PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
- Bagi Rumah Sakit
- Universitas Binawan
- Mahasiswa
Ruang Lingkup Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Radiologi
- Radiasi
- Tugas dan Tanggung Jawab Ahli Radiologi Pada Bidang
- Penggunaan Radiasi Bidang Medis
- Interaksi Radiasi Dengan Bahan Biologis
- Efek Biologis
- Efek Radiasi Pada Sistem, Organ atau Jaringan
- Proteksi Radiasi
- Sistem Manajemen Keselamatan Radiasi
- Kerangka Teori
Pantau secara berkala paparan dan kontaminasi radioaktif di area kerja sesuai arahan petugas proteksi radiasi. Memberi tahu dokter spesialis dan petugas proteksi radiasi jika penggunaan radionuklida atau radiofarmasi tidak sesuai dengan prosedur atau standar pelayanan medis dan mengikuti pelatihan teknologi kedokteran nuklir baru. Efek non stokastik meliputi berbagai efek somatik seperti luka bakar, infertilitas (kemandulan), katarak, cacat lahir (setelah paparan radiasi di dalam rahim).
Keamanan radiasi membantu memastikan bahwa dosis radiasi pengion yang berdampak pada manusia dan lingkungan tidak melebihi batas. Membatasi risiko efek stokastik, mencegah efek non-stokastik (deterministik), membenarkan setiap aktivitas atau aktivitas yang menggunakan radioaktivitas, filosofi proteksi radiasi baru berdasarkan (Komisi Internasional untuk Proteksi Radiologi) No. Program proteksi radiasi memenuhi prinsip optimalisasi jika seluruh komponen program dirancang sebaik mungkin, dengan mempertimbangkan biaya atau keekonomian penggunaan yang wajar dan dosis yang optimal.
Personil proteksi radiasi dipilih oleh manajemen dan BAPETEN ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan proteksi radiasi. Apron: Pb 0,2 milimeter, atau Pb 0,25 milimeter untuk peralatan sinar-X diagnostik dan Pb 0,35 milimeter untuk peralatan sinar-X intervensi. Kacamata Pb terbuat dari bahan timbal dengan daya serap sebesar 1 milimeter Pb yang digunakan untuk melindungi lensa mata.
Apron gonad: setara dengan 0,2 milimeter Pb atau 0,25 milimeter Pb untuk peralatan rontgen diagnostik dan 0,35 milimeter Pb atau 0,5 milimeter Pb untuk peralatan rontgen intervensi.
METODOLOGI PENELITIAN
Kerangka Konsep
Jenis dan Rancangan Penelitian
Populasi dan Sampel
Definisi Operasional
Untuk mengetahui apakah penerapan persyaratan proteksi radiasi di Pusat Radiologi RS Medika Cikarang sudah sesuai dengan standar yang berlaku menurut PERKA BAPETEN NO.8 Tahun 2011.
Sumber Data Penelitian
Instrumen Penelitian
Pengumpulan Data
Seluruh pesawat rontgen yang digunakan di unit radiologi RS Sentra Medika Cikarang memiliki izin tenaga nuklir yang dikeluarkan oleh BAPETEN, karena ini merupakan salah satu syarat izin pelayanan radiologi. Kajian ini dilakukan berdasarkan sumber-sumber yang diperoleh dari observasi dan checklist kemudian disusun untuk menganalisis kesesuaian penerapan persyaratan proteksi radiasi dengan Peraturan Pokok BAPETEN Nomor 8 Tahun 2011, yang meliputi: Justifikasi penggunaan sinar X. pesawat, pembatasan dosis dan penerapan optimalisasi radiasi dan keselamatan radiasi bidang radiologi di RS Medika Cikarang. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian ini membahas tentang persyaratan proteksi radiasi yaitu justifikasi penggunaan pesawat sinar-X, batasan dosis, dan penerapan optimalisasi radiasi dan keselamatan radiasi.
Poin pertama (100%) tepat, yaitu alasan pemberian radiasi kepada pasien, yang diberikan dokter gigi dalam bentuk permintaan atau rujukan yang berisi indikasi klinis. Poin pertama benar (100%) yaitu nilai batas dosis bagi pekerja yang diiradiasi tidak melebihi dosis efektif sebesar 20 mSv per tahun dalam rata-rata 5 tahun berturut-turut. Sedangkan (33,33%) tersedia namun tidak sesuai yaitu sarung tangan Pb, pelindung gonad/ovarium Pb tidak tersedia di RS Sentra Medika Cikarang.
Berdasarkan observasi dan checklist, diketahui poin-poin implementasi optimalisasi proteksi dan keselamatan radiasi sebagai berikut. Poin kedua yaitu (16,66%) sudah sesuai, sedangkan (83,33%) ada namun belum sesuai, yaitu pelaksanaan optimalisasi proteksi dan keselamatan radiasi dilakukan dengan prinsip proteksi dan optimalisasi keselamatan radiasi, termasuk tingkat medik. paparan. pedoman untuk pasien belum dipasang di ruang kontrol.radiologi RS Sentra Medika Cikarang. Poin pertama (100%) tepat yaitu pemberian paparan radiasi pada pasien yang diberikan oleh dokter gigi dalam bentuk formulir permintaan atau rujukan yang berisi indikasi klinis.
Poin pertama (100%) tepat yaitu ambang batas dosis pekerja radiasi tidak melebihi dosis efektif rata-rata 20 mSv per tahun selama 5 tahun berturut-turut. Sedangkan (33,33%) tidak sesuai yaitu sarung tangan Pb, pelindung genital/ovarium Pb tidak tersedia di RS Sentra Medika Cikarang karena alat proteksi radiasi belum lengkap, karena tidak tersedia sarung tangan Pb dan pelindung ovarium, dimana sarung tangan PB melindungi pergelangan tangan dan jari terhadap radiasi. Poin kedua yaitu (83,33%) ada, namun belum memenuhi standar (Peraturan BAPETEN Nomor 8 Tahun 2011 Pasal 36 ayat (3) huruf b) yaitu dilaksanakannya optimalisasi proteksi dan keselamatan radiasi melalui prinsip proteksi dan optimalisasi keselamatan radiasi, termasuk pedoman paparan medik bagi pasien yang tidak dipasang di ruang kendali radiologi RS Sentra Medika Cikarang.
Keselamatan radiasi dilaksanakan melalui prinsip optimalisasi proteksi dan keselamatan radiasi, termasuk pedoman tingkat paparan medik bagi pasien yang belum dipasang di ruang kendali radiologi RS Sentra Medika Cikarang. Badan Pengawas Tenaga Nuklir, materi pelatihan petugas proteksi radiasi, pelatihan penggunaan alat pelindung diri bagi perawat di ruang radiologi RSUD Sembiring, Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau, 1(2), hal. 2016) 'Analisis Penerapan Manajemen Keselamatan Sinar X Pada Unit Kerja Radiologi Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang Tahun 2016', Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 4(3), hal. 2013) 'Pengaruh Sinar X Terhadap Motilitas Sperma Mencit (Mus muculus)', Jurnal Fisika Unnes, 2(2). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. tentang Standar Profesi Radigrafer Kementerian Kesehatan RI. 2013) 'Dampak radiasi terhadap kesehatan pekerja radiasi di RS Arifin Achmad, RS Santa Maria dan RS Awal Bros Pekanbaru', Jurnal Ilmu Lingkungan, 7(1), hal. 2021) 'Review Penelitian K3 Bagian Radiologi Rumah Sakit', Jurnal Persada Husada Indonesia, 8(29), hal.
Radiasi di Instalasi Radiologi RS Islam Malahayati Medan Tahun 2021', Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi|. Peraturan Republik Indonesia (2007) Nomor 33 Tahun 2007 tentang Keamanan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif. ANALISIS KESESUAIAN PENERAPAN PERSYARATAN PROTEKSI RADIASI DENGAN BAPETEN PERKA NO. 8 TAHUN 2011 DI RADIOLOGI RS SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022.
Judul Penelitian : Analisis Kesesuaian Penerapan Persyaratan Proteksi Radiasi Terhadap Perka Bapeten N0 8 Tahun 2011 Bidang Radiologi RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022.
Pengolahan dan Analisa Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang
Pelayanan Radiologi
- Ruang Pemeriksaan 1
- Ruang Pemeriksaan 2
- Ruang Pemeriksaan 3
- Ruang Pemeriksaan 4 (Ruang CT-SCAN)
- Ruang Administrasi
Radiologi juga merupakan salah satu layanan penunjang kesehatan, melayani 1 hari penuh yang terbagi dalam 3 shift. Ruang pemeriksaan radiologi berjumlah 4 buah dan pada 3 ruangan tersebut dindingnya dilapisi dengan Pb sebagai pelindung untuk menjamin perlindungan bagi pekerja radiasi, pasien atau orang yang bukan rekan dekat. Ukuran ruangan 560 centimeter x 300 centimeter x 300 centimeter dan dinding dari bata merah tebal 8 centimeter dan Pb 2 milimeter dengan tinggi Pb 2 meter.
Serta mempunyai WC berukuran 120 cm x 100 cm dan ruang operator tersendiri pada ruang sebelahnya atau ruang administrasi yang dilengkapi dengan kaca Pb dengan kandungan Pb 2 milimeter. Ruangan ini dilengkapi dengan 1 buah pendingin ruangan (AC) dan exhaust fan pada toilet untuk sirkulasi udara. Ruangan ini merupakan ruang konsultasi foto rontgen dan ruang baca rontgen dengan 2 buah neon box dan 1 buah pendingin ruangan (AC).
Ruangan ini dilengkapi dengan 1 buah pendingin ruangan (AC) dan sebuah exhaust fan yang terletak di dalam toilet untuk mengalirkan udara masuk dan keluar. Ukuran ruangan 600 centimeter x 400 centimeter x 280 centimeter, dinding belakang gentry dan kiri gentry tebal 8 centimeter, terbuat dari batu bata merah dan Pb 2 milimeter, tinggi Pb 2 meter, sedangkan gentri sebelah kanan dan depan menggunakan plester yang dilapisi Pb 2 milimeter. Untuk akses keluar masuk ruangan terbuat dari besi lapis Pb 2 milimeter dan mempunyai ruang operator sendiri berukuran 153 sentimeter x 400 sentimeter dengan kaca Pb tebal 2 milimeter berukuran 100 sentimeter x 80 sentimeter.
Ruangan ini berada diantara ruangan 1 dan ruangan 2, ruangan ini melayani administrasi pasien dan juga terdapat arsip radiologi. Ruangan ini hanya mempunyai fasilitas 1 (AC). Semua ruang perawatan dipasang lampu merah di pintunya yang menandakan ruangan sedang menjalani pemeriksaan rontgen, dan juga terdapat stiker bertuliskan "Waspadai risiko radiasi, ibu hamil harus segera memberi tahu ahli radiologi".
Hasil dan Pembahasan
- Hasil
- Pembahasan
Poin kedua benar (100%) yaitu semua pemeriksaan radiologi yang dilakukan untuk asuransi kerja, hukum atau kesehatan tanpa indikasi klinis tidak diperbolehkan. Poin ketiga (100%) tepat, yaitu skrining massal selektif terhadap kelompok populasi dengan menggunakan peralatan sinar-X hanya diperbolehkan jika manfaat yang diperoleh bagi individu yang disaring atau bagi seluruh populasi lebih besar daripada risiko yang diidentifikasi oleh radiologi. spesialis atau dokter yang kompeten. Poin keempat (100%) kurang tepat yaitu alat mamografi rontgen tidak boleh digunakan untuk pemeriksaan payudara bila tidak ada indikasi klinis. 4.3.2.1.2 Batasan dosis.
Poin ketiga yaitu (66,66%) sesuai yaitu alat pelindung radiasi yang meliputi: celemek, layar dilapisi kaca Pb dan Pb, kacamata Pb, pelindung tiroid Pb. Poin ketiga yang sesuai (66,66%) yaitu alat proteksi radiasi meliputi: apron, layar dilapisi kaca Pb dan Pb, kacamata Pb, pelindung tiroid Pb.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai analisis kesesuaian penerapan persyaratan proteksi radiasi dengan Peraturan Kepala BAPETEN No. Poin keempat yaitu (100%) tidak sesuai atau tidak ada yaitu mesin rontgen mamografi tidak boleh digunakan untuk pemeriksaan payudara bila tidak ada indikasi klinis. Diharapkan jika terdapat kelainan, pengobatan dapat segera dilakukan sehingga meningkatkan peluang pengobatan dan kesembuhan yang efektif.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan adalah paparan radiasi pengion, termasuk sinar X, sehingga sinar X sering dianggap menakutkan karena dapat menyebabkan kemandulan.
Saran
2020) 'Pengaruh paparan radiasi mesin X-ray dan metal detector terhadap kesehatan petugas keamanan lembaga korupsi', Journal of Correctional Issues, 3(1), hal. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 375 Tahun 2007, tentang Standar Profesi Radiografer, Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 Tahun 2008 tentang Izin Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion dan Bahan Nuklir Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.