Hak cipta dan penggunaan kembali:
Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli.
Copyright and reuse:
This license lets you remix, tweak, and build upon work
non-commercially, as long as you credit the origin creator
and license it on your new creations under the identical
terms.
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1 Kedudukan dan Koordinasi
Penulis melakukan praktik kerja magang selama 60 hari di Rajawali Televisi. Praktik kerja magang dimulai pada 24 September 2018 hingga 10 Januari 2018. Penulis mendapatkan kesempatan untuk menjadi Production Assistant di bagian News Magazine . Pada tiga minggu awal penulis ditempatkan di program Michael Tjandra Luar Biasa sebagai Production Assistant. Program talkshow yang menghadirkan bintang tamu inspiratif. Kemudian, 3 minggu setelahnya, penulis melakukan praktik kerja magang sebagai Production Assistant di Maestro Indonesia.
Penulis bertanggungjawab dan diawasi langsung oleh Pak Levianer Silalahi sebagai Executive Producer Program News Magazine Rajawali Televisi. Ia juga menjadi penanggung jawab lapangan selama penulis melakukan praktik kerja magang.
Selain Levianer Silalahi, selama masa magang penulis juga banyak mendapat arahan dari Agus Dwianto sebagai produser program Michael Tjandra Luar Biasa dan Jimmy sebagai produser program Maestro Indonesia.
Selama praktik kerja magang, penulis banyak melakukan koordinasi langsung tatap muka khususnya dengan produser program Maestro Indonesia yakni Pa Jimmy, Ibu Jane dan Mas Dimas. Penulis sebagai Production Assistant dibimbing untuk mengerjakan riset tema liputan, membantu penambahan editing, persiapan alat liputan, booking ruang rapat, serta mengerjakan promo program mingguan. Dalam penugasan tersebut, penulis juga sering menggunakan email untuk berkirim tugas riset.
3.2. Tugas yang dilakukan
Tugas utama penulis sebagai Production Assistant adalah membantu produser baik untuk riset tema liputan maupun untuk riset untuk keperluan editing . Penulis juga diberikan kesempatan untuk memberi input tema program dan narasumber.
Sebagai Production Assistant, penulis juga berkoordinasi bersama tim peliputan ( Executive Producer, Produser, Kameraman, Soundman dan Editor) untuk keberlangsungan program Maestro Indonesia. Production Assistant juga sering terlibat dalam kontak narasumber, booking ruangan, editing program hingga pembuatan materi promo program. Untuk itu, berikut kegiatan yang dilakukan penulis selama praktik kerja magang.
Tabel 3.1 Tabel Realisasi Kerja Magang
Mingggu ke- Pekerjaan yang dilakukan
1 (24 September 2018
1. Menonton secara intens
program Michael Tjandra Luar Biasa lewat Youtube
2. Riset tema Cinta Bumi Cinta Sesama
3. Mengamati berlangsungnya rapat pra produksi terakhir 4. Mengambil footage
narasumber di luar acara dan behind the scene pada saat produksi di studio
5. Membuat promo pemanja lidah istana
2 (1 Oktober 2018)
1. Riset pengusaha from Zero to Hero
2. Riset pengusaha di Jakarta 3 (8 Oktober 2018) 1. Membuat promo media sosial
Animal Saver
2. Riset Pengusaha From Zero to Hero
3. Riset Bertahan Hidup 4. Menyusun VT Atlit Cilik
Wushu ( Lawrence Dean Kurnia)
4 (15 Oktober 2018)
1. Riset Episode Asian Para Games
2. Riset Atlet Asian Para Games berprestasi
5 (22 Oktober 2018)
1. Riset Episode Hari Pahlawan 2. Riset Guru Inspiratif
6 (29 Oktober 2018)
1. Menonton secara intens program Maestro Indonesia lewat Youtube
2. Membuat desain promo media sosial Anggie Rasly
3. Mengikuti rapat penentuan tema
4. Melihat proses editing Riset Kafe Kucing Jakarta
7 (5 November 2018)
1. Riset Lulu Lutifi Labibi (Desainer Lurik)
2. Riset Gudeng Legendaris Mbah Lindu
Liputan Cacang Kucing di Bekasi
8 (12 November 2018)
1. Riset HS Silver Jogja Riset Eko Nugroho (Pelukis Mural Mendunia)
2. Riset Eko Nugroho (Pelukis Mural Mendunia)
9 (19 November 2018)
1. Membuat promo media sosial motor trail
2. Transkrip bahan pra produksi kain Tekstil
3. Riset bisnis WO Rina Gunawan
Riset Didik Ninik Towok
10 (26 November 2018)
1. Riset Kampung Nusantara Didik Ninik Towok 2. Riset Batik Shadow
3. Riset Lilin Merah Tangerang Riset Tas Dowa
11 (3 Desember 2018)
1. Riset Bapak Illustrator WPAP (Wedha Abdul Rasyid ) 2. Riset pabrik pembuatan perak
12 (10 Desember 2018)
1. Membuat promo media sosial Septian Dwi Cahyo
2. Membantu meriset akomodasi DLK Jogjakarta
3. Riset proses pembuatan perak HS Silver
4. Riset Pembanding Lilin Merah Membuat sinopsis narasumber Jogjakarta
13 (17 Desember 2018)
1. Riset Sate Bandeng Legendaris 2. Riset Pelestari tradisi Debus 3. Riset Maestro Fashion 4. Riset Abah Engkus
5. Menghubungi Contact Person LPTB Susan Budiharjo 14 ( 24 Desember 2018)
1. Membantu PA mencari minutes by minutes yang
ditentukan produser untuk diedit pada episode Eko Nugroho
2. Membantu menemani editor
15 ( 31 Desember 2018)
1. Membantu produser mencari bahan pendukung editing (instalasi studio) Eps Eko Nugroho
2. Membantu menemani editor untuk membuat konten promo video
16 (7 Januari 2018)
1. Membuat desain promo Episode Eko Nugroho 2. Riset Enggar Sudrajad
(Maestro Diorama Semarang) 3. Riset Raja Dapur Modern
Sumber : Olahan Penulis
3.3 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
3.3.1 Alur Kerja Production Assistant News Magazine
Selama menjalani proses kerja magang di Rajawali Televisi, penulis mendapatkan kesempatan menjadi Production Assistant.
Pembelajaran selama mengikuti perkuliahan di jurusan jurnalistik dapat diterapkan dalam job desk tersebut. Sebagai Production Assistant, penulis mendapat tugas untuk membantu riset tema dan narasumber, ikut liputan, turut andil dalam proses editing, juga membantu dalam pembuatan promo program di media sosial.
Pada tahap pra produksi, Production Asisstant ikut membantu untuk membuat sinopsis dari hasil riset, pemesanan ruang rapat dan pekerjaan lain seperti pencetakan dokumen. (Iskandar, 2005, p. 185 )
Pada tahap produksi, Production Assistant berperan dan bertanggung jawab untuk menempatkan videotape hasil shooting ke perpustakaan untuk keperluan laporan atau dokumentasi. (Iskandar, p. 185) Pada tahap pascaproduksi, juga harus juga harus membantu aktivitas di studio dan ruang kontrol selama produksi penyiaran berita sedang berlangsung, misalnya mengambilkan salinan naskah yang tertinggal (Iskandar, p.185)
Gambar 3.1 Alur Kerja Production Assistant News Magazine
Sumber : Olahan Penulis
Sebelum melakukan peliputan, produser memberikan tema, penulis sebagai PA membantu riset, rapat bersama, dan kemudian produksi. Program Michael Tjandra Luar Biasa, penulis dibimbing oleh Dian sebagai Periset.
Penentuan Tema dari Produser/
Pengajuan dari Production
Assistant
Penugasan Riset, Transkrip, dan
Pemesanan Ruang Rapat
Mingguan
Mengikuti Produksi
Pengembalian alat dan pemberian materi
produksi Memastikan
editing program sesuai dengan arahan produser Membuat konten
promo media sosial
Topik atau tema yang akan dikerjakan diberikan kepada Dian dan penulis sebagai periset yang akan mengajukan tema, topik maupun calon narasumber dalam rapat mingguan.
Dian menugaskan penulis sebagai Production Assistant untuk memperdalam topik atau tema yang diberikan produser.
Penulis kemudian mencari calon narasumber yang akan dibawa pada rapat mingguan.
Begitu juga pun dengan program Maestro Indonesia, penulis sebagai Production Assistant memegang peranan penting dalam riset dan diberi penugasan oleh tiga orang produser yaitu Jimmy, Dimas dan Jane dan dibimbing langsung oleh Levianer Silalahi.
Dalam penugasan riset, penulis ditugaskan untuk mempersempit tema dan topik yang diberikan menjadi calon narasumber berdasarkan beberapa indikator.
Tabel 3.2 Indikator calon narasumber Michael Tjandra Luar Biasa
No Indikator
1 Kemanusiaan; Human Interest 2 Dampak
3 Kedekatan
Tabel 3.3 Indikator calon narasumber Maestro Indonesia
No. Indikator
1 Sosok yang ahli dalam bidang seni dan memiliki kemauan, niat dan semangat untuk terus berkembang
2 Kemasyhuran dan Terkemuka 3 Kedekatan
Pada divisi News Magazine ini juga, penulis melakukan jenis pekerjaan yang sama di kedua program yaitu melakukan transkrip hingga pemesanan rapat mingguan.
Pada saat produksi, penulis Pada program Michael Tjandra Luar Biasa, lebih sering membantu Dian sebai periset untuk melayani bintang tamu pada program. Sedangkan, pada program Maestro Indonesia penulis membantu Production Assistant untuk memastikan barang - barang dan belajar mengambil beberapa footage dengan kamera DJI osmo.
Pada saat pasca produksi, penulis ditugaskan untuk memastikan editing dan pembuatan konten promo media sosial pada kedua program dalam divisi News Magazine tersebut.
3.3.1.1 Tahap Pra Produksi
Dalam berita televisi juga memerlukan banyak tahapan – tahapan produksi. Praproduksi untuk perencanaan dan detail petunjuk pelaksanaan produksi konten visual yang harus dibuat terlebih dahulu, seperti riset, storyboard, narasumber, dll. (Iskandar, 2005, p.4)
Selama menjalani masa praktik kerja magang, penulis sebagai Production Assistant memiliki peranan penting dalam tahap pra produksi ini.
Penulis memiliki tugas dan tanggungjawab untuk membantu produser dalam melakukan riset tema peliputan. Produser seringkali memberikan tugas kepada Production Assistant untuk mengembangkan atau mencari tahu tema atau narasumber lebih dalam.
Pada 13 Desember 2018, penulis diberi kesempatan untuk mengajukan tema kepada produser. Pada kesempatan tersebut, penulis sebagai Production Assistant mengajukan tema Tarzan Photography. Namun, saat tema tersebut tidak dapat di reduksi dan dijadikan calon narasumber dikarenakan tidak memenuhi unsur – unsur nilai berita khususnya kedekatan. Saat yang tepat (timeliness) dan kedekatan (proximity) adalah ukuran yang diterapkan pada berita untuk menentukan apakah layak dihimpun atau dimana bisa dijual. (Ishwara, 2011, p. 93)
Penulis sebagai Production Assistant berkomunikasi tentang riset seringkali menggunakan Penulis sebagai Production Assistant berkomunikasi mengenai riset melalui email dan percakapan langsung.
Hal tersebut dikarenakan penulis duduk satu meja dengan produser dan Executive Producer. Hal tersebut mempermudah proses penugasan sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.
Penulis juga diberikan arahan dan bimbingan untuk mencoba mengetik naskah. Setelah bersama dengan tim melakukan peliputan, produser memberikan kesempatan kepada penulis sebagai Production Asisstant untuk membantu mengedit naskah.
Pada tahap pra produksi ini, penulis juga diberi tanggungjawab untuk memesan ruang rapat, membantu tim melakukan survei narasumber dll.
3.3.1.1 Penulis sebagai Periset
Peran penulis dalam tahap pra produksi adalah melakukan riset. Riset dimulai dari pemberian tema besar dari produser.
Iskandar (2005) mengatakan bahwa :
Pembantu Redaksi atau Production Assistant juga boleh dimintai tolong untuk melakukan transkrip suara dari film atau tape ke dalam bentuk lembaran tertulis sehingga reporter atau produser dapat memilih segmen- segmen mana yang akan dimaksudkan ke dalam produksi akhir.
Bahan Riset yang dikerjakan penulis sebagai Production Asisstant diperlukan untuk menjadi bahan pendukung pada saat rapat pengajuan tema baru bersama dengan Executive Producer.
Dalam penugasannya, penulis ditugaskan produser untuk mencari riset awal terkait topik yang akan diangkat menjadi bahan peliputan.
Dalam melakukan proses penulisan riset, penulis sebagai periset juga melakukan berbagai tahapan yang juga dilakukan oleh Carole Rich, yaitu (Ishwara, 2011, p 119) :
1. Menyusun; penulis melakukan pencarian tema dan topik juga gagasan awal
2. Mengumpulkan; penulis mengumpulkan berbagai sumber untuk mendapatkan berbagai sudut pandang 3. Membangun; penulis sebagai periset mulai
merencanakan dan membangun sebuah tulisan.
4. Memperbaiki; penulis sebagai periset meneliti keakuratan fakta bahkan memperbaiki tata bahasa juga menambah atau mengurangi fakta- fakta.
Selama menjalani praktik kerja magang, penulis mempunyai tugas utama yaitu sebagai periset. Pencarian narasumber dilakukan dengan riset yang mendalam dan sesuai dengan kebutuhan program. Sama seperti program
lainnya, program Michael Tjandra Luar Biasa dan Maestro Indonesia.
Pada 21 Desember 2019, produser Maestro Indonesia yaitu Jimmy memberikan penugasan untuk mencari riset tentang bela diri di Jabodetabek. Riset tersebut diharapkan produser menghadirkan narasumber sesuai dengan indikator program yang pada Tabel 3.1
Indikator tersebut sesuai dengan nilai berita dan ciri khas program Maestro Indonesia. Penulis kemudian melakukan riset tentang bela diri di Indonesia dan mencari seorang Maestro dalam bidang tersebut pada berita di media online. Kemudian mencari pembanding dan mendapatkan calon narasumber yang akan dibawa pada rapat mingguan bersama dengan Executive Producer.
Adapun langkah-langkah melakukan riset adalah :
1. Melakukan pencarian tema atau topik yang diberikan produser melalui laman mesin pencari internet
2. Mencari artikel berupa berita di media online di internet yang berhubungan dengan topik yang diberikan
3. Membandingkan beberapa artikel media online di internet untuk mendapat informasi yang valid dan seimbang
4. Menyatukan beberapa artikel di internet untuk dijadikan hasil riset yang akan diberikan kepada produser
5. Memberikan hasil riset kepada produser
Dalam pencarian tema, topik hingga pencarian calon narasumber, penulis sebagai periset tetap memperhatikan nilai – nilai berita untuk mempersempit tema tersebut menjadi calon narasumber. Nilai berita menjadi ukuran yang berguna, atau yang biasa diterapkan, untuk menentukan layak berita (newsworthy). Peristiwa- peristiwa yang memiliki nilai berita ini misalnya yang mengandung konflik, bencana, kemajuan, dampak, kemasyhuran, segar dan kedekatan, keganjilan, human interest, seks, dan aneka nilai lainnya. (Ishwara, 2011, p.
77)
Pencarian topik tersebut diperbolehkan hanya melalui sumber internet. Hal tersebut dikarenakan produser juga mempunyai waktu dan kesempatan lebih untuk berbicara dengan calon narasumber yang akan diangkat pengalamannya dan dijadikan feature pada saat bertemu sebelum taping produksi Maestro Indonesia.
Ishwara (2011, p. 119) menjelaskan bahwa tahap penugasan merupakan salah satu proses yang dapat menentukan alasan dari sebuah isu atau peristiwa yang layak untuk diangkat menjadi sebuah berita.
Dalam melakukan riset, penulis dibantu dan dibimbing langsung oleh produser yang memberikan penugasan. Jika riset yang dikerjakan masih dirasa kurang dalam, maka produser akan merevisi riset yang dikerjakan.
Sebaliknya, jika riset yang dilakukan penulis sebagai Production Assistant sudah cukup dalam, maka akan produser akan membawa topik atau tema tersebut dalam rapat mingguan.
Terkait komunikasi tentang tugas riset awal dan tema yang akan diangkat, penulis sebagai Production Assistant diberi tugas secara langsung tanpa perantara aplikasi media sosial seperti Whatsapp dikarenakan penulis dan produser duduk bersebelahan di meja yang berdampingan pula.
Namun, dalam pemberian hasil riset awal yang sudah selesai dicari, penulis tetap menggunakan email untuk mengirimkan hasil riset kepada produser.
Berikut proses riset yang dilakukan penulis sebagai Production Assistant selama melakukan praktik kerja magang di Maestro Indonesia.
Pertama, penulis menunggu penugasan dari produser. Dalam 4 hari kerja penulis sebagai Production Assistant, pemberian penugasan pencarian riset awal hanyalah sebanyak satu riset per hari.
Dalam penugasannya, produser memberikan penugasan riset awal tersebut untuk membuka peluang apakah tema yang akan diangkat ingin diajukan dalam rapat mingguan untuk dipersempit menjadi calon narasumber Maestro Indonesia.
Produser biasanya akan memberikan tema peliputan. Dalam penugasan kali ini produser memberikan tema tentang Silat atau Pencak Silat atau bela diri Indonesia lain.
Pada tahap ini, Production Assistant bertugas untuk mencari angle atau narasumber yang cocok dijadikan human interest. Karena program Maestro Indonesia merupakan program Magazine dan tergabung dalam divisi News Magazine . Magazine juga memuat lebih dari satu
bahasan feature sehingga lebih mendalam dan erat kaitannya dengan human interest. (Mabruri, 2014, p. 168 )
Kedua, penulis sebagai Production Assistant bertugas kemudian mencari keyword yang sesuai dengan tema yang diberikan produser.
Gambar 3.2 Pencarian calon narasumber melalui internet
Sumber : Google.com
Dalam pencarian calon narasumber yang bisa menjadi calon narasumber Maestro Indonesia, penulis tetap memperhatikan beberapa indikator calon narasumber yang terdapat pada Tabel 3.1. Penulis memilih Abah Engkus dikarenakan sosok yang paling ahli dalam bidan seni pencak silat, dan memiliki nilai berita yang menonjol yaitu Kemasyhuran dan Kedekatan.
Kedua, Mencari artikel berupa berita di media online di internet yang berhubungan dengan topik yang diberikan . Setelah melakukan riset, akhirnya ditemukan bahwa Silat Ibing merupakan silat yang cukup terkenal di Indonesia dan berasal dari Banten. Tokoh bela diri Banten ini adalah Abah Engkus.
Tokoh tersebut dipilih karena saat melakukan riset penulis menemukan artikel tentang Penghargaan Maestro Seni dan Tradisi Kemendikbud. Abah Engkus adalah salah satu penerima penghargaan tersebut. Informasi tersebut valid dikarenakan didapatkan dari media Berita Satu yang sudah terverifikasi di Dewan Pers.
Informasi tersebut dinilai valid karena Abah Engkus terdaftar di website resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu kemendikbud.go.id sebagai penerima penghargaan tersebu.
Data, informasi dan berita tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh produser karena saat penulis melakukan riset, penulis langsung menanyakan validitas informasi yang diambil kepada produser.
Gambar 3.3 Artikel terkait topik penugasan riset
Sumber : Suara.com
Ketiga, membandingkan beberapa artikel media online di internet untuk mendapat informasi yang valid dan seimbang Penulis menggabungkan beberapa artikel untuk membandingkan informasi. Penulis mengambil beberapa informasi dari website resmi kemendikbud dan antvklik.com
Keempat, Pengambilan dua sumber tersebut karena kemendikbud merupakan website resmi pemerintah dan antvklik.com merupakan salah satu media yang terverifikasi dalam dewan pers.
Gambar 3.4 Penggabungan beberapa artikel menjadi hasil riset
Sumber : Kemendikbud.go.id dan antvklik.com
Tabel 3.4 Contoh Hasil Riset
Abah Engkus – Penjaga Tradisi Silat Ibing dan Debus Banten
Abah Engkus membina dan memiliki Padepokan Pencak Silat Abah Engkus di Kabayan Pandeglang.
Padepokan ini merupakan pelestari seni tradisi silat dan debus di Banten. Muhammad Ilyas atau akrab disapa Abah Engkus ini menerima penghargaan dari Kemendikbud pada kategori Maestro Seni dan Tradisi.
Abah Engkus adalah putra pendekar silat Muhammad Ilyas, pendekar silat kelahiran Pandeglang, 11 Maret 1953. Pada dekade 70-80-an, Aki Ilyas ini kondang sebagai pendekar silat Banten.
Kemampuan memainkan silat ini diturunkan pada anak-anaknya diantaranya Engkus, Yuyun dan Mimin.
Selain menggelar eksebisi pencak silat, di sana juga menggelar pertunjukan seni debus Banten.
Muhibah seni budaya Banten juga dilakukan tahun 1978 di Malaysia. Hingga kini Persatuan Pencak Silat Indonesia, tempat Abah Engkus dan adik-adiknya membina pencak silat tetap mempertahankan seni tradisi Ibing Pencak Silat.
Semasa mudanya, Abah Engkus pernah menjadi juara umum seni ibing tingkat jawa barat. Lalu pada tahun 1975 bersama ayahanda dan rombongan PPSI Pandeglang mengikuti Japan Expo di Negeri Sakura.
Sumber : Olahan Penulis
Artikel tersebut merupakan gabungan dari artikel yang dikutip pada Antvklik.com dan dari website resmi Kemendikbud yaitu kemendikbud.go.id
Di Jepang itu, selain menggelar eksibisi pencak silat, abah juga menggelar pertunjukan seni debus Banten.
Sampai sekarang Abah Engkus dan Bunda Mimin konsisten membina pesilat pesilat usia dini. Ratusan murid berusia muda sampai remaja dan dewasa kini berlatih di dua padepokan yang diasuh Abah Engkus dan Bunda Mimin, adik Abah Engkus.
Hal itu terbukti dengan masih digelarnya Pasanggiri Ibing dan padepokan PPSI Abah Engkus di Kabayan Pandeglang rutin mengikuti pasanggiri ini. Bila IPSI lebih berkonsentrasi mengembangkan silat sebagai olah raga, PPSI memilih berkonsentrasi pada silat sebagai seni pertunjukan termasuk seni debus Banten.
Hingga tahun 1980-an, silat menjadi olahraga yang wajib dikuasai anak-anak dan remaja di Pandeglang. Bagi mereka, malu jika tak bisa bersilat dan mengaji al-Quran. Sayang, sejalan dengan perkembangan waktu, padepokan-padepokan silat di Pandeglang mati suri.
Prihatin akan hal itu, Dadi Radjadi, seorang anggota DPRD Pandeglang mendatangi Abah Engkus dan meminta kesediaannya melatih kembali anak-anak usia muda. Dadi pun merogoh kocek untuk membeli perangkat kendang pencak dan seragam latihan untuk anak-anak. Hasilnya, kini berdiri kembali beberapa padepokan silat di Pandeglang.
Berikut link dari kedua artikel diatas :
Antv klik : https://newsplus.antvklik.com/news/abah-engkus- penjaga-tradisi-silat-dan-debus-banten
Kemendikbud:
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/penerima- anugerah-kebudayaan-kategori-maestro-seni-tradisi-abah- engkus/
Gabungan artikel tersebut kemudian dikirimkan ke producer untuk dijadikan bahan pitching ke Executive Producer ataupun untuk menjadi bahan naskah program.
Gambar 3.5 Penugasan Riset dari Produser
Sumber : Olahan Penulis
Tabel 3.5 Hasil Riset yang dibawa dalam Rapat Mingguan
No. Judul Riset Sumber Berita 1 Abah Engkus –
Penjaga Tradisi Silat Ibing dan Debus Banten
Antvklik.com, Kemendikbud.com,
dan Suara.com 2 Kampung Nusantara –
Didik Ninik Towok
Kompas.com, Jogjatribunnews.com
dan Antara 3 Lilin Merah Tangerang Suara.com dan
Suaranews.com 4 Tenun Lurik Kurnia
“Salah Satu Tenun Lurik Tertua Tradisional ATBM
Jogja Yang Masih Tersisa”
Liputan6.com dan Kurnialurik.com dan
Republika.co.id
5 Wedha Abdul Rasyid
“Bapak Illustrator Indonesia (WPAP)
Ayobandung.com dan hai.grid.id 6 Delia Murwi Hartani
“Tas Dowa, Tas Rajut Yang Mendunia”
Merdeka.com
7 Enggar Sudrajad
“Kerajinan Diorama dari Barang Bekas yang
Mendunia”
Metrojateng.com, solopos.com
Sumber : Olahan Penulis
Tabel 3.6 Hasil Riset yang dijadikan produksi
No. Judul Riset Judul Episode 1 Kampung Nusantara -
Didik Nini Towok
Mengenal Lebih dekat Sosok Didik Nini Towok
2 Susan Budiharjo Susan Budiharjo
“Pelopor Sekolah Rancang Busana”
Sumber : Olahan Penulis
Dalam menjalani praktik kerja magang, penulis juga ditugaskan untuk melakukan transkrip calon narasumber. Bahan yang akan di transkrip didapat dari sumber publik internet seperti Youtube.
Dalam melakukan transkrip, penulis menulis ulang isis percakapan yang terdapat di video secara lengkap.
Penulis juga tidak menambahkan atau mengurangi dialog yang dijadikan transkrip.
Gambar 3.6 Penugasan transkrip dari Production Assistant 8 Thendy Susanto –
Nayati
Swa.co.id dan Kontan.co.id 9 Susan Budiharjo Tirto.id,
Susanbudiharjo.com dan Kompas.com
Sumber : Olahan Penulis 3.3.2 Tahap Produksi
Tahapan Produksi yang dibuat dengan whistlist setelah disepakati redaksi bisa jadi berbeda dengan kondisi di lapangan.
Pada tahap ini juga sudah mulai banyak melibatkan yang melibatkan keseluruhan tim termasuk teknis seperti soundman dan cameraman, (Iskandar, 2005, p. 185 )
Pada tahap ini, penulis sebagai Production Assistant, ikut andil dalam membantu berjalannya kegiatan peliputan (shooting).
Pada saat peliputan, Production Assistant dibimbing senior PA untuk memegang kamera dji osmo pocket untuk membantu memperkaya footage gambar.
Pada saat peliputan Cacang Effendy seorang Cat Feeder di penangkaran kucingnya di Bekasi seluruh tim mengambil bagiannya masing – masing. Executive Producer bertugas memantau jalannya shooting, produser mengatur jalannya shooting, cameraman mengambil shoot dan lain sebagainya.
Pada produksi kali itu, Des Hilman Fikri sebagai Senior Production Assistant membimbing penulis sebagai Production Assistant magang untuk membantu mengangkat barang – barang atau properti shooting dan mengambil footage gambar kamera menggunakan DJI osmo pocket untuk memperkaya variasi gambar.
Pada saat produksi tersebut pula, penulis harus cepat beradaptasi dengan kamera DJI osmo pocket tersebut. Selama menggunakan kurang lebih 10 menit dan mengambil video kucing secara statis. Kemudian, Deshilman Fikri mengambil alih DJI osmo pocket untuk mempercepat kegiatan produksi dan mengambil variasi gambar bergerak yang belum dikuasai oleh penulis.
Selain itu, Production Assistant juga membantu membawakan barang – barang kameraman, Soundman dan lighting agar memudahkan proses berjalannya shoting produksi.
3.3.3 Tahap Pasca Produksi
Pasca-produksi (post production) tahapan terakhir dari produksi program siaran . Pada tahap ini rekaman materi shooting (master shooting) yang didapatkan dari lokasi (Venue) akan dilakukan proses editing.
Pengertian editing adalah penyuntingan, pemotongan, penyambungan, merangkai pemotongan gambar secara runtut dan utuh dari bagian – bagian dari hasil rekaman gambar dan suara.
(Latief & Utud, 2017, p.264)
Tahapan Pasca Produksi untuk melihat dan merancang juga menyusun komposisi berita berdasarkan kebijakan redaksi dalam sebuah “rundown program berita”. Production Assistant berperan dalam membantu produser untuk menangani suatu program melewati tiga tahap tersebut. (Iskandar, 2005, p. 185 )
3. 3.3.1 Pengembalian alat dan materi produksi
Setelah peliputan bersama tim, penulis sebagai Production Assistant juga bertanggungjawab untuk memastikan semua alat telah produksi telah dikembalikan ke pusat alat di gedung lantai tiga.
Pada saat selesai liputan Cacang Kucing di Bekasi, Deshilman Fikri sebagai Production Assistant meminta tolong penulis sebagai PA magang untuk mengembalikan alat.
Setelah semua alat dikembalikan, Production Assistant bertanggung jawab untuk menempatkan videotape hasil shooting ke perpustakaan (pusat data)untuk keperluan program , laporan atau dokumentasi.
Setelah materi produksi masuk ke library, Production Assistant bertanggungjawab untuk mengembalikan memori card kembali ke pusat alat di lantai tiga.
Memori card tersebut harus segera dikembalikan segera karena akan di perlukan untuk kepentingan shooting program lain.
3.3.3.2 Memastikan editing program
Setelah data liputan selesai di backup, Producer biasanya meminta bantuan penulis sebagai Production
Assistant untuk memastikan editing berjalan sesuai dengan angle peliputan.
Iskandar (2005) mengatakan bahwa :
Seorang Pembantu Redaksi juga harus juga harus membantu aktivitas di studio dan ruang kontrol selama produksi penyiaran berita sedang berlangsung, misalnya mengambilkan salinan naskah yang tertinggal dll
Oleh karena itu, selama berlangsungnya editing program, Production Assistant menemani editor untuk berdiskusi footage mana yang akan dipakai. Production Assistant juga seringkali bolak – balik ke meja direksi mengambil naskah untuk memastikan editing sesuai dengan arahan producer atau sekadar berkonsultasi dengan producer untuk minutes by minutes yang akan ditampilkan dan file sound atau footage mana yang lebih menarik ditayangkan.
Pada saat proses editing Episode Eko Nugroho, penulis merekam beberapa sound dari clip episode tersebut dan memberikan kepada produser. Hal itu dikarenakan agar membantu produser menyusun naskah akan di dubbing oleh Host.
Produser juga menugaskan penulis sebagai Production Assistant untuk selalu berkoordinasi dengan Deshilman Fikri sebagai Production Assistant untuk memastikan editing program Maestro Indonesia.
Production Assistant juga dibimbing senior PA dalam mengambil minutes by minutes yang nantinya akan digunakan untuk materi promo video pendek. Materi promo tersebut nantinya akan ditayangkan di feed instagram Maestro Indonesia.
Gambar 3.7 Memastikan Editing Program
Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2018 3.3.3.3 Membuat konten promo media sosial
Setelah proses pasca produksi selesai dikerjakan, penulis sebagai Production Assistant akan ditugaskan ke library mengambil hard disk berisi foto – foto hasil peliputan.
Kemudian, Production Assistant bersama dengan producer menyeleksi berbagai foto peliputan tersebut untuk dijadikan beberapa rangkaian foto promo media sosial.
Setelah menyeleksi foto yang ada, producer memberikan sinopsis ataupun kata kunci untuk membantu meringankan tugas Production Assistant dalam membuat promo media sosial.
Jika pada hardisk program Maestro Indonesia tidak terdapat beberapa foto yang ingin dijadikan materi promo program lewat media sosial, producer akan memakai beberapa foto yang diambil lewat smartphone pada saat peliputan untuk dijadikan materi promo. Foto yang diambil menggunakan smartphone tersebut biasanya dikirim melalui email Production Assistant.
Promo sosial media tersebut diunggah di platform sosial media Instagram lewat fitur Instagram Story. Fitur tersebut digunakan karena dianggap sedang trendy dan mempunyai audience yang cukup besar.
Pembuatan promo media sosial ini menggunakan website canva.com. Canva.com adalah website yang menyediakan program design online dan dengan berbagai tools atau alat editing untuk membuat berbagai design grafis seperti poster, flyer, infografik, banner, card invitation, dsb.
Promo ini tayang satu minggu sekali di media sosial instagram Michael Tjandra Luar Biasa dan Maestro Indonesia di @mtluarbiasartv @rtv_maestro Materi promo program yang telah rampung, dikirim ke producer melalui aplikasi chatting Whatsapp maupun email atau surel elektronik. Kemudian, producer yang mengupload materi promo program tersebut ke instagram resmi Maestro Indonesia.
3.3.1.1 Proses Pengambilan Foto
Foto yang akan dijadikan promo media sosial bersumber dari hasil tangkapan kamera Executive Producer atau Produser. Itu karena EP dan Produser dapat mengambil foto sembari mengawasi jalannya proses produksi.
Kemudian, Penulis sebagai Production Assistant meminta hard disk program maestro kepada library yang berisikan foto hasil tangkapan EP maupun produser.
Terkadang, produser juga mengirimkan foto – foto yang akan dijadikan promo media sosial melalui email kepada penulis sebagai Production Asssitant.
Gambar 3.8 Konten promo media sosial
1/6
2/6
3/6
4/6
5/6
6/6
Sumber : Olahan Penulis
3.3.3.2 Proses Pengeditan Foto
Setelah mendapatkan foto yang akan diedit dari Executive Produser maupun Produser, penulis melakukan pengeditan foto menjadi promo media sosial instagram.
Dalam proses pengeditan foto, penulis menggunakan Canva.com. Canva.com adalah plikasi desain grafis menjembatani penggunanya untuk dengan
mudah merancang berbagai jenis material kreatif secara online. Mulai dari mendesain kartu ucapan, poster, brosur, infografik, hingga presentasi. Canva saat tersedia dalam beberapa versi, website, IOS dan Android.
Canva.com juga menyediakan berbagai fitur seperti template yang beragam, format tulisan yang menarik, background dan berbagai fitur design grafis lainnya.
Dalam proses pengeditan foto, penulis memakai Canva.com untuk melakukan pengeditan dasar seperti pemotongan foto (cropping), terang gelap foto (brightness) dan ketajaman warna foto (contrast). Berikut fitur-fitur yang penulis gunakan dalam pengeditan foto menggunakan Canva.com:
a. Pemotongan (Cropping)
Proses cropping adalah proses memotong salah satu ujung dari foto. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk menonjolkan objek tertentu dalam suatu foto. Akan tetapi, teknik cropping juga bisa mempertahankan aspek rasio foto dengan benar. Memotong foto adalah proses memotong satu atau lebih ujungnya. Ini mungkin dilakukan untuk memastikan bahwa foto tersebut memiliki satu dan hanya satu subjek yang jelas. (Thornburg,2011,p.203)
Gambar 3.9 Foto Cacang Effendy sebelum dilakukan proses Cropping
Sumber : Olahan Penulis
Gambar 3.10 Foto Cacang Effendy sebelum dilakukan proses Cropping
Sumber : Olahan Penulis
Penulis melakukan cropping untuk menonjolkan objek yaitu Pak Cacang. Teknik cropping dilakukan karena penulis ingin menambahkan informasi konten promo episode Pak Cacang Effendy. Dengan melakukan cropping
Dalam foto Cacang Effendy, objek yang dipotong adalah rumah kucing. Rumah kucing tersebut penulis buang untuk mendapatkan kesan Pak Cacang yang lebih personal.
b) Brightness and contrast
Gambar 3. 11 Foto Gitaris sebelum melalui proses Brightness and Contrast
Sumber : Olahan Penulis
Gambar 3.12 Foto Gitaris setelah melalui proses Brightness and Contrast
Sumber : Olahan Penulis
Foto pertama objek terlihat lebih terang daripada objek di sekitarnya. Kedua orang tersebut menjadi fokus. Namun, sinar lampu yang ditembak kepada kedua orang tersebut terlalu berlebihan sehingga objek menjadi keterangan sehingga meskipun objek utama sudah lebih fokus daripada objek di sekitarnya, objek utama tetap sedikit kurang fokus.
Maka dari itu, penulis melakukan teknik Brightness and Contrast untuk menunjukkan lebih detail objek utama. Hal tersebut dilakukan dengan membuat efek hitam disekeliling objek dan menajamkan wajah objek utama untuk mendapatkan kesan yang lebih personal pada objek foto.
Terdapat beberapa pilihan menarik lain yang dapat digunakan penulis dalam pengeditan foto menggunakan Canva.com yaitu Kolase Foto.
c) Membuat Kolase Foto
Kolase foto biasa digunakan untuk konten promo media sosial untuk menunjukkan beberapa informasi dalam satu bingkai foto.
Kolase foto tersebut biasanya dilakukan atas inisiatif penulis sendiri untuk mendapatkan variasi gambar promo. Namun, terkadang kolase foto tersebut merupakan request dari produser. Dalam penggabungan foto, penulis mengggunakan template yang sudah terdapat dalam Canva.com.
Canva.com digunakan karena merupakan website design grafis yang bisa diakses lewat berbagai perangkat seperti gadget dan komputer. Berbagai pekerjaan desain juga bisa dikerjakan bersama atau hanya sekadar dilihat bersama.
Canva.com digunakan agar produser dapat melihat pekerjaan desain penulis sebagai Production Assistant.
Berikut beberapa langkah penulis dalam melakukan kolase foto :
Pertama, penulis kembali masuk ke website Canva.com. Setelahnya memilih menu template untuk mebuat kolase foto.
Gambar 3.13 Tampilan template kolase foto Canva.com
Sumber : Olahan Penulis Penulis kemudian memilih satu dari beberapa template kolase foto yang tersedia sesuai dengan konsep promo konten media sosial yang diinginkan. Karena foto yang akan diedit merupakan foto hewan peliharaan, maka penulis menggunakan template kolase foto yang colorful.
Kedua, penulis memilih dan mengunggah foto yang menjadi bahan konten promo media sosial ke website Canva.com
Gambar 3.14 Proses unggah foto yang akan dijadikan kolase foto
Sumber : Olahan Penulis Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3.15 Proses Unggah Foto dalam website Canva.com
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Ketiga, penulis meletakkan foto tersebut kedalam template kolase foto. Objek foto yang akan dijadikan kolase harus berada diatas template kolase. Dengan demikian, foto kucing berada diatas layer template kolase foto. Foto kucing berada di layer 1, template kolase foto berada di layer 2.
Gambar 3.16 Foto Kucing, Piala dan Narasumber diatas template kolase
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Keempat, Penulis kemudian menambahkan beberapa informasi yang akan menjelaskan makna foto.
Tujuan penambahan informasi tersebut selain menjadi tambahan pengetahuan bagi audience.
Tambahan informasi tersebut juga diperlukan untuk mewakili berbagai gambar yang terdapat dalam satu bingkai foto promo sosial media.
Kolase foto juga diperlukan agar audience Maestro Indonesia di media sosial Instagram tertarik dan ingin terus menanti episode - episode yang disajikan di Maestro Indonesia.
Gambar 3.17 Foto Kolase foto dengan tambahan informasi
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Kata -kata yang dijadikan keterangan foto merupakan sinopsis cerita episode tersebut.
Sinopsis tersebut biasanya dikirimkan produser
kepada penulis sebagai PA untuk tahu alur editing dan untuk kegunaan promo media sosial
Gambar 3.18 Sinopis Maestro Indonesia
Sumber : Olahan Penulis
Kelima, konten promo media sosial yang telah selesai dikerjakan diunggah untuk diberikan
kepada produser melalui Whatsapp ataupun email.
Gambar 3.19 Pemberian hasil konten promo Instagram kepada Produser
Sumber : Olahan Penulis
3.4 Kendala dan Solusi
3.4.1 Kendala yang ditemukan
Dalam melakukan praktik kerja magang, penulis menemukan kendala sebagai berikut :
1. Penulis cukup kesulitan membantu produser dalam mengerjakan riset dikarenakan akses komputer yang terbatas. Komputer yang tersedia di kantor Rajawali Televisi harus menggunakan username dan password pegawai.
2. Senior PA belum berani sepenuhnya memberikan tanggung jawab kepada karyawan magang seperti peminjaman alat-alat dan proses request lainnya, sehingga cukup menghambat penulis dalam mengeksplor hal-hal baru terkait jobdesk PA.
3.4.2 Solusi
Mengetahui kendala yang dialami penulis selama praktik kerja magang, maka penulis menemukan solusi untuik meminimalisir hal tersebut, yakni sebagai berikut:
1. Penulis datang lebih pagi daripada produser. Hal ini dilakukan agar penulis dapat meminta username atau password produser untuk dapat menggunakan komputer kantor yang tersedia.
2. Penulis jadi semakin aktif dan intens bertanya Senior Production Assitant. Hal ini dilakukan agar Senior PA mau memberikan arahan dan tantangan kepada penulis untuk mencoba membantu melakukan tugas Production Assistant secara lebih aktif dan intens.