• Tidak ada hasil yang ditemukan

AMBULU JEMBER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "AMBULU JEMBER "

Copied!
130
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Bagaimana pengembangan kreativitas prosesual melalui seni tari berbasis kearifan lokal pada anak usia dini di Sanggar Budaya Ambulu Jember. Bagaimana mengembangkan kreativitas aspek produk melalui seni tari berbasis kearifan lokal untuk anak usia dini di Sanggar Budaya Ambulu Jember. Cara mengembangkan kreativitas suportif melalui seni tari berbasis kearifan lokal bagi anak usia dini di Sanggar Budaya Ambulu Jember.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi penulisan karya ilmiah yang akan dijadikan referensi dalam penelitian selanjutnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kreativitas melalui seni tari berbasis kearifan lokal, sehingga para penggiat seni dapat mencapai kontribusi ilmiah untuk mengembangkan seni tari berbasis kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan pengetahuan sehingga anak memperoleh wawasan yang utuh mengenai pengembangan kreativitas melalui seni tari berbasis kearifan lokal.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan bahan kajian di perpustakaan perguruan tinggi UIN KHAS Jember. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kreativitas anak melalui seni tari berbasis kearifan lokal sehingga memberikan stimulus untuk melestarikan kesenian lokal di tingkat akar rumput.

Definisi Istilah

Seni tari berbasis kearifan lokal dalam penelitian ini merupakan ekspresi spiritual yang diungkapkan dengan gerak berirama indah yang mengacu pada nilai-nilai sosial budaya setempat. Tarian berbasis kearifan lokal yang dimaksud adalah tarian yang berakar dari budaya Jawa dan Madura, seperti tari Rajungan yang berasal dari Jember, tari Ujung Alit yang berasal dari Jawa Tengah, tari Lahbako yang berasal dari Jember, dan tari Bajol Ijo. yang berasal dari Jember, tari Angsa Putih yang berasal dari Jawa Tengah, dan tari Cublak Suweng yang berasal dari Jawa Tengah. Pengertian anak usia dini adalah anak yang berada pada kelompok umur sejak lahir sampai dengan usia enam tahun.13.

Yang dimaksud dengan anak usia dini dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun. Ciri-ciri anak usia 5-6 tahun adalah kemampuan mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, membayangkan penggunaan gerak, musik, drama dan berbagai bidang seni lainnya (lukisan, seni rupa, kerajinan) dan kemampuan mengapresiasi karya seni gerak. . dan tari, serta drama. . 13 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Sanggar seni Kartika Budaya Ambulu merupakan sanggar seni di kawasan Ambulu Jember yang konsisten dalam pengembangan potensi seni khususnya fokus pada seni tari tradisional anak. Mengacu pada berbagai definisi istilah di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian pengembangan kreativitas melalui tari berbasis kearifan lokal pada anak usia dini di Sanggar Kartika Budaya Ambulu Jember adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan anak usia dini dalam menemukan, menggabungkan dan menciptakan kreasi baru dengan karakter baru. dan berbeda dari segi proses, produk dan aspek pendukung yang diwujudkan dalam bentuk gerak tari berbasis nilai sosial budaya Jawa dan Madura di Sanggar Seni Kartika Budaya Ambulu Jember.

Sistematika Pembahasan

Pengembangan kreativitas aspek proses melalui seni tari berbasis kearifan lokal untuk anak usia dini di Sanggar Budaya Ambulu Jember. Mengembangkan kreativitas aspek produk melalui seni tari berbasis kearifan lokal untuk anak usia dini di Sanggar Budaya Ambulu Jember. Mengembangkan kreativitas pada aspek pendukung melalui seni tari berbasis kearifan lokal untuk anak usia dini di Sanggar Budaya Ambulu Jember.

Pengembangan kreativitas proses imajinasi melalui seni tari berbasis kearifan lokal pada anak usia dini kelompok A. Perkembangan kreativitas produk pengolahan gerak tubuh menjadi gerak estetis melalui seni tari berbasis kearifan lokal pada Usia Dini Kelompok Anak A di Sanggar Kartika Budaya. Mengembangkan kreativitas pendukung melalui seni tari berbasis kearifan lokal pada anak usia dini kelompok A Sanggar.

Pengembangan kreativitas pada aspek produk melalui seni tari berbasis kearifan lokal untuk anak usia dini di Sanggar Kartika Budaya Ambulu Jember berlangsung dengan mendorong siswa untuk melakukan hal tersebut. PENGEMBANGAN KREATIVITAS MELALUI SENI tari BERBASIS KEarifan Lokal Pada Anak Usia Dini Di SANGGAR KARTIKA.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teori

Pengertian di atas memberikan pemahaman bahwa tema merupakan bagian penting dalam sebuah pertunjukan tari. Hal ini juga berlaku pada pelajaran tari yang bersifat mendidik bagi anak kecil. Oleh karena itu, seni tari diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mengenali dan menggali bakat dan minat anak.

Pembelajaran tari dapat menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan kreatif anak dalam memanfaatkan dan menguasai ruang. Pembelajaran seni tari memungkinkan anak lebih mampu berimajinasi sesuai dengan tema dan irama lagu yang mengiringinya. 60 Retno Tri Wulandari, “Pembelajaran Gerak dan Tari Sebagai Sarana Ekspresi dan Apresiasi Seni Bagi Anak Usia Dini”, Jurnal Pendidikan Tari, Univ. kecerdasan, kecerdasan dan ketangkasan fisik.

Aspek-aspek dalam materi tari yang dapat mengembangkan kemampuan kreatif anak dalam kelenturan dapat disimpulkan dari berbagai indikator, antara lain: Jenis tari yang bertemakan edukasi ini menjadikan anak kreatif dalam memadukan gagasannya dengan nilai-nilai yang terkandung dalam seni tari yang dibawakannya. . Pembelajaran tari cenderung membuat anak lebih kreatif karena diberi kebebasan bergerak, meniru gerakan, dan menafsirkan gerakan sesuai kemampuannya.

63 Retno Tri Wulandari, “Mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui pembelajaran tari berbasis budaya lokal”, Jurnal Pendidikan Tari Univ. tujuan dan hasil produk dapat dipahami secara kognitif berkat gerakan.64. Bentuk-bentuk kesadaran gerak dalam seni tari yang dapat mengembangkan kemampuan kreatif anak dalam aspek produk antara lain:. Bentuk kesadaran menyikapi ruang dalam seni tari yang dapat mengembangkan kemampuan kreatif anak secara produktif adalah:

Bentuk kesadaran menyikapi waktu dalam seni tari yang dapat mengembangkan kemampuan kreatif anak pada aspek produk antara lain: Improvisasi melatih kepekaan anak dalam menyikapi musik secara spontan dan tanpa perencanaan.69 3) Peranan seni tari dalam mengembangkan kreativitas anak. Bulan Oktober menunjukkan betapa berartinya kedudukan guru dalam menumbuhkan dan mendukung anak dalam mengembangkan kemampuan kreatifnya melalui seni tari.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pengembangan kreativitas melalui tari berbasis kearifan lokal pada anak usia dini di Sanggar Budaya Ambulu Jember dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Studi kasus dalam penelitian ini mempunyai arti peneliti mencoba mencari makna sebenarnya dari informasi terkait pengembangan kreativitas melalui seni tari berbasis kearifan lokal pada anak usia dini di Sanggar Kartika Budaya Ambulu Jember.

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Pengasuh dan guru Sanggar Budaya Ambulu Kartika yang mempunyai pengetahuan mendalam tentang pengembangan kreativitas melalui seni tari; Guru tari PAUD kelompok A dengan alasan tutor terlibat langsung dalam mengembangkan kreativitas melalui tari PAUD berbasis kearifan lokal. Anak kelompok A dalam konteks penelitian ini adalah siswa berusia 5-6 tahun yang terlibat aktif dalam kegiatan pengembangan kreativitas melalui seni tari berbasis kearifan lokal.

Orang tua anak usia dini dalam konteks penelitian ini adalah orang tua anak usia dini kelompok A yang terlibat dalam kegiatan pengembangan kreativitas melalui seni tari berbasis kearifan lokal.

Teknik Pengumpulan Data

Data perkembangan anak usia dini kelompok A Sanggar Kartika Budaya Ambulu Jember lima tahun terakhir. Informasi di atas diperkuat dengan pernyataan Dewi Afifah selaku guru tari PAUD kelompok A di Sanggar Budaya Ambulu, Jember.

Analisa Data

Keabsahan Data

Untuk memperoleh data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah perlu dilakukan kajian yaitu dengan menguji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Triangulasi sumber data yang dimaksud adalah peneliti membandingkan data yang diperoleh dari pengasuh belajar kemudian dilakukan cross check dengan pengajar tari, Kelompok A pada anak usia dini dan orang tua kelompok A pada anak usia dini. Sedangkan metode triangulasi digunakan untuk membandingkan hasil wawancara antara beberapa informan, kemudian peneliti juga membandingkan data wawancara dengan hasil observasi.

Tahap Tahap Penelitian

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Pembahasan Temuan

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Tetap menjaga ciri sanggar tari yang ramah terhadap perempuan dan anak dengan menjadikan anak sebagai objek belajar dan objek pembelajaran. Penerapan pendidikan tari PAUD dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan Balet Untirta. Peningkatan kreativitas anak usia dini usia 5-6 tahun kelompok B melalui seni gerak dan tari di TK Nurul Ilmi Percut Sei Tuan tahun ajaran 2017/2018.

Meningkatkan kreativitas anak dalam belajar tari melalui strategi belajar sambil bermain di TK ABA Karang Malang. “Pelaksanaan Kegiatan Tari Tradisional di TK Sani Ashila Padang” Jurnal Ilmiah Potentia : Vol. Mengajarkan gerak dan tari sebagai sarana ekspresi dan apresiasi seni kepada anak sejak dini”.

Mengembangkan kreativitas melalui tari berbasis kearifan lokal pada anak usia dini di Sanggar Kartika Budaya Ambulu Jember. “Sepenuhnya merupakan hasil belajar atau pekerjaan saya, kecuali sebagian yang dirujuk sumbernya.

Referensi

Dokumen terkait