• Tidak ada hasil yang ditemukan

AL-FURQAN - Ejournal Kopertais IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "AL-FURQAN - Ejournal Kopertais IV"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

54 The Role of Islamic Religious Education (PAI) Teachers in Improving Santri

Discipline at the Tahfidz Al-Mubarok Pajo Islamic Boarding School Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Kedisiplinan

Siswa Di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo Mukhlisin1

email: [email protected]

1)Dosen Tetap pada STAI Al-Amin Dompu

Abstract: This research method uses qualitative writing methods. Data collection techniques used in this study, using interviews, observation, and documentation. While the data analysis in this study used a qualitative descriptive technique.

The role of PAI teachers in improving student discipline, (1) As supervisors, Islamic religious education teachers always provide direction and advice to students to always be disciplined and obey the rules, both at school and outside of school. (2) As a motivator, they always encourage their students to be enthusiastic and active in learning and to always be disciplined in obeying the rules that apply at school, the form of encouragement they give is by saying that many of their seniors are successful because they are always disciplined in learning. (3) as an example is a teacher who always teaches students to always be disciplined, PAI teachers come on time, maintain tidiness, train students to dispose of trash in its place.

Keywords: Role of PAI Teachers, Student Discipline

Abstrak: Metode penelitian ini menggunakan metode penulisan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Peran guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan Siswa, (1) Sebagai pembimbing, guru pendidikan agama Islam selalu memberi arahan dan nasehat kepada siswa untuk selalu berdisiplin dan mentaati peraturan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.(2) sebagai motivator adalah mereka selalu memberi dorongan anak didiknya agar bergairah dan aktif dalam belajar serta selalu berdisiplin mentaati tatatertib yang berlaku di sekolah, wujud dorongan yang mereka berikan yaitu dengan menceritakan bahwa banyak kakak kelas mereka yang sukses karena mereka selalu disiplin dalam belajar.(3) sebagai teladan adalah guru yang selalu mengajarkan siswa untuk selalu disiplin, guru PAI datang tepat waktu, menjaga penampilan selalu rapi, mempraktekan kepada siswa untuk membuang sampah pada tempatnya.

Kata kunci: Peran Guru PAI, Kedisiplinan Siswa

PENDAHULUAN

Tantangan yang dihadapi pendidikan Islam dewasa ini semakin menghawatirkan.

Pendidikan merupakan hal yang penting pada sebuah negara. Semakin baik pendidikan suatu bangsa, semakin baik pula kualitas bangsa tersebut. Pendidikan adalah muatan arahan pilihan yang ditetapkan sebagai wahana pengembangan masa depan

anak didik yang tidak terlepas dari keharusan kontrol manusia sebagai pendidik. Menurut pandangan Piaget sebagaimana dikutip oleh Syaiful Sagala (2015:3), pendidikan sebagai penghubung dua sisi, di satu sisi individu yang sedang tumbuh berkembang dan sisi lainnya adalah sosial, intelektual dan moral yang menjadi

(2)

55 tanggung jawab pendidik untuk mendorong

individu tersebut.

Dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan agama merupakan salah satu materi yang bertujuan meningkatkan akhlak mulia serta nilai-nilai spritual dalam diri anak. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan agama mempunyai peranan penting dalam melaksanakan pendidikan karakter di sekolah. Maka sekolah harus mampu menyelenggarakan pendidikan agama secara optimal dengan cara mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam lingkungan sekolah yang dilakukan oleh seluruh guru dan peserta didik secara bersama-sama serta berkesinambungan.

Kedisiplinan siswa sangat penting untuk kemajuan sekolah itu sendiri. Sekolah yang tertib akan menciptakan proses pembelajaran yang baik. Namun sebaliknya, di sekolah yang kurang tertib kondisinya akan jauh berbeda dan proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Meningkatkan kedisiplinan terhadap siswa sangat penting dilakukan oleh sekolah, mengingat sekolah merupakan tempat generasi penerus bangsa.

Disiplin sangat diperlukan di sekolah agar menjadi lembaga pembentukan mental yang handal. Doni Koesoema (2007:233), mengatakan bahwa Tanpa adanya nilai kedisiplinan, sekolah hanya akan menjadi tempat berseminya berbagai macam konflik

sehingga kekacaun bisa terjadi akibat tindakan indisipliner.

Siswa dalam melakukan kegiatan belajar di sekolah tidak terlepas dari berbagi peraturan dan tata tertib yang telah diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa harus berprilaku sesuai dengan tata tertib yang telah ada di sekolahnya. Peraturan diterapkan di sekolah memiliki tujuan supaya para siswa memiliki jiwa disiplin yang tinggi sehingga nantinya akan menjadi para generasi yang sukses. Dalam hal ini disiplin merupakan suatu sikap bersedianya kita melakukan dan menaati aturan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi ataupun di suatu tempat yang apabila kita dapat melakukannya berarti kita juga membantu menciptakan sebuah kondisi yang kondusif, tertib dan aman.

Akhir-akhir ini masalah disiplin sering disepelekan bahkan banyak pelanggaran- pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan sekolah. Mereka sering menyepelekan jadwal waktu kegiatan yang diatur sekolah. Misalnya, ketika masuk kelas siswa sengaja terlambat atau ketika jadwalnya shalat mereka tidak langsung mengambil wudhu malah mereka asyik bermain dengan temannya, hal itu berulang- ulang kali dilakukan. Adapun di luar sekolah, mereka sering membuang waktu dengan kegiatan yang tidak berguna sehingga tugas sekolah tidak menjadi pioritas utama. Mereka lebih suka menghambur-hamburkan waktunya, misalnya bermain game online di warnet. Hal itu, bukan suatu hal baru pada era sekarang yang serba modern. Mengingat semakin canggihnya teknologi mau tidak mau akan berdampak perubahan sikap pada anak sekolah.

(3)

56 Disiplin merupakan sesuatu yang sangat

penting dalam ajaran Islam, bahkan dapat dikatakan bahwa Islam adalah agama disiplin. Hampir seluruh ibadah-ibadah Islam mengandung pengajaran dan latihan disipilin. Kewajiban untuk menunaikan sholat dengan syarat dan rukun atau tata cara tertentu jelas mengandung pelajaran dan pelatihan disiplin. Azyumardi Azra (2002: 227)

Menurut pandangan Darmadi (2017:324), dalam buku Pengembangan Model Dan Metode Pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Siswa bahwa masalah disiplin siswa dalam belajar atau disiplin belajar siswa merupakan hal yang sangat penting, karena jika kedisiplinan tersebut telah tertanam dalam diri anak, maka ia akan berusaha untuk belajar secara teratur, kontinue, dan ajeg sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada sehingga akan tercapai sebuah prestasi dalam belajar.

Dalam proses pendidikan di sekolah figur guru merupakan pribadi kunci dan gurulah panutan utama dalam mendidikan anak didik, semua sikap dan perilaku guru akan dilihat, didengar, dan ditiru oleh anak didik, setiap perintah dan larangan akan dituruti anak didik karena sikap dan perilaku anak didik berada dalam lingkaran tata tertib atau peraturan sekolah. Dalam hal ini guru pembimbing adalah guru yang mempunyai peran dan tanggungjawab serta wewenang dan hak penuh dalam kegiatan bimbingan dan konseling terhadap anak terutama anak yang bermasalah dalam kedisiplinan sekolah. Adapun indikator peran guru adalah memberikan layanan kepada siswa yang memiliki masalah, tidak malas dalam membimbing terhadap pelanggaran siswa seperti terlambat masuk kelas, sering bolos, sering terlambat datang ke sekolah maupun sering membuat keributan di sekolah baik

waktu proses pembelajar maupun di luar pembelajaran.

Seorang guru, terutama guru pendidikan agama Islam (PAI) tidak hanya bertugas untuk mentransfer dan membimbing untuk penguasaan ilmu pengetahuan saja, akan tetapi yang jauh lebih berat yaitu mengarahkan dan membentuk perilaku dan kepribadian yang baik terutama dalam hal kedisiplinan terhadap anak didiknya.

Berbagai usaha tentu dilakukan oleh semua setiap lembaga pendidikan guna untuk membentuk dan meningkatkan kedisplinan siswa. Usaha tersebut juga dilakukan oleh guru Pendidikan agama Islam (PAI) di pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo guna membentuk kepribadian dan perilaku disiplin pada siswa.

Much. Hasan Darojat (2015:27), dalam tulisanya mengatakan bahwa guru mempunyai peran penting dalam membentuk kedisiplinan siswa, maka untuk membentuk kedisiplinan siswa harus di awali dengan kedisiplinan pada guru terlebih dahulu. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab terhadap seluruh aktivitas sekolah memiliki tugas salah satunya meningkatkan kedisiplinan guru sebagai teladan bagi siswa dan bersama guru memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.

METODE

Metode penelitian ini menggunakan metode penulisan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif Pendekatan dalam penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yaitu dengan

(4)

57 penyajian gambaran tentang situasi secara

rinci dan akurat mengenai peran guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi masalah kedisiplinan siswa, kegiatan yang dilakukan, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kegiatan tersebut.

PEMBAHASAN

Pendidikan agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapau tujuan yang telah di tetapkan. Dimana tujuan pendidikan agama Islam adalah menjadikan peserta didik manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.

Sebagai pengajar, guru dituntut mempunyai kewenangan mengajar berdasarkan kualifikasinya sebagai tenaga pengajar.

Setiap guru harus memiliki kemampuan profesional dalam bidang pembelajaran.

Dengan kemampuan tersebut, guru dapat melaksanakan perannya sebagai seorang guru seperti yang di ungkapkan oleh Suyanto Dan Asep Jihad (2013:3) dalam buku Menjadi Guru Profesional: Tstrategi Meningkatkan Kualifikasi Dan Kualitas Guru Di Era Global di antaranya:

a. Fasilitator, menyediakan kemudahan- kemudahan bagi siswa dalam proses belajar-mengajar

b. Pembimbing, yang membantu siswa mengatasi kesulitan pada proses belajar mengajar

c. Penyedian lingkungan, yang berupa menciptakan lingkungan belajar yang menantang bagi siswa agar mereka melakukan kegiatan belajar dengan bersemangat

d. Motivator, yang turut menyebarluaskan usaha-usaha pembaharuan kepada masyarakat, khusunya kepada subjek fisik yaitu siswa

e. Agen perkembangan kognitif, yang menyebarluaskan ilmu dan teknologi kepada siswa dan masyarakat.

Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Sebagai motivator hendaknya guru agama mampu memberikan atau membangkitkan motivasi siswa supaya mempunyai daya tarik dan minat belajar yang tinggi. Peran yang dilakukan guru PAI Pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo dalam hal memotivasi siswa adalah dengan salah satu menceritakan kesuksesan di berkiprah dimasyarakat yang telah dicapai oleh kakak kelas mereka, Bahwa kakak kelas mereka bisa sukses karena pada saat mereka sekolah, mereka selalu disiplin dalam belajar, disiplin dalam mematuhi tata tertib sekolah, disiplin ketika dirumah.

Seperti yang diungkapkan oleh hermansyah siswa Pondok pesantren Tahfidz Al- Mubarok Pajo kelas X mengatakan bahwa kalau guru PAI gurunya datang tepat waktu dan memberikan cerita-cerita yang bermotivasi tentang kedisiplinan.

Selain dengan menceritakan kesuksesan yang diraih oleh kakak-kakak kelas sebelumnya yang sukses, guru PAI juga mengembangkan pemikiran yang namanya lepskil kepada anak karena ketika anak memiliki lepskil ketika mereka keluar sekolah mereka bisa memposisikan diri di dunia pendidikan maupun ketika di masyarakat karena mereka alumni pesantren yang siap terjun di masyarakat.

Dari hasil wawancara bersama siswa Pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo penulis menyimpulkan bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam memberikan

(5)

58 motivasi siswa agar selalu berdisiplin. Alif

membenarkan bahwa guru PAI selalu memberikan motivasi kepada siswa ketika masuk untuk mengajar, setiap pembukaan otomatis selalu memberikan motivasi untuk apa ibarat stamina dan spirit dari siswa- siswanya tersebut dapat meningkat dan dia itu berharap siswa-siswanya dapat berpola fikir positif makin dewasa makin benar.

Selain itu dari hasil wawancara dengan siswa Pondok pesantren Tahfidz Al- Mubarok Pajo bahwa guru PAI juga memberikan nasehat dan teguran sekaligus untuk motivasi kepada siswa untuk selalu meningkatkan kedisiplinan, hal yang sama juga diungkapkan oleh Imadudin bahwa guru PAI selalu memberikan nasehat dan motivasi kepada siswa untuk berdisiplin dalam dalam pakain bersikap berprilaku sama lupa meninggalin shalat dan selalu mengerjakan pr terus tidak ribut.

Dari penjelasan di atas maka penulis menyimpulkan bahwa Peran guru PAI sebagai motivator adalah mereka selalu memberi dorongan kepada siswa untuk selalu disiplin. Wujud dorongan yang mereka berikan yaitu dengan menceritakan bahwa banyak kakak kelas mereka yang sukses karena mereka selalu disiplin dalam belajar.

Selain dengan motivasi guru PAI pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo dalam meningkatkan kedisplinan siswa, juga dilakukan dengan memberikan keteladan kepada siswa misalnya guru PAI datang tepat waktu, berpakaian rapi mengajak shalat berjama’ah karena semua gerak gerik, penampilan cara bicara akan di perhatian siswa. Seperti yang di ungkapkan oleh guru PAI pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo mengatakan bahwa gimana kita mau di tiru kalau gurunya sendiri tidak bisa ditiru kenapa karena kita sebagai guru harus bisa

di tiru dan di gugu jadi kalau anak-anak itu yang sangat kritis atau jeli mereka itu sangat menilai dengan guru dari sepatu sampai ke lain-lainya dari ujung kuku sampai ujung rambut dinilai jadi anak-anak itu sangat bisa menilai terhadap guru jadi kalau gurunya tidak bisa memberikan contoh dengan baik terhadap anak-anaknya itu tidak bisa dijadikan contoh nah di situ saya sabagai guru PAI saya sangat menjaga dengan imega guru.

Jadi seorang guru harus benar-benar bisa menjaga kewibawaanya dihadapan para siswa agar seorang guru tetap menjadi teladan bagi siswa. Peran guru PAI sebagai teladan di Pondok pesantren Tahfidz Al- Mubarok Pajo selalu mengajarkan siswa untuk selalu disiplin, contohnya guru PAI selalu memberi contoh kepada siswa untuk tepat waktu dalam masuk ke sekolah maupun masuk ke kelas, selain itu guru PAI selalu memberi contoh kepada siswa untuk membuang sampah pada tempatnya.

Peran guru PAI di Pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo dalam meningkatkan kedisplinan siswa sebagai seorang pembimbing adalah mereka yang selalu memberikan nasehat dan teguran kepada para siswa agar tidak melanggar tatatertib, tidak terlambat masuk kelas, tidak membuat keributan di kelas, maupun yang mengingatkan agar siswa rajin dalam belajar maupun ibadah intinya adalah mereka selalu memberi dorongan dan semangat kepada siswa. Bisa juga peran dalam hal bimbingan guru PAI membantu menyelesaikan permasalan yang di hadapi siswa misalnya kesuliatan dalam belajar guru memberikan jam tambahan atau bagi mereka yang ingin belajar agama guru PAI menyediakan waktu dan tempat kepada siswa berkonsultasi.

Guru yang memberikan sanksi kepada murid karena melakukan kesalahan atau

(6)

59 melanggar tatatertib ini juga termasuk

mendisiplinkan siswa supaya mereka menyadari kesalahanya dan tidak mengulangi lagi.

Peran guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan siswa, Sebagai pembimbing, yang dilakukan guru Pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo selalu memberi arahan kepada siswa untuk selalu disiplin dan mentaati peraturan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Maka dapat disimpulkan bahwa guru PAI memiliki peran dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui motivasi yang guru PAI sampaikan, karena motivasi tersebut diharapkan para siswa menjadi lebih berdisiplin, mereka mampu datang tepat waktu, tidak melanggar tatatertib sekolah, tidak membuat keributan di sekolah, belajar sungguh-sungguh dan menyadari pentingnya kedisiplin untuk masa yang akan datang, maupun untuk menunjang kesuksesan kelak bagi mereka yang akan terjun di masyarakat khususnya.

Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam meningkatkan kedisiplinan siswa a. Latar belakang siswa

Keadaaan keluarga dari siswa yang berbeda-beda menjadikan kesadaran akan kedisiplinan dari masing-masing siswa menjadi hambatan paling besar dalam mendisiplinkan perilaku siswa.

Peran keluarga yang kurang dalam memberikan pendidikan kedisiplinan kepada anak memberikan dampak yang besar terhadap sikap disiplin anak di lingkungan sekolah. Dalam keadaan yang seperti ini maka guru PAI harus memahami terlebih dahulu latar belakang dari siswa yang mempunyai masalah di sekolah.

Dari hasil wawancara dengan siswa Pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok

Pajo yang mengatakan bahwa kalau disiplin se itungannya ya ..se 65 %...

kalau yang membuat kurangnya disiplin siswa se ada beberapa hal yang pertama kurang pendidikan dari rumah itu yang lebih utama.. jikalau orang tua tidak memberikan pendidikan yang benar dan termasuk pemikiran anaknya belum dewasa pasti disiplin itu belum akan muncul pada diri anak tersebut Cuma kalau sudah di ajarkan dari kecil disiplin caranya bertangung jawab itu udah terbiasa di lingkungan sekitar. Dari hasil wawancara tersebut mengambarkan bahwa kedisiplinan seorang siswa itu tergantung bagaimana kebiasaanya sehari-hari ketika di rumah maupun lingkungan sekitar, yang nantinya juga akan menjadi kebiasaan di sekolah apakah ia akan disiplin atau justru sering melanggar.

b. Kesadaran Siswa dalam berdisiplin Kedisiplinan merupakan hal pertama dan utama yang harus dimiliki oleh siswa untuk meraih segala yang diinginkan baik bidang akademik maupun non akademik. Namun banyak diantara para siswa yang menyepelekan kedisiplinan yang harus dimiliki.

Kebanyakan dari mereka masih banyak yang melanggar peraturan atau tatatertib yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Kurangnya kesadaran inilah yang menjadi salah satu penghambat untuk menerapkan kedisiplinan di kalangan anak-anak sekolah.

Banyaknya siswa yang melanggar kedisiplinan sekolah dikarenakan kuranngnya kesadaran siswa akan pentingnya disiplin, mereka menganggap melanggar disiplin adalah hal yang biasa.

Disinilah tugas seorang guru untuk memberikan pengertian akan pentingnya

(7)

60 disiplin. Intinya kita memberikan

motivasi anak untuk berdisiplin kepada siswa bahwa tantangan di luar lebih berat dari tantangan saat ini belum seberapa... dengan bahasa bahasa motivasi sekuat apapun belajar kalau tidak ada motivasi yang kuat dan tanpa labskil mau jadi apa.1 Maka seorang guru harus selalu memberikan motivasi kepada siswa untuk sentiasa meningkatkan kesadaran akan pentingnya kedisplinan diri untuk para peserta didik.

c. Tingkat kedisiplinan guru

Segala gerak dan perilaku guru akan menjadi contoh bagi siswa yang nantinya akan di ikuti oleh siswa, maka jika seorang guru telah disiplin maka tidak menutup kemungkinan siswa pun akan berdisiplin, siswa tidak telat datang ke sekolah, siswa tidak membuat keributan di sekolah, siswa tidak akan membuang sampah sembarang, berdasarkan hasil wawancara teryata ada guru di pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo yang kurang berdisiplin atau tidak peduli dengan kedisiplinan di sekolah, seperti yang disampaikan oleh kepala sekolah saat wawancara tentang kendala meningkatkan kedisiplinan siswa mengatakan bahwa:

“Kendalanya itu karena tidak semua guru peduli dengan aturan yang ada artinya ya... ada guru yang masa bodo atau tidak peduli dengan aturan. Ada guru yang melihat sampah diam aja. Ada guru yang misalnya udah tau ada anak murid yang terlambat tidak ditegur itu mungkin itu salah satu kendalanya disitu. kalau sebagai kepala sekolah

1 Wawancara dengan guru PAI Pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo, 17 Nopember 2022

sebenarnya setiap rapat selalu ditekankkan disiplin tersebut bahkan di sini ... bahkan kepala sekolah pun menegur guru yang tidak memakai seragam sekolah pun di tegur... jadi di tegur silahkan pulang ganti baju seragam ... sampai segitunya kepala sekolah .ya memang disini ya mungkin itu menjadi kendala di semua tempat bahwa tidak semua orang peduli”.

Inilah yang menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di Pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo karena masih adanya guru yang tidak peduli dengan lingkungan dan keadaan sekitarnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa kedisiplinan siswa di Pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo sudah cukup, walau tidak menutupi masih banyak siswa yang melanggar kedisiplinan, baik itu melanggar kedisiplinan waktu, norma maupun peraturan tatatertib sekolah.

Dengan bukti masih adanya siswa yang tidak masuk kelas tanpa keterangan, masih banyaknya siswa yang terlambat masuk kelas, terutama pada jam pertama dengan mandi ngantri, belum makan maupun karena tidak ada yang bangunin atau memang dari siswanya yang malas sekolah. Ada juga yang masuk sekolah tidak membawa peralatan sekolah, tidak memakai seragam, atau pakaian tidak rapi, tidak mengerjakan tugas, ada juga yang membuat keributan dikelas sehingga menganggu ketenangan belajar siswa yang lain.

Peran guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan belajar, Sebagai pembimbing, guru pendidikan agama Islam Pondok pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo selalu memberi arahan dan nasehat kepada siswa untuk selalu berdisiplin dan mentaati

(8)

61 peraturan, baik di sekolah maupun di luar

sekolah. Peran guru sebagai motivator adalah mereka selalu memberi dorongan anak didiknya agar bergairah dan aktif dalam belajar serta selalu berdisiplin mentaati tatatertib yang berlaku di sekolah, wujud dorongan yang mereka berikan yaitu dengan menceritakan bahwa banyak kakak kelas mereka yang sukses karena mereka selalu disiplin dalam belajar. Peran guru pendidikan agama Islam (PAI) sebagai teladan adalah guru yang selalu mengajarkan siswa untuk selalu disiplin, contohnya guru PAI selalu memberikan contoh kepada siswa untuk tepat waktu dalam masuk ke sekolah maupun masuk ke kelas, menjaga penampilan agar selalu rapi, selain itu guru PAI selalu memberi contoh kepada siswa untuk membuang sampah pada tempatnya.

Beberapa faktor yang menjadi kendala dalam meningkatkan kedisiplinan

siswa di antaranya yang pertama, latar belakang siswa dimana kedisiplinan seorang siswa itu tergantung bagaimana kebiasaanya sehari-hari ketika di rumah maupun lingkungan sekitar itu tergantung bagaimana kebiasaanya sehari-hari ketika di rumah maupun lingkungan sekitar. Kedua kesadaran siswa dalam berdisiplin Banyaknya siswa yang melanggar kedisiplinan sekolah dikarenakan kuranngnya kesadaran siswa akan pentingnya disiplin karena menganggap melanggar disiplin adalah hal yang biasa.

Ketiga tingkat kedisiplinan guru, karena segala gerak dan perilaku guru akan menjadi contoh bagi siswa yang nantinya akan di ikuti oleh siswa, maka jika seorang guru telah disiplin maka tidak menutup kemungkinan siswa pun akan berdisiplin.

(9)

62 Daftar Pustaka

Sagala, Syaiful, Administrasi Pendidikan Kontemporer, Bandung: Alfabeta, 2015

Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006

Koesoema, Doni, Pendidikan Karakter Strategi Mendidik Anak Di Zaman Global, Jakarta: PT.

Grasindo 2007

Azra, Azyumardi, Paradikma Baru Pendidikan Nasional Rekonstruksi dan Demokratisasi, Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2002

Darmadi, Pengembangan Model Dan Metode Pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Siswa, Yogyakarta:

Deeppublish, 2017

Darojat, Much. Hasan, “Karakter Guru dan Murid Dalam Pendidikan Islam: Konsep Pendidikan Islam dan Pandangan Ibn Jama’ah” Dalam Jurnal Edukasiana, Vol. 6 No. 3, Oktober 2015

Djamarah, Syaiful Bahri, Rahasia Sukses Belajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002

Mujid, Abdul, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014

Kurniawan, Wisnu Aditya, Budaya Tertib Siswa Di Sekolah, Penguatan Pendidikan Karakter Siswa, Jawa Barat: CV. Jejeak, 2018

Jihad, Suyanto Dan Asep, Menjadi Guru Profesional: Tstrategi Meningkatkan Kualifikasi Dan Kualitas Guru Di Era Global, Erlanga, 2013.

Referensi

Dokumen terkait

Guru kelas H, M, Hp, Ap mengungkap bahwa saya memberi nasehat kepada siswa jika tidak melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya, selalu taat dan

Pelaksanaan praktik mengajar (PPL) tidak lepas dari peran guru pembimbing dan dosen pembimbing PPL. Selama praktik mengajar, guru pembimbing selalu memberikan motivasi dan arahan

kepada siswa. Peran Guru PAI Dalam Meningkatkan Perilaku Qana’ah Siswa a) Pearn guru sebagai teladan, mendidik dengan memberi teladan. Peran Guru PAI Dalam Meningkatkan

(3) peran guru Aqidah Akhlak dalam membentuk karakter kedisiplinan pada ketepatan terhadap pelaksanaan tugas adalah (a) Sebagai pembimbing, guru memberikan arahan

Kedisiplinan tidak terlepas dari peran guru, terutama adalah guru agama Islam dalam membina kedisiplinan dan moralitas siswa, tentunya diperlukan peran yang tepat dan

Proses penerapan kedisiplinan belajar siswa dengan menerapkan pembiasaan-pembiasaan kedisiplinan belajar dalam PAI di SMAN 1 Rejotangan yang dilakukan oleh guru PAI

Adapun hasil penelitian ini adalah Pembelajaran dengan sembilan macam pendekatan memiliki dampak positip dalam peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I

PENERAPAN METODE UNJUK KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IX Marzuki SMP N 1 Wanasaba Email: [email protected] ABSTRAK: Penggunaan metode Unjuk