Hal ini mengakibatkan terjadinya penyempitan jalan (di selat), seperti: parkir tepi jalan (on street parking), berjualan/menjajakan di trotoar dan jalan, stand angkot beca, dan pejalan kaki (berjalan di jalan dan menyeberang jalan). . Apakah kemacetan terjadi di jalan tersebut karena rendahnya tingkat pelayanan?
Manfaat Studi
Kerangka Pemikiran
Cirebon Tahun 2015, wilayah kajian yaitu Jalan Nasional Tegal Gubug termasuk dalam 2 (dua) wilayah pengembangan sebagai berikut. Aspek penting pokok isi rencana tata ruang Kabupaten Cirebon adalah sebagai berikut.
Rencana Pengembangan Sistem Transportasi
Pada dasarnya, Anda dapat menggunakan pendekatan berikut untuk mengetahui penyebab kemacetan lalu lintas. Penggunaan lahan menjadi perhatian utama dalam studi lalu lintas perkotaan sebagai dasar untuk mengukur hubungan antara penggunaan lahan dan bangkitan lalu lintas. Menurut Tamino (1993) dalam Merliana (2006), transportasi terdiri dari beberapa sistem, yaitu: sistem kegiatan, sistem prasarana transportasi, sistem transportasi, sistem kelembagaan.
Seluruh nilai arus lalu lintas (per arah dan total) dikonversi ke satuan mobil penumpang dengan menggunakan persamaan mobil penumpang (emp) yang diturunkan secara empiris untuk jenis kendaraan. Tingkat Pelayanan umumnya digunakan sebagai ukuran dampak pembatas peningkatan volume lalu lintas. Berkurangnya kapasitas jalan akibat parkir pada perkerasan jalan yang lebar searah lalu lintas jalan.
Waktu dan Lokasi Penelitian
Metode Pengumpukan Data
Penempatan posko pengatur lalu lintas ditempatkan mulai dari simpang jalan alternatif arah barat laut hingga simpang jalan alternatif arah timur-selatan. Tonggak pertama dan kedua ditempatkan pada simpang jalan alternatif di sisi barat laut, dan tonggak ketiga pada simpang jalan alternatif di sisi timur-selatan.
Metode Analisis
Hal ini dilakukan agar dapat menggambarkan hubungan yang terjadi pada kondisi nyata di lapangan antara aktivitas penggunaan lahan dengan dampak penggunaan lahan terhadap kondisi lalu lintas pada suatu ruas jalan berdasarkan pengamatan langsung. Analisis lebih lanjut mengenai faktor penyebab terhambatnya arus lalu lintas di jalan raya Tegal Gubug meliputi kondisi pengaruh aktivitas di sekitar pasar. Kondisi fisik dan desain geometri jalan sangat menentukan dan mempengaruhi kondisi lalu lintas, sehingga perlu diketahui kondisi fisik dan kondisi geometri ruas jalan raya Tegal Gubug.
Sedangkan analisis titik permasalahan pada jalan raya Tegal Gubug ditentukan berdasarkan pengamatan kondisi lalu lintas dari jumlah perlambatan yang terjadi pada setiap ruas jalan.
Karakteristik Wilayah Studi
Digunakan sebagai pedoman rencana pemanfaatan ruang sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah di Kabupaten Cirebon untuk fasilitas penelitian dengan melihat potensi wilayah. Dilihat dari pola penggunaan lahan yang terbentuk, sebagian besar sebaran kegiatan komersial merupakan penggunaan lahan yang terletak di kedua sisi Jalan Nasional Tegal Gubug sepanjang +/- 2,1 km yang cukup padat dengan bangunan. Didominasi oleh kegiatan skala kota/lokal seperti perdagangan/jasa seperti pertokoan, otomotif, termasuk keberadaan lokasi pasar yang sebagian besar berada di sekitar jalan arteri primer Jakarta-Cirebon.
Kandanghaur, Jatibarang Market, Kertasemaya Market, Palimanan Market, Jamblang Market, Plered Market, Gebang Market, Losari Market en een daarvan is het handelsgebied Tegal Gubug.
Karakteristik Pasar Tegal Gubug a. Sejarah dan Status Pasar
Pakaian yang sebagian besar berasal dari konveksi sendiri (industri rumahan) masyarakat Tegal Gubug dan sekitarnya antara lain dari daerah Tegal, Pekalongan, Tasik dan sebagian kecil berasal dari pabrik garmen, berupa aksesoris dan kebutuhan konveksi seperti sebagai seperti benang, kancing, baju, renda dan lain - lain. Produk-produk tersebut berasal dari konveksi (industri rumahan) milik masyarakat Tegal Gubug dan sekitarnya, serta menyediakan jasa penjahitan. Pasar Tegal Gubug terletak di Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon yang berada di Jalan Raya Tegal Gubug Pantura Jalan Indramayu-Cirebon.
Keadaan dan situasi pasar Tegal Gubug dan sekitarnya berdasarkan hasil studi observasi lapangan adalah di sekitar pasar Tegal Gubug saat ini terdapat sejumlah pedagang kaki lima yang menempati area pinggir jalan dan tempat parkir. Kondisi diatas menyebabkan lahan parkir Pasar Gubug Tegal menjadi sangat sempit, sehingga kendaraan pengunjung lebih banyak yang parkir di area parkir luar pasar yang sebagian besar merupakan lahan kosong milik warga sekitar. Hal ini membuktikan bahwa di lingkungan pasar Gubug Tegal sudah terdapat sistem jaringan jalan untuk sirkulasi lalu lintas kendaraan, namun belum berjalan maksimal.
Tinjauan Karakteristik Sarana dan Prasarana a. Pola Jaringan Jalan
Tinjauan Karakteristik Lalu-Lintas
Dari hasil pengamatan di tempat penelitian pada hari Sabtu tanggal 17 September 2006, perhitungan arus dan grafik pergerakan lalu lintas di jalan raya Tegal Gubug Pantura jumlah kendaraan bermotor yang lewat adalah : Kendaraan ringan (LV) = 9811 smp/12 jam, kendaraan berat (HV/kendaraan tinggi) = 4662 smp/12 jam, dan sepeda motor (MC/motor) = 9,893 smp/12 jam. Untuk mengetahui jam sibuk menurut jenis kendaraan yang melintas di jalan raya Tegal Gubug Pantura pada hari Sabtu tanggal 17 September 2006 dapat dilihat pada Gambar 14. Dari hasil pengamatan di jalan raya Tegal Gubug dapat diketahui bahwa total arus yang terjadi pada hari Sabtu lebih besar dibandingkan pada hari Jumat.
Volume jam puncak pada hari Jumat tanggal 16 September 2006 di Jalan Nasional Tegal Gubug Pantura adalah 1.857 smp/jam. Untuk lebih jelasnya mengenai volume lalu lintas pada jalan utama tersebut dapat dilihat pada Tabel 11. Untuk lebih jelasnya mengenai volume lalu lintas pada Jalan Nasional Tegal Gubug dapat dilihat pada Tabel 12 dan Gambar 4.
Analisis Karakteristik Pergerakan
Analisis Kondisi Lalu-Lintas Jalan Raya Tegal Gubug Pantura A. Analisis Kapasitas Jalan
Semakin rendah kecepatan kendaraan maka dapat dikatakan terdapat permasalahan pada ruas jalan tersebut sehingga menyebabkan penurunan kecepatan. Pemantauan kondisi jalan di Tol Tegal Gubug Kecepatan kendaraan rendah di Tol Tegal Gubug. Berdasarkan hasil analisis tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan raya Tegal Gubug Pantura ruas jalan Indramayu-Cirebon terlihat bahwa tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan observasi menunjukkan arus stabil, namun kecepatan kerja mulai menurun. terkendali karena meskipun rasio volume terhadap kapasitas atau rasio dalam /c 0,32, namun kecepatan puncak rata-rata hanya 10 km/jam, sehingga arus lalu lintas terhambat karena kondisi lalu lintas kadang terhalang, kecepatan rendah, dan hambatan dari luar. kendaraan lain semakin meningkat sehingga menimbulkan antrian yang cukup panjang.
Analisis Pengaruh Kegiatan Sekitar Pasar Di Ruas Jalan Raya Tegal Gubug A. Hubungan Transportasi dan Tata Guna Lahan
Kondisi dan Kegiatan Pasar Tegal Gubug
Kondisi diatas menyebabkan area parkir kendaraan di Pasar Tegal Gubug menjadi sangat sempit sehingga kendaraan pengunjung lebih banyak yang parkir di area parkir luar pasar yang sebagian besar merupakan lahan kosong milik warga sekitar. Akibat membludaknya aktivitas pasar dan tingginya pengunjung menyebabkan sirkulasi pasar menjadi ramai dan semrawut, begitu pula dengan kondisi fasilitas di kedua sisi jalan, meskipun kondisinya baik, namun lebar jalan sempit. . Pasalnya, banyak di antaranya ditempati oleh pedagang kaki lima sehingga menyulitkan kendaraan untuk masuk ke pasar.Tentu saja hal ini tidak memberikan kenyamanan saat berbelanja. Permasalahan sempitnya lahan parkir dan pintu masuk pasar disebabkan oleh banyaknya lahan fasilitas umum (area parkir, taman dan jalan) yang dijual oleh pengelola pasar kepada pedagang dan kemudian terjadi perubahan fungsi taman hijau di depan lapak. menjadi tempat perdagangan tetap.
Oleh karena itu, perlu adanya pengalihan peraturan terhadap PKL ke pasar dan menentukan lokasi parkir khusus yang ditempatkan pada area yang mudah dijangkau oleh masyarakat umum. Fasilitas parkir direncanakan sesuai kebutuhan sehingga tingkat pelayanan terhadap pengunjung pasar dapat tercapai. Para pedagang kaki lima berjualan di trotoar dan sepanjang jalan sepanjang Jalan Tegal Gubug.
Kegiatan Parkir
Parkir on street di lokasi penelitian terutama terlihat di sekitar pasar Tegal Gubug dengan jumlah kendaraan yang parkir ±100 kendaraan dengan total tersedia 50 tempat parkir. Volume lalu lintas keluar masuk area parkir sekitar Pasar Tegal Gubug pada jam sibuk pagi hari. Areal parkir on street sepanjang Jalan Tegal Gubug dengan posisi sejajar akan mengurangi kapasitas jalan sebesar 22% pada setiap sisi jalan.
Untuk lebih jelasnya mengenai perhitungan sudut parkir dan besarnya penurunan kapasitas jalan pada Tol Tegal Gubug dapat dilihat pada Tabel 16. Pengaruh sudut parkir terhadap penurunan kapasitas jalan akibat parkir on road pada Tol Tegal Gubug Lebar. Kendaraan tidak bermotor yang masuk dan keluar pasar dapat mengganggu lalu lintas di Tol Tegal Gubug.
Pejalan Kaki
Jalan Akses Alternatif Menuju Pasar
Kesimpulan
Hasil analisis permasalahan dan kondisi lalu lintas serta kegiatan pasar yang dilakukan memungkinkan untuk mengambil beberapa kesimpulan, antara lain sebagai berikut: 1. Dari hasil perhitungan dengan mempertimbangkan ciri-ciri permasalahan lalu lintas di sekitar pasar Tegalgubug pada jalan Indramayu-Cirebon dan berdasarkan hasil observasi dan analisa bahwa ruas jalan di sekitar pasar meskipun mempunyai rasio (v/c= 0,32) pada hari pasar pada jam sibuk (sedang berlangsung kegiatan pasar), sehingga tingkat pelayanan jalan dapat dikategorikan buruk (f), namun kecepatan pada jam sibuk 10 km/jam, dimana arus stabil, namun kecepatan dan pergerakan kendaraan terkendali. Lambatnya kecepatan kendaraan di ruas jalan ini lebih disebabkan karena tingginya aktivitas di pinggir jalan akibat meluapnya pasar.
Aktifitas samping jalan serta kegiatan pasar tumpah tersebut berpengaruh terhadap lalu-lintas
- Saran dan Rekomendasi
Aktifitas pinggir jalan dan aktivitas pasar terbuang berdampak pada lalu lintas yang biasa melintas di sekitar pasar Gubug Tegal, apalagi dengan adanya aktivitas pedagang yang menempati pinggir jalan di sepanjang jalan utama dapat mempengaruhi kondisi lalu lintas disekitarnya. Kegiatan menghentikan kendaraan angkutan umum dan kendaraan umum seringkali berhenti/menunggu penumpang secara tiba-tiba di sekitar ruas jalan raya Tegal Gubug, yang terkadang berdampak pada terhambatnya lalu lintas karena cukup tingginya frekuensi pemberhentian untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Untuk menghindari terjadinya permasalahan kemacetan di kawasan ini, perlu dilakukan pengaturan lalu lintas sebagai berikut.
Pemisahan arus lalu lintas menurut jenis kendaraan untuk lalu lintas antar kota, seperti: kendaraan tidak bermotor, jalur lalu lintas perkotaan yang tidak mengarah ke jalan nasional kecuali. Untuk menata kembali sirkulasi kendaraan secara efektif sehingga proses keluar masuknya kendaraan angkutan umum ke gedung atau bangunan lain yang bersilangan dengan tepi jalan tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas dengan rekomendasi pembangunan jalan akses di sebelah Tegal. Pasar Gubug. Pengemudi yang ingin menghentikan kendaraannya harus memarkir kendaraannya sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lalu lintas dan tidak di tempat yang terdapat rambu larangan berhenti.
DAFTAR PUSTAKA