• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis kinerja manajemen kelembagaan koperasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis kinerja manajemen kelembagaan koperasi"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini informan yang digunakan adalah koperasi simpan pinjam berbasis syariah yaitu koperasi “Amanah” di Bengkulu Utara. Tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing jabatan pada Koperasi Simpan Pinjam Syariah “Amanah” adalah sebagai berikut: 65. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kepengurusan kelembagaan Koperasi Simpan Pinjam Syariah “Amanah” di Desa Padang Jaya .

Kegunaan Penelitian

Penelitian Terdahulu

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan data-data yang diperoleh di lapangan, kemudian menganalisisnya dan menarik kesimpulan dari penelitian tersebut sehingga dapat diketahui keberhasilan pengelolaan kelembagaan koperasi “AMANAH” Bengkulu Utara. Data primer adalah data yang peneliti peroleh dari responden atau sumber pertama berupa informasi mentah berupa wawancara dengan anggota koperasi dan anggota koperasi mengenai lembaga koperasi “Amanah” yaitu bagan organisasi, rincian tugas pengurus, keberadaan dewan pengawas, adanya standar operasional dan manajemen (SOM) dan standar operasional prosedur (SOP) serta sistem keamanan dokumen yang kooperatif. Produk yang ada pada koperasi “Amanah” terbagi menjadi 3 (tiga) produk simpanan, produk pembiayaan dan dana jasa lainnya, diantaranya adalah: 67.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Waktu dan Tempat Penelitian
  • Subjek/Informan Penelitian
  • Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data

KAJIAN TEORI

Pengertian Manajemen

Artinya manajemen adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh individu atau kelompok dalam mengkoordinasikan upaya mencapai suatu tujuan.22. Secara istilah, manajemen adalah pengorganisasian dan pengawasan terhadap permasalahan suatu usaha dan/atau bidang usaha tertentu. Dari pengertian manajemen di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan tertentu dengan memanfaatkan seluruh sumber daya baik manusia maupun non manusia dalam suatu organisasi.

Unsur-unsur Manajemen

Dari keempat fungsi tersebut, manajemen dapat dikatakan sebagai proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan berbagai usaha anggota organisasi dan menggunakan seluruh sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan.23. Masyarakat dihadapkan pada berbagai alternatif cara dalam melakukan pekerjaan, sehingga cara yang dilakukannya dapat menjadi sarana atau alat manajemen untuk mencapai tujuan. Bahan/peralatan diperlakukan sebagai alat atau sarana pengelolaan, karena seseorang menggunakan bahan dalam proses melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Fungsi-fungsi Manajemen

Informasi dalam suatu bisnis sangat dibutuhkan, termasuk informasi tentang apa yang sedang populer, disukai dan terjadi di masyarakat. Seringkali pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan tanpa adanya perencanaan. Dengan kata lain, tanpa pengorganisasian tidak mungkin suatu rencana dapat mencapai tujuannya, tanpa pengorganisasian para pelaksana tidak mempunyai pedoman yang jelas dan tetap, sehingga pemborosan dan tumpang tindih akan mewarnai pelaksanaan suatu rencana, yang akibatnya adalah kegagalan dalam memenuhi rencana. rencana. Sasaran.

Kinerja

  • Pengertian Kinerja
  • Pengertian Kinerja Koperasi
  • Tujuan Penilaian Kinerja
  • Manfaat Penilaian Kinerja
  • Laporan Keuangan Koperasi
  • Penilaian Kinerja Koperasi

Penilaian kinerja keuangan berdasarkan data dan informasi keuangan merupakan tolak ukur yang sering digunakan untuk memperoleh informasi mengenai posisi keuangan suatu perusahaan. Penelitian ini merupakan penilaian kinerja dengan menganalisis dan menafsirkan laporan keuangan suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu.32. Untuk menilai kinerja suatu koperasi simpan pinjam yang berbasis syariah, perlu diketahui terlebih dahulu bentuk atau metode penilaian yang akan digunakan untuk menilai kinerja koperasi tersebut.

Rasio ekuitas terhadap total aset dimaksudkan untuk mengukur kemampuan koperasi KSPPS/USPPS dalam meningkatkan modal sendiri dibandingkan dengan aset yang dimilikinya. Artinya koperasi KSPPS/USPPS telah mampu meningkatkan kepercayaan anggotanya dengan menyetorkan uang ke koperasi KSPPS/USPPS. Penggunaan rasio ini dimaksudkan agar pengelola koperasi KSPPS/USPPS dapat melakukan pengembangan usaha secara sehat dan menanggung risiko kerugian dalam batas tertentu yang dapat diantisipasi dengan modal yang ada.

Penilaian Efisiensi Koperasi KSPPS/USPPS didasarkan pada 3 (tiga) rasio, yaitu: . 1) Rasio biaya operasional terhadap jasa 2) Rasio aktiva tetap terhadap total aset 3) Rasio efisiensi pelayanan. Rasio-rasio di atas menggambarkan sejauh mana koperasi KSPPS/USPPS mampu memberikan pelayanan yang efisien kepada anggotanya dengan memanfaatkan aset yang dimilikinya, menggantikan ukuran profitabilitas yang dianggap tidak tepat bagi badan usaha koperasi. Penilaian terhadap aspek kepatuhan terhadap prinsip syariah bertujuan untuk menilai sejauh mana prinsip syariah diterapkan/dipatuhi oleh koperasi KSPPS/USPPS dalam menjalankan aktivitasnya sebagai lembaga keuangan syariah.

Skor total diperoleh berdasarkan hasil perhitungan penilaian terhadap 8 (delapan) komponen sebagaimana dimaksud pada huruf a sampai dengan h. Skor relevan tersebut digunakan untuk menentukan predikat tingkat kesehatan Koperasi KSPPS/USPPS yaitu dibagi menjadi 4 (empat) kelompok yaitu sehat, cukup sehat, dalam bimbingan dan dalam bimbingan khusus.

Koperasi Syari’ah

  • Pengertian Koperasi Syari’ah
  • Dasar Hukum Koperasi Syari’ah
  • Sejarah Perkembangan Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah Di
  • Fungsi Koperasi Syari’ah
  • Tujuan Koperasi Syari’ah
  • Mekanisme Operasional Koperasi Syari’ah
  • Produk Koperasi Syari’ah

Setelah SDI memusatkan perjuangannya pada tataran politik, koperasi syariah tidak lagi disebut-sebut di Indonesia. Baru sekitar tahun 1990 koperasi syariah mulai muncul kembali di Indonesia.52. Lahirnya koperasi syariah di Indonesia didasarkan pada ketentuan Keputusan Menteri (Kepmen) koperasi dan usaha kecil dan menengah Republik Indonesia nomor 91/Kep/M.KUKM/IX/2004 tanggal 10 September 2004 tentang pedoman pelaksanaan kegiatan usaha Koperasi Jasa Keuangan Syariah. Tujuan koperasi syariah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta membantu membangun tatanan perekonomian yang berkeadilan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.56.

Dalam akad simpanan wajib, simpanan wajib sama dengan pokok, bedanya simpanan wajib dibayarkan oleh anggota setiap bulan selama menjadi anggota koperasi syariah, dan pokok hanya dibayarkan satu kali pada saat pertama kali menjadi anggota koperasi syariah. menjadi anggota koperasi syariah. Pada koperasi syariah, bentuk simpanan sukarela pada koperasi syariah mempunyai 2 macam tanda, antara lain: Tanda yang pertama adalah akad titipan (wadiah) yang berarti transaksi penitipan dana oleh anggota. Dalam hal ini, koperasi syariah dapat mengenakan biaya kepada pemilik dana sebagai biaya wali amanat.

Penanaman modal pihak lain merupakan pembiayaan yang diterima dari bukan anggota dengan menggunakan akad mudharabah atau musyarakah dan pengembalian dana tersebut terjadi pada suatu saat berdasarkan kesepakatan bersama dengan koperasi syariah. 60 Buchori, Nur Syamsudin, Teori dan Praktek Koperasi Syariah, (Banten: Pustaka Aufa Media, 2012), hal. Produk penyaluran dana pada lembaga keuangan syariah atau koperasi syariah ada beberapa jenisnya: 62. Pembiayaan murabahah adalah pembiayaan dalam bentuk dana talangan yang anggotanya perlu membeli sesuatu, dengan kewajiban mengembalikan dana talangan tersebut secara penuh, ditambah dengan margin keuntungan koperasi syariah pada saat jatuh tempo.

Pada produk ini, koperasi syariah tidak memungut bunga melainkan memungut sewa atas barang yang digadaikan. e) Qardhul Hasan.

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

  • Visi dan Misi Koperasi Simpan Pinjam Syariah Amanah
  • Deskripsi Jabatan Koperasi Simpan Pinjam Syariah Amanah
  • Stuktur Organisasi Koperasi Simpan Pinjam Syariah Amanah
  • Produk-Produk Koperasi Simpan Pinjam Syariah Amanah

Berdasarkan hasil wawancara di atas diketahui bahwa KSP Amanah mempunyai struktur organisasi yang merupakan salah satu penyempurnaan pengelolaan kelembagaan di KSP Amanah. Struktur organisasinya jelas, struktur organisasi KSP Amanah terdiri dari uraian tugas, tanggung jawab dan tanggung jawab masing-masing unsur dalam struktur organisasi. Berdasarkan hasil wawancara di atas diketahui bahwa struktur organisasi di KSP Amanah sudah jelas.

“Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, struktur organisasi KSP Amanah sudah baik, hal ini tercermin dari kepengurusan yang lengkap dan uraian tugas yang jelas.” Berdasarkan hasil wawancara di atas diketahui bahwa struktur organisasi KSP Amanah sudah baik dan mempunyai tugas dan wewenang yang jelas. Kepengurusan dalam struktur organisasi KSP Amanah terisi penuh, tidak ada lowongan atau direktur yang melakukan duplikasi pekerjaan.

77Abdi Roat, Ketua, wawancara tanggal 23 Oktober 2020. 78Madiman, Sekretaris, wawancara tanggal 20 Oktober 2020. Fungsi jabatan dalam struktur organisasi KSP Amanah sudah baik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa struktur organisasi KSP Amanah sudah baik yang berarti berfungsinya pengurus kelembagaan di koperasi KSP Amanah juga sudah baik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa koperasi KSP Amanah mempunyai struktur organisasi yang jelas, dibuktikan dengan adanya dokumen tertulis terkait struktur organisasi koperasi.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dalam struktur organisasi KSP Amanah tidak terdapat lowongan atau pengurus yang menjalankannya.

Gambar 3.1  Stuktur Organisasi
Gambar 3.1 Stuktur Organisasi

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Pada rapat anggota, terdapat penasehat yang mengambil keputusan bersama sebelum dilaksanakan oleh pengurus dan manajemen. Majelis anggota mempunyai kewenangan tertinggi dan diselenggarakan setahun sekali oleh para anggota dan pengurus koperasi serta mengundang dinas koperasi dalam rapat anggota tahunan (RAT). Penasihat ada untuk menyelesaikan konflik internal di dalam koperasi, sedangkan penasihat berasal dari luar koperasi.

Dalam rapat anggota tahunan, RAT mempunyai kewenangan tertinggi, sedangkan dalam RAT dilibatkan pengurus dan pengawas. Rapat anggota koperasi merupakan forum tertinggi dalam koperasi dan dihadiri oleh anggota yang menduduki jabatan sebagai pemilik. Kewenangan rapat anggota ini menentukan pengesahan dan pertanggungjawaban pengurus, memilih, mengangkat dan memberhentikan pengurus serta kebijaksanaan umum organisasi.

Rapat anggota dapat berbentuk RAT, RAK sampai RALB.RA, sah apabila dihadiri lebih dari separuh jumlah anggota yang menyetujui kehadiran lebih dari separuh anggota. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa KSP Amanah telah mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP) penghimpunan dana dan penyaluran dana. Penghimpunan dana calon anggota, koperasi lain dan anggotanya hanya dapat dilakukan di wilayah kerja koperasi dan hanya apabila KSP/USP koperasi mempunyai kapasitas yang lebih besar dalam skala ekonomi dan efisiensi serta memperoleh prioritas. persetujuan para anggota. ' pertemuan.

Pembagian kepada calon anggota, koperasi lain dan/atau anggotanya, jika dan hanya jika koperasi KSP/USP mempunyai kapasitas lebih berdasarkan pertimbangan skala ekonomi dan efisiensi, dan terlebih dahulu mendapat persetujuan rapat anggota.

PENUTUP

Saran

07/Per/Dep.6/IV/2016 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Simpan Pinjam dan Perkumpulan Keuangan Syariah serta Koperasi Simpan Pinjam dan Badan Keuangan Syariah. Peraturan Perdana Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 35.3/Per/M.Kukm/X/2007 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Jasa Keuangan Syariah dan Koperasi Badan Keuangan Syariah. Amrullah (2019) berjudul “Analisis Manajemen Manajemen Koperasi Pondok Pesantren Dalam Mewujudkan Kemandirian Pondok Pesantren Ummul Ayman Samalanga. Disertasi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, 2019), diakses https://jim.arraniry.ac .id/index.php/tadabbur/article/download/36/17, Senin 4 November 2019, 10:00 WIB.

Kaffi Wanatul Ma'wa, Analisis Perbandingan Operasional Simpan Pinjam dengan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal Wa Tamwil, (Sripsi, Malang: Universitas Brawijaya) diakses. Nurul Safitri, “Analisis Kinerja Keuangan Koperasi (Studi Kasus Koperasi Multi Usaha Ja’far Medika Syariah Matesih), (Disertasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2019), diakses http://eprints.ums .ac.id/ 74632/2/PUBLICATION%20ILMIAH.pdf, Senin, 4 November 2019 Pukul 10.00 WIB Oktaviana Tri Puspitasari, 2012, “Evaluasi Kinerja Pelayanan Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Buana Makmur Sepanjang Periode Jurnal Nasional, Sekolah. Sekolah Tinggi Ekonomi Perbanas Surabaya, 2012), diakses.

Siti Rahyu, Analysis of Cooperative Management in Increasing SHU (Remaining Business Results) (Mitra Sejati Pangkalan Kuras Cooperative Case), (afhandling, Det Økonomiske Fakultet, Yogyakarta State University, 2014), tilgået. Yelsha Dwi Pasca, Analysis of the Role of Cooperative Management in Increasing Remaining Business Results at the Kpri Mitra Cooperative, SMA Negeri 1 Maja, Majalengka Regency, (Journal of the STMY Majalengka College of Economics, 2018) fik adgang til http://jurnal.syntaxliterate .co.id/index. php/syntax- literate/article/view/407, mandag den 4. november 2019 kl. 10.00 WIB.

Gambar

Gambar 3.1  Stuktur Organisasi

Referensi

Dokumen terkait

This is a challenge in the very remote community context indeed in many Aboriginal and Torres Strait Islander contexts where the deepest underpinning foundations that form identity are