Kapitalisasi versus perolehan baru
Oleh : Eky Ermal M, SE., M.Si., MA.Fin
Konversi biaya menjadi aset tetap adalah merupakan tambahan harga beli aset yang bersangkutan dan disebut dengan
kapitalisasi.
Kapitalisasi juga merupakan biaya – biaya penunjang yang teratribusi secara langsung untuk aset yang bersangkutan yang
kemudian menambah harga peroleh aset tersebut.
Konsep dasar
Menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
Pernyataan Nomor 07 tentang Akuntansi Aset
Tetap paragraf 50 (Lampiran II) disebutkan bahwa pengeluaran yang dapat dikapitalisasi merupakan
“Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam
bentuk kapasitas, mutu produksi, atau
peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada nilai tercatat aset yang bersangkutan”.
Pengertian Kapitalisasi
Dengan berjalannya waktu, biasanya perusahaan melakukan pengeluaran – pengeluaran yang
berhubungan dengan aset yang telah dimilikinya misalnya pemeliharaan, rehabilitasi atau renovasi.
Pengeluaran – pengeluaran ini terbagi 2 yaitu :
Yang tujuannya memperpanjang masa manfaat di akui sebagai pengeluaran modal (capital
expenditure) dan dapat dikapitalisasi menambah nilai aset yang ada, misalnya rehabilitasi
bangunan;
Pengeluaran yang tidak menambah masa
manfaat diakui sebagai pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) dan tidak dapat
dikapitalisasi menambah nilai aset yang ada misalnya pengecetan gedung.
Klasifikasi kapitalisasi
Sebuah kenderaan tahun perolehan 2010
mengalami overhoul pada bagian mesin dan terkena biaya perbaikan sekitar Rp85.000.000, dan akan memberikan manfaat untuk lima
tahun kedepan. Pada saat perolehan kenderaan tersebut dibeli dengan harga Rp195.000.000
Apakah overhoul tersebut diatas dapat dikatakan sebagai kapitalisasi atau biaya maintenance?
Biaya tersebut merupakan kapitalisasi
Contoh kasus
Sebuah kenderaan diperoleh pada tahun 2010 dan masih dapat dipergunakan secara normal, umur ekonomis diketahui sepuluh tahun. Pemilik
mengeluarkan sejumlah dana untuk modifikasi agar mesin kenderaan bisa lebih cepat (kencang) dengan memasang turbo, cat warna warni, sayap, knalpot racing, serta memodifikasi sistem sound agar
memuaskan. Biaya yang dikeluarkan hampir sejumlah 100 juta dimana harga beli kenderaan tersebut 165 juta.
Apakah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik masuk kategori kapitalisasi atau biaya??
Biaya diatas merupakan revenue expenditure
Contoh kasus
Sebuah bangunan memperbaiki atapnya yang sudah lapuk dengan biaya
Rp125.000.000 dan biaya pendukung lain sebesar 25.000.000, diketahui NJOP
bangunan tersebut sebesar 350.000.000
Apakah biaya diatas masuk kategori kapitalisasi??
Ya masuk kategori kapitalisasi
Contoh kasus
Pembangunan taman dan pagar sebuah bangunan menelan biaya sekitar Rp
65.000.000. sang pemilik memasukkannya sebagai penambahan aset baru pada tahun 2019
Apakah perlakuan tersebut dapat diterima sebagai kapitalisasi atau hanya
pengeluaran biaya saja??
Diakui sebagai pengelompokan expenses
Contoh kasus
Alat berat yang dimiliki oleh PT. ABC
memerlukan perbaikan Rp750.000.000 yang memakan waktu hingga tiga bulan, sementara PT. ABC melihat kesempatan untuk memiliki aset dengan mekanisme
leasing dengan total biaya Rp1,1 Miliar (opsi kepemilikan diakhir periode/capital leasing) dalam perolehan baru
Apakah PT. ABC mengambil opsi perbaikan atau memilih langkah leasing??
Contoh kasus
Karyawan PT. XYZ banyak yang
menggunakan aset perusahaan berupa kenderaan tua (motor) perolehan tahun 1980. diketahui telah banyak perawatan yang timbul atas aset tersebut, data
diperoleh biaya perawatan dan perbaikan hingga Rp70juta per 10 motor. Perolehan motor saat ini per sepuluh sejumlah Rp 135.000.000
Apakah perusahaan mengganti motor tersebut atau membeli baru??
Contoh kasus
Di pedalaman kalimantan terdapat mobil 4x4 yang diperlukan untuk operasional kebun,
perbaikan kenderaan tersebut memerlukan dana Rp35.000.000 dan estimasi
penambahan umur ekonomis sekitar 5 tahun.
Adapun jika mobil tersebut di gantikan
dengan yang baru akan mengeluarkan dana sejumlah Rp500.000.000 dengan spesifikasi yang hampir sama.
Apakah kenderaan tersebut dikapitalisasi atau perolehan baru??
Contoh kasus
PT. ABC membeli peralatan penunjang drone
sebesar Rp35.000.000, pemasangan pintu pada kantor yang disewa Rp7.500.000, pembelian
sampan kayu sederhana dengan tongkang sebesar Rp15.000.000, kursi dan meja tamu sebesar
Rp45.000.000, AC 5 Unit sebesar Rp15.000.000, Printer sejumlah Rp2.500.000, perbaikan WC pada kantor yang disewa sejumlah Rp3.500.000 dan
mesin pompa air sebesar Rp2.500.000
Berikan analisis mana yang diakui sebagai
kapitalisasi dan mana yang diakui sebagai beban perusahaan, dimana rata-rata peralatan berumur tiga sampai 5 tahun.
Contoh kasus
Sebuah PO Bus memiliki bus yang sudah
memasuki usia 15 tahun dengan konsumsi bahan bakar 1:11 per kilometer, untuk memodifikasi agar bus tersebut baik kembali dan update model
kekinian maka PO mengeluarkan dana sejumlah Rp40.000.000 dan dapat dipergunakan hingga 6 tahun kedepan. Sementara perolehan bus baru
sejumlah Rp 450.000.000 dan tidak ada pilihan lain karena hampir rata boros bahan bakar 1:8
perkilometer.
Apakah PO bus tersebut mengganti bus lama dengan bus yang baru??
Contoh kasus
Sebuah perusahaan taksi memilih untuk membeli baru armada mereka setelah tiga tahun pakai.
Dimana armada baru memiliki tingkat efisiensi yang diketahui sangat bagus, perolehan menuntut dana yang besar sejumlah Rp1,1 Miliar per sepuluh
kenderaan dan menghasilkan penghasilan yang diestimasi Rp110.000.000 perkenderaan pertahun bersih. Jika menggunakan kenderaan lama akan menghasilkan Rp110.000.000 pertahun dengan
perbaikan estimasi Rp20juta perkenderaan pertahun
Apakah perusahaan taksi tersebut mengganti
taksinya atau tetap mempertahankan taksi lama??
Contoh kasus
Sebuah mesin cuci mengalami kerusakan dan terkena biaya reparasi hampir 300ribu. Dengan demikian sang pemilik memperbaikinya hingga rusak kembali tiga minggu berikutnya dengan alokasi perbaikan Rp250.000. Kemudian dapat digunakan kembali hingga dua bulan kedepan yang harus mengganti dinamo nya sebesar Rp350.000.
Apakah sang pemilik memilih memperbaiki terus- terusan atau mengganti mesin cuci tersebut
dengan mesin cuci yang baru seharga Rp1.500.000??
Contoh kasus
Berikan contoh tersendiri yang saudara dapatkan dari sumber/referensi lainnya minimal tiga contoh kasus
Tarimo Kasih
Thank you
Gracias Gamsa
Hamnida
17
Hatur Nuhun
Syukron Katsiron
Makasih Trimsssss
MAULIATE
SEE