• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis korelasi faktor risiko kejadian covid-19

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "analisis korelasi faktor risiko kejadian covid-19"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kasus COVID-19 yang parah dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian (Kementerian Kesehatan, 2020). Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah dengan peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 yang sangat pesat, khususnya Pangkalan Bun Kotawaringin Barat.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

Penelitian ini menjadi masukan bagi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun khususnya ruang isolasi terkait dengan faktor risiko terjadinya COVID-19, sehingga dapat dijadikan acuan untuk merumuskan kebijakan dalam menghadapi COVID-19 . Penelitian ini dapat menambah literatur sehingga dapat menambah pengetahuan pembaca tentang faktor risiko terjadinya COVID-19.

Relevansi Penelitian

Penelitian ini menganalisis hubungan jenis kelamin dengan kecenderungan merokok pada pasien COVID-19 di China, sedangkan penelitian ini menganalisis hubungan jenis kelamin dengan kejadian COVID-19 di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Penelitian ini menggunakan model SIR untuk menganalisis secara matematis proses penularan COVID-19, sedangkan penelitian ini merupakan studi kasus kontrol kuantitatif untuk menganalisis faktor risiko riwayat kontak dengan kejadian COVID-19.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Konsep Dasar Penyakit COVID-19
    • Definisi
    • Etiologi
    • Epidemiologi
    • Manifestasi Klinis
    • Transmisi (Cara Penularan)
  • Konsep Faktor Risiko COVID-19
    • Faktor risiko COVID-19 yang tidak dapat di modifikasi (tidak
    • Faktor risiko COVID-19 yang dapat di modifikasi
  • Hubungan Faktor Risiko dengan kejadian COVID-19
  • Kerangka Teori

Hal inilah yang membuat lansia rentan terhadap berbagai penyakit, salah satunya adalah virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Ketika tubuh terpapar SARS-COV-2 dan mengalami penurunan sistem imun, maka akan terinfeksi COVID-19.

Gambar 2.1. Skema perjalanan penyakit COVID-19
Gambar 2.1. Skema perjalanan penyakit COVID-19

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS . Error! Bookmark

Hipotesis

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian COVID-19 di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Pada uji regresi logistik variabel bebas di atas dapat disimpulkan bahwa variabel usia paling berhubungan dengan kejadian COVID-19 di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Data ini menunjukkan responden di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun lebih banyak memiliki pasien positif COVID-19 pada Juni 2020.

Ketika seseorang memiliki riwayat kontak dengan (paparan) virus Corona, didukung oleh faktor lain seperti usia lanjut, jenis kelamin dengan tren gaya hidup yang kurang baik, maka orang tersebut akan mudah tertular virus corona, sehingga lebih rentan terinfeksi. dengan (menderita) COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai faktor risiko terjadinya COVID-19 di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah yang telah diuraikan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut.

METODOLOGI PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Desain Penelitian

Terdapat 100 pasien positif COVID-19 dan pasien tidak positif COVID-19 di Ruang Isolasi RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien yang positif COVID-19, serta rekam medis pasien yang tidak positif COVID-19 di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Berdasarkan Tabel 5.1 kejadian COVID-19 di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dari total 100 responden, 87 orang (87%) merupakan pasien COVID-19, dan 13 orang (13%) ) adalah pasien non-COVID-19. 2) Distribusi frekuensi variabel umur.

Berdasarkan data pada tabel 5.7 didapatkan hasil p-value sebesar 0,016 dimana p-value = 0,016 lebih kecil dari α = 0,05, secara statistik menunjukkan adanya hubungan antara riwayat kontak dengan kejadian COVID-19 di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Hubungan faktor risiko usia dengan kejadian COVID-19 juga sejalan dengan penelitian oleh (Satria, Tutupoho, & Chalidyanto, 2020) yang menyimpulkan bahwa usia merupakan faktor penentu dalam kaitannya dengan COVID-19, namun dalam penelitian Satria, Tahun 2020 mengatakan usia merupakan faktor risiko kematian akibat COVID-19 (Satria, Tutupoho, & Chalidyanto, 2020).

Gambar 4.1  Frame Work penelitian Analisis faktor risiko kejadian COVID-19 di Ruang Isolasi  RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun
Gambar 4.1 Frame Work penelitian Analisis faktor risiko kejadian COVID-19 di Ruang Isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun

Frame Work (Kerangka Kerja)

Populasi, Sampel dan Sampling

  • Populasi
  • Sampel
  • Sampling

Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel

  • Identifikasi variabel
  • Definisi operasional variabel

Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai berbeda pada suatu objek, orang dan orang lain (Nursalam, 2013). Identifikasi variabel merupakan bagian dari penelitian dengan cara menentukan variabel dalam satu penelitian seperti variabel bebas dan terikat (variabel bebas Pamungkas & Usman). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor risiko COVID-19, faktor risiko yang tidak dapat diubah (dimodifikasi) yaitu: Usia, dan jenis kelamin, serta terdapat faktor yang dapat dimodifikasi (dimodifikasi) yaitu riwayat kontak 2) Variabel Dependen ( Variabel dependen).

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau merupakan akibat dari variabel independen (Pamungkas & Usman, 2017). Pasien terkonfirmasi positif COVID-19, didiagnosis oleh dokter spesialis paru dilihat dari rekam medis pasien.

Tabel 4.1 Definisi Operasional Analisis Korelasi Faktor Risiko Kejadian COVID-19  Di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Derah Sultan Imanuddin
Tabel 4.1 Definisi Operasional Analisis Korelasi Faktor Risiko Kejadian COVID-19 Di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Derah Sultan Imanuddin

Instrumen Penelitian

Pengumpulan dan Pengolahan Data

  • Pengumpulan Data
  • Pengolahan Data

Pengolahan data secara sederhana didefinisikan sebagai proses menafsirkan data lapangan berdasarkan tujuan, desain, sifat penelitian, dan kebutuhan pengambilan keputusan (Sugiyono, 2015). Pada penelitian ini menggunakan kuesioner data sekunder berupa rekam medis, kemudian proses editing yang dilakukan adalah mengecek kelengkapan identitas pasien sesuai variabel yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu: umur, jenis kelamin, riwayat kontak pada rekam medis pasien positif COVID-19 di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Coding adalah pemberian kode atau angka pada variabel yang diteliti untuk memudahkan pengolahan data.

Pada penelitian ini peneliti menggunakan Microsoft Excel dan program aplikasi pengolahan data statistik yaitu Statistical Package for the Social Sciences (SPSS), aplikasi atau software yang digunakan untuk melakukan analisis statistik tingkat lanjut, analisis jangkauan, analisis data menggunakan machine learning. algoritma. dan analytics, big data yang dapat diintegrasikan untuk membangun platform analisis data (Sujarweni, 2014). Pada tahap ini, data yang diperoleh untuk setiap variabel disajikan dalam bentuk tabel, berupa distribusi frekuensi.

Analisis Data

  • Analisis Univariat
  • Analisis Bivariat
  • Analisis Multivariat

Pada penelitian ini digunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan masing-masing variabel yaitu umur, jenis kelamin, riwayat kontak dan prevalensi COVID-19 dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi yang berisi jumlah responden dalam bentuk angka dan persentase. Dalam penelitian ini, untuk variabel berskala nominal digunakan uji statistik Chi-Square atau dikenal dengan Kai-Square.

Pada penelitian ini terdapat satu variabel dependen yaitu kejadian COVID-19, dan terdapat tiga variabel independen yaitu usia, jenis kelamin, riwayat kontak. Maka penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik multivariat, suatu metode membangun model prediksi, dimana peneliti memprediksi variabel dependen (terikat) dalam skala dikotomis.

Etika Penelitian

  • Anonimity (Tanpa Nama)
  • Confidentiality (Kerahasiaan)

Analisis multivariat adalah metode statistik yang bertujuan untuk menganalisis data yang terdiri dari banyak variabel dan menganggap bahwa variabel-variabel tersebut saling berhubungan satu sama lain. Analisis multivariat dilakukan dalam penelitian, dimana terdapat sekurang-kurangnya satu variabel terikat, dan lebih dari satu variabel bebas, serta terdapat hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya (Notoadmodjo, 2010).

Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan data pada tabel 5.5 diperoleh hasil p-value sebesar 0,020 dimana p-value = 0,020 lebih kecil dari α = 0,05, secara statistik menunjukkan ada hubungan antara umur dengan prevalensi COVID-19 di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kotawaringin, Kalimantan Barat Tengah. Berdasarkan data pada tabel 5.6 didapatkan hasil p-value sebesar 0,019, dimana p-value = 0,019 lebih kecil dari α = 0,05, sehingga secara statistik menunjukkan ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian COVID-19 di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun Kotawaringin Kalimantan Tengah Barat. Pada hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square diperoleh hasil p-value sebesar 0,020, dimana 0,020 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara variabel usia dengan kejadian COVID-19 di ruang isolasi. Ruang Rumah Sakit Umum Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Pada hasil analisis bivariat menggunakan chi-square didapatkan hasil p-value sebesar 0,019 dimana 0,019 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara variabel jenis kelamin dengan kejadian COVID-19 di ruang isolasi Sultan Rumah Sakit Umum Daerah Imanuddin Pangkalan Bun. Pada hasil analisis bivariat dengan uji statistik chi-square didapatkan hasil p-value sebesar 0,016 dimana 0,016 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara variabel riwayat kontak dengan kejadian COVID-19 di Isolasi. Ruang RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Gambaran Umum Lokasi Penelitian
  • Hasil Analisis Univariat
  • Hasil Analisis Bivariat
  • Hasil Analisis Multivariat

Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari rekam medis kasus COVID-19 yang dirawat inap di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin, dengan responden positif COVID-19 dan pasien tanpa COVID-19 (suspect COVID-19). Variabel dependen (tergantung) dalam penelitian ini adalah kejadian COVID-19, sedangkan variabel independen (bebas) dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, dan riwayat kontak. 1) Variabel distribusi frekuensi kejadian COVID-19. Berdasarkan Tabel 5.2 dapat diketahui jumlah pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun menurut umur, dari total 100 responden didapatkan hasil sebanyak 47 orang (47%) dari responden yang berusia di bawah 60 tahun, 53 orang (53%) berusia lebih dari 60 tahun. 3) Distribusi frekuensi variabel jenis kelamin.

Berdasarkan Tabel 5.3 dapat dilihat bahwa jumlah pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun berdasarkan jenis kelamin, dari total 100 responden, 63 orang (63%) adalah laki-laki, dan 37 orang (37%) responden perempuan. 4) Variabel distribusi frekuensi riwayat kontak. Berdasarkan Tabel 5.4 dapat diketahui jumlah pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun berdasarkan riwayat kontak, dari total 100 responden, 62 orang (62%) pernah kontak, dan 38 orang (38%) responden tidak ada kontak.

Tabel  5.1  Distribusi  Frekuensi  Kejadian  COVID-19  Berdasarkan  Jumlah  Pasien  COVID-19  dan  tidak  COVID-19  Di  Ruang  Isolasi  Rumah  Sakit  Umum  Daerah  Sultan  Imanuddin  Pangkalan  Bun  Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah
Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Kejadian COVID-19 Berdasarkan Jumlah Pasien COVID-19 dan tidak COVID-19 Di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah

Pembahasan

  • Pembahasan Hasil Analisis Univariat
  • Pembahasan Hasil Analisis Bivariat
  • Pembahasan Hasil Analisis Multivariat

Hal ini sejalan dengan penelitian Hua Cai China 2020 yang menemukan hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian COVID-19. Studi Hua Cai menyebutkan bahwa jenis kelamin berhubungan dengan kejadian COVID-19 yang berhubungan dengan gaya hidup seperti kecenderungan merokok (Cai, 2020). Penelitian oleh (Satria, Tutupoho, & Chalidyanto, 2020) juga menunjukkan bahwa jenis kelamin merupakan faktor risiko COVID-19.

Hal ini sejalan dengan penelitian (Xiaochen Li et. al, 2020) yang menyimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor risiko terkait usia dengan kejadian COVID-19. Selain faktor risiko yang telah dijelaskan di atas, imunitas (resistensi) merupakan salah satu hal penting terkait dengan kejadian COVID-19.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Institusi pendidikan diharapkan dapat terus menjalin kerjasama dengan otoritas kesehatan agar dapat lebih berkembang dan up-to-date terhadap isu-isu terkini dan permasalahan kesehatan yang muncul di masyarakat, contohnya kejadian COVID-19, sehingga mereka dapat lebih meningkatkan kualitas dan mutu pengajaran bagi para siswa. Hasil penelitian ini masih memiliki kekurangan, sehingga diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian terkait faktor risiko terjadinya COVID-19 salah satunya faktor risiko penyakit penyerta. 7) Untuk pembangunan bidang kesehatan. Pasien memiliki riwayat mengunjungi fasilitas kesehatan terkait dengan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam waktu 14 hari.

Interval kepercayaan 95%, rasio odds atas yang lebih rendah untuk AGE (kurang dari sama dengan 60 tahun / lebih dari 60 tahun).

Tabel Tabulasi Variabel Penelitian
Tabel Tabulasi Variabel Penelitian

Gambar

Tabel 1.1  Keaslian Penelitian
Gambar 2.1. Skema perjalanan penyakit COVID-19
Gambar 2.4 Kerangka teori faktor-faktor  risiko Covid-19, diadaptasi dari berbagi sumber Faktor risiko yang dapat dimodifikasi
Gambar 4.1  Frame Work penelitian Analisis faktor risiko kejadian COVID-19 di Ruang Isolasi  RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan dari hasil Analisis Laporan Realisasi Anggaran Pemda Kota Surakarta tahun 2019 ( sebelum pandemi Covid-19) dan tahun 2020 ( di Era pandemi Covid-19), maka Peneliti

Studi cross-sectional dari Sade, et all (2020), menilai risiko depresi pada wanita hamil yang dirawat di rumah sakit selama pandemi COVID-19, menunjukkan

8 Penelitian lain juga mengatakan bahwa umur merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian COVID-19 dimana pasien dengan umur ≥65 tahun berisiko 6 kali lebih besar

2020 ‘Analisis Perilaku Masyarakat Indonesia dalam Menghadapi Pandemi Virus Corona Covid-19 dan Kiat Menjaga Kesejahteraan Jiwa’, SALAM; Jurnal Sosial & Budaya Syar-i, 073, pp.. 2020

Economy Growth of Southeast Asia Quarter II-2020 YoY Source: https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/5f45ee727502e/covid-19-menjatuhkan-ekonomi- asia-tenggara Previous

MARKET RISK DATA ANALYTICS FOR SELECTED ASIAN STOCK MARKETS DURING THE PANDEMIC COVID-19 Analitik Data Risiko Pasaran untuk Pasaran Saham Asia Terpilih Semasa Pandemik COVID-19

Komorbid atau penyakit penyerta merupakan salah satu faktor yang paling mempengaruhi kejadian Long COVID pada penelitian ini, dimana Penyintas COVID-19 yang mempunyai komorbid beresiko

Upaya Pencegahan COVID-19 Dalam kasus pandemi COVID-19, upaya yang paling tepat untuk memutus rantai penularan adalah dengan mencegah transmisi dari manusia ke manusia.. Salah satu