AKTA PERDAMAIAN (Acte van Dading)
Akta Perdamaian ini dibuat pada hari Rabu, tanggal 27, bulan Januari, tahun 2024, oleh dan antara :
I. Sholikhin S.T. sebagai Direktur Utama PT. RAJAWALI DAMAR TEKNIK beralamat Jl.Bung Tomo No. 12 B Surabaya , Hadir dengan penerima kuasa hukum PT.RAJAWALI DAMAR TEKNIK Advokat/Konsultan Hukum Imam Prasetyo S.H.,M.H., Muhamad Saeful Fiqri S.H. berkantor KULI LAWFIRM di Jl. Parangtritis Km. 4,5 Ring Road Selatan, Glugo, Jakarta Selatan Telp. (0274) 6522715, Fax. (0274) 381882, Hp. 08122706096.
Selanjutnya disebut sebagai (“Pihak Pertama”).
II. Ir Jamaludin sebagai Direktur Utama PT. MERAPI KONSTRUKSI beralamat Jl.
Gatot Subroto, Tower Erlangga No.35, Jakarta, Hadir dengan penerima kuasa hukum PT MERAPI KONSTRUKSI Advokat/Konsultan Hukum Muhamad Esa Ramadhan S.H., Ananda Dzaki Mukhlis S.H., berkantor di ATTACKER LAWOFFICE di Jl.
Bangka Raya No. 42a, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Selanjutnya disebut sebagai (“Pihak Kedua”).
Pihak Pertama dan Pihak Kedua terlebih dahulu menjelaskan :
1. Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat membuat surat perintah kerja Nomor : 15/SPK/MK-RDT/I/2022 pada tanggal 20 Januari 2022 tentang Pengadaan penangkal petir dan jasa pemasangan penangkal petir yang akan diselesaikan Pihak Pertama 8 (delapan) bulan terhitung sejak surat perintah kerja ini ditandatangani yaitu tanggal 20 januari 2022, yang akan selesai pada tanggal 20 Agustus 2022.
2. Bahwa Pihak Pertama telah menyelesaikan kewajiban nya berdasarkan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I dengan nomor 01/BASTP/RDT-MK/V/2022 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan II dengan nomor 02/BASTP/RDT-MK/VIII/2022 dan menagih hak nya yang belum terpenuhi yaitu Invoice ke-3 No: 025/INV/RDT/V/2022 bulan mei sebesar Rp3.000.000.000,-, dan Invoice ke-4 No: 035/INV/RDT/VIII/2022 bulan agustus sebesar Rp1.000.000.000 yang belum dibayarkan. Selanjutnya Pihak
Kedua belum membayarkan nya karena pihak tidak menandatangani Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I dan II serta belum terpenuhinya kewajiban Pihak Pertama dalam Bab IV Ruang lingkup pekerjaan pada point 2-4 kepada Pihak Kedua.
3. Bahwa Para Pihak Sepakat Untuk Melakukan Perdamaian dan tidak melanjutkan sengketa hak dan perbuatan hukum lainnya baik secara Pidana Maupun Perdata.
4. Bahwa Para Pihak sepakat terhadap perdamaian tersebut Pihak Pertama wajib melakukan pembayaran yang belum dibayarkan kepada Pihak Kedua dan Pihak Kedua wajib memenuhi kewajiban nya sesuai pada ruang lingkup pekerjaan nya kepada Pihak Kesatu sesuai waktu yang telah ditentukan pada pertemuan tanggal 25 Januari 2024 5. Bahwa Perdamaian dalam perkara tersebut telah di adakan sehingga antara kedua pihak
telah mencapai kata sepakat untuk menyelesaikan permasalahan dalam perkara tersebut melalui perdamaian di luar pengadilan.
6. Bahwa Para Pihak telah menunjuk kuasa hukumnya untuk melakukan perdamaian.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk menyelesaikan permasalahan utang-piutang pengadaan penangkal petir dan jasa pemasangan penangkal petir melalui perdamaian di luar pengadilan, dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
Pasal 1
Pihak Pertama harus memenuhi dokumen penyediaan alat kerja pemasangan instalasi alat penangkal petir, menyediakan SDM untuk melakukan pemasangan instalasi, dan menyediakan peralatan K3 dan APD untuk para pekerja kepada Pihak Kedua dan Pihak Kedua harus membayarkan Invoice ke-3 No: 025/INV/RDT/V/2022 bulan mei sebesar Rp3.000.000.000, dan Invoice ke-4 No: 035/INV/RDT/VIII/2022 bulan agustus sebesar Rp1.000.000.000.
kepada Pihak Pertama.
Pasal 2
Para Pihak menyatakan bahwa sejak perjanjian ini ditandatangani maka hubungan hukum Para Pihak telah berakhir termasuk tanggungjawab hukum Para Pihak dalam ikatan hubungan perjanjian baik secara pidana dan perdata.
Pasal 3
Setelah pembayaran Hak dan Kewajiban sebagaimana pada pasal 1 perjanjian ini dilakukan maka Para Pihak mengikatkan diri untuk tidak saling mengajukan tuntutan hukum apapun satu sama lain dan memberikan pembebasan (acquit et de charge) satu sama lain dari segala tuntutan hukum baik secara pidana maupun perdata.
Pasal 4
1. Perjanjian perdamaian ini dibuat atas kehendak bebas masing-masing Pihak tanpa tekanan dan atau paksaan dari pihak manapun serta dalam keadaan sadar, sehat jasmani maupun rohani, dan
2. Perjanjian perdamaian ini dibuat 2 (dua) rangkap dan masing-masing dibubuhi materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.
Demikian akta perdamaian ini di buat dengan itikad baik dari penggugat dan tergugat untuk penyelesaian secara damai atas perkara perdata
Jakarta Selatan, 2 Februari 2024
Pihak Pertama Pihak Kedua
Materai 10.000 Materai 10.000
Telah ditandatangani Telah ditandatangani