Hak cipta dan penggunaan kembali:
Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli.
Copyright and reuse:
This license lets you remix, tweak, and build upon work
non-commercially, as long as you credit the origin creator
and license it on your new creations under the identical
terms.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Siaran perdana yang ditayangkan stasiun televisi milik Indonesia adalah pada saat Asian Game IV pada 24 Agustus 1962 dari Stadion Utama Gelora Bung Karno. Stasiun televisi yang pertama mengudara tersebut adalah Televisi Republik Indonesia (TVRI). Sebelumnya TVRI sudah mencoba untuk melakukan siaran percobaan di acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta. (Mabruri, 2014, p.5)
Setelahnya, TVRI menjadi salah satunya televisi yang menjadi tontonan yang menyediakan banyak informasi dan berita, tayangan yang mengedukasi dan menghibur. Meskipun saluran televisi ini termasuk bagian dari pemerintah, untuk keberlangsungan operasionalnya TVRI tetap mandiri dengan tetap mengelola iklan (Mabruri, 2014, p. 5)
Setelah hampir 30 tahun, tepatnya pada tahun 1989, stasiun televisi swasta pertama yaitu RCTI mengudara. RCTI didirikan oleh Bambang Trihatmojo- putra ketiga presiden Soeharto. Pada saat itu RCTI hanya boleh menyiarkan program hiburan semata dengan mengggunakan recorder.
Pada sat itu RCTI juga tidak diperkenankan melaksanakan berita sendiri, serta harus me-relay siaran berita TVRI dan siaran resmi pemerintah. (SK, 2014, p.7)
Namun, RCTI sebenarnya telah merintis newsroom sejak 1989 dan telah membuat berita ringan atau soft-news untuk menyiasati pelarangan.
Kemudian, dengan suksesnya program Seputar Indonesia pada pertengahan 1990, dorongan agar televisi komersial diizinkan untuk membuat berita sendiri semakin banyak disuarakan. Kemudian, muncullah SCTV pada 10 November 1989 dengan program Potret dan Liputan 6 nya.
Televisi swasta mulai bermunculan pada abad ke 20 sejak dikeluarkannya UU Penyiaran . UU tersebut membuat masyarakat mempunyai variasi preferensi saluran televisi. Berdasarkan UU Penyiaran No. 32 pasal 14 (2) tahun 2002 Lembaga Penyiaran terbagi atas :
1. Lembaga Penyiaran Publik 2. Lembaga Penyiaran Swasta 3. Lembaga Penyiaran Komunitas
4. Lembaga Penyiaran Berlangganan (Mabruri, 2014, p. 12 ) Sejak ditemukannya televisi, penyampaian berita masih sangat kaku, dengan format presenter berita membacakan berita dengan prompter. Berita faktual dengan format hardnews atau berita langsung. Pada 1950-an muali bermunculan acara dokumenter, yang dapat menyiarkan berita secara mendalam.(Vivian, 2008, p 247).
Berita terdiri dari dua jenis, yaitu berita yang terpusat pada peristiwa (event – centered news ) berita yang hangat, baru terjadi , dan umumnya tidak di interpretasikan ; dan berita yang berdasarkan proses ( process- centered news) berita yang mengambil suatu situasi dan kondisi dalam masyarakat untuk dihubungkan dengan konteks yang luas dan melampaui waktu (Ishwara, 2008, p 51)
Variasi pengemasan berita pun semakin bermunculan, setelah dokumenter, muncul format berita televisi feature . Feature adalah laporan khas adalah uraian fakta yang bersifat khas atau unik. Fakta yang bersifat khas atau unik, seperti misalnya tentang : pemulung dan pengemis di persimpangan jalan, penjaja koran atau majalah, pengoleksi barang antik, dsb (Mabruri, 2014, p. 167 )
Feature juga lebih mengutamakan isi dari subjek atau objek yang diangkat dengan pengemasan yang sedikit merekayasa peristiwa aslinya dengan balutan gaya betutur yang mendekati film. (Mabruri, 2014, p. 167 )
Program feature dikenal dalam dunia televisi adalah program majalah (Magazine). Majalah (Magazine) adalah gabungan uraian fakta dan/ atau pendapat
yang dirangkai dalam satu wadah atau mata acara gabungan dari beberapa feature.
(Mabruri, 2014, p. 168)
Istilah magazine diambil karena topik atau tema yang disajikan mirip dengan topik-topik atau tema yang terdapat dalam suatu majalah (Morissan, 2008, p. 200)
Program magazine tidak terlalu berfokus pada materi berita tetapi pada pengemasannya yang lebih menarik sehingga bersifat time-less. Bahkan, pada program magazine, materi berita hanya merupakan selingan. Magazine juga memuat lebih dari satu bahasan feature sehingga lebih mendalam dan erat kaitannya dengan human interest. (Mabruri, 2014, p. 168 )
Program magazine merupakan process- centered news yang mengambil suatu situasi dan kondisi dalam masyarakat untuk dihubungkan dengan konteks yang luas dan melampaui waktu. (Ishwara, 2008, p 51)
Program magazine (majalah) di jam tayang utama seperti 60 Minutes dan dahulu dokumenter hanya anak tiri dalam divisi berita televisi. Kini, acara- acara itu menjadi sangat populer di mata pemirsa, sehingga divisi berita ABC, CBS, mengalihkan sumber dayanya untuk memproduksi acara- acara serupa. Deadline di NBC, misalnya, disiarkan empat hari dalam seminggu. (Vivian, 2008, p. 248)
Program magazine mulai bermunculan di Indonesia yaitu pada acara Horizon di Indosiar pada tahun 1990-an hingga Potret di SCTV, On The Spot Trans 7 hingga Hitam Putih di Trans TV, Indonesia Bagus di NET TV hingga Maestro Indonesia di Rajawali Televisi.
Dalam proses kerja magang di Rajawali Televisi dan sebagai kewajiban akademis, penulis membuat laporan magang Alur Kerja Production Assistant Desk News Magazine Rajawali Televisi.
Production Asisstant yang sering dikatakan pembantu acara mulai ikut berperan dalam proses pra produksi seperti melakukan riset, transkrip data calon narasumber, menelepon calon narasumber dan pengajuan tema liputan selanjutnya.
Tugas tersebut dimaksudkan untuk membantu kerja produser sebagai penanggung jawab langsung program. (Iskandar, 2005, p. 185 )
1.2 Tujuan Kerja Magang
Penulis mendapat melaksanakan kerja magang dengan tujuan sebagai berikut :
1. Mengetahui peran dan alur kerja Production Assistant dalam program televisi.
2. Mengetahui proses tayangan program televisi Maestro Indonesia.
3. Mengaplikasikan sekaligus mempraktikkan ilmu perkuliahan ke dalam dunia kerja.
4. Memenuhi kewajiban mata kuliah Internship sebagai mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara.
1.3 Waktu dan Prosedur Kerja Magang 1.3.1 Waktu Kerja Magang
Penulis diberikan kesempatan untuk melakukan praktik kerja magang menjadi Production Assistant pada program Maestro Indonesia.
Program magang tersebut penulis jalani selama kurang lebih 3 bulan (60 hari kerja).
Dalam praktik kerja magang, penulis diwajibkan mengikuti 9 jam kerja (09:00 – 18:00). Penulis juga diwajibkan datang ke kantor di Jalan H.R Rasuna Said, RT 5 RW 1, Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan setiap hari Senin- Rabu dan Jumat.
Pembimbing lapangan sebagai Eksekutif Produser dan beberapa Produser memberikan arahan dan bimbingan yang sesuai dengan tujuan penulis yaitu untuk mengaplikasikan dan mempraktikkan ilmu perkuliahan dalam dunia kerja.
Selama magang menjadi Production Assistant, dalam tiap minggu nya penulis 2 kali melakukan peliputan. Peliputan pertama yaitu untuk mengenal calon narasumber. Peliputan kedua yakni untuk produksi.
Peliputan tersebut dilakukan bersama tim dengan menggunakan mobil peliputan milik Rajawali Televisi.
1.3.2 Prosedur Kerja Magang
Gambar 1. 2 Alur Pelaksanaan Kerja Magang
Sumber : Olahan Penulis
Awalnya penulis diwajibkan untuk hadir pada seminar magang yang diadakan di Lecture Hall. Dari kegiatan sosialisasi tersebut, penulis berinisiatif untuk mencoba mengajukan permohonan magang beserta Curicculum Vitae, cover letter dan permohonan magang ke berbagai perusahaan media baik secara online maupun datang ke lokasi kantor media tersebut. Salah satunya adalah ke media televisi Rajawali Televisi.
Kemudian, pada 14 September 2018, penulis mendapatkan email balasan dari email Rajawali televisi yaitu [email protected] berupa permintaan surat dari kampus terkait permohonan magang.
Setelahnya, di tanggal yang sama, penulis mendapat panggilan telepon dari bagian HRD Rajawali Televisi. Pihak HRD Rajwali Televisi menjelaskan tawaran menjadi mahasiswa magang menjadi Production Assistant bagian news magazine pada program Michael Tjandra Luar Biasa.
Kemudian, penulis diharuskan datang pada sesi pengenalan program dan pendalaman jobdesk pada 24 September 2018 dan dengan membawa surat keterangan permohonan magang dari kampus.
Kemudian, penulis mengajukan permohonan magang yaitu KM 01 dan 02 pada 17 September 2018 untuk ditandatangani Ketua Prodi Ilmu Komunikasi yaitu Bapak Inco Hary Perdana dan KM 02 untuk ditandandatangi Bapak Lilik F. X Martdjianto sebagai Ketua Prodi Jurnalistik.
Empat hari setelahnya pada 21 September 2018, penulis mendapatkan KM 03 hingga 07 sebagai identitas dan kartu realisasi kerja dan pertanggungjawaban selama magang.
Kemudian, pada 24 September 2018, penulis datang ke kantor Rajawali Televisi di Gedung Atrium Mulia lantai 9 , Jl. H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Penulis datang untuk pengenalan program dan pendalam jobdesk dengan membawa CV dan KM 03 hingga 07. Pada hari yang sama pula, penulis langsung dipersilahkan berkenalan dengan tim program Michael Tjandra Luar Biasa dan mulai melakukan aktivitas magang. Pada minggu ke 3 penulis dipindahkan ke program Maestro Indonesia hingga akhir periode magang dengan tetap pada jobdesk yang sama yaitu sebagai Production Assistant.