• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA GAGALNYA PROSES DEFROSTING SECARA OTOMATIS PADA REFRIGERATOR DIKAPAL MT. GAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISA GAGALNYA PROSES DEFROSTING SECARA OTOMATIS PADA REFRIGERATOR DIKAPAL MT. GAS "

Copied!
35
0
0

Teks penuh

Apabila pernyataan diatas terbukti salah, maka saya sendiri menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya. Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya beserta jajarannya yang telah memberikan fasilitas dan pelayanan kepada saya untuk menyelesaikan proposal ini. Bapak/Ibu dosen Politeknik Pelayaran Surabaya khususnya Program Studi Diploma III Lingkungan Hidup Teknik Elektro Kelautan Politeknik Pelayaran Surabaya yang telah memberikan ilmunya sehingga saya dapat menyelesaikan proposal ini.

Rekan-rekan taruna yang telah memberikan semangat dan semangat sehingga penulisan proposal ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, dalam artikel ilmu terapan kali ini, penulis mencoba menganalisis penyebab kegagalan sistem pencairan es otomatis. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini antara lain untuk mengetahui apa saja penyebab kegagalan sistem pencairan otomatis mesin es pada kapal MT.Gas Komodo.

The role of the food cooler is very important as a backup food storage for the needs of the crew. The design of flowers on the entire surface of the evaporator (in the refrigerator on the ship) is a space for users. Therefore, in this applied scientific work, the writer tries to analyze the cause of failure of the automatic payment system.

How the objectives to be achieved in the discussion of this thesis are to find out what causes the failure of the automatic payout system on the machine dispatched by MT.Gas Komodo.

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Bahan makanan tersebut merupakan cadangan makanan yang disimpan untuk awak kapal selama melaksanakan pelayaran. Penyimpanan dalam lemari pendingin tidak akan meningkatkan kualitas dan kondisi barang yang disimpan, juga tidak akan membuat barang menjadi steril, namun hanya akan menjaga makanan agar tidak membusuk dan rusak. Pada tanggal 7 Maret 2019, penulis melakukan pengecekan pada panel kontrol pembuat es karena alat pembuat es tidak dapat mencair secara otomatis sehingga menyebabkan es menggumpal sangat tebal pada evaporator.

Pada akhirnya ditemukan sekring pada panel tersebut kendor sehingga tegangan listrik tidak dapat menghidupkan pemanas. Pada sistem pendingin dibawah 0℃ pasti akan terjadi sesuatu yang disebut frost. Seiring berjalannya waktu, embun beku ini tentu akan menebal dan mempersempit ruang penyimpanan bahan makanan di kapal. Menjadi masukan dan tambahan pengetahuan bagi para pelaut yang harus bekerja di kapal dan pembacanya pada umumnya.

Rumusan masalah yang terdapat pada sistem pencairan es otomatis di kapal adalah “apa penyebab kegagalan sistem pencairan es otomatis pada mesin es di kapal MT.Gas Komodo?”. Dalam penulisan makalah sains terapan ini untuk memusatkan perhatian pada hal yang akan dipelajari, maka perlu dilakukan pembatasan ruang lingkup permasalahan. Kendala permasalahannya adalah: “Pelelehan tidak dapat bekerja secara otomatis karena pengatur waktu dan sistem tidak bekerja secara otomatis.”

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui apa saja penyebab kegagalan sistem pencairan es otomatis pada mesin es di kapal MT.Gas Komodo.

MANFAAT PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA

  • Peralatan-Peralatan Pokok Refrigerasi
  • Istilah Penting Refrigerasi
  • Sistem Kelistrikan
  • Sistem Auto defrost

Kulkasnya menggunakan sistem No-Frost atau tidak ada esnya, sehingga jika kita ingin membawa es batu di dalam freezer rasanya susah sekali, karena freezernya berisi es yang kental. Kondensor merupakan alat penukar panas yang berguna untuk mendinginkan uap refrigeran dari kompresor agar dapat mengembun menjadi cairan. Mesin atau katup ekspansi ini berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigeran cair sebelum masuk ke evaporator, sehingga memudahkan refrigeran menguap di evaporator dan menyerap kalori (panas) dari media yang didinginkan.

Uap refrigeran yang terbentuk di evaporator langsung dihisap oleh kompresor, begitu seterusnya mengulangi langkah pertama sehingga membentuk siklus yang disebut siklus refrigerasi. Tempat pompa kalor adalah yang tujuannya menerima panas, dimana panas tersebut berasal dari ruangan, dengan suhu yang rendah. Untuk menjaga suhu pada setiap ruang diperlukan suatu rangkaian listrik yang dapat mengontrol kerja kompresor dan juga mengatur proses pencairan bunga es.

Arus listrik yang mengalir ke sub kumparan akan menimbulkan panas sehingga meningkatkan hambatan PTC sehingga arus listrik berhenti mengalir. Apabila arus listrik yang mengalir ke motor kompresor terlalu besar maka OLP akan memutus arus listrik tersebut. Thermostat berfungsi untuk mengatur suhu lemari es dengan cara memutus arus listrik dan menghubungkannya dengan motor kompresor.

Heater berfungsi untuk mencairkan bunga es, dan sensor defrost mendeteksi apakah bunga es tersebut dapat dicairkan atau tidak. Kapasitor starter berfungsi untuk mengurangi konsumsi energi pada saat motor kompresor mulai bekerja, dan komponen ini disusun secara seri dengan PTC. Defrost Timer adalah alat yang berfungsi untuk mengatur durasi kerja kompresor dan mengatur proses pencairan es di evaporator (siklus pencairan es).

Kompresor diatur untuk bekerja secara umum selama sekitar 6 jam, setelah itu es mekar yang terkumpul di evaporator dan tangki air di bawahnya perlu dicairkan. Defrost Thermo Alat yang mendeteksi suhu di sekitar evaporator sehingga dapat mengontrol apakah proses defrost harus dilakukan atau tidak. Motor timer dimatikan sehingga dalam keadaan ini hanya dua pemanas (defrost heater yang berfungsi untuk mencairkan es di evaporator dan plate heater yang berfungsi untuk mencairkan es di tangki air di bawah evaporator).

Defrost timer merupakan salah satu komponen pada sistem defrost yang berfungsi sebagai pengatur waktu kompresor dan sistem defrost, apabila defrost timer rusak maka lemari es akan mengalami embun beku yang berlebihan apabila defrost timer rusak pada saat kompresor hidup atau lemari es tidak dingin jika pengatur waktu pencairan es rusak selama pemrosesan. Dengan menggunakan alat bernama AVO meter, kita dapat mengukur tegangan listrik pada setiap komponen defrost.

Gambar 2.3 Timer defrost  Sumber http://www.globalsources.com
Gambar 2.3 Timer defrost Sumber http://www.globalsources.com

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Jenis Data dan Sumber Data
  • Teknik Analis Data

Penulis meneliti analisis studi kasus kegagalan proses pencairan es otomatis pada lemari es di kapal, yang dilakukan pada saat praktek berlayar di kapal mulai semester V dan VI. Jenis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini berupa data kualitatif yang diperoleh melalui bentuk variabel berupa informasi mengenai pembahasan baik secara lisan maupun tulisan. Data primer adalah data yang diperoleh dengan melakukan dan mencatat pengamatan faktual terhadap berbagai fenomena substansi penelitian yang terjadi pada objek penelitian.

Data sekunder merupakan data yang dimaksudkan untuk mendukung data primer dalam menjelaskan materi penelitian. Data jenis ini diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku referensi, bahan perkuliahan/jurnal/handout dan buku petunjuk perlengkapan di atas kapal. Berdasarkan rumusan masalah yang telah penulis lakukan sebelumnya, maka diperlukan suatu observasi pada saat penulisan Karya Ilmiah Terapan ini.

Sehingga kita dapat memperoleh data-data yang benar, guna mencapai tujuan penulisan dan sesuai dengan judul yang penulis ambil. Adapun metode pengumpulan data yang penulis gunakan baik dari objek maupun sumber yang diteliti, wawancara langsung, serta melakukan observasi. Penulisan data merupakan metode yang penulis gunakan untuk menganalisis data dalam proposal ini, yaitu metode deskriptif.

Metode deskriptif merupakan suatu teknik analisis yang digunakan untuk menggambarkan suatu peristiwa atau peristiwa yang terjadi di kapal dalam kaitannya dengan studi kasus analisis kegagalan proses pencairan es otomatis pada lemari es di kapal, yang diperoleh dari observasi dan pandangan penulis dengan melihat data yang ada. Dengan beberapa data yang telah diuraikan di atas, maka dengan ini penulis menyelidiki dengan menggunakan metode deskriptif seperti yang telah dijelaskan di atas, dengan menggunakan teknik analisis yang ada, penulis berharap dapat menghasilkan pemecahan masalah yang baik dalam penyusunan Karya Ilmiah Terapan ini.

DAFTAR PUSTAKA

Gambar

Tabel 2.1 Review Penelitian
Gambar 2.3 Timer defrost  Sumber http://www.globalsources.com

Referensi

Dokumen terkait