• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akuntansi - sipeg unj - Universitas Negeri Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Akuntansi - sipeg unj - Universitas Negeri Jakarta"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

Dalam keadaan seperti ini (saat Anda mengalami kerugian atau kesulitan keuangan), informasi tentang pendapatan tidak lagi memiliki relevansi nilai. Meskipun laba dan nilai buku telah terbukti relevan dengan nilai (Collins et al, 1997), Lev dan Zarowin (1999) menemukan bahwa relevansi nilai laba dan nilai buku menurun seiring berjalannya waktu.

Rumusan Masalah

Pentingnya laba dan nilai buku dalam menentukan nilai suatu perusahaan pada saat perusahaan melakukan pengelolaan laba masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Relevansi nilai biasanya dihasilkan dari dua model pengukuran, yaitu laporan laba rugi dan neraca.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Teori Agensi

18 perusahaan relatif terhadap prinsipal, sehingga agen memiliki lebih banyak peluang untuk menjadikan informasi dalam laporan keuangan lebih baik dengan memanfaatkan informasi yang mereka ketahui, yang seringkali termotivasi untuk mengambil tindakan yang dapat memaksimalkan keuntungan bagi diri mereka sendiri dan perusahaannya.

Teori Sinyal

Relevansi Nilai Informasi Akuntansi

19 Relevansi nilai adalah kemampuan angka akuntansi dalam menjelaskan nilai suatu perusahaan berdasarkan informasi akuntansi yang diberikan oleh perusahaan (Scott, 2012). Holthausen dan Watts (2001) berpendapat bahwa relevansi nilai suatu laporan keuangan tinggi jika angka-angka dalam laporan keuangan dapat menunjukkan hubungan yang kuat dengan nilai perusahaan.

Model Valuasi Teori Clean Surplus

Sementara itu, Francis dan Schipper (1999) mendefinisikan relevansi nilai informasi akuntansi sebagai kemampuan angka akuntansi dalam merangkum informasi yang mendasari harga saham sehingga relevansi nilai ditunjukkan dengan adanya hubungan statis antara informasi keuangan dengan harga atau return saham. Collins, Pincus dan Xie (1999) serta Chalmers, Navissi dan Qu (2011) menyatakan bahwa penelitian relevansi nilai biasanya digunakan untuk menguji kekuatan nilai akuntansi yang tercermin pada laba akuntansi dan nilai buku ekuitas dalam menjelaskan harga saham.

Laba

Nilai Buku

Arus Kas Operasi

Manajemen Laba

Review Penelitian Terdahulu dan Pengembangan Hipotesis

Demikian pula, Cheng, Liu, dan Schaefer (1997) menunjukkan bahwa arus kas operasi menunjukkan pentingnya nilai lebih tinggi daripada pendapatan. Sedangkan penelitian Karunarathna dan Rajapaksa (2009) di Kolombo menemukan bahwa EPS memiliki signifikansi nilai yang lebih besar dibandingkan nilai buku dan arus kas. Perusahaan yang mempunyai kualitas informasi yang lebih rendah karena melakukan praktik manajemen laba akan mempunyai dampak yang lebih kecil terhadap relevansi nilai perusahaan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukan praktik manajemen laba.

Penelitian pengaruh manajemen laba terhadap relevansi nilai perusahaan dilakukan oleh Marquardt dan Christine (2004), Habib (2004) dan Shan (2015). Penelitian yang dilakukan oleh Habib (2004) memberikan bukti bahwa manajemen laba mengurangi relevansi nilai informasi akuntansi baik laba maupun nilai buku ekuitas, karena investor memandang manajemen laba bersifat oportunistik sehingga investor bertindak negatif terhadap manajemen laba. Berbagai literatur dan penelitian terkait manajemen laba dan relevansi nilai (Solomons, 1995; Rangan DeFond, 2002; Barth et al., 1999; Marquardt dan Wiedman, 2004) menyatakan bahwa relevansi nilai informasi akuntansi dipengaruhi oleh perilaku manajemen laba.

H5 : Manajemen laba sebagai moderator terhadap relevansi nilai buku ekuitas H6 : Manajemen laba sebagai moderator terhadap relevansi nilai arus kas operasi.

Populasi dan Sampel Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Operasionalisasi Variabel

Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah nilai perusahaan yang diwakili oleh harga pasar saham (Pt) pada tanggal 1 April. Harga pasar saham adalah harga atau nilai saham yang terjadi di pasar modal pada suatu waktu yang ditentukan berdasarkan penawaran dan permintaan pelaku pasar. Laba per saham adalah laba bersih perusahaan selama setahun dibagi dengan rata-rata jumlah saham yang beredar.

EPS atau laba per per saham menggambarkan tingkat laba bersih per saham yang mampu dicapai suatu perusahaan dalam menjalankan operasinya. Arus kas operasi adalah arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi, terutama berasal dari aktivitas penghasil pendapatan utama perusahaan dan aktivitas non-investasi dan pendanaan lainnya. Akrual (TAit) sendiri juga merupakan penjumlahan dari non-discretionary accrual dan discretionary accrual dengan persamaan sebagai berikut.

ΔREVit = pendapatan perusahaan i pada tahun t dikurangi pendapatan pada tahun t-1 ΔRECit = piutang perusahaan i pada tahun t dikurangi piutang pada tahun t-1.

Model Penelitian

BVPS: nilai buku ekuitas per saham perusahaan, CFOPS: arus kas operasi per saham perusahaan, EM: manajemen laba perusahaan.

Teknik Analisis Data

Uji Koefisien Determinan (Uji R 2 )

Menurut Ghozali (2011) dalam Barung (2018), koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Jika nilainya mendekati 1 berarti variabel independen telah memberikan hampir seluruh informasi yang diperlukan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Winarno, 2009).

Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)

Pemilihan Sampel

Analisa Statistk Deskriptif

Dari hasil analisis deskriptif pada Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai minimum yang diperoleh adalah 308, nilai minimum tersebut dimiliki oleh PT. Hasil tersebut menjelaskan bahwa nilai mean lebih kecil dari standar deviasi yang berarti titik data cukup jauh dari nilai mean atau penyebaran data tidak baik. Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai minimum yang diperoleh sebesar 10,03, nilai minimum tersebut dimiliki oleh PT.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada Tabel 2 disebutkan bahwa nilai minimum yang diperoleh sebesar 86,62; nilai minimum ini adalah milik PT. Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada Tabel 2 dinyatakan bahwa nilai minimum yang diperoleh sebesar -47,97; nilai minimum ini adalah milik PT. Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada Tabel 2 dinyatakan bahwa nilai minimum yang diperoleh sebesar -0,14; nilai minimum ini adalah milik PT.

Hasil tersebut menjelaskan bahwa nilai mean lebih kecil dari standar deviasi yang berarti titik data cukup jauh dari nilai mean atau penyebaran data tidak baik.

Uji Asumsi Klasik

Hasil nilai toleransi menunjukkan nilai di atas 0,1 dan nilai VIF menunjukkan nilai di bawah 10, sehingga untuk setiap variabel pada setiap model tidak menunjukkan adanya multikolinearitas. Uji autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah terdapat korelasi antara kesalahan gangguan pada periode t dengan kesalahan gangguan pada periode t-1 (sebelumnya) pada model regresi linier. Pada penelitian ini terdapat tiga model yang terkena masalah autokorelasi, sehingga diperlukan suatu treatment untuk mengatasi autokorelasi dengan menggunakan metode Cochrane Orcutt.

Nilai dU menurut tabel Durbin-Watson untuk 3 variabel independen dan 48 observasi adalah 1,6708 dan nilai 4-dU adalah 2,3292 karena masing-masing dw. Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji ada tidaknya ketimpangan varians residu dari satu observasi ke observasi lainnya dalam model regresi. Dalam penelitian ini uji Glejser dilakukan dengan cara meregresi nilai absolut residu dengan variabel independen dan melihat hasil signifikansi masing-masing variabel pada masing-masing model, dimana nilainya lebih besar dari α= 0,05 maka model regresi bebas. dari masalah heteroskedastisitas.

Hasil pengujian tersebut diketahui bahwa model 3 dipengaruhi oleh heteroskedastisitas, sehingga untuk model 3 terlebih dahulu dilakukan perlakuan untuk mengatasi heteroskedastisitas yaitu dengan menggunakan Weighted Least Square (WLS).

Tabel 5  Uji Autokorelasi
Tabel 5 Uji Autokorelasi

Pengujian Hipotesis

Koefisien regresi laba per saham (EPS) sebesar 21,963 yang menunjukkan bahwa apabila variabel bebas yang lain tetap atau sama dengan nol dan jika variabel EPS dinaikkan sebesar 1 rupiah maka akan menyebabkan kenaikan harga saham sebesar 21,963. Koefisien regresi manajemen laba (EM) sebesar 1632,771 yang menunjukkan bahwa jika variabel independen lainnya konstan atau sama dengan nol dan jika variabel EM dinaikkan sebesar 1 rupiah maka akan terjadi kenaikan harga saham sebesar 1632,771 sebab. Koefisien regresi interaksi antara laba per saham (EPS) dan laba manajemen (EM) sebesar -94,169 yang menunjukkan bahwa jika variabel independen lainnya tetap atau sama dengan nol dan jika variabel EPS*EM dinaikkan sebesar 1 rupiah, maka hal ini akan menyebabkan turunnya harga saham sebesar 94.169.

Koefisien regresi Accounting Value per Share (EPS) sebesar 3,935, hal ini menunjukkan bahwa jika variabel independen lain tetap atau sama dengan nol dan jika variabel BVPS meningkat sebesar 1 rupiah maka akan menyebabkan kenaikan harga saham sebesar 3,935. Koefisien regresi manajemen laba (EM) sebesar -2680,443 menunjukkan bahwa jika variabel independen lainnya konstan atau sama dengan nol dan jika variabel EM meningkat sebesar 1 rupiah maka akan menyebabkan penurunan harga saham sebesar 2680,443. Koefisien regresi interaksi nilai buku per saham (EPS) dan manajemen laba (EM) sebesar -4,355 menunjukkan bahwa jika variabel independen lainnya akan konstan atau sama dengan nol dan jika variabel BVPS*EM meningkat sebesar 1 rupiah, maka akan menyebabkan harga saham turun menjadi 4355.

Koefisien regresi manajemen laba (EM) sebesar 19333.278 yang menunjukkan bahwa jika variabel independen lainnya konstan atau sama dengan nol dan jika variabel EM dinaikkan sebesar 1 rupiah maka akan terjadi penurunan harga saham sebesar 19333.278 sebab.

Pembahasan

  • Laba memiliki relevansi nilai
  • Nilai Buku memiliki relevansi nilai
  • Arus Kas Operasi Memiliki relevansi nilai
  • Manajemen laba sebagai pemoderasi relevansi nilai laba
  • Manajemen laba sebagai pemoderasi relevansi nilai buku ekuitas
  • Manajemen laba sebagai pemoderasi relevansi nilai arus kas operasi

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa manajemen laba memoderasi relevansi nilai laba dan manajemen laba menurunkan relevansi nilai laba yang ditunjukkan dengan koefisien regresi negatif. Oktaviani (2010) berpendapat bahwa manajemen laba mengurangi relevansi nilai informasi akuntansi, baik terhadap laba maupun nilai buku. Pengujian hipotesis kelima adalah menguji relevansi nilai informasi akuntansi: nilai buku dimoderasi oleh manajemen laba atau pengaruh nilai buku per saham terhadap harga saham dimoderasi oleh manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar pada indeks LQ 45.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Kusum (2016) yang menyatakan bahwa manajemen laba tidak berpengaruh signifikan terhadap relevansi nilai buku modal. Pengujian hipotesis keenam yaitu menguji signifikansi nilai informasi akuntansi, arus kas dari operasi mengatur manajemen laba atau arus kas dari operasi per saham mempengaruhi harga saham, mengatur manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar pada indeks LQ 45. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa manajemen laba sebagai moderator pentingnya nilai, arus kas operasi dan manajemen laba memperkuat relevansi nilai arus kas operasi, terlihat dari koefisien regresi positif.

Manajemen laba dengan demikian mempengaruhi relevansi arus kas sehingga meningkatkan harga saham perusahaan.

Kesimpulan

Value relevance of accounting earnings and the information content of its components: empirical evidence on the Tunisian stock market. Changes in the value relevance of earnings and book value over the past forty years, Journal of Accounting and Economis. The Value Relevance of Earnings and Book Value in Profit and Loss Companies: The Case of R&D Spending, School of Management, University of Dallas in Texas, March.

The Impact of Earnings Management on the Value Importance of Accounting Information: Empirical Evidence from Japan, Managerial Finance 30 (11). Kwon, Gee Jung, 2009, “The Value Significance of Book Values, Earnings and Cash Flows: Evidence from Korea”, Journal International. Does the Tunisian Accounting Reform Improve the Value Relevance of Financial Information?, Union Internationale de Banque.

Comparative Value Relevance of Accounting Information in the IFRS Period Between Manufacturing Company and Financial Services Go Public in Indonesia Stosck Exchange.

Referensi

Dokumen terkait