Kelompok 3:
Novi
santika(E2A022563)
Arum Indarti (E2A022) Adam Haryanto
(E2A022)
falsafah hidup dan ajaran
kh.ahmad dahlan
3 materi yg dibahas
Mengenal sosok K.HAhmad Dahlan
Tujuh falsafah hidup K.H Ahmad Dahlan
Kelompok ayat
kajian K.H Ahmad Dahlan
K.H Ahmad Dahlan lahir di Kauman Yogyakarta, pada tahun 1868 M. Beliau putra KH Abu Bakar bin KH Sulaiman, bergelar Khatib Amin Masjid Gede Yogyakarta.
Umurnya selisih lebih muda dari Syaikh Muhammad Rasyid Ridha, tokoh pembaharu islam di Mesir. Selain menjabat sebagai Khatib Amin, KH. Ahmad Dahlan juga sebagai seorang pengusaha baik dan aktivis. Jaringan bisnisnya meliputi Cianjur, Batavia, Semarang, Surabaya dan Padang.
Ahmad
Dahlan Nama Kecil
mengenal sosok K.H Ahmad dahlan
Nama kecil KH Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwis. Beliau merupakan anak kermpat dari tujuh bersaudara yang semua saudaranya perempuan kecuali adik bungsunya. Dalam silsilah beliu termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang pelopor pertama terhadap penyebaran dan pengembangan agama islam di Tanah Jawa.
Mengenal sosok k.h Ahmad dahlan
Ahmad Dahlan bin KH. Abu Bakar bin KH. Sulaiman bin Kyai Murtadha bin Kyai Ilyas bin Demabg Djurubv Djuru Kapindo bin Demang Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig Jatinom bin Maulana Fadhulullah Prapen bin Maulana Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim
Selisih
Keturunan
Pendidikan
Pada usia 15 tahun beliau pergi haji dan tinggal di Mekah selama 5 tahun. Selama di Mekah KH Ahmad Dahlan berinteraksi dengan pemikiran- pemikiran pembaharu islam, seperti Ibnu Taimiyah, Muhammad Rasyid Ridha. Sepulang dari Mekah tahun 1888 M, beliau berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Pada tahun 1903 beliau kembali lahi ke Mekkah dan menetap selama 2 tahun. Ia sempat berguru kepada Syaikh Ahmad Khatib al Minangkabawi yang juga guru pendiri Nahdhatul Ulama yaitu KH. Hasyim Asy'ari.
Mengenal sosok k.h Ahmad dahlan
Sepulang dari Mekah beliau menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, pahlawan Nasional dan Pendiri Aisyiyah. Siti Walidah anak Kyai Penghulu H.Fadhil. Dari pernikahan dengan Walidah beliau dikarunia 6 orang anak, yaitu Djanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, dan Siti Zaharah.
Selain itu KH. Ahmad Dahlan juga pernah menikahi Nyai Abdullah seorang janda H. Abdullah, Nyai Rum adik dari Adjengan Penghulu Cianjur dan dikaruniai seorang putra yang bernama Dandanah dan pernah juga menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta
Keluarga
Wafatnya KH. Ahmad Dahlan
KH. Ahmad Dahlan wafat pada tanggal 23 Februari 1923 M disebabkan gangguan kesehatan yang semakin kurang membaik dan menurun.
Tujuh falsafah ini merupakan pandangan dan cara hidup KH. Ahmad Dahlan dalam menjalani hidup dan kehidupannya.
Tujuh falsafah ini ditulis ulang oleh murid beliau yang bernama KRH. Hadjid
7 falsafah ajaran KH. Ahmad
dahlah
• “Manusia hidup di dunia hanya sekali untuk bertaruh”
Mengisyaratkan manusia perlu mengisi secara tepat dan benar kehidupannnya yang hanya sekali ini agar taruhannya menang, dan tidak rugi dan merugikan orang lain. Kemenangan tersebut akan diraih jika manusia mengisinya dengan kegiatan-kegitan yang positif
falsafah ajaran KH. Ahmad
dahlah
2. “Kebanyakan di antara manusia berwatak sombong dan takabur, hanya mementungkan kepentingannya sendiri.”
3. “Manusia itu kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali dua kali, dan berulang-ulang, maka kemudian menjadi biasa. Kalau sudah menjadi kebiasaan yg dicintai itu sukar untuk dirubah, sudah menjadi tabiat, bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yg diterima, baik itu dari sudut keyakikan atau i’itiqad, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yg mau merubah, mereka sanggup membela dengan mengorbakan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yg dimiliki adalah benar.”
falsafah ajaran KH. Ahmad
dahlah
4. “Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama menggunakan akal fikirannya untuk memikirkan, bagaimana sebenarnya hakekat dan tujuan manusia hidup di dunia. Apakah perlu? Hidup di dunia harus mengerjakan apa? Dan mencari apa? Dan apa yang dituju?. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi i’itiqad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kenenaran. Karena kalau hidup di dunia hanya sekali ini sampai sesat akibatnya akan celaka dan sengsara.”
falsafah ajaran KH. Ahmad
dahlah
5. “Setelah manusia mendengarkan pelajaran- pelajaran fatwa yang bermacam-macam, membaca beberapa tumpuk buku. Sekarang, kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir kalau menetapi kebenaran, akan terpisah dari apa-apa yang sudah menjadi kesayangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata, banyak ke khawatiran dan akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menempati kebenaran.”
falsafah ajaran KH. Ahmad
dahlah
6.”Kebanyakan pemimpin-pemimpin rakyat, belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mempermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah.”
falsafah ajaran KH. Ahmad
dahlah
7.”Pelajaran terbagi atas dua bagian: belajar ilmu, pengetahuan atau teori dan belajar amal, mengerjakan atau mempraktekkan. Semua pelajaran harus dengan cara sedikit demi sedikit, setingkat demi setingkat. Demikian juga dalam belajar amal, harus bertingkat. Kalau setingkat saja belum dapat mengerjakan, tidak perlu ditambah.”
falsafah ajaran KH. Ahmad
dahlah
• Membersihkan diri sendiri, Al-jatsiyah ayat 23
• Menggempur hawa nafsu mencintai harta benda, Al-Fajr ayat 27-23
• Orang yang mendustakan agama, Al-Ma’un ayat 1-7
• Apakah artinya agama itu, Al-Rum ayat 30
• Islam dan sosialisme, At-taubah ayat 34-35
• Menggunakan waktu untuk ibadah, Al-Ashr ayat 1-3
17 kelompok ayat kajian kh.
ahmad dahlan
6. Iman atau kepercayaan, al- Ankabut ayat 1-3
8. Amal shaleh, Ak-Kahf ayat 110 dan al Zumar ayat 2
9.Watawa shawbil haqq, Yunus ayat 108, Al-Kahfi ayat 29, Muhammad ayat 3, Al-Furqan ayat 44, Al- anbiya ayat 24 Yunus ayat 32, al-Shaff ayat ayat 9, al-Baqarah ayat 147, al-Anfal ayat 8, al-Isra’ ayat 81 dan al-Mu’min ayat 70.
10. Watawa shawbish shabri, al-Ashr ayat 3 11.Jihad, Al-Imran ayat 142
17 kelompok ayat kajian kh.
ahmad dahlan
12. Wa ana minal muslimin, Ak-An’am ayat 162- 163
13. Al-Birru, Ali Imran ayat 92 14. Surat al-Qari’ah ayat 6-11 15. Surat al-Shaff ayat 2-3
16. Menjaga diri, al-Tahrim ayat 6
17. Apakah belum waktunya, surat al-Hadid ayat 16