• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis framing pemberitaan tragedi stadion

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "analisis framing pemberitaan tragedi stadion"

Copied!
142
0
0

Teks penuh

Penelitian ini mengkaji sepuluh berita media Kompas.com tentang pemberitaan tragedi Kanjuruhan yang merupakan tragedi sepak bola terbesar di Indonesia. Peneliti mengambil 10 pemberitaan dari media Kompas.com yang memuat keseluruhan proses yang terjadi pada tragedi Kanjuruhan. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan maka peneliti mengambil judul penelitian yaitu “Analisis Framing Pemberitaan Tragedi Stadion Kanjuruhan di Media Kompas.com”.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Menjadi rujukan untuk menyikapi bagaimana suatu media mengemas berita yang disajikannya, sehingga dapat menentukan tren nilai yang dikonstruksi media dalam pemberitaannya. Untuk memberikan wawasan bagaimana analisis frame dapat menjadi cara untuk mengetahui bagaimana sebuah media online membingkai berita yang disajikannya.

Telaah Pustaka

9 Fauza Ni'amatul Mubarokah, “Analisis Framing Pemberitaan Tata Tertib Sholat Pada Masa PPKM Level 1 di Media CNN Indonesia.com”, (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2022). 11 Usmi Laila, “Analisis framing pemberitaan Covid-19 di media online bengkuluekspress.com,” (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Bengkulu, 2020). Analisis framing pemberitaan media online terhadap pemberitaan RUU Berorientasi Ideologi Pancasila di media Kompas.com dan Republik Online.

Metode Penelitian

  • Pendekatan dan Metode Penelitian
  • Subyek dan Obyek Penelitian
  • Jenis Data dan Sumber Data a. Jenis Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Uji Keabsahan Data

Penelitian yang dilakukan Viky Ardianza adalah salah satu media online yaitu Detik.com, sedangkan peneliti meneliti media online Kompas.com. Dalam penelitian ini yang menjadi topik penelitian adalah media online Kompas.com sebagai sumber utama penelitian, sedangkan tujuan penelitian ini adalah kerangka yang diangkat Kompas.com mengenai tragedi Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tipe non partisipan dimana peneliti hanya akan mengamati data tekstual yang diperoleh dari pemberitaan media online Kompas.com.

Merupakan analisa data yang berisi poin-poin penting dari data sekaligus framing terhadap pemberitaan tragedi stadion Kanjuruhan di

Pembahasan terakhir tentang media online yang meliputi pengertian, jenis dan ciri-ciri media online.

Merupakan penutup. Bab ini bertujuan untuk menyimpulkan dari rangkaian pembahasan mulai dari bab satu sampai bab lima sehingga

Pengertian Framing

Kemudian konsep ini dikembangkan lebih lanjut oleh Goffman pada tahun 1974 yang menganggap frame sebagai bagian dari perilaku yang memandu individu dalam membaca realitas.2 Konsep framing ini digunakan untuk menggambarkan proses pemilihan dan penonjolan aspek-aspek tertentu dari suatu realitas dari media. . Framing merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mengetahui sudut pandang atau sudut pandang seorang jurnalis dalam memilih suatu isu dan juga penulisan berita.3 Definisi lain dari framing adalah bahwa framing adalah suatu cara melihat berita media yang menceritakan peristiwa tersebut. Framing juga bisa diartikan sebagai pendekatan yang dilakukan sebagai cara untuk mengetahui sudut pandang atau cara pandang apa yang digunakan seorang jurnalis dalam memilih isu dan menulis berita.

Model Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki

Sintaks adalah pengamatan bagian-bagian suatu berita yang berkaitan dengan cara jurnalis menyusun pernyataan peristiwa, opini, dan kutipan. Koherensi kausal berarti suatu proposisi atau kalimat dianggap sebagai akibat atau sebab dari proposisi lain. Koherensi diferensial artinya suatu proposisi atau kalimat diperlakukan sebagai lawan atau lawan dari proposisi atau kalimat yang lain.

Tabel 2. 1 Kerangka Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki.
Tabel 2. 1 Kerangka Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki.

Berita

  • Pengertian Berita
  • Jenis-jenis Berita
  • Konsep Berita
  • Syarat Berita
  • Kategori Berita

Berita yang mendalam adalah berita yang mendalam, yaitu berita yang dikembangkan dengan cara menggali lebih dalam hal-hal yang ada di bawah permukaan. mengapa suatu peristiwa terjadi) dan “Bagaimana” atau “Bagaimana” (bagaimana peristiwa itu terjadi, rincian peristiwa tersebut), serta Jadi Apa (apa dampaknya atau apa yang terjadi selanjutnya?). Berita investigatif adalah pemberitaan investigatif, yaitu berita yang dikembangkan dari penelitian atau kajian dari berbagai sumber. Hard news merupakan berita yang membahas isu-isu penting yang berhubungan langsung dengan kehidupan pembaca, pendengar atau pemirsa.

Media Online

  • Pengertian Media Online

Secara teknis atau “fisik”, media online adalah media yang berbasis pada telekomunikasi dan multimedia (komputer dan internet). Kategori media online meliputi portal, website atau situs web, termasuk blog), radio online, TV online, dan email. Ciri-ciri dan keunggulan media online dibandingkan media konvensional (cetak/elektronik) antara lain identik dengan ciri-ciri jurnalisme online. 37 Riski Purwo Darminto, “Fungsi Media Online dan Manfaatnya Dalam Mengembangkan Pesan Dakwah Kepada Masyarakat,” (Skripsi, UIN Raden Intan Lampung, 2017).

Paparan Data Umum Analisis Framing Kompas.com Dalam Pemberitaan Tragedi Stadion Kanjuruhan

  • Jajaran Redaksi
  • Produk
  • Artikel 1
  • Artikel 2
  • Artikel 3
  • Artikel 4
  • Artikel 5
  • Artikel 6
  • Artikel 7
  • Artikel 8
  • Artikel 9
  • Artikel 10

Kesimpulan Disimpulkan dengan pernyataan wartawan bahwa ada larangan penggunaan gas air mata di stadion sebagaimana diatur dalam peraturan FIFA. Namun dalam menahan pendukung yang turun, pihak keamanan menggunakan gas air mata yang sebenarnya dilarang. Namun kesalahan fatal justru datang dari aparat keamanan yang menggunakan gas air mata untuk mencegah turunnya kipas angin.

Keseluruhan paragraf berita memuat rentetan tragedi Kanjuruhan dan penggunaan gas air mata di dalam stadion. Judul Komnas HAM: Gas air mata menjadi penyebab utama tragedi Kanjuruhan Ketua Komisioner Komnas HAM. Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bidang penyidikan, Choirul Anam mengatakan, penembakan gas air mata menjadi penyebab utama tragedi Stadion Kanjuruhan.

Yang mana struktur naskah Gas air mata menjadi pemicu utama tragedi Stadion Kanjuruhan. Dimana Stadion Kanjuruhan. Bagaimana penembakan gas air mata ke tribun penonton menjadi pemicu utama kepanikan suporter untuk segera pergi. Keseluruhan episode pemberitaan tersebut mengandung gas air mata yang menjadi pemicu utama tragedi tersebut dari sudut pandang Komnas HAM.

Betapa kekecewaan suporter membuat mereka turun ke lapangan, aparat keamanan langsung menembakkan gas air mata ke tribun penonton. Latar Belakang Banyaknya korban tewas dan luka dalam tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan.

Table 3. 1. Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki  Berita 1
Table 3. 1. Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki Berita 1

Analisis Data Framing Kompas.com dalam Pemberitaan Tragedi Stadion Kanjuruhan dari Struktur Sintaksis

Pemimpin berita ini mengajak para pembaca berita untuk merenung dan mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan. Latar belakang informasi dalam berita ini menunjukkan bahwa berita ini memuat kronologi dan penggunaan gas air mata. Sumber pemberitaan yang dikutip berdasarkan kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya yang mengecewakan suporter, larangan penggunaan gas air mata di stadion dalam aturan FIFA, dan tingginya angka korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan.

Pembawa berita ini menjelaskan judul soal gas air mata yang menjadi alasan utama hasil penyelidikan Komnas HAM di lokasi kejadian dan pemeriksaan saksi yang selamat dari tragedi tersebut. Sumber pemberitaan tersebut berasal dari hasil pemeriksaan Komnas HAM yang menemukan penyebab utamanya adalah gas air mata, kepanikan suporter, dan kerumunan di pintu keluar stadion. Dalam pemberitaan tersebut, manajemen menjelaskan pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang berakhir rusuh.

Latar belakang informasi dalam berita ini menggambarkan reaksi para pejabat terkait tragedi Kanjuruhan yang hanya ditanggapi melalui platform publik. Lead berita ini menampilkan pandangan Tim Gabungan Pencari Fakta Indonesia mengenai adanya kekuatan elit yang mengatur jadwal pertandingan. Berita ini mengutip sumber dari pernyataan RS Syaiful Anwar dan pernyataan pemain Arema FC yang hadir pada saat tragedi tersebut.

Pemimpin berita ini menjelaskan, Farzah merupakan korban jiwa ke-135 dan meninggal pada Minggu malam.

Analisis Data Framing Kompas.com dalam Pemberitaan Tragedi Stadion Kanjuruhan dari Struktur Skrip

Struktur naskah berita ketiga ini dilihat dari aspek What berita ini menekankan pada kronologi tragedi dan penggunaan gas air mata di dalam stadion yang ditembakkan ke tribun penonton dan menimbulkan kepanikan di kalangan suporter. Pada aspek Why semakin mempertegas aspek What yang menyoroti kesalahan aparat keamanan yang menggunakan gas air mata dalam kerusuhan di dalam stadion. Pemberitaan keempat ditulis secara struktural dan dilihat dari aspek apa pemberitaan ini menonjolkan gas air mata yang menjadi penyebab utama terjadinya tragedi Kanjuruhan.

Struktur naskah berita kelima dilihat dari aspek Apa berita ini menonjolkan empati empati terhadap tragedi Kanjuruhan hanya melalui ruang publik. Struktur naskah berita keenam dilihat dari Aspek berita apa yang menunjukkan ada oknum di balik rencana pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pada berita ketujuh struktur naskah dapat dilihat pada aspek Apa, berita ini menjelaskan tentang keributan di Stadion Kanjuruhan antara suporter dan aparat keamanan yang mengakibatkan korban jiwa.

Struktur skenario berita kedelapan dilihat dari sudut pandang Apa menekankan pada tingginya tuntutan hukum terhadap pelaku tragedi Kanjuruhan. Dari struktur skenario pemberitaan ini terlihat dari aspek Apa yang menunjukkan bahwa semua pelaku yang terlibat dalam tragedi Kanjuruhan hingga struktur tertinggi harus dihukum. Diperkuat dengan aspek Why yang menjelaskan bahwa yang mengatur jalannya pertandingan adalah klub, keamanan dan penyelenggara.

Struktur skrip berita kesepuluh dapat dilihat dari aspek What, yang menunjukkan jumlah kematian meningkat kepada 135 mangsa.

Analisis Data Framing Kompas.com dalam Pemberitaan Tragedi Stadion Kanjuruhan dari Struktur Tematik

Diperjelas pada aspek Siapa dan Mengapa yang menjelaskan bahwa Farzah Dwi Kurniawan Jovando merupakan korban ke-135 karena korban mengalami gagal napas, Covid-19, dan pembengkakan otak akibat tragedi tersebut. Dialog selanjutnya hingga akhir menggunakan konteks penjelasan yang menjelaskan media asing yang juga memberitakan tragedi Kanjuruhan. Berdasarkan struktur tematik berita keempat ini menggunakan hubungan sebab akibat pada paragraf pertama dan kedua yang menjelaskan bahwa penyebab kepanikan suporter adalah gas air mata yang ditembakkan ke tribun penonton.

Dan pada alinea kedua sampai terakhir terlihat adanya keterpaduan pembeda dari penggunaan kata, sedangkan pada keterangan Komnas HAM menjelaskan dibukanya pintu keluar stadion untuk keluarnya suporter, namun yang dibuka adalah pintu kecil. . . Berdasarkan struktur tematik berita keenam ini terlihat dari keseluruhan paragraf berupa pandangan Tim Gabungan Pencari Fakta Indonesia. Struktur tematik berita ketujuh dilihat dari paragraf pertama dan kedua mengandung koherensi sebab-akibat yang menjelaskan terjadinya kerusuhan antara suporter dan aparat keamanan yang menimbulkan korban jiwa serta penembakan gas air mata aparat keamanan ke arah tribun penonton. sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan pendukungnya.

Dari struktur tematik berita kedelapan ini terlihat pada paragraf pertama yang menggunakan koherensi sebab-akibat yang didasarkan pada penyampaian bahwa penyebab tragedi ini adalah penembakan gas air mata ke arah tribun penonton. yang mengakibatkan kepanikan di kalangan pendukung. dan menyebabkan kematian. Pada paragraf selanjutnya hingga akhir, kami menggunakan penjelasan runtut yang menjelaskan hukuman bagi Polri, TNI dan tidak mundurnya Ketua Umum PSSI Muhammad Irawan, bahwa hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dalam pidatonya. Struktur tematik berita pertama dari paragraf pertama yang kesepuluh merupakan koherensi pembeda yang terlihat dari penyajian diagnosis pertama yang berbeda dengan diagnosis kedua.

Paragraf terakhir menggunakan eksplanatori koherensi yang menjelaskan tentang korban yang masih dirawat di rumah sakit dan perkembangan kondisi korban.

Analisis Data Framing Kompas.com dalam Pemberitaan Tragedi Stadion Kanjuruhan dari Struktur Retoris

Setelah menganalisis data sepuluh dari ratusan pemberitaan di media Kompas.com tentang pemberitaan tragedi Stadion Kanjuruhan. Media Kompas.com mencoba menguraikan permasalahan dari struktur sintaksis yang terjadi pada kerusuhan antara suporter dan aparat keamanan pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan. Pemaparan media Kompas.com memastikan bahwa tayangan tersebut menjadi pemicu dan penjelas headline tragedi Stadion Kanjuruhan dalam setiap pemberitaannya.

Kesimpulan dalam pemberitaan Kompas.com digunakan sebagai kesimpulan dari pemberitaan yang disajikan mengenai tragedi tersebut dan prosesnya. Berdasarkan struktur skenario, media Kompas.com membingkai pemberitaannya dengan permasalahan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 di lapangan, yakni awal mula tragedi Stadion Kanjuruhan berawal dari kekecewaan suporter. Dilihat dari struktur tematik pemberitaan media Kompas.com, setiap berita memiliki paragraf berbeda yang menampilkan hal-hal terkait tragedi kompleks di Stadion Kanjuruhan.

Struktur retoris pada media Kompas.com menunjukkan penggunaan gambar dan kata-kata untuk memberikan penekanan pada setiap item berita. Media Kompas.com merupakan salah satu media terbesar di Indonesia yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat saat ini. Ardinza, Viky “Analisis Framing Detik.com dalam pemberitaan Adzan di media Perancis France Presse”.

Tahrifudin, “Analisis Framing Pemberitaan Media Online Terkait Pemberitaan RUU Ideologi Pancasila di Media Kompas.com dan Republik Online”, Proefskrif, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, 2021.

Gambar 2  Gambar 3
Gambar 2 Gambar 3

Referensi

Dokumen terkait