PENDAHULUAN
Pembatasan Masalah
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui, menganalisis dan membuktikan apakah ukuran perusahaan dapat mempengaruhi audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012. Untuk mengetahui, menganalisis dan membuktikan apakah ukuran kantor akuntan publik dapat mempengaruhi audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012.
Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui, menganalisis dan membuktikan apakah ukuran perusahaan, profitabilitas dan ukuran kantor akuntan publik secara bersama-sama berpengaruh terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di pasar modal Indonesia tahun 2009-2012. Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan penulis khususnya mengenai pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan ukuran kantor akuntan publik terhadap audit delay.
Sistematika Penelitian
Bab ini membahas tentang hasil penelitian yang meliputi gambaran umum objek penelitian, analisis hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Bab ini berisi kesimpulan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian yang mengacu pada pencapaian tujuan penelitian, serta saran yang dapat penulis berikan mengenai permasalahan yang ada dalam penulisan penelitian.
LANDASAN TEORI
Pengertian dan Standar Auditing
Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan auditor harus menunjukkan apakah terdapat inkonsistensi penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode sebelumnya.
Jenis-Jenis Auditing
Tujuan audit laporan keuangan adalah untuk menentukan apakah laporan keuangan secara keseluruhan telah dilaporkan sesuai dengan prinsip. Dalam menentukan tingkat kewajaran penyajian laporan keuangan, auditor harus melakukan serangkaian pengujian yang tepat untuk menentukan apakah terdapat kesalahan atau salah saji material lainnya dalam laporan keuangan.
Laporan Auditor Independen
Seluruh laporan keuangan (neraca, laporan laba rugi, laporan laba ditahan dan laporan arus kas) telah lengkap. Pernyataan dengan pengecualian hanya dapat dikeluarkan jika auditor menyimpulkan bahwa keseluruhan akun telah disajikan secara wajar.
Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU)
Menurut Suwardjono (2011), kriteria kewajaran penyampaian laporan keuangan menggunakan PABU bukan SAK karena tidak semua ketentuan perlakuan akuntansi dapat atau telah dituangkan dalam bentuk standar akuntansi. Alasan lain mengenai kriteria kewajaran pelaporan keuangan yang menggunakan PABU dan bukan SAK adalah jika standar akuntansi secara eksplisit dijadikan kriteria dan dimunculkan dalam laporan audit, dikhawatirkan kewajaran hanya bersifat formal (teknis) dan tidak substantif.
Laporan Keuangan
- Pengertian Laporan Keuangan
- Tujuan Laporan Keuangan
- Komponen Laporan Keuangan
- Peraturan Pelaporan Keuangan
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 Tahun 2012, pasal 17, laporan keuangan memberikan gambaran yang benar dan wajar mengenai posisi keuangan, hasil keuangan, dan arus kas suatu perusahaan. Penyajian wajar memerlukan penyajian yang jujur dengan penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang benar disertai dengan informasi yang disyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dalam catatan atas laporan keuangan.
Audit Delay
- Pengertian Audit Delay
- Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay
Julukan empat kantor akuntan publik terbesar di dunia adalah Big Four. Saat ini Indonesia juga memiliki kantor akuntan publik lokal yang berafiliasi dengan kantor akuntan publik big four.
Agency Theory
The Big Four, kantor akuntan publik terbesar di dunia, juga memiliki inisiatif yang lebih kuat untuk menyelesaikan audit tepat waktu guna mempertahankan ukuran mereka. Di luar itu, kantor akuntan publik besar seperti big four umumnya memiliki sumber daya yang lebih banyak sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan auditnya lebih cepat. Alasan lain juga disebutkan oleh Febrianty (2011) yang menyatakan bahwa kualitas kantor akuntan publik mempengaruhi audit delay karena sebagian besar perusahaan sudah menggunakan empat jasa audit besar yang dapat melakukan audit dengan cepat dan efisien.
Selain itu, KAP big four lebih banyak mengeluarkan opini going concern perusahaan dibandingkan KAP non big four sehingga menarik lebih banyak klien. Dengan hubungan tersebut, Kim dan Verrechia (1994) menyatakan dalam Septiani (2005) bahwa laporan keuangan yang tepat waktu akan mengurangi asimetri informasi. Dimana untuk menghasilkan laporan keuangan yang tepat waktu maka diperlukan proses audit yang tepat waktu juga.
Perusahaan berskala besar dengan jumlah pemegang saham (prinsipal) yang lebih banyak dapat memberikan tekanan yang lebih besar kepada manajemen untuk melakukan audit lebih cepat sehingga laporan keuangan dapat disajikan tepat waktu untuk memenuhi kepentingan investor. Selain itu, besar kecilnya ukuran kantor akuntan publik juga dapat memberikan sinyal positif kepada para pemegang saham (klien), karena apabila perusahaan tersebut diaudit oleh kantor akuntan publik yang baik maka para pemegang saham (klien) dapat memiliki keyakinan terhadap kualitas akuntansinya. tegas. laporan keuangan disajikan.
Signaling Theory
Sinyal-sinyal yang diberikan oleh pihak manajemen hendaknya juga diteruskan sesuai dengan kondisi yang dialami perusahaan, karena investor dapat melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan ekonomi, apabila informasi yang disampaikan oleh manajemen perusahaan tidak sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini. Apabila terjadi audit delay pada perusahaan berskala besar maka akan mengakibatkan sinyal yang diberikan oleh pihak manajemen menjadi tidak tepat waktu, dan kondisi ini dapat menjadi pertanda kabar buruk bagi pemegang saham karena dapat menyebabkan menurunnya harga saham perusahaan tersebut. Kondisi ini tentunya akan merugikan pemegang saham dan hal inilah yang membuat pemegang saham memberikan tekanan kepada pihak manajemen agar tidak terjadi audit delay.
Perusahaan yang mempunyai tingkat profitabilitas yang tinggi juga akan memberikan sinyal yang lebih tepat waktu karena manajemen merasa bahwa kabar baik ini harus segera disampaikan. Sinyal ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berkinerja baik dan dapat berdampak pada harga saham perusahaan tersebut. Besar kecilnya kantor akuntan publik juga dapat memberikan sinyal yang menunjukkan kabar baik bagi investor dalam mengambil keputusan ekonomi untuk berinvestasi.
Perusahaan yang diaudit oleh kantor akuntan publik yang mempunyai ukuran yang baik dapat memberikan sinyal positif kepada investor dan juga dapat mengindikasikan kabar baik. Investor dapat mengartikan audit delay yang lama sebagai perusahaan sedang mempunyai kabar buruk, sehingga tidak segera mempublikasikan laporan keuangannya, yang kemudian berdampak pada turunnya harga saham perusahaan.
Penelitian Terdahulu
Kompleksitas bisnis, kompleksitas operasional, kompleksitas keuangan, kompleksitas pelaporan keuangan, jenis industri, perusahaan publik atau swasta, tahun keuangan, SPI, EDP dan masa jabatan kantor akuntan. Ukuran perusahaan, rasio utang terhadap ekuitas, profitabilitas, jenis industri, jumlah anak perusahaan multinasional dan ukuran KAP. Jumlah anak perusahaan multinasional mempunyai hubungan negatif yang signifikan terhadap audit delay, sedangkan jenis industri, debt to equity ratio, ukuran KAP, ukuran perusahaan dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Sedangkan laba, profitabilitas, opini auditor, dan reputasi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Analisis pengaruh ukuran perusahaan, laba rugi, opini audit dan ukuran KAP terhadap audit backlog pada industri makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010.
Rerangka Pemikiran
Pengembangan Hipotesis
- Ukuran Perusahaan dan Audit Delay
- Profitabilitas dan Audit Delay
- Ukuran Kantor Akuntan Publik dan Audit Delay
- Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Ukuran Kantor
Ho1: Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012 Ho2: Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012. Subekti (2004), Lubis (2011), Rachmawati (2008) dan Yunita et al (2011) menyatakan bahwa ukuran kantor akuntan publik berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Sedangkan penelitian Kartika (2011) dan Febrianty (2011) menyatakan bahwa ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh terhadap audit delay. Ho3: Ukuran Kantor Akuntan Publik tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012. Ha3: Ukuran Kantor Akuntan Publik berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012.
Ho4 : Ukuran perusahaan, profitabilitas dan ukuran kantor akuntan publik secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Ha4 : Ukuran perusahaan, profitabilitas dan ukuran kantor akuntan publik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
METODOLOGI PENELITIAN
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengolahan Data
- Operasionalisasi Variabel
- Variabel Terikat (Dependent Variable)
- Variabel Bebas (Independent Variable)
- Model Penelitian
- Metode Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Uji Normalitas
- Penentuan Model Regresi Data Panel
- Uji Asumsi Klasik
- Pengujian Hipotesis
Nilai tersebut mempunyai arti bahwa dalam model regresi penelitian ini variabel ukuran kantor akuntan publik mempunyai hubungan negatif terhadap audit delay. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ukuran Kantor Akuntan Publik berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012.
Penelitian ini dapat membuktikan bahwa ukuran Kantor Akuntan Publik berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012. Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri FMCG di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012. Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri FMCG di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012.
Ukuran Kantor Akuntan Publik berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di pasar modal Indonesia tahun 2009-2012. Variabel ukuran perusahaan, profitabilitas dan ukuran kantor akuntan publik secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay pada perusahaan industri barang konsumsi di pasar modal Indonesia tahun 2009-2012.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian
- Statistik Deskriptif
- Uji Normalitas
- Penentuan Model Regresi Data Panel
- Uji Signifikansi Fixed Effect (Uji Chow)
- Uji Signifikansi Random Effect (Uji Hausman)
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedastisitas
- Uji Autokorelasi
- Pengujian Hipotesis
- Koefisien Determinasi
- Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap
- Pengaruh Profitabilitas Terhadap Audit Delay
- Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas dan ukuran kantor akuntan publik terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia, maka hasil penelitian yang ditunjukkan pada Tabel 4.9 adalah diperoleh di bawah. Nilai tersebut mempunyai arti bahwa dalam model regresi penelitian ini variabel ukuran perusahaan mempunyai hubungan positif terhadap audit delay. Semakin besar ukuran perusahaan, maka audit lead time akan semakin lama dan audit delay pun akan semakin lama.
Jika perusahaan diaudit oleh empat kantor akuntan besar maka waktu penyelesaian audit akan lebih cepat dan audit delay menjadi lebih singkat. Ha tidak dapat ditolak atau dengan kata lain variabel ukuran perusahaan mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap audit delay. Namun hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Orchidea (2010), Lubis (2011) dan Andini (2009) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Jadi berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012. Nilai tersebut mempunyai arti jika perusahaan diaudit oleh kantor akuntan publik big four maka waktu penyelesaian audit akan lebih cepat dan audit delay akan lebih singkat. Namun hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan Kartika (2011) dan Febrianty (2011) yang menyatakan bahwa ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika suatu perusahaan mengaudit empat kantor akuntan publik besar maka waktu penyelesaian audit akan lebih cepat dan audit delay akan lebih singkat.
Uji Chow