ANALISIS KEPRIBADIAN DIRI SENDIRI BERDASARKAN TEORI DARI TOKOH PSIKOLOGI KEPRIBADIAN BARAT, TIMUR, DAN ISLAM
SEJARAH ALIRAN DAN PERSPEKTIF PSIKOLOGI
Nama : Risma Kholiatus Salma
NIM : 22107010028
Kelas : Psikologi A
Dosen Pengampu : Sara Palila, S.Psi., M.Psi.
Ada lima belas tokoh yang menjelaskan tentang psikologi kepribadian baik dari barat, timur maupun dari islam, diantaranya yaitu:
1. Sigmund Freud 2. Carl Gustav Jung 3. Alfred Adler 4. Henry Murray 5. Erik H Erikson 6. George Kelly 7. Gordon W Allport 8. Raymond B Cattell
9. Ivan Pavlov dan B.F. Skinner 10. Albert Bandura
11. Abraham Maslow 12. Carl Rogers
13. Jen dari Hsu dan Abhidarma 14. Kramadangsa
15. Psikologi Islam
1. Sigmund Freud
Dalam teori psikoanalitik-nya yang terkenal, Freud menyatakan bahwa kepribadian terdiri dari tiga elemen yang dikenal sebagai id, ego, dan superego.
Elemen-elemen ini bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.
a. Menurut Freud, id adalah sumber dari semua energi psikis, menjadikannya komponen utama kepribadian. Dorongan id lebih didorong pada prinsip- prinsip kesenangan, yang berusaha untuk pemuasan segera semua keinginan dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak segera dipenuhi, hasilnya adalah keadaan kecemasan atau ketegangan. Seperti kejadian dimasa kecil saya, waktu itu ada bazar di daerah saya, saya pergi bersama ayah saya, Ketika sedang berkeliling melihat bazar saya ingin sekali membeli minuman berwarna karena saya sedang kehausan.
b. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa impuls id dapat diekspresikan dengan cara yang dapat diterima di dunia nyata atau dunia yang realistis. Ego beroperasi berdasarkan prinsip realitas atau kenyataan, yang berusaha untuk memuaskan keinginan id dengan cara-cara yang realistis dan dapat diterima oleh kondisi lingkungan sosial. Berlanjut dari cerita Id selanjutnya saya tahan rasa haus itu karena ada ayah saya melarang untuk memembeli minuam itu katanya minuman itu tidak higenis (kotor) dan saya lihat sendiri kalau cara buatnya dan wadahnya terlihat kotor.
c. Superego memegang standar moral dan cita-cita yang kita peroleh dari orang tua dan masyarakat kita (perasaan kita tentang benar dan salah).
Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian. Dari cerita diatas bagian dari superego nya adalah larangan ayah saya untuk membeli minuman berwarna.
2. Carl Gustav Jung
Dalam teori psikologi analisis Jung disebutkan bahwa kepribadian seseorang itu dibagi dalam tiga tingkat kesadaran yaitu kesadaran dan ego (consciousness and ego), tak sadar pribadi dan kompleks (personal unconscious and complexes), serta tak sadar kolektif dan arkhetipe (collective unconscious and arkhetipe).
a. Ego (consciousness and ego) yang pengertian singkatnya yaitu merupakan keadaan sadar pada diri manusia seperti presepsi, ingatan, dan pikiran. Dari pengertian itu saya melihat dari diri saya bahwa saya sebagai mahasiswa pernah merasa malas untuk berangkat kuliah tapi saya sadar bahwa kuliah sangat penting untuk masa depan saya nanti, jadi saya memutuskan untuk berangkat kuliah. dari presepsi itu merupakan bagian dari ego yang membentuk perilaku saya sehari-hari.
b. Tak sadar pribadi dan kompleks (personal unconscious and complexes) yang merupakan stuktuk mental yang dekat hubunganya dengan ego, karena terdiri dari pengalaman masa silam yang awalnya disadari tetapi terlupakan. Dari tingkatan ini saya mengingat dulu waktu saya kecil saya sering kena marah oleh orang tua saya karna saya bandel, dari pengalaman itu secara tidak sadar saya sudah terpengaruh oleh kejadian masa lalu itu sampai usia saya saat ini.
Karna itu saya menjadi yang mudah tersinggung dan merawisi temperamen orang tua saya sendiri tapi disisi lain saya selalu minta maaf kepada orang lain padahal itu bukan salah saya, itu saya lakukan karna saya tidak mau orang lain marah seperti orang tua saya dulu.
c. Tak sadar kolektif dan arkhetipe (collective unconscious and arkhetipe) merupakan bekas ingatan yang diwariskan secara genetik dari leluhur di masa lampau. Contohnya yaitu anak-anak takut dengan ular karna dulu nenek moyang pernah punya pengalaman buruk dengan ular, ketakutan dengan ular itu lantas terwariskan secara genetic dan terbentuk dalam ketidaksadaran kolektif oleh anak-anak sekarang.
3. Alfred Adler
Adler mengembangkan pokok pokok pikirannya sehingga menjadi ciri khusus dari pemikiran Adlerian yaitu:
Fictional finalism (Tujuan Hidup)
Superioritas
Minat sosial
Gaya hidup
Daya kreatif
Konsep dasar Adler yang ketiga adalah nilai dari semua aktivitas manusia harus dilihat dari sudut pandang minat sosial. Minat social bisa didefinisikan sebagai sikap ketertarikan dengan umat manusia secara umum maupun sebagai empati untuk setiap anggota masyarakat. Minat social ini termanifestasi dalam bentuk kerja sama dengan orang lain untuk kemajuan sosial daripada keuntungan pribadi.
Saya memiliki minat kepada segala sesuatu yang berhungan dengan mental, perilaku, dan psikologis manusia bahkan saya suka menebak perilaku orang dan juga saya suka cerita yang berhubungan dengan segala hal yang membuat saya terinspirasi.
Dengan keadaan dirumah saya yang terlihat seperti orang asing dalam satu ruangan karna di dalam rumah tidak ada komunikasi secara intens dan membahas masalah pribadi masing-masing membuat saya tidak betah didalam rumah, membuat saya mempunyai minat sosial saya tinggi dari SMP dan SMA saya aktif dalam organisasi dan ekstrakulikuler sekolah dan bahkan sampai kuliah di UIN Sunan Kalijaga ini saya masih ikut organisasi.
Minat sosial yang begitu tinggi tersebut juga turut andil dalam menjadikan saya untuk senang mengamati setiap penampilan maupun gerak gerik orang lain.
Tidak saya sadari juga saya senang sekali menebak-nebak perilaku orang dari perkataan, ataupun perbuatan orang lain.
4. Henry Murray
Ada 20 kategori kebutuhan menurut Murray yang disesuaikan dengan alat tes Psikologi Edward Personal Preference Schedule (EPPS) yang dijadikan sebagai alat untuk mengukur tingkat kebutuhan. Dan kategori kebutuhan tersebut berdasarkan teory NEED-Murray yang menjaring menjadi 20 need yaitu:
1. Abasement 2. Achievement 3. Affiliation 4. Aggression 5. Autonomy 6. Counteraction 7. Defendance 8. Deference 9. Dominance 10. Exhibition
11. Harmavoidance 12. Infavoidance 13. Nurturance 14. Order 15. Play 16. Rejection 17. Sentience 18. Sex
19. Succorance 20. Understandin
Kebutuhan yang paling menggambarkan di diri saya yaitu kebutuhan nomer delapan yaitu Deference. Pengertian dari deference adalah Kebutuhan untuk berbuat seperti apa yang diharapkan oleh orang lain. Dari pengertian tersebut saya merasa kalau saya selalu membutuhkan sugesti atau mengikuti pendapat orang lain ketika saya ingin sesuatu, saya juga selalu ingin membuat orang lain bahagia tanpa mementingkan kebahagian diri sendiri. Tak hanya itu dalam berorganisasi saya lebih suka di pimpin daripada memimpin dan juga saya juga tidak suka mengambil keputusan sendiri karna say butuh pendapat orang lain untuk memutuskam sesuatu.
Satu hal lagi saya suka menceritakan dan membanggakan orang saya kenal atau bisa dibilang teman saya dan orang terdekat saya seperti ketika orang tersebut meraih keberhasilanya serta saya suka menyanjung orang lain ketimbang diri sendiri.
5. Erik H Erikson
Erik Erikson mengembangkan teori psikososial berdasarkan hasil penelitiannya, terkait perkembangan jiwa dan sosial pada anak, serta pengaruhnya saat beranjak dewasa. Ada 8 tahapan psikososial menurut Erik Erikson, yaitu:
1) Membangun kepercayaan (Trust vs Mistrust).
2) Membangun otonomi (Autonomy vs Shame and Doubt).
3) Berinisiatif vs rasa bersalah (Initiative vs Guilt).
4) Merasa mampu (Industry vs Inferiority).
5) Membangun identitas (Identity vs Confusion).
6) Menjalin kedekatan (Intimacy vs Isolation).
7) Dewasa (Generativity vs Stagnation).
8) Kematangan (Integrity vs Despair).
Dari delapan tahapan ada satu tahapan yang ingin saya kaitkan dengan diri saya yaitu pada tahapan ke kelima yaitu membangun identitas (Identity vs Confusion).
Tahapan ini menjelaskan bahwa konflik identitas dan kebingungan peran terjadi pada usia remaja. Ini akan mempengaruhi kehidupannya di masa depan. Saya sebagai remaja mungkin akan mencoba peran yang berbeda untuk menemukan yang paling cocok dengan karakter saya. Jika berhasil, saya akan mampu mempertahankan identitas saya secara konsisten. Tapi jika saya gagal, dalam tahap ini maka saya akan mengalami krisis identitas dan bingung akan masa depan yang saya inginkan. Selain itu, kegagalan bisa saja menimbulkan keraguan tentang kemampuan diri sendiri. Dari penjelasan tersebut saya merasa bahwa saya gagal dalam tahap ini, saya merasa tidak percaya diri dan ragu dengan diri sediri yang membuat saya sulit untuk mengeluarkan pendapat, tampil didepan banyak orang.
Untuk saat ini saya sedang di tahap Menjalin kedekatan (Intimacy vs Isolation) sebelum memenuhi tahapan ini saya ingin mencapai tahap membangun identitas (Identity vs Confusion).
6. George Kelly
Salah satu teori yang dikembangan Kelly adalah Personal Constructs. Personal Constructs merupakan struktur kognitif yang kita gunakan untuk menginterpretasi dan meramal suatu peristiwa atau keadaan. Tidak ada dua orang yang menggunakan konstruk personal yang identik, & tidak ada orang yang mengatur konstruk mereka secara persis sama.
Selain pengertian diatas personal contructs juga mempunyai pengertian lain, yaitu diantaranya:
Beberapa orang bertahan terhadap pandangan mereka mengenai realita.
Beberapa orang juga melihat dunia yang sangat berbeda dengan dunia orang lain.
Konstruk personal juga merupakan cara seseorang dalam melihat hal- hal yang serupa, namun juga berbeda dengan hal yang lain.
Konstruk personal akan membentuk perilaku seseorang.
Dari pengertian diatas saya melihat bahwa kebanyakan teman saya menilai kalau saya mempunyai pribadi yang suka memberi, tidak mau mengecewakan orang, dan juga tidak menunjukan kesedihan atau kekecewaan di depan banyak orang, namun orang yang sudah lama kenal dengan saya melihat kalau saya memiliki pribadi yang manja, suka marah tanpa sebab, dan mudah tersinggung, sedangkan orang yang baru kenal melihat diri kalau saya adalah orang yang selalu ceria, banyak tingkah dan banyak omong. Dari uraian tersebut saya sadar bahwa itu semua adalah personal contructs orang lain terhadap saya dan personal contructs itu berbeda-beda penilaianya.
7. Gordon W Allport
Stuktur kepribadian menurut Allport yaitu Personality Traits. Traits adalah predisposisi untuk merespon sesuatu dengan cara yang sama pada berbagai stimulus yg berbeda dan traits bersifat konsisten. Ada beberapa karakteristik Traits diantaranya:
a) Keberadaannya nyata ada dalam diri tiap manusia (tidak hanya teoritis/label) yaitu struktur neuropsikis.
b) Trait menentukan atau menyebabkan perilaku dan trait muncul bukan hanya kalau ada stimulus yang sesuai.
c) Trait dapat dibuktikan secara empiris.
d) Trait tidak terpisah betul satu sama lain (ada overlap). Tingkah laku dari suatu trait tertentu dipengaruhi oleh trait lain, saling tumpang tindih.
Macam-macam trait ada 3 yaitu:
a. Trait (sifat) vs Habit (kebiasaan), b. Trait (sifat) vs Attitude (sikap), dan c. Trait vs Type.
Dilihat dari macam-macam traits ada satu yang saya tau ada pada diri saya yaitu Trait vs Habit. Karna dalam penjelasan Trait lebih umum, baik dari stimulus maupun responnya sedangkan sejumlah habit dapat bergabung menjadi satu trait.
Habit lebih mengarah dan pengaruhnya terbatas, tidak fleksibel, melibatkan respon spesifik untuk stimulus yang spesifik. Seperti contoh Ketika saya makan bersama teman di warung makan, saya selalu membersihkan sisa makanan kita dan memberesi bekas makan kita seperti sisa makanan dijadikan satu kemudian menumpuk piring dan juga saya membersihkan meja yang kita tempati. Itu sering saya lakukan ketika makan di luar karna itu sudah menjadi kebiaasan saya.
8. Raymond B Cattell
Temuan teori Cattell, berfokus pada analisa faktor kepribadian. Dimana, aspek kepribadian diidentifikasi sebagai struktur sifat-sifat (traits) secara utuh, sekaligus terdiferensiasi yang motivasinya bergantung pada salah satu gugus sifat, dinamakan sebagai sifat dinamik --dynamic traits. Ada dua macam dynamic traits yaitu erg dan sentiment.
a. Erg (kerja/energi) dari ergon (Yunani; energi) yang digunakan oleh Cattell dalam menempatkan konsep insting atau drive. Dalam erg ada constitutional sources trait yaitu Sumber energi dari seluruh perilaku, unit dasar motivasi, dan diarahkan pada tujuan spesifik. Erg mempunyai sifat primer dan fundamental. ada 11 erg pada manusia yaitu: curiosity, sex, gregariousness, protection, self assertion, security, hunger, anger, disgust, appeal, self submission.
b. Sentiment merupakan environmental mold sources trait. Traits yang dibentuk oleh pengaruh lingkungan fisik & sosial. Merupakan suatu bentuk sikap yang dipelajari dan tertuju pada objek penting dalam hidup seseorang: pekerjaan, hobi, agama, pasangan dll.
Diambil dari dinamika traits yang kedua (sentiment) yaitu dimana sifat dipengeruhi oleh lingkungan fisik dan sosial. Di lingkungan tempat saya lahir banyak sekali pondok pesantren sehingga membuat saya tidak berani untuk berkata kotor dan berperilaku tidak baik dan karna faktor lingkungan juga saya jadi terbiasa untuk memakai pakaian seperti gamis atau rok dan menjadi kuranf percaya diri ketika memakai celana saat keluar rumah.
9. Ivan Pavlov dan B.F. Skinner
Teori dari Pavlov dan Skinner sama-sama membahas tentang teori behaviorisme, tapi teori Skinner yang saya ambil untuk menganalisis diri. Salah satu teori behaviroisme yang di temukan adalah Operant Conditioning.
Ada 2 Pembagian Operant Conditioning yaitu reinforcement dan punishment, untuk penjelesanya sebagai berikut:
Reinforcement Positif = meningkatkan peluang munculnya suatu perilaku dengan memunculkan konsekuensi yang menyenangkan ketika perilaku muncul.
Reinforcement Negatif= meningkatkan peluang munculnya suatu perilaku dengan menghilangkan konsekuensi yang tidak menyenangkan ketika perilaku muncul.
Punishment Positif= menurunkan peluang munculnya perilaku dengan memunculkan konsekuensi yang tidak menyenangkan ketika perilaku muncul.
Punishment Negatif = menurunkan peluang munculnya perilaku dengan menghilangkan konsekuensi yang menyenangkan ketika perilaku muncul.
Extinction = mengurangi munculnya perilaku dengan menghilangkan hubungan antara perilaku dengan konsekuensi yang selama ini menyertainya.
Dari penjelasan di atas, satu yang ingin saya kaitkan dengan diri saya yaitu reinforcement negatif, karena saya mengingat kejadian saat masih SMA. Dulu waktu mengikuti pembelajaran dikelas saya duduk di samping jendela dengan keadaan tirai yang terbuka dan sinar matahari masuk kedalam ruangan kelas, itu yang membuat saya dan teman-teman saya merasa silau dan terganggu saat pelajarn. Tanpa sengaja guru yang sedang mengajar melihat saya dan teman-teman yang terganggu dengan hal tersebut, akhirnya tirai jendela ditutup atas perintah guru agar saya dan teman-teman bisa mengikuti pelajaran dengan lancer.
10. Albert Bandura
Teori belajar sosial adalah teori yang menekankan pentingnya mengamati, mencontoh, dan meniru perilaku, sikap, serta reaksi emosional orang lain. Teori yang diangkat oleh Albert Bandura ini terbagi dalam tiga konsep, di antaranya belajar lewat observasi, pentingnya kondisi mental dalam pembelajaran, hingga mempelajari sesuatu tak menjamin perubahan. Menurut Bandura, aspek penting dalam proses belajar anak berasal dari observasi dan meniru orang di sekitarnya. Konsep ini sepadan dengan pemahaman bahwa anak belajar layaknya spons, menyerap apa yang ada di sekitarnya.
Konteks Sosial Teori Bandura
a. Tanpa Penguatan Reinforcement bukan satu-satunya pembentuk tingkah laku.
b. Self Regulation manusia mampu mengatur dirinya sendiri, menciptakan dukungan kognitif, mempengaruhi lingkungan dengan cara mengatur lingkungan.
Teori belajar sosial Albert Bandura ini menjadi jawaban atas celah dari teori- teori lainnya. Salah satu contoh siri sendiri dari teori belajar sosial adalah saya sadar sifat saya sekarang berasal dari orang tua saya. Tanpa disadari apa yang di lakukan orang tua saya di rumah membentuk perilaku sama seperti mereka. Contohnya yaitu orang tua saya sering menolong orang yang kesusahan uang dan mereka memeberi pinjaman uang atau ayah saya selalu on time kalau membuat janji, dan saya sering melihat itu dirumah. Pada akhinya saya memiliki perilaku yang suka memberi dan on time kalau ada waktu.
11. Abraham Maslow
Menurut Maslow, seorang manusia harus memenuhi kebutuhannya yang paling rendah, barulah naik ke jenjang lebih tinggi, dan seterusnya hingga ia bisa mengaktualisasikan diri. Ada lima teori hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow sebagaimana dikutip dari uraian "Teori Abraham Maslow" yaitu:
1. Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs) Motivasi paling dasar manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya demi bertahan hidup (survival). Kebutuhan fisiologis ini misalnya adalah kebutuhan akan makanan, minuman, tidur, seks, dan sebagainya. Contoh nya yaitu di perantauan saya berusaha untuk mengatur uang agar bisa bertahan hidup sampai dikirim uang lagi.
2. Kebutuhan Rasa Aman (Safety/Security Needs) Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, barulah muncul kebutuhan jenjang berikutnya, yaitu kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan tingkat kedua, dalam teori Maslow ini, meliputi keamanan dari bahaya fisik dan emosional. Contohnya saya memakai helm ketika saya berpergian kemanapun dan saya menjauhi orang-orang yang toxic agar mental saya aman.
3. Kebutuhan Sosial (Social Needs) Kebutuhan selanjutnya adalah kebutuhan sosial dan kasih sayang. Hal ini dilatari dari fitrah manusia sebagian makhluk sosial atau homo socius. Seperti saya mengikuti organisasi untuk menambah relasi dan teman serta rasa keinginan mempunyai pasangan untuk berbagi rasa.
4. Kebutuhan Penghargaan (Esteem Needs) Setelah kebutuhan sosial terpenuhi, muncul kebutuhan selanjutnya, yaitu kebutuhan akan penghargaan. Kebutuhan penghargaan ini merupakan pemenuhan ego untuk meraih prestasi. Contohnya saya berusaha untuk menjadi lulusan terbaik yang masuk sepuluh besar se Angkatan dan saya mendapatkan hal itu.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self-Actualization Needs) Motivasi tertinggi manusia adalah kebutuhan akan aktualisasi diri, yaitu keinginan untuk mengoptimalisasi potensi dirinya. Seperti saat ini saya masuk di jurusan psikologi karna saya ingin mengaktulisasikan diri saya menjadi seorang psikolog.
12. Carl Rogers
Dalam teori Rogers ada pembahasan tentang Defences Processes yaitu Sebagian besar pengalaman kita ketahui dan sadari keberadaannya. Ada tiga bagian dari defences processes antara lain:
a. Subception: Kadangkala kita juga merasa ada pengalaman yang mengancam karena bertentangan dengan konsep diri sehingga tidak diperkenankan masuk ke kesadaran (defense).
b. Distortion: membiarkan pengalaman masuk dalam kesadaran dalam bentuk yang konsisten dengan self (seperti: kompulsi, kompensasi, rasionalisasi, fantasi, dan projeksi)
c. Denial: membantahnya dalam ekspresi sadar
Dari hal tersebut terutama bagian Distron saya ada cerita kalau saya pernah menilai orang bahwa orang tersebut benci atau tidak suka dengan saya, tapi tidak tahu kenapa dia tiba-tiba bersikap baik terhadap saya dan pikiran saya mengatakan bahwa dia hanya berpura-pura baik dan pasti ada sesuatu yang ingin di dapat dari saya.
13. Jen dari Hsu dan Abhidarma
Teori abhidarma menjelaskan tentang jiwa yang sehat dan jiwa yang tidak sehat, ada banyak faktor yang mempengaruhi sehat dan tidaknya jiwa, berikut adalah faktor jiwa yang sehat dan jiwa yang tidak sehat.
Faktor Jiwa yang sehat : 1. Pemahaman (insight) 2. Sikap penuh perhatian 3. Sikap rendah hati 4. Sikap penuh hati- hati 5. Kepercayaan
6. Ketenangan 7. Ketidak-terikatan 8. Ktidakmuakan 9. Kenetralan 10. Kegembiraan 11. Fleksibilitas
12. Kemampuan adaptasi 13. Kecekapan
14. Kejujuran
Faktor Jiwa tidak sehat 1. Delusi
2. Pandangan yang salah 3. Sikap tak tahu malu 4. Kecerobohan 5. Egoisme 6. Keresahan 7. Ketemakan 8. Kemaukan 9. Iri hati 10. Kekikiran 11. Kekhawatiran
12. Pengerutuan (kontraksi) 13. Kebekuan
14. Kebingungan
Dari faktor diatas kita bisa tau apa penyebab jiwa tidak sehat dan untuk mengatasi hal itu perlu adanya meditasi. Dalam diri saya ada beberapa faktor jiwa yang tidak sehat diantaranya yaitu egoisme, iri hati, kebingungan, kekhawatiran, dan kecerobohan. Untuk mengatasi hal itu saya melakukan meditasi dengan menenangkan pikiran dan merenungkan permasalahan itu sampai saya menemukan jalan untuk mendapatkan jiwa yang sehat.
14. Kramadangsa
Dalam struktur kejiwaan Ki Ageng Suryomentaram ditemui 2 aku yaitu rasa aku kramadangsa dan rasa aku manusia baru atau rasa aku sejati. Rasa aku kramadangsa merupakan dimensi III, dan rasa aku sejati merupakan dimensi yang tertinggi ialah dimensi IV. Sebelum menemukan stuktur kejiwaan Ki Ageng Suryomentaram melakukan perjalan dengan menggunakan sapi dan gerobak dengan menyamar sebagai rakyat biasa.
Pengertian dimensi III yaitu Pada masa anak bertambah kemampuannya, yakni mempunyai pengertian dan pikiran. Anak mulai tahu hukum benda. Misal, orang merasa haus, maka diambil air dari tempayan lalu diminum. Dan pengertian dimensi ke IV bahwa hidup manusia dalam hubungannya dengan perasaan-perasaan. Hal ini berarti, bahwa dalam bergaul denga benda hidup, manusia memperhatikan atau memahami adanya perasaan. Hidup pada dimensi IV adalah hidup dalam tahap tinggi yang harus ditempuh manusia. Hidup dalam dimensi IV mengandung tiga dimensi dibawahnya, yakni dimensi indra, tanggapan, dan pikiran. Kesimpulan pada hidup dimensi IV manusia telah lengkap dapat menggunakan cipta, rasa, dan karsanya, terutama sudah mampu memahami perasaan oran lain.
Pada diri saya, saya pernah mengalami seperti di dimensi III dan akhirnya ke dimensi IV yang bisa memahami posisi orang lain seperti saya pernah melihat orang yang kehidupanya kurang berkecupan dan saya bisa merasakan posisi itu waktu saya menginap dirumah nenek saya dimana semua kurang berkecupan buat saya pribadi.
15. Psikologi Islam
Kepribadian dalam perspekstif islam merupakan perwujudan dari sistem kalbu, akal dan hawa nafsu sehingga dari ketiga sistem ini dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan suatu kepribadian dalam diri manusia.
Struktur kepribadian islam Struktur Jasmani Aspek diri manusia yg terdiri atas struktur organisme fisik. Struktur Nafsani Aspek diri manusia yang merupakan sinergi aspek Jasmani dan Ruhani Struktur Nafsani terdiri dari Nafs, Akal, dan kalbu Struktur Ruh ani Aspek diri manusia yang terdiri dari komponen2 perwujudan sifat2 ketuhanan Struktur ruhani terdiri dari ruh dan fitrah
Ketiga sistem ini selain untuk berkontribusi, juga sekaligus saling berebut untuk saling mendominasi untuk mewujudkan kepribadian. Contoh nya dalam kondisi spritual. Kejiwaan seseorang akan berpengaruh dan dapat mensugesti fisiknya dalam beramal kepada Tuhannya. Kondisi spritual dapat bervariasi tergantung dengan amalan/perbuatan yang dilakukannya. Hal itu berhubungan dengan tingkat kualitas keimanan karena bersifat ruhiyyah. Seperti kondisi keimanan dapat mengalami kenaikan ketika merasa dekat dengan Tuhan sehingga kualitas ibadahnya akan jauh lebih baik dan dapat mengalami penurunan ketika jauh dari Tuhan dan hal ini akan berpengaruh dengan kualitas ibadah nya.
Pengalaman diri waktu itu ketika masuk di Bulan Rajab sampai Syawal.
Karena pada saat itu, para guru pernah berpidato bahwasannya pada bulan bulan mulia itu perbanyaklah amal kebaikan karena pada saat bulan itu amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah. Maka pada saat itu, saya merasakan bahwa fase keimanan mengalami kenaikan karena mendapat cerita seperti itu dan setelah melewati bulan itu keimanan terasa biasa biasa saja karena menganggap amal kebaikan hanya akan dilipatgandakan pada bulan bulan itu saja.