belajar bahwa hidup harus dipenuhi dengan perjuangan dan takwa. Tanpa kedua hal tersebut, maka hidup manusia akan menjadi rusak.
" Yang terbaik di antara kalian ialah mereka nan berakhlak paling mulia. "
- Ali bin Abi Thalib -