PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORETIS
Kerangka Teoretis
- Hakikat Sosiologi Sastra
- Sastra dan Masyarakat
- Hakikat Interaksi Sosial
- Hakikat Cerpen
- Sinopsis Cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek
Menurut Soekanto, sosiologi sastra adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan sosial. Masalah yang dimaksud di sini adalah landasan ekonomi produksi, latar belakang, status pengarang dan ideologi pengarang yang dapat dilihat dari berbagai aktivitas pengarang yang dapat dilihat dari pengarang di luar karya sastra. Kedua, isi karya sastra, tujuan dan hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan terkait dengan masalah sosial.
Menurut Suaka, sosiologi sastra adalah penelitian yang menitikberatkan pada hubungan antara manusia dan lingkungan. Karya sastra seringkali mengungkapkan perjuangan manusia untuk menentukan masa depannya, melalui imajinasi, perasaan dan intuisi. Dari pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa sosiologi sastra merupakan cabang ilmu yang di dalamnya sastra dan masyarakat saling berkaitan.
Menurut Nurgiyantoro, tema dapat dilihat sebagai landasan cerita, gagasan dasar umum sebuah karya sastra/novel. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tema adalah gagasan utama dalam sebuah karya sastra atau cerita.
Kerangka Konseptual
Cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek merupakan cerpen digital yang dimuat di laman Harian Kompas.id tanggal 7 Maret 2019. Salah satunya dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yaitu cabang ilmu di mana sastra dan masyarakat saling berkaitan. Interaksi sosial merupakan kunci dari segala kehidupan bermasyarakat, karena tanpa interaksi sosial tidak akan ada kehidupan bersama.
Yang akan dianalisis adalah isi cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh melalui pendekatan sosiologi sastra. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial berupa kerjasama, persaingan dan konflik dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra.
Pernyataan Penelitian
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Sumber Data dan Data Penelitian
- Sumber Data
- Data Penelitian
- Metode Penelitian
- Variabel Penelitian
- Definisi Operasional Variabel Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Teknik Analisis Data
Data yang dideskripsikan dari penelitian ini berupa bentuk-bentuk interaksi sosial ditinjau dari kerjasama, persaingan dan konflik dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah bentuk interaksi sosial dalam bentuk kerjasama, persaingan dan konflik dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Pedoman pendokumentasian analisis bentuk interaksi sosial dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek Karya Bangkit Dhawuh.
Bacalah dengan seksama, hafalkan dan pahami isi novel Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh. Pengumpulan data dari isi novel Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh, yang berkaitan dengan bentuk-bentuk interaksi sosial dalam hal kerjasama, persaingan dan konflik. Menekankan isi cerita yang berkaitan dengan bentuk-bentuk interaksi sosial dalam hal kerjasama, persaingan dan konflik dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh.
Mendeskripsikan hasil temuan peneliti dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh, yang berkaitan dengan bentuk-bentuk interaksi sosial berupa kerjasama, kompetisi, dan konflik. Hasil penelitian ini dianalisis melalui pendekatan sosiologi sastra yang berkaitan dengan bentuk-bentuk interaksi sosial berupa kerjasama, persaingan dan konflik dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek Karya Bangkit Dhawuh. Cerpen Tujuh Hari Kematian karya nenek Bangkit Dhawuh dipilih sebagai objek penelitian untuk menganalisis bentuk-bentuk interaksi sosial dengan menggunakan sosiologi sastra.
Secara lebih rinci, pernyataan penelitian ini berbunyi: Bagaimana bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam bentuk kerjasama, persaingan, dan konflik dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Risen Dhawuh. Dalam cerpen Tujuh Hari Kematian Nenek Bangkit Dhawuh terdapat bentuk-bentuk interaksi sosial, meliputi (6) bentuk interaksi sosial kooperatif, (3) bentuk interaksi sosial kompetitif, dan (3) bentuk interaksi sosial konflik. Dari data tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam novel Tujuh Hari Kematian Nenek, Dhawuh Bangkit terbentuk.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyarankan agar pembahasan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bentuk-bentuk interaksi sosial berupa kerjasama, persaingan dan konflik dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek Karya Bangkit Dhawuh. Berikut bentuk-bentuk interaksi sosial yang dapat diangkat dari cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh. Dalam penelitian ini, peneliti membahas tentang bentuk-bentuk interaksi sosial yang terdapat dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data Penelitian
Untuk memperoleh data penelitian, terlebih dahulu peneliti membaca secara jelas dan rinci cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Dhawuh Bangkit. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat memperoleh wawasan cerita dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh. Di dapur, bersama beberapa anak muda dari desa saya, saya berumur tujuh belas tahun, saya menuangkan isi ketel berisi teh panas ke dalam deretan gelas.
Gelas berisi teh hangat nanti akan kami bagikan kepada para tamu yang akan mendoakan mendiang nenek. Pemuda itu dengan penuh perhatian segera mengambil teko yang baru saja saya taruh di dekat saya dan berkata: "Saya akan menggantinya, Mas...". Tentunya para kerabat laki-laki dari pihak ibu bersiap-siap menerima warga yang akan datang.
Saya rasa menuduh Pakde Efri sebagai kambing hitam kematian nenek sampai bila-bila tidak akan menganggapnya sebagai abang lagi adalah satu pendirian yang tidak sepenuhnya benar. Jika sikap itu terus dipupuk oleh ibu, lama-lama ibu akan mendustakan Allah atas apa yang telah berlaku. Apabila tanah nenek bertukar tangan dengan cara yang begitu menyakitkan, nenek terus sakit, dan daya tahan tubuhnya cenderung berkurangan, sehingga ketika itu, nenek tidak mempunyai kekuatan, dia mati.
Jika Anda tidak dapat membayar hutang pada tanggal yang disepakati, tanah ini akan menjadi jaminan.
Analisis Data
Dari kutipan narasi di atas, terlihat jelas kerjasama antara ibu, Ken dan saudara kandung. Dari kutipan narasi di atas, terlihat jelas bahwa ada kerja sama dari pemuda desa untuk membantu tujuh hari setelah kematian nenek. Dari kutipan dialog di atas, terlihat jelas bahwa ada kerjasama yang dilakukan oleh seorang pemuda.
Ibunya percaya bahwa kematian neneknya disebabkan oleh pamannya Efri yang sengaja menjual tanah neneknya tanpa sepengetahuannya, sehingga neneknya mendengar kabar tersebut, menjadi sok, dan meninggal. Namun, bagi Ken, kematian neneknya tak lebih dari sebuah takdir yang telah ditetapkan Tuhan, dan Ken berharap kejadian ini tidak sepenuhnya salah Paman Efri. Apa yang dilakukan Paman Efri sangat menyakitinya hingga jatuh sakit (Halaman 16).
Dari kutipan narasi di atas, jelas terlihat adanya persaingan dalam memperebutkan tanah warisan milik nenek-nenek. Oma tidak menyangka Paman Efri yang dianggap baik dan bisa dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan nenek di masa tuanya ternyata diam-diam berkhianat hingga sampai menggadaikan tanah milik nenek demi melunasi hutangnya akibat kalah judi. Dari kutipan narasi di atas, terlihat jelas adanya persaingan antara Paman Efri dengan adik-adiknya.
Dari penggalan narasi di atas, terlihat jelas adanya persaingan dalam keluarga sang nenek, terutama sang ibu yang sangat membenci dan sangat marah kepada Paman Efrin. Karena tanah Oma berpindah tangan dengan Paman Efrin secara licik dan menyebabkan Oma jatuh sakit, hal ini membuat Ibu terlihat marah kepada Paman Efrin. Intinya, tanah warisan sang nenek yang nantinya akan dibagi-bagikan kepada anak-anak sang nenek sudah habis dan tidak bisa lagi dibagi rata karena dijadikan jaminan untuk membayar hutang Paman Efrit kepada rentenir.
Apa alasanku untuk tidak menganggap Paman Efri sebagai kakakku?" "Kamu masih menanyakan alasannya. Konflik muncul karena Ibu menyuruh Ken untuk tidak menganggap Paman Efri sebagai pamannya lagi. Terlihat orang tersebut menyuruh sang nenek untuk segera mengosongkan rumah karena Om Efri tidak bisa membayar hutangnya.
Jawaban Pernyataan Penelitian
Diskusi Hasil Penelitian
Keterbatasan Penelitian
Sosiologi sastra adalah cabang ilmu di mana sastra dan masyarakat saling berhubungan. Dalam sebuah karya sastra selalu terjalin hal-hal yang berkaitan dengan aspek sosial, oleh karena itu sastra merupakan bagian dari sosiologi. Kerjasama adalah suatu proses sosial dalam kehidupan masyarakat yang melibatkan interaksi untuk mewujudkan rencana dan memecahkan masalah bersama.
Oposisi atau konflik adalah suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha mencapai tujuannya dengan cara menantang. Dalam kaitannya dengan bidang sastra, cerita Tujuh Hari Meninggal Bangkit Dhawuh karya Bangkit Dhawuh juga dapat dijadikan acuan bagi peneliti lain untuk mengkaji cerpen ini dengan kajian yang berbeda, misalnya dari pendekatan objektif, mimetis, ekspresif yang terdapat dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek karya Bangkit Dhawuh. Meningkatkan pengetahuan pembaca dalam bidang sastra agar pembaca dapat memahami dan menghayati karya sastra yang terdapat dalam cerpen Tujuh Hari Meninggalnya Nenek Karya Bangkit Dhawuh: Kajian Sosiologi Sastra.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Saran