ALAT PENDETEKSI KEBOCORAN GAS BERBASIS
MIKROKONTROLER DI PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Indonesia Asahan Aluminium
Disusun oleh :
Budi Setiawan (2105011021) Sebastian I. Siburian (2105052040)
Smelter Maintenance Plant Two (SMT) / Gas Recovery Mechanic (GRM) Smelter Maintenance Plant Two (SMT) / ACC Mechanic
PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM TAHUN 2023
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PROGRAM MAGANG MAHASISWA
Judul : Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Berbasis Mikrokontroler di PT Indonesia Asahan Aluminium
Nama Penyusun : Sebastian I.Siburian
NIM : 2105052040
Seksi : Smelter Maintenance Plant Two (SMT) Departemen : Smelter General Maintenance (SGM)
Telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi ketentuan yang ditetapkan dan di dalamnya tidak mengandung unsur plagiarisme.
Disahkan di : Kuala Tanjung Pada tanggal : 21 Mei 2024 Penyusun
Sebastian I.Siburian On The Job Training
Mengetahui,
Jalu Prasetyo Nasrun Nasution
Smelter Maintenance Plant Two Kepala Seksi SMT
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN...i
LEMBAR PENGESAHAN...ii
DAFTAR ISI...iii
DAFTAR TABEL...iv
DAFTAR GAMBAR...v
ABSTRAK...vi
ABSTACT...vii
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Tujuan...2
1.3 Rumusan Masalah...2
1.4 Batasan Masalah...2
1.5 Hipotesa...2
BAB II DATA DAN FAKTA PENDUKUNG...3
2.1 Arduino Uno (ATMega328)...3
2.2 Sensor MQ-2...4
2.3 Resistor...5
2.4 Buzzer...5
2.5 Lampu LED (Led Emitting Diode)...6
2.5.1 Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)...6
BAB III PEMBAHASAN...8
3.2 Perancangan Hasil...8
3.3 Pengujian dan Hasil Pengujian...9
3.4 Cost & Benefits...11
3.4.1 Cost (Biaya):...11
3.4.2 Benefits (Manfaat):...11
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN...12
4.2 Kesimpulan...12
4.3 Saran...12
DAFTAR PUSTAKA...13
ii
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Spesifikasi Arduino Uno...4
DAFTAR GAMB
Gambar 2.1 Arduino Uno...3
Gambar 2.2 Sensor Gas MQ-2...4
Gambar 2.3 Jenis Resistor...5
Gambar 2.4 Buzzer...6
Gambar 2.5 Led (Led Emitting Diode)...6Y Gambar 3.1 Flowchart...8
Gambar 3.2 Skematik rangkaian pendeteksi...8
Gambar 3.3 Rangkaian pengujian alat dibawah 400ppm...9
Gambar 3. 4 Rangkaian pengujian alat diatas 400ppm...10
Gambar 3. 5 Grafik kondisi kadar dibawah 400ppm...10
Gambar 3. 6 Grafik kondisi kadar diatas 400ppm...11
iv
ABSTRAK
Kebocoran tabung gas acetyline menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran pada Perusahaan. Untuk mencegah terjadinya kebakaran tersebut maka dibuat perangkat pendeteksikebocoran gas dan api menggunakan sensor MQ2 dan flame detektor agar kebakaran dapatdicegah. Alat pendeteksi menggunakan sensor MQ2 berbasis prototype merupakan suatu alat yang dibuat sebagai sensor deteksi Alkohol, C2H2, H2. LPG, CH4, CO, Asap dan Propane. Perangkat menghasilkan data yang terdeteksi oleh sensor yang ditampilkan di lampu indicator . Breadboard, Arduino uno sebagai otaknya, sensor MQ2 sebagai input data, buzzer, lampu indicator sebagai output. Teknik pengumpulan data dalam pembuatan pendeteksi kebocoran gas dan api dengan mengunakan sensor MQ2.
ini dapat dari datasheet, jurnal, buku dan artikel dan beberapa situs internet yang mendukung pembuatan perangkat ini. Dalam pembuatan perangkat atau alat pendeteksi kebocoran gas ini juga dibagi menjadi dua bagian yaitu pertama membuat perangkat keras(hardware), selanjutnya perangkat lunak (software).
Hasil dari pendeteksi alat ini adalah pengguna dapat mengetahui kebocoran tabung asetelin . Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengguna lebih aman karena ketika ada kebocoran gas maka alat akan mendeteksi gas asetelin , kemudian pesan akan ditampilkan ke lampu indikator , buzzer dan alarm secara otomatis juga hidup Ketika terjadi kebocoran gas acetyline
Kata kunci : Sensor MQ2, Arduino, Alarm , lampu indicator
ABSTACT
The acetyline gas cylinder leak was one of the causes of the fire at the Company.
To prevent these fires, a gas leak and fire detection device was created using an MQ2 sensor and a flame detector so that fires can be prevented. The detection tool uses a prototype-based MQ2 sensor, a tool created as an Alcohol, C2H2, H2 detection sensor. LPG, CH4, CO, Smoke and Propane. The device produces data that is detected by the sensor which is displayed on the indicator light.
Breadboard, Arduino Uno as the brain, MQ2 sensor as data input, buzzer, indicator light as output. Data collection techniques in making gas and fire leak detectors using the MQ2 sensor. This can be from datasheets, journals, books and articles and several internet sites that support the creation of this device. In making a gas leak detection device or tool, it is also divided into two parts, namely first making the hardware, then software. The result of this detection tool is that the user can find out if the acetylene tube is leaking. The conclusion of this research is that users are safer because when there is a gas leak the tool will detect acetyline gas, then a message will be displayed on the indicator light, buzzer and alarm which will automatically turn on when an acetyline gas leak occurs.
Keywords: MQ2 sensor, Arduino, alarm, indicator light
vi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Gas adalah salah satu bentuk materi yang umum di alam semesta dan memiliki sifat unik yang membedakannya dari bentuk materi lainnya, seperti padat dan cair. Secara kimia, gas adalah zat yang tidak memiliki bentuk atau volume tetap; mereka mengisi ruang di mana mereka berada. Di bumi, gas hadir dalam berbagai bentuk dan komposisi, dan mereka memainkan peran penting dalam berbagai proses alamiah dan industri. Acetylene atau asetilena (C2H2) adalah hidrokarbon rangkap tiga yang paling sederhana (CH≡CH). Dikarenakan ikatan rangkap tiganya, asetilena merupakan gas yang tidak stabil dan sangat reaktif. Pada kondisi normal, asetilena adalah gas yang sangat mudah terbakar, tidak berbau (ketika murni), tidak berwarna, dan tidak beracun. Selain itu, densitas asetilena sedikit lebih ringan daripada udara yaitu sebesar 0,908 g/ml (udara = 1 g/ml). Asetilena memiliki massa molekul 26,04 g/mol dan titik didih -84 °C pada kondisi 1 atm. Proses produksi asetilena dapat dilakukan dari bahan baku kalsium karbida dan air atau oksidasi parsial senyawa metana dengan oksigen berkonsentrasi tinggi (Sachsse Process).
Asetilen, juga dikenal sebagai etin, adalah hidrokarbon alifatik yang sederhana namun sangat berguna. Dengan rumus kimia C2H2, gas ini terdiri dari dua atom karbon yang terikat oleh ikatan tiga dan dua atom hidrogen. Ini adalah senyawa yang sangat reaktif dan memiliki berbagai kegunaan yang luas dalam proses industri. Asetilena banyak digunakan pada industri manufaktur, yaitu:
proses pengelasan dan pemotongan logam. Namun, asetilena juga dapat digunakan sebagai bahan baku produksi senyawa kimia non-organik dan pembuatan polimer [1].
Salah satu aplikasi utama asetilen adalah sebagai bahan bakar dalam proses pengelasan oksigas. Saat dicampur dengan oksigen dalam perbandingan yang tepat dan dibakar, gas asetilen menghasilkan nyala panas yang sangat tinggi, mencapai suhu lebih dari 3.000 derajat Celsius. Ini membuatnya ideal untuk pengelasan logam dan pemotongan dengan presisi tinggi.
Selain itu, asetilen juga digunakan dalam proses kimia untuk mensintesis berbagai senyawa organik kompleks. Misalnya, itu adalah bahan baku penting dalam produksi etilen oksida, asam asetat, PVC (polivinil klorida), dan berbagai produk kimia lainnya.
Namun, meskipun memiliki banyak kegunaan yang berharga, gas asetilen juga memiliki sifat yang berpotensi berbahaya. Misalnya, gas ini mudah terbakar dan bahkan dapat membentuk campuran yang dapat meledak jika tidak ditangani dengan hati-hati. Oleh karena itu, penggunaannya memerlukan prosedur keamanan yang ketat dan penanganan yang cermat.
Keamanan adalah salah satu aspek penting dalam lingkungan baik pribadi, kantor, pekarangan, tempat liburan pedesaan atau metropolitan, toko ritel atau tempat lain, terutama tempat-tempat yang cenderung terbakar. Dalam hal ini penulis merancang alat untuk mendeteksi kebocoran gas Asetilin yang terintegrasi
suatu sistem menggunakan sensor MQ-2 menggunakan mikrokontroler ATMega 328 dengan buzzer sebagai memberi peringatan kepada pengguna.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari kerja praktek ini adalah :
1. Merancang sistem pendeteksi kebocoran gas pada suatu ruangan berbasis mikrokontroler Arduino Uno Mikrochip Atmega328P
2. Menjaga meningkatkan keamanan pada suatu ruangan dari Tingkat kebakaran.
3. Mengetahui adanya kebocoran pada gas.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar belakang masalah yang sudah di jelaskan sebelumnya, permasalahan yang dapat dirumuskan adalah :
1. Bagaimana mengimplementasikan sensor menggunakan mikrokontroler Arduino Uno Mikrochip Atmega328P untuk meningkatkan efisiensi?
1.4 Batasan Masalah
Dalam perencanaan ini terdapat beberapa batasan masalah sebagai berikut:
1. Penggunaan Arduino Uno pada industri melibatkan batasan performa dan ketahanan perangkat tersebut. Dalam lingkungan industri Arduino kurang tahan terhadap kondisi lingkungan dan memiliki keterbatasan dalam keamanan dan kendala
2. Keterbatasan alat yang digunakan untuk bereksperimen 1.5 Hipotesa
Rancangan ini menggunakan mitrokontroler Arduino yang dapat memberikan solusi yang efisien, ekonomis, dan mudah di implentasikan untuk sebuah ruangan penyimpan gas. Namun, perlu diperhatikan bahwa harus mempertimbangkan batasan dari Arduino Uno, seperti keterbatasan daya komputasi dan keamanan industri.
2
BAB II DATA DAN FAKTA PENDUKUNG 2.1 Arduino Uno (ATMega328)
Mikrokontroler Arduino merupakan sebuah sistem atau perangkat yang bersifat eopen source. Perangkat ini menggunakan bahasa C yang dipermudah dengan libraries yang ada pada Arduino. Arduino juga dapat mengetahui lingkungan sekitarnya dengan menggunakan sensor sensor yang dihubungkan pada board Arduino.
Gambar 2.1 Arduino Uno Umumnya Arduino memiiki 14 pin input/ouput.
6 pin dapat digunakan sebagai input PWM
6 pin sebagai analog input
Osilator Kristal 16 Mhz
Sebuah koneksi USB
Sebuah Power Jack
Sebuah ICSP Header
Dan tombol reset
Oleh karena itu arduio mampu mesupport mikrokontroler secara mudah terhubung dengan kabel power USB atau kabel power supply adaptor AC ke DC maupun dengan baterai.
a. Fungsi Arduino Uno Secara umum Arduino dengan sebuah mikrokontroller ini mampu menciptakan suatu program yang dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai komponen elektronika.
Sehingga cukup jelas, bila fungsi yang dimiliki arduino uno adalah untuk memudahkan pengguna dalam melakukan prototyping, memprogram mikrokontroller serta menciptakan berbagai alat canggih berbasis mikrokontroler.
b. Spesifikasi Arduino Uno
Tabel 2. 1 Spesifikasi Arduino Uno
Mikrokontroler ATmega328
Operating Voltage 5V
input Voltage
(recommended)
7-12V Input Voltage(batas) 6-20 V
Digital I/Pins 14 (6 sebagai output PWM) Analog Input Pins 6
DC Current per I/O Pin 40mA DC Current untuk 3.3 V
Pin
50mA
Flash Memory 32 Kb (Atmega328) dengan 0,5 sebagai boothloader
SRAM 2 KB (ATmega328)
EEPROM 1 KB (ATmega328)
Clock Speed 16 MHz
Panjang 68.6 mm
Lebar 53.4 mm
Berat 25
c. Cara kerja Arduino Uno
Pembacaan data oleh komponen input > data dikirim ke pin input > data masuk ke mikrokontroler > data diproses > data keluar dari Arduino > data dikirim ke pin output > data diteruskan ke komponen output.
2.2 Sensor MQ-2
Sensor MQ-2 adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi konsentrasi gas yang mudah terbakar di udara serta asap dan output membaca sebagai tegangan analog. Sensor gas asap MQ-2 dapat langsung diatur sensitifitasnya dengan memutar trimpotnya.Sensor ini biasa digunakan untuk mendeteksi kebocoran gas baik di rumah maupun di industri. Gas yang dapat dideteksidiantaranya: LPG, i-butane, propane, methane, alcohol, Hydrogen, smoke.Sensor ini sangat cocok di gunakan untuk alat emergensi sebagai deteksi gas, seperti deteksi kebocoran gas,deteksi asap untuk pencegahankebakaran dan sebagainya.
4
Gambar 2.2 Sensor Gas MQ-2 2.3 Resistor
Resistor merupakan salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam Rangkaian Elektronika. Hampir setiap peralatan Elektronika
menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika.
Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan Hambatan atau Resistansi Resistor adalah OHM (Ω) Fungsi-fungsi Resistor Fungsi-fungsi Resistor di dalam Rangkaian Elektronika diantaranya adalah sebagai berikut :
Sebagai Pembatas Arus listrik
Sebagai Pengatur Arus listrik
Sebagai Pembagi Tegangan listrik
Sebagai Penurun Tegangan Listrik
Gambar 2.3 Jenis Resistor 2.4 Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran Listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arussehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).
Gambar 2.4 Buzzer 2.5 Lampu LED (Led Emitting Diode)
LED (Light Emitting Diode) merupakan satu alat komponen Elektronik yang mengubah energy listrik menjadi cahaya.Warna cahaya yang di pancarkan LED (Light Emitting Diode) bervariasi warnanya tergantung dari jenis bahan semikonduktor yang digunakan pada pembuatan, dan di Arduino ini kita hanya menggunakan warna Mera dan Hijau. Fungsi LED (Light Emitting Diode) pada Arduino adalah untuk memberikan informasi adanya kebocoran gas LPG atau tidak. Dalam kondisi normal/stabil LED Hijau akan menyala namun Jika ada kebocoran Gas LPG maka lampu merah akan menyala.
Gambar 2.5 Led (Led Emitting Diode) 2.5.1 Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)
Seperti dikatakan sebelumnya, LED merupakan keluarga dari Dioda yang terbuat dari Semikonduktor. Cara kerjanya pun hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke Katoda. LED terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga menciptakan junction P dan N. Yang dimaksud dengan proses doping dalam semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity) pada semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju atau bias forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke Katoda (K), Kelebihan Elektron pada N-Type material akan berpindah ke wilayah yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-Type material). Saat Elektron berjumpa dengan Hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).
LED atau Light Emitting Diode yang memancarkan cahaya ketika dialiri tegangan maju ini juga dapat digolongkan sebagai Transduser yang dapat mengubah Energi Listrik menjadi Energi Cahaya.
6
BAB III PEMBAHASAN 3.2 Perancangan Hasil
Komponen yang digunkan pada perancangan ini sebagai berikut: Arduino Uno Mikrochip Atmega328P, sensor Gas MQ-2, LED, Resistor, Buzzer. Diagram blok rancangan ditunjukkan pada gambar 3.1, Sensor MQ-2 akan menerima output dari sensor yang masuk ke mikrokontroler kemudian diproses dan memerintah lampu sebagai indikator sehingga Buzzer hidup.
Gambar 3.1 Flowchart
Sensor gas MQ-2 merupakan sensor gas yang akan mendeteksi kebocoran gas diatas dan dibawah 300 – 10000 ppm (bahan yang mudah terbakar) dengan tegangan kerja output sebesar 5V, tegangan sensor tersebut dijadikan masukan mikrokontroler yang di program untuk memerintahkan indicator LED serta menghidupkan BUZZER pada setingan tertentu.
Skematik rangkaian sistem otomasi ditunjukkan pada Gambar 3.2 Gambar tersebut merupakan rangkaian keseluruhan sistem pendeteksi yang terdiri dari sensor Gas MQ-2 , Arduino Uno. Output sistem pendeteksi berupa lampu LED dan buzzer. Kaki data pada MQ-2 dihubungkan pada mitrokontroler A0 , Pin 12 mikrokontroler dihubungkan pada resistor yang terhubung dengan LED Red, Pin 11 mikrokontroler dihubungkan pada resistor yang terhubung dengan LED Green. LED Red dan Green dihubungkan pada Grounding.Pin 10 mikrokontroler dihubungkan pada resistor yang terhubung dengan BUZZER.
Gambar 3.2 Skematik rangkaian pendeteksi
3.3 Pengujian dan Hasil Pengujian
Skematik rangkaian di rangkai pada Arduino Uno Mikrochip Atmega328P.
Kaki data pada sensor M-Q2 dihubungkan pada A0 Mitrokontroler. Kaki Vcc dan Gnd pada M-Q2 dihubungkan pada Mitrokontroler sebesar 5V. Pin 12 mikrokontroler dihubungkan pada resistor yang terhubung dengan LED Red, Pin 11 mikrokontroler dihubungkan pada resistor yang terhubung dengan LED Green.
Pin 10 mikrokontroler dihubungkan pada resistor yang terhubung dengan BUZZER. LED Red dan Green dihubungkan pada Grounding. Gas yang akan di ukur oleh sensor gas M-Q2adalah diatas 400ppm. Ketika rangkaian sudah terpasang dengan benar maka dilakukan percobaan dengan menggunakan alat bantu gas yaitu korek api, korek api dipencet supaya mengeluarkan gas dan didekatkan dengan sensor gas M-Q2. Gas yang dihantarkan oleh korek api melebihi 400ppm maka sensor M-Q2 akan bekerja, tegangan output sensor dijadikan masukan mikrokontroler untuk diproses oleh program yang akan memerintahkan relay open/close melalui indikator LED sehingga buzzer akan berbunyi. Pada gambar akan diperlihatkan hasil dari rancangan.
Gambar 3.3 Rangkaian pengujian alat dibawah 400ppm
Gambar 3. 4 Rangkaian pengujian alat diatas 400ppm
8
Data hasil pengujian menggunakan gas korek diperoleh grafik :
Gambar 3. 5 Grafik kondisi kadar dibawah 400ppm
Dari hasil pengujian menggunakan gas korek api atau hanya mengukur kadar gas pada korek api diperoleh grafik :
Gambar 3. 6 Grafik kondisi kadar diatas 400ppm 3.4 Cost & Benefits
Dalam hal ini dapat dilihat cost (biaya) dan benefit (manfaat) dari penggunaan sensor kebocoran gas:
3.4.1 Cost (Biaya):
1. Pembelian Sensor: Biaya awal termasuk dalam membeli sensor kebocoran gas yang dapat bervariasi tergantung pada merek, kualitas, dan fitur tambahan yang disertakan.
2. Instalasi: Biaya pemasangan sensor oleh teknisi atau tenaga ahli. Ini bisa melibatkan biaya tambahan tergantung pada kompleksitas instalasi dan lokasi sensor.
3. Perawatan dan Kalibrasi: Sensor kebocoran gas memerlukan pemeliharaan dan kalibrasi secara berkala untuk memastikan kinerjanya optimal. Ini bisa menjadi biaya tambahan.
3.4.2 Benefits (Manfaat):
1. Deteksi Dini Kebocoran: Sensor kebocoran gas membantu mendeteksi kebocoran gas dengan cepat dan akurat. Hal ini dapat mencegah potensi kecelakaan yang disebabkan oleh kebocoran gas yang tidak terdeteksi.
2. Keselamatan: Dengan mendeteksi kebocoran gas secara dini, risiko kebakaran atau ledakan dapat dikurangi secara signifikan, menjaga keselamatan penghuni dan properti.
3. Perlindungan Lingkungan: Penggunaan sensor kebocoran gas membantu mengurangi emisi gas berbahaya ke lingkungan, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan secara keseluruhan.
10
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.2 Kesimpulan
Alat pendeteksi kebocoran gas membantu dalam mencegah kecelakaan serius seperti kebakaran atau ledakan yang dapat terjadi akibat kebocoran gas yang tidak terdeteksi. Dengan mendeteksi kebocoran gas secara dini, alat ini akan membantu melindungi kerusakan dan kerugian peralatan, mesin, ataupun aset yang disebabkan oleh kebocoran gas. Selain itu, alat pendeteksi kebocoran gas ini juga dapat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan serius akibat kebocoran gas bagi pekerja di sekitar area tersebut.
4.3 Saran
Untuk memastikan alat pendeteksi ini berfungsi dengan baik dan tingkat akurasi yang tinggi, maka kalibrasi sensor harus dilakukan secara berkala. Hal ini penting untuk dilakukan karena perubahan lingkungan, penggunaan jangka panjang, menempelnya debu, kotoran dan zat lain dapat memengaruhi sensitivitas sensor. Perawatan yang teratur dapat memperpanjang umur sensor dan menjaga keandalannya. Selain itu, sebelum pemasangan sensor, terlebih dahulu perlu dilakukan identifikasi area yang berisiko tinggi dan pastikan sensor ditempatkan secara optimal di area tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Widyanto; beni Erlansya h, “Merancang Bangunan Elpiji Bebasis Arduino.” Universitas Bina Darma Palembang, Palembang, 2004.
Lucky; Putra Yuditia, “Modul Latihan Mikrokontroler Arduinon Untuk Megontrol Suhu Ruangan Dengan Menggunakan Sensor Suhu Kipas Crystal Display,” Universitas Marcu Buana Jakarta, 2003.
Wicaksono Mochamad Fajar; Hidayat., Mudah Belajar Mikrokontroler Arduino. Bandung:
Informatika Bandung, 2007.
O. Ruli, “Alat Pendeteksi Kebocoran gas LPG Dengan SensorTGS2610 Berbasis Mikrikontroler ATmega8535,” Universitas Negeri Jakarta, 2011.
Pertamina, “Buku Pintar Petunjuk Aman Penggunaan Elpiji 3 Kg Pertamina.” Pertamina, Jakarta, 2007
12