• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALIGNMENT DRIVE SHAFT FAN DENGAN MOTOR PADA COOLING TOWER CELL A5 DI PLTU KANCI KABUPATEN CIREBON

N/A
N/A
Tri Sudrajat

Academic year: 2023

Membagikan "ALIGNMENT DRIVE SHAFT FAN DENGAN MOTOR PADA COOLING TOWER CELL A5 DI PLTU KANCI KABUPATEN CIREBON"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena atas karunia-Nya kita semua diberikan kesehatan dan perlindungan dari-Nya sehingga kita dapat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada semester enam ini. PKL ini dilaksanakan bagi mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Teknik Konversi Energi yang berlokasi di Unit PLTU Cirebon. Kami berharap laporan ini dapat memberikan informasi baik kepada peserta PKL maupun masyarakat yang membaca laporan PKL ini.

Laporan ini tidak akan selesai tanpa bimbingan dan bantuan dari Politeknik Negeri Jakarta dan Unit PLTU Cirebon. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para pengawas industri, staf pemeliharaan mekanik termasuk staf bagian boiler, staf bagian turbin, staf bagian Neraca Pabrik dan staf bagian Penanganan Batubara, serta staf administrasi yang membantu memastikan kelancaran proses PKL. . Kami selaku peserta dan penyusun laporan PKL ini sangat bersyukur atas selesainya laporan kegiatan PKL ini.

Kami sangat menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam laporan ini, sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar dapat menjadi masukan dalam penyusunan laporan selanjutnya.

PENDAHULUAN

Latar Belakang PKL

Ruang Lingkup PKL

Tujuan dan Manfaat PKL

Hal ini sebagai sarana menjalin kerjasama yang baik antara perusahaan/lembaga dengan perguruan tinggi.

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Profil Perusahaan

Energi utama yang digunakan PLTU Cirebon untuk menghasilkan listrik adalah batubara yang disuplai ke dermaga oleh Adaro Kedeco. Dermaga sendiri merupakan dermaga atau tempat berlabuhnya kapal-kapal pengangkut batu bara menuju PLTU. Dari jetty, batubara selanjutnya diangkut menggunakan Jetty conveyor belt langsung menuju area boiler room dan sebagian lagi diantar ke depo batubara untuk dilakukan penimbunan batubara. 7 bin pada coal silo sebelum masuk ke coal feeder, peranan coal feeder adalah mengatur seberapa besar aliran massa batubara yang akan digunakan untuk proses pembakaran di dalam tungku.

Setelah keluar dari coal feeder, maka batubara tersebut akan digiling di dalam pulverizer dan dialirkan ke dalam tungku dengan dorongan kipas udara primer menuju ke 6 tingkat burner yang terletak di keempat sudut tungku, di dalam tungku inilah berlangsung proses pembakaran. . yang digunakan untuk memanaskan uap. Udara yang digunakan untuk proses pembakaran di dalam tungku disuplai oleh dua buah kipas angin paksa, dimana udara tersebut dipanaskan terlebih dahulu menggunakan pemanas udara sebelum masuk ke dalam tungku. Uap superheated ini akan digunakan untuk memutar turbin bertekanan tinggi, uap yang keluar dari turbin bertekanan tinggi akan dipanaskan kembali di reheater, dan uap hasil pemanasan ulang ini akan digunakan untuk memutar turbin bertekanan sedang.

Produksi uap dari turbin bertekanan sedang akan digunakan langsung untuk menjalankan dua unit turbin bertekanan rendah. Agar turbin dapat bekerja lebih efisien, maka uap buangan yang keluar dari turbin harus berada dalam kondisi vakum.

Struktur Organisasi

Uap buang yang keluar dari turbin akan didinginkan menggunakan kondensor kontak tidak langsung yang dipasang di bawah turbin. Uap buang tersebut akan bersentuhan dengan tabung-tabung yang didalamnya terdapat aliran cairan pendingin berupa air laut, sehingga uap buang tersebut akan berubah fasa kembali menjadi air. .

DASAR TEORI

  • Pengertian Cooling tower
  • Desain cooling tower PLTU Kanci Cirebon
  • Komponen-komponenpada cooling tower
  • Troubleshooting pada fan cooling tower
  • Alignment

Udara masuk dari satu sisi (menara aliran tunggal) atau dari sisi berlawanan (menara aliran ganda). Udara masuk dari sisi menara melalui filler, sehingga bersentuhan langsung dengan air (pendinginan) dan keluar menuju bagian atas. Uap refrigeran panas dialirkan dalam tabung di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran panas.

Uap panas refrigeran berubah fasa dari gas menjadi cair, bertekanan tinggi dan mengalir menuju alat pemuai (penukar tekanan), sedangkan air yang keluar dari kondensor mempunyai suhu lebih tinggi. Karena air ini akan digunakan kembali untuk proses pendinginan kondensor, maka suhu di menara pendingin harus diturunkan atau didinginkan kembali. Langkah pertama adalah memompa air panas dari kondensor ke menara pendingin melalui sistem pipa yang memiliki banyak nozel di ujungnya untuk tahap penyemprotan.

Air panas yang keluar dari nosel (semprotan) bersentuhan langsung dengan udara sekitar, yang bergerak kuat di bawah pengaruh kipas yang dipasang di menara pendingin. Air yang telah mengalami penurunan suhu kemudian ditampung dalam bak/baskom kemudian dipompa kembali ke kondensor. Katup air make-up yang terhubung dengan sumber air terdekat juga dipasang di menara pendingin untuk meningkatkan kapasitas air jika terjadi kehilangan air pada proses evaporasi dan blowdown.

Penyelarasan merupakan suatu kerja atau proses simetri dua buah benda atau sumbu sehingga titik tengah poros penggerak dan sumbu poros digerakkan oleh dua tumpuan yang saling berhubungan. Karena dalam pekerjaan ini kami menggunakan metode indikator link, maka kami hanya akan membahas metode ini saja. Cara ini banyak digunakan dalam pekerjaan penyelarasan karena hasilnya akurat (teliti) dan juga karena harganya yang relatif lebih murah dibandingkan optik/laser.

Cara ini digunakan jika salah satu poros sulit diputar atau salah satu poros tidak memiliki cukup ruang untuk dial. Hanya satu poros yang perlu diputar, sehingga sangat baik untuk menyusun pasangan mesin yang salah satunya sulit diputar, atau mesin yang tidak memiliki bantalan dorong. Sebaiknya untuk penyelarasan motor listrik tidak mempunyai bantalan poros, tidak perlu diputar, karena jika diputar dapat menyebabkan kesalahan pada dial indikator.

Cara ini dilakukan dengan cara memutar kedua poros secara bersamaan dan searah serta jangan lupa selalu menandai titik awal pendorong (pointer) pada kedua poros agar pembacaan angka tidak berubah pada setiap putarannya. Jika permukaan kopling tidak rata atau runoutnya besar maka penunjuk penunjuknya salah sehingga perhitungannya salah.

Gambar 3.2. Cooling tower Forced Draft
Gambar 3.2. Cooling tower Forced Draft

PELAKSANAAN PKL/MAGANG

Bentuk Kegiatan PKL/Magang

Kawasan ini dimulai dari pengambilan air laut oleh pompa rias air laut, demineralisasi air, kemudian pengolahan air untuk petugas pemadam kebakaran, air untuk konsumsi PLTU, dan selanjutnya pengolahan limbah dari instalasi pengolahan air. Misalnya penggantian cartridge reverse osmosis air laut, kemudian pembersihan bak ayakan pada saluran masuk pompa air kondensasi (CWP), perawatan pompa, penggantian pipa. Pada bidang BOP dipimpin oleh seorang insinyur, kemudian seorang supervisor yang harus mendelegasikan tugas kepada teknisi, dan 5 orang teknisi yang bertugas melaksanakan pekerjaan dengan bantuan pembantu (pekerja outsourcing).

Prosedur Kerja PKL/Magang

Sejajarkan bagian tengah dan geser poros ke sisi yang lain hingga sesuai dengan jarak yang ditunjukkan dalam manual. 10 Membersihkan area Bersihkan area dari sampah, peralatan dan material lain yang dapat mengganggu.

Tabel 4.2.1 Peralatan kerja untuk alignment.
Tabel 4.2.1 Peralatan kerja untuk alignment.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Gambar

Gambar 2.1 Basic Structure Proyek PLTU Cirebon
Gambar 2.2 struktur organisasi
Gambar 3.1. Proses pendinginan air dengan cooling tower
Gambar 3.2. Cooling tower Forced Draft
+7

Referensi

Dokumen terkait