PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SKI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS X
DI MA NW NABI’ NUBU’ KEKAIT
Allamah1, Abdullah2
1Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya) (Palatino linotype 12)
2Dosen Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya) E-mail: [email protected]1, [email protected]2
Abstrak
Dengan pembelajaran model Discovery Learning semua siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kelompoknya dan berlomba-lomba untuk menjadi kelompok yang terbaik, sehingga pembelajaran menggunakan model Discovery Learning dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mereka dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini dilaksanakan di MA NW Nabi’ Nubu’ Kekait dengan objek 18 orang siswa yang terdiri dari 8 siswa pria dan 10 siswa perempuan. Prosedur yang dilakukan dalam setiap siklus adalah perencanaan, pengamatan, tindakan, dan refleksi.Penelitian tindakan kelas ini telah selesai dilaksanakan pada Siklus I dan Siklus II . Dan pada siklus I dengan hasil belajar siswa sudah mencapai 88% dengan nilai rata-rata mencapai 81,9 predikat baik.
Dan sudah mencapai indikator keberhasilan KKM yaitu 75. Tinggal 12% yang belum mencapai indikator keberhasilan. Selanjutnya pada siklus II ini sudah mengalami peningkatan yang memuaskan yakni 94% dari 18 jumlah siswa/i sudah mencapai indikator keberhasilan dengan nilai rata-rata siswa 90,8 artinya bahwa semua siswa/i di Madrasah mencapai ketuntasan minimal. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada materi “Kebudayaan Masyarakat Mekah Sebelum Islam Sebagai Inspirasi Berbuat Positif Seperti Menepati Janji,Menghormati Tamu Dan Teguh Pendirian” Pada Madrasah
Kata Kunci : Minat belajar, Hasil belajar SKI, Discovery Learning
mempertimbangkan kondisi nyata di kelas. Salah satunya guru melakukan proses belajar dengan pola ’kejar materi’ untuk menutupi berbagai kekurangan.
Sementara di sisi lain siswa menginginkan proses belajar SKI berjalan menurut keinginan mereka, melalui kebebasan bertanya, berdiskusi, tanpa pekerjaan rumah yang berlebihan, tanpa banyak mencatat dan menyimak, serta tidak ada dominasi berlebihan dari guru terhadap kegiatan belajarnya di kelas.
Berdasarkan fenomena di atas, kaitannya dengan hasil observasi awal di Kelas X MA NW Nabi’ Nubu’ Kekait terdapat beberapa murid yang masih kurang menguasai materi pelajaran SKI yang disampaikan. Hal ini diperkuat dengan wawancara tidak terstruktur terhadap guru SKI di MA NW Nabi’ Nubu’
Kekait, bahwa pemahaman SKI siswa di sekolah tersebut masih rendah dilihat dari hasil AM (Asesmen Madrasah)beberapa siswa kelas X dengan nilai rata-rata sebesar 65 yang nilainya masih kurang dari KKM sebesar 75 Sedangkan hasil wawancara dengan beberapa siswa, pembelajaran SKI dirasa sulit dan kurang menyenangkan bagi mereka, sebab guru hanya menggunakan model pembelajaran konvensional dan kurang menarik sehingga kurang meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Selama ini siswa belajar biasa-biasa saja, malah banyak diantara mereka yang sibuk dengan urusan pribadi masing- masing diluar pengetahuan guru di kelas, sehingga pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam jadi tidak efektif. Dampaknya minat dan hasil belajar siswa rendah kurang mencapai indikator keberhasilan kriteria ketuntasan minimal.
Dengan pembelajaran model Discovery Learning semua siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kelompoknya dan berlomba-lomba untuk menjadi kelompok yang terbaik, sehingga pembelajaran menggunakan model Discovery Learning dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mereka dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
Metodologi Penelitian
Rancangan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian ini adalah terlihat pada gambar berikut:
Dalam tahap perencanaan ini peneliti membuat perencanaan adalah menentukan materi pembelajaran, memiliih media dan sumber belajar yang tepat, lembar pengamatan, alat evaluasi, lembar kerja siswa, dan rubrik penilaian.
Penelitian ini dilaksanakan dengan melaksanakan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya yakni melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Model Discovery.
Pelaksanaan tindakan penelitian ini direncanakan dalam dua siklus.
Siklus pertama dilaksanakan pembelajaran dengan Model Discovery. Siklus
Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat dengan subjek penelitian adalah siswa kelas x pada tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 18 siswa yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Kegiatan penelitian akan dilaksanakan dalam 2 siklus.
Unsur-unsur yang diselidiki dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Minat belajar siswa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan Model Discovery Learning, Keterampilan guru dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan Model Discovery Learning, dan Hasil belajar siswa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan Model Discovery Learning
Penelitian ini dilaksanakan dengan melaksanakan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya yakni melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Model Discovery.
Pelaksanaan tindakan penelitian ini direncanakan dalam dua siklus.
Siklus pertama dilaksanakan pembelajaran dengan Model Discovery. Siklus kedua dilaksanakan untuk memperbaiki segala sesuatu yang belum dicapai dengan hasil yang diharapkan.
Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru pengamat untuk mengamatai tingkah laku siswa dan sikap siswa ketika mengikuti pembelajaran tematik yang menerapkan Model Discovery. Observasi juga dilakukan terhadap guru yang menerapkan Model Discovery learning.”
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MA NW Nabi’ Nubu’
Kekait dengan 18 0rang siswa 8 laki-laki dan 10 perempuan dan objek penelitiannya adalah peningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas X di MA NW Nabi’ Nubu’ Kekait
Kategori nilai Pelaksanaan Pembelajaran sebagai berikut :
N ≤ 70 : KURANG
70 ≤ N ≤80 : CUKUP
80 ≤ N ≤ 90 : BAIK
90 ≤ N ≤ 100 : BAIK SEKALI
Keterangan presentase dan pengkategorian sikap Presentase (%) = 𝑁𝑛 x 100 %
Ket :
n : skor yang diperole N : Skor maksimal
% : Tingkat presentase yang dicapai
Hasil penelitian dan Pembahasan
Pada siklus 1 Materi yang di berikan adalah Kebudayaan masyarakat Mekah sebagai inspirasi berbuat positif seperti menepati janji, menghormati tamu dan teguh pendirian. Pembelajaran Menggunakan Model Discovery Learning.
Rumus Nilai Pelaksanaan Pembelajaran : Skor yang di peroleh
15
NILAI = X 100 18
=83,3
Kategori nilai Pelaksanaan Pembelajaran sebagai berikut :
N ≤ 70 : KURANG
70 ≤ N ≤80 : CUKUP
80 ≤ N ≤ 90 : BAIK
90 ≤ N ≤ 100 : BAIK SEKALI
81%-100% : sangat baik 61%-80% : Baik
41%-60% : Cukup 21%-40% : Kurang Baik
<20% : Sangat kurang
Rumus Nilai Pelaksanaan Pembelajaran : Skor yang di peroleh
NILAI = X 100 18
NILAI = 17 X 100 = 94,4 18
Kategori nilai Pelaksanaan Pembelajaran sebagai berikut :
N ≤ 70 : KURANG
70 ≤ N ≤80 : CUKUP
80 ≤ N ≤ 90 : BAIK
90 ≤ N ≤ 100 : BAIK SEKALI
Berdasarkan Kategori di atas, Kategori nilai pelaksanaan pembelajaran Tergolong BAIK SEKALI, yaitu 94,4 dan sudah mencapai Indikator kinerja.
Dari keseluruhan siklus dalam penelitian yang sudah dilaksanakan, ternyata memang benar, bahwa dengan penerapan model discovery learning, dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada materi “Kebudayaan masyarakat Mekah sebelum Islam sebagai inspirasi berbuat positif seperti menepati janji, menghormati tamu, dan teguh pendirian” .Hal ini di buktikan pada :
1. Minat belajar siswa
a. Siklus I = 79 % dengan nilai rata-rata 85 (Predikat B) b. Siklus II = 88 % dengan nilai rata-rata 90 (Predikat A) 2. Hasil Belajar Siswa (KKM = 75)
a. Pra Siklus = 40 % Sudah mencapai KKM dan 60 % yang belum.
b. Siklus I = 72 % Sudah mencapai KKM dan 28 % yang belum c. Siklus II = 88 % Sudah mencapai KKM dan 12 % yang belum.
Akhirnya secara keseluruhan sudah mencapai KKM.
Gambaran secara umum hasil belajar siswa/i dari penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
kelas X di MA NW Nabi’ Nubu’ Kekait kecamatan Gunungsari Lombok Barat Tahun Pelajaran 2023/2024
Siklus
Nilai Rata-rata Minat Belajar Siswa Peng
etahu an
Predik at
Sik ap
Predi kat
Keteram pilan
Predi kat
Kerja Kelompok
Predi kat
Siklus I 76.7 C 3.00 B+ 80.0 B 85 B
Siklus II
81.9 B 3.42 A- 88.6 B 90 A
Hasil Belajar Siswa kelas X MA NW Nabi’ Nubu’ Kekait dengan persentase Nama Siklus Presentase Indikator
Keberhasilan
Ketuntasan
PraSiklus 40% Yang sudah
mencapai KKM
Masih banyak belum tuntas
Siklus I 72% Yang sudah
mencapai KKM
Masih sedikit belum tuntas
Siklus II 88% Yang sudah
mencapai KKM
Tuntas
Kesimmpulan
Dari keseluruhan siklus dalam penelitian yang sudah dilaksanakan, ternyata memang benar, bahwa dengan penerapan model discovery learning, dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada materi “Kebudayaan masyarakat Mekah sebelum Islam sebagai inspirasi berbuat positif seperti menepati janji, menghormati tamu, dan teguh pendirian”. Hal ini di buktikan pada : Minat belajar siswa Siklus I = 79 % dengan nilai rata-rata 85 (Predikat B) dan Siklus II = 88 % dengan nilai rata-rata 90 (Predikat A).
Hasil Belajar Siswa (KKM = 75) Pra Siklus = 40 % Sudah mencapai KKM dan 60 % yang belum, Siklus I = 72 % Sudah mencapai KKM dan 28 % yang
Referensi
Arikunto, Suharsimi. 2017. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Gultom, F., & Siburian, J. 2019. Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Metode Resitasi di Kelas X SMA Negeri 1 Tiga Binanga. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2 (2), 111-119.
Moleong, Lexy J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasution, S. 2018. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Sanjaya, Wina. 2018. Penelitian Tindakan Kelas: Jenis, Proses, dan Manfaatnya Bagi Pengembangan Praktik Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sudjana, Nana. 2016. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suparno, P. 2018. Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya.
Syah, Muhibbin. 2017. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Trianto. 2017. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Yogyakarta: Pustaka Pelajar.