• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis frase pada dendang aceh singkil “si miskin-miskin”

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "analisis frase pada dendang aceh singkil “si miskin-miskin”"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FRASE PADA DENDANG ACEH SINGKIL

“SI MISKIN - MISKIN”

Skripsi

diajukansebagai salah satusyarat untuk memperolehgelar SarjanaPendidikan

oleh

Rahmin 1611010032

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH

2020

(2)

PERSETUJUAN PEMBIMBING

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1LatarBelakang Masalah ... 1

1.2RumusanMasalah ... 3

1.3Tujuan Penelitian ... 4

1.4ManfaatPenelitian ... 4

BAB II LANDASAN TEORI ... 6

2.1Pengertian Frase ... 6

2.2Ciri-Ciri Frase ... 8

2.3Jenis Frase ... 10

2.3.1Frase Endosentris ... 10

2.3.1.1Frase Endosentris Koordinatif... 11

2.3.1.2Frase Endosentris Atributif ... 13

2.3.1.3Frase Endosentris Apositif ... 14

2.3.2Frase Eksosentris ... 15

2.3.2.1Frase Eksosentris Direktif ... 16

2.3.2.2Frase Eksosentris Non-Direktif ... 17

2.4Kategori Frase ... 18

2.4.1Frase Nominal ... 19

2.4.1.1Frase Nominal Koordinatif ... 19

2.4.1.2Frase Nominal Subordinatif ... 20

2.4.1.3FN Metaforis dan Idiomatis ... 21

2.4.1.4Perluasan FN ... 21

2.4.2Frase Verbal ... 23

2.4.2.1Frase Verbal Koordinatif... 23

2.4.2.2Frase Verbal Subordinatif ... 23

2.4.2.3FV Idiomatis ... 24

2.4.2.4Perluasan FV ... 24

2.4.3Frase Ajektifal ... 25

x

(4)

2.4.3.1Frase Ajektifal Koordinatif ... 26

2.4.3.2Frase Ajektifal Subordinatif ... 26

2.4.3.3FA Idiomatik ... 27

2.4.3.4Perluasan FA ... 27

2.4.4Frase Preposisional ... 27

2.4.5Frase Numeral ... 28

2.4.6Frase Pronominal ... 29

2.4.6.1Frase Pronominal Subordinatif ... 29

2.4.6.2Perluasan Frase Pronominal ... 30

2.4.7Frase Adverbial ... 30

2.5Pengertian Dendang ... 31

2.6Sejarah Dendang Aceh Singkil ... 32

2.7Bentuk Penyajian dan Alat Musik Dendang Aceh Singkil ... 32

BAB III METODE PENELITIAN ... 33

3.1Metode Penelitian... 33

3.2Data dan Sumber Data ... 33

3.3Teknik Penelitian ... 34

3.3.1Teknik Pengumpulan Data ... 34

3.3.2Teknik Pengolahan Data ... 35

3.3.3Teknik Analisis Data ... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 37

4.1Hasil Penelitian ... 37

4.1.1Identifikasi Data ... 39

4.1.2Deskripsi Data ... 46

4.1.2.1Jenis Frase ... 46

4.1.2.2Kategori Frase ... 49

4.1.2.3Makna Frase ... 55

4.2Pembahasan ... 64

4.2.1Segi Bentuk Frasenya ... 64

4.2.2Segi Jenis Frasenya ... 65

4.2.3Segi Kategori Frasenya ... 66

4.2.4Segi Makna Frasenya ... 70

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 71

5.1Simpulan ... 71

xi

(5)

5.2Saran ... 71 DAFTAR PUSTAKA ... 73 DAFTAR LAMPIRAN ... 76

xii

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Daftar Frase ... 37

Tabel 4.1.1 Analisis Jenis Frase ... 39

Tabel 4.1.2 Analisis Kategori Frase ... 42

Tabel 4.1.3 Analisis Makna Frase ... 44

xiii

(7)

DAFTAR LAMPIRAN

Naskah Dendang Aceh Singkil “Si Miskin-Miskin” ... 76 Terjemahannya ... 85

xiv

(8)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Penelitian tentang sastra daerah Aceh Singkil perlu dilakukan. Salah satu sastra daerah Singkil adalahDendang yang hingga saat ini masih digunakan oleh masyarakat Aceh Singkil dan sekitarnya. Dendang ini biasanya dipakai di saat pesta perkawinan dan khitanan. Dalam permasalahan iniperlu diketahui bahwa Dendangtersebut masih berbentuk ungkapan langsung secara turun-temurun dan belum tertulis, sehingga sangat memungkinkan terjadi kepunahan di tengah derasnya arus globalisasi sekarang.

Penelitian ini terkait dengan dendang berbahasa Singkil. BahasaSingkil adalah salah satu bahasa daerah yang terdapat di Provinsi Aceh. Bahasa ini pun sudah disahkan pemerintah Aceh sebagai bahasa daerah Aceh Singkil. Bahasa Singkil atau lazim disebut basa Kade-Kade merupakan bahasa mayoritas masyarakat Aceh Singkil dan sekitarnya. Menurut SIL Internasional, bahasa Singkil ini berkerabat dengan bahasa Karo. Bahasa Singkil, Pakpak, dan Karo merupakan bahasa yang tergolong ke dalam bahasa serumpun. Bahasa Singkil memiliki beberapa nama, seperti bahasa Julu, Boang, Kade-Kade, dan Kampung (Harun, 2017, Serambinews.com. https://aceh.tribunnews.com /2017/12/19/

revitalisasi-bahasa-daerahdiaceh#:~:text=Tercatat%20ada%20sepuluh%20bahasa

%20yang,%2C%20(10)%20bahasa%20Haloban).

Meskipun penelitian ini menyangkuttema sastra (dendang), namun fokus penelitian adalah bahasa. Hal ini dilihat dari beberapa hal. Pertama, bahasa

(9)

2

tersebut penting didokumentasikan. Kedua, untuk menghindari terjadinya kepunahan. Ketiga, bahasanya unik tetapi masih jarang dijadikan sebagai bahan penelitian. Penelitian yang serupa sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain dengan pembahasan yang berbeda. Peneliti yang dimaksud adalah Etika Afrianty (2012) tentang Frase dalam Bahasa Jamee, Joko Sugiarto (2003) tentang Frase dalam Bahasa Aceh, dan Trisnawati (2013) tentang Frase dalam Bahasa Julu di Kabupaten Aceh Singkil.

Terkait dengan penelitian terdahulu, maka terlihat bahwa penelitian yang diajukan saat ini jauh berbeda, sehingga penelitian kali ini dianggap sangat layak dan cocok untuk diteliti yaitu: terkait frase Bahasa Singkil dengan sumber data karya sastra yang berbentuk dendang.

Frase merupakan suatu konstruksi yang bisa dibentuk dengan dua buah kata atau lebih. Kata-kata itu bisa dikatakan frase apabila menduduki salah satu fungsi sintaksis di dalam sebuah kalimat. Menurut Chaer (2012:222), frase lazim didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Frase atau kelompok kata tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu frase eksosentris dan endosentris. Selain itu, frase juga memiliki kategori. Seperti nomina, verba, ajektifal, preposisional, numeral, dan adverbial.

Dalam hal ini, perlu dipahami bahwa frase berbeda dengan kata majemuk dan berbeda juga dengan idiom. Frase tidak mendatangkan makna baru melainkan makna gramatikal, sedangkan kata majemuk mendatangkan makna baru atau satu

(10)

3

makna. Idiom juga mendatangkan makna baru dan makna tersebut bukan yang sebenarnya.

Dalam penelitian ini, penulis akan mengkaji frase melalui karya sastra daerah khusus Dendang Aceh Singkil. Penulis memilih ini karena frase banyak digunakan dalam tata bahasa, baik itu bahasa internasional, nasional, maupun bahasa daerah khususnya BahasaSingkil. Bahasa Singkil ini masih jarang yang meneliti, baik itu bahasanyalangsung maupun melalui karya sastranya. Oleh sebab itu, penulis berharap dapat menemukan jenis-jenis frase dan kategorinya yang terdapat pada karya sastra daerah Aceh Singkil ini khusus Dendang Aceh Singkil nantinya.

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian tentang sastra daerah Aceh Singkil khususnya dendang Aceh Singkil sangat menarik untuk diteliti dari segi frasenya. Dalam hal ini, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “Analisis Frase pada Dendang Aceh Singkil Si Miskin-Miskin”.

1.2Rumusan Masalah

Segi permasalahan yang telah dijelaskan di atas mengenai penelitian ini, maka timbullah permasalahan pada penelitian ini yaitu bagaimana gambaran frase pada Dendang Aceh Singkil “Si Miskin-Miskin”. Adapun rumusan masalah yang akan dipecahkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Bagaimanakahbentuk frase pada Dendang Aceh Singkil“Si Miskin-Miskin”?

2) Jenis frase apa sajakah yang terdapat pada Dendang Aceh Singkil “Si Miskin- Miskin”?

(11)

4

3) Kategori frase apa sajakah yang terdapatpada Dendang Aceh Singkil“Si Miskin-Miskin”?

4) Apa sajakah makna frase yang terdapat dalam Dendang Aceh Singkil “Si Miskin-Miskin”?

1.3Tujuan Penelitian

Adapun tujuanyang akan disampaikan pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Mendeskripsikan bentuk frase pada Dendang Aceh Singkil “Si Miskin- Miskin”.

2) Mendeskripsikan jenis frase yang terdapat pada Dendang Aceh Singkil “Si Miskin-Miskin”.

3) Mendeskripsikan kategori frase yang terdapat pada Dendang Aceh Singkil “Si Miskin-Miskin”.

4) Memaparkan makna frase yang terdapat dalam Dendang Aceh Singkil “Si Miskin-Miskin”.

1.4Manfaat Penelitian

Kembali merujuk pada tujuan penelitian yang telah penulis kemukakan di atas, maka penelitian ini memiliki beberapa manfaat dilihat dari segi teoritis maupun praktis.

1) Segiteoritis dapat memberi manfaat kepada penulis pribadi khususnya dan umumnya kepada peneliti lain yang ingin meneliti masalah ini di kemudian hari.Hal ini juga sebagai bahan tambahan mengenai ilmu pengetahuan bagi

(12)

5

guru, dosen, mahasiswa, dan siswa dalam mendiskripsikan frase pada bahasa Singkil melalui karya sastra yang berupa Dendang.

2) Segipraktis juga dapat memberikan manfaat sebagai bahan masukan bagi masyarakat ataupun instansi lainnya, baik itu masyarakat lokal maupun masyarakat luar yang berada pada cakupan Provinsi Aceh ini khususnya.

Pembinaan dan pengembangan bahasa-bahasa daerah di Provinsi Aceh menjadi terjaga dan begitu juga dengan kesusastraannya.

(13)

6

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

[5] Taghikhani, M.A., Modeling of Heat Transfer in Layer-Type Power Transformer, Przeglad Elektrotechniczny (Electrical Review), ISSN 0033-2097, R. [7] Tenbohlen, S., Stirl,