• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Manajemen Risiko Operasional Usaha Roti Bakar 77

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Manajemen Risiko Operasional Usaha Roti Bakar 77"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis analisis manajemen risiko dalam operasional bisnis Roti Bakar 77 dengan menggunakan ketiga fase tersebut. Data penerapan manajemen risiko operasional pada kegiatan Roti Bakar 77 Desa Cempo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun yaitu data penerapan manajemen risiko operasional pada perusahaan ini.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Studi Penelitian Terdahulu
  • Metode Penelitian
    • Jenis dan Pendekatan Penelitian
    • Lokasi Penelitian
    • Data dan Sumber Data
    • Teknik Pengumpulan Data
    • Teknik Pengolahan Data
    • Teknik Analisis Data
    • Teknik Pengecekan Keabsahan Data
  • Sistematika Pembahasan

Dalam penelitian ini, agar pembahasan dapat tersusun secara sistematis, maka peneliti membuat pembahasan yang sistematis untuk memperlihatkan hasil penelitian yang teratur dan mudah dipahami.

KAJIAN TEORI MANAJEMEN RISIKO

Manajemen Risiko

  • Pengertian Manajemen risiko
  • Manfaat Manajemen Risiko
  • Tujuan Manajemen Risiko

Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari pemilik usaha atau karyawan usaha Roti Bakar 77 di Desa Cempo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Data Penelitian ini menggunakan data primer yang dilakukan langsung dengan pemilik usaha Roti Bakar 77 di desa Cempo kecamatan Dolopo, data yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

Risiko Operasional

  • Pengertian Risiko Operasional
  • Jenis-jenis Risiko Operasional
  • Proses Manajamen Risiko Operasional

Misalnya, jika suatu perusahaan sangat bergantung pada komputerisasi, risiko yang terkait dengan komputer akan lebih tinggi.Beberapa risiko yang terkait dengan sistem adalah: Oleh karena itu, risiko-risiko yang dihadapi organisasi juga harus dikelola agar organisasi dapat bertahan atau mengoptimalkan risiko-risiko tersebut. Kegiatan identifikasi sangat penting bagi manajer risiko karena manajer risiko yang tidak mengidentifikasi seluruh kemungkinan kerugian tidak dapat mengembangkan strategi yang lengkap untuk mengatasi semua kemungkinan kerugian. 7 Proses identifikasi risiko memiliki beberapa langkah, antara lain:

Dengan dua dimensi tersebut kita dapat membuat matriks frekuensi tingkat keparahan risiko yang ada, termasuk risiko operasional. Di bawah ini adalah gambar matriks Severnity. Pada tahap ini risiko yang dihadapi lebih menantang, jika risiko ini muncul maka perusahaan dapat mengalami kerugian yang cukup besar dan hal ini mungkin saja terjadi.

Manajemen Risiko dalam Islam

Menurut Yusuf Qardhawi, ekonomi Islam sangat menganjurkan untuk melakukan kegiatan produksi dan mengembangkannya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Ekonomi Islam sangat mendorong produktivitas dan mengembangkannya baik secara kuantitas maupun kualitas. 14 Ayat di atas erat kaitannya dengan etika bisnis Islam, dimana dalam etika manajemen bisnis Islam dilarang keras bagi seseorang untuk menimbun dan melakukan perbuatan-perbuatan yang boros, baik dari segi pemanfaatannya. sumber daya manusia dan lain-lain 15 . Artinya: manusia tidak dapat mengetahui secara pasti apa yang akan ia usahakan esok hari atau apa yang akan diperolehnya, melainkan ia wajib berusaha.” (QS. Luqman : 34). 16.

Arti dari ayat tersebut dijelaskan bahwa “tidak seorangpun dapat mengetahui secara pasti apa yang akan dilakukannya esok hari”, demikian pula dengan konsep risiko, yaitu risiko merupakan suatu ketidakpastian yang pasti akan datang dan harus dihadapi. 17 Jonius dan Rezi Abdurahman, “Penerapan Manajemen Resiko pada Bisnis Menurut Islamic Economic Review (Studi Kasus Perusahaan Panampekanbaru Odiva (Vcd/Dvd Rental)”), Jurnal Ilmiah Islam vol.

PAPARAN DATA

Data Gambaran Umum Usaha Roti Bakar 77

  • Sejarah Usaha Roti Bakar 77
  • Jam kerja Usaha Roti Bakar 77
  • Portofolio Produk Roti Bakar 77
  • Struktur Organisasi Usaha Roti Bakar 77
  • Job Deskripsi
  • Mekanisme produksi

Data

Tahap pertama adalah pengumpulan risiko-risiko yang dapat menjadi permasalahan pada usaha ini.Tahap ini sangat penting sebagai titik awal identifikasi, kata pemilik usaha Roti Bakar 77 Putra Febrianto. Berdasarkan data di atas, peneliti dapat mengumpulkan data dari usaha Roti Bakar 77 mengenai evaluasi sebagai berikut. Alternatif dalam menghadapi suatu risiko adalah dengan mengalihkan risiko tersebut kepada pihak yang lebih mampu menangani risiko tersebut, pemilik usaha Roti Bakar 77 dalam hal ini memberikan jawaban sebagai berikut.

Dengan adanya identifikasi risiko diharapkan suatu perusahaan dapat mengetahui risiko-risiko yang dialaminya sehingga kemudian dapat mengelompokkan jenis-jenis risiko, hal ini disampaikan oleh manajer produksi perusahaan Roti Bakar 77. Namun yang terjadi pada Roti Permasalahan Bakar 77 adalah mereka belum secara spesifik mengimplementasikan kelompok risiko yang dihadapinya karena baik berasal dari risiko internal maupun risiko yang berasal dari luar perusahaan. Perusahaan yang ingin agar risiko yang dihadapi dapat diselesaikan maka akan membentuk tim khusus yang biasanya terdiri dari manajer, karyawan, dan anggota perusahaan.9 Dalam hal pembentukan tim, pemilik usaha Roti Bakar 77 memberikan penjelasan sebagai berikut.

Apabila organisasi tidak dapat mengelola risiko dengan baik, maka organisasi dapat mengalami kerugian yang cukup besar. 21 Seperti yang diungkapkan oleh Bpk. Sumarno selaku salah satu masyarakat dekat rumah produksi Roti Bakar 77, “dalam hal ini usaha ini sudah pasti memperhitungkan resiko, yang mereka alami hanyalah jika mereka patuh. Dalam proses manajemen resiko, yang paling mudah adalah menghindari namun cara tersebut seringkali kurang maksimal 27 Seperti yang disampaikan Rendi selaku karyawan usaha Roti Bakar 77 Mengidentifikasi risiko operasional pada usaha Roti Bakar 77 terdapat tiga tahap yaitu mengumpulkan kejadian-kejadian yang menimbulkan risiko, melakukan pengelompokan risiko , membentuk tim.

Gambar 3.1 Struktur organisasi usaha Roti Bakar 77  Sumber : Observasi Pemilik usaha Roti Bakar 77  5
Gambar 3.1 Struktur organisasi usaha Roti Bakar 77 Sumber : Observasi Pemilik usaha Roti Bakar 77 5

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL ROTI BAKAR 77

Analisis identifikasi risiko operasional usaha Roti Bakar 77

  • Mengumpulkan peristiwa yang dapat menimbulkan risiko
  • Pengelompokan risiko
  • Pembentukan tim

57 permasalahan yang berkaitan dengan manajemen, organisasi, lingkungan, dll. 2 Seperti yang dilakukan oleh perusahaan Roti Bakar 77, untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi selalu melakukan penelitian dan salah satu risiko pada faktor produksi adalah teknologi mesin yang digunakan. Berdasarkan penafsiran data dan teori diatas maka peneliti dapat membuat suatu analisis bahwa kumpulan kejadian-kejadian yang dapat menimbulkan suatu risiko bagi perusahaan sangatlah penting, karena tanpa adanya pengetahuan terlebih dahulu mengenai risiko-risiko yang ada maka akan sulit untuk mengelolanya. mereka, pada tahap ini, perusahaan Roti Bakar 77 mulai menerapkan Hal ini membuktikan keberlangsungan usaha mereka karena dapat menemukan lebih banyak risiko yang dapat mengancam mereka, seperti mesin produksi yang digunakan. Berdasarkan teori dan data yang disampaikan di atas maka peneliti dapat menganalisis bahwa pada tahap kedua identifikasi risiko pada usaha Roti Bakar 77 telah dilakukan klasifikasi risiko, namun dirasa belum optimal menurut teori yang ada, dimana dinyatakan pada teori yang ada bahwa fungsi pengelompokan risiko adalah untuk memudahkan analisis risiko yang ada.

Berdasarkan data-data yang tersaji di atas, peneliti dapat melakukan analisis terkait tahapan identifikasi risiko yang dilakukan oleh perusahaan Roti Bakar 77 yaitu dari seluruh tahapan proses identifikasi risiko yang ada. Secara umum perusahaan ini telah melakukan seperti pada tahap pertama yaitu mengumpulkan kejadian-kejadian yang mungkin menimbulkan risiko kehadirannya, pada tahap ini perusahaan Roti Bakar 77 melakukan penelitian dan mereka menemukan beberapa kejadian termasuk pada mesin produksi yang dimilikinya dimana sering terjadi masalah pada mesin, sehingga menimbulkan risiko pada proses produksi. Analisis Evaluasi dan Pengukuran Risiko Dalam Operasional Bisnis Roti Bakar 77 Agar risiko-risiko yang timbul dapat dengan mudah dikendalikan maka perlu dilakukan.

Analisis evaluasi dan pengukuran Risiko dalam operasional usaha Roti Bakar 77

Pembentukan tim khusus identifikasi risiko dimaksudkan untuk segera mengatasi risiko-risiko yang ada.Apa yang dilakukan Roti Bakar 77 pada tahap ini masih belum maksimal karena keterbatasan yang berarti hanya pemilik perusahaan yang menganalisis risiko-risiko yang ada. dan tentu saja manajer produksi. Pembentukan tim ini tidak bisa dikesampingkan begitu saja karena seiring berjalannya waktu jika output yang dihasilkan semakin banyak maka resikonya juga akan semakin besar yang pada akhirnya akan menimbulkan kerugian finansial bagi usaha Roti Bakar 77. Hal terkait pengukuran ini sepertinya sudah dilakukan oleh kepala Roti Bakar. Bakar 77 seperti yang diceritakan oleh Bintang Bintang selaku pengelola bisnis Roti Bakar 77, “tentunya saudara, dalam setiap proses produksi yang kami lakukan, kita tidak bisa lepas dari resiko-resiko tersebut, mengapa resiko-resiko tersebut masih ada pada bisnis ini karena kita tidak fokus pada itu, kami hanya fokus pada penjualan karena menurut kami risikonya masih bisa ditutupi.” 20 Risiko seperti kesalahan produksi roti dan permasalahan penggunaan teknologi merupakan hal yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena tidak sejalan dengan kebutuhan. tujuan manajemen risiko, dimana manajemen risiko bertujuan untuk mengelola risiko agar dapat mencapai hasil yang paling optimal. Selain itu, metrik risiko dapat dipertimbangkan dengan menggunakan matriks tingkat keparahan (kepentingan) dan probabilitas (frekuensi). Fungsi pengukuran menggunakan matriks ini , sehingga risiko-risiko yang ada dapat ditangani sesuai dengan tingkatan yang ada. Selanjutnya matriks ini dapat digunakan untuk mengklasifikasikan risiko-risiko menurut cara penanganannya. Berikut matriks kepentingan dan frekuensi perusahaan Roti Bakar 77.

66 dari pemaparan data dan teori di atas, peneliti dapat menganalisis bahwa Roti Bakar 77 memang telah melakukan tahap evaluasi dan pengukuran risiko dengan baik, terbukti dengan telah memperhitungkan dimensi yang sangat penting untuk menentukan potensi kerugian yaitu frekuensi. atau besar kecilnya kerugian yang akan terjadi dan besarnya kerugian 25 Dalam teori Setya Mulyawan disebutkan bahwa penting untuk upaya memperkirakan kerugian yang dialami suatu perusahaan 26 Seperti yang mereka katakan, kemungkinan 1 pc. roti yang cacat produksinya akan ditanggung kerugiannya jika roti kedua dijual. Namun untuk dapat mengelola risiko-risiko yang ada secara optimal, Roti Bakar 77 tidak bisa dianggap remeh begitu saja, karena seiring berjalannya waktu, semakin banyak produksi yang dilakukan maka risiko yang dihadapi juga akan semakin besar dan dampak yang ditimbulkan pasti akan semakin besar.

Gambar 4.1 Matriks Severnity/likelihood usaha Roti Bakar 77
Gambar 4.1 Matriks Severnity/likelihood usaha Roti Bakar 77

Analisis penanganan risiko dalam operasional usaha Roti Bakar 77

  • Penghindaran risiko
  • Ditahan (retention)
  • Transfer risiko

PENUTUP

Kesimpulan

Dari ketiga fase yang berhasil dilaksanakan oleh bisnis Roti Bakar 77, yaitu pengumpulan kejadian-kejadian yang menimbulkan risiko dan pengelompokan risiko, sedangkan pada tahap pembentukan tim bisnis masih belum bisa terlaksana karena kurangnya karyawan di dalamnya. bisnis Roti Bakar 77, sehingga dengan berbagai pertimbangan Pemilik usaha lebih memfokuskan karyawannya pada proses operasional. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi tambahan referensi bagi mahasiswa ekonomi syariah kedepannya khususnya untuk bisnis Roti Bakar 77. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perkembangan bisnis Roti Bakar 77 dalam hal penanganan risiko operasional, karena bagaimanapun pengelolaan dan penanganan risiko operasional harus dilakukan secara terus menerus dan sistematis agar dapat optimal. . Pada tahap identifikasi risiko operasional, diharapkan usaha Roti Bakar dapat menambah atau melatih sumber daya manusia agar lebih berkualitas sehingga tahap pembentukan tim khusus pengelolaan risiko dapat terpenuhi.

Pada tahap penilaian dan pengukuran risiko, peneliti berharap kedepannya kegiatan Roti Bakar 77 selalu konsisten dan lebih baik pada tahap ini, karena risiko sekecil apapun harus diperhitungkan dengan jelas agar tidak terjadi kerugian. dampaknya dapat diatasi. Pada tahap penanganan risiko diharapkan perusahaan Roti Bakar 77 dapat segera memikirkan bagaimana cara menghadapi risiko di kemudian hari, seperti halnya dapat mengalihkan risiko kepada pihak lain (asuransi), sehingga perusahaan tetap terlindungi ketika risiko muncul. .

Gambar

Gambar 3.1 Struktur organisasi usaha Roti Bakar 77  Sumber : Observasi Pemilik usaha Roti Bakar 77  5
Gambar 4.1 Matriks Severnity/likelihood usaha Roti Bakar 77

Referensi

Dokumen terkait