• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Nilai Tambah Dodol Buah Naga di Desa Pemuda, Pelaihari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Nilai Tambah Dodol Buah Naga di Desa Pemuda, Pelaihari"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS NILAI TAMBAH DODOL BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DI DESA PEMUDA, KECAMATAN PELAIHARI,

KABUPATEN TANAH LAUT

(Studi Kasus Pada UMKM Berkat Motekar)

Added Value Analysis of Dodol Dragon Fruit in (Hylocereus polyrhizus) Pemuda Village, Pelaihari Sub-District, Tanah Laut District

(Case Study of UMKM Berkat Motekar)

Eva Dwi Suryati*, Nina Budiwati, Hairin Fajeri

Prodi Agribisnis/Jurusan SEP, Fak. PertanianUniv. Lambung Mangkurat, BanjarbaruKalimantan Selatan

*Corresponding author: [email protected]

Abstrak. Agroindustri yaitu industri yang mengolah bahan baku dari hasil pertanian yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga mempunyai nilai tambah dan dapat di konsumsi oleh semua kalangan masyarakat. UMKM yang mengolah olahan pangan lokal di Berkat Motekar yang berada di Desa Pemuda Kecamatan Pelaihari dimana industri ini bergerak pada pembuatan hasil pertanian yang mengolah olahan pangan lokal menjadi produk jadi yaitu dodol buah naga. Usaha rumah tangga ini berdiri pada tahun 2015 dan mempunyai 5 orang pekerja dimana pekerja ini adalah keluarga dan kerabat dari pemilik usaha tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2019 sampai Oktober 2019 di Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui biaya, penerimaan dan keuntungan serta nilai tambah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan mempertimbangkan bahwa usaha ini satu-satunya yang mengolah olahan dodol dari buah naga. Besarnya biaya yang dikeluarkan di UMKM Berkat Motekar dengan berproduksi 24 kali selama 6 bulan pada bulan Januari 2019 sampai bulan Juni 2019 adalah sebesar Rp10.682.125,00 dan rata-rata yang dikeluarkan perbulannya sebesar Rp1.817.298,00 untuk penerimaan bersih yang diterima pengusaha UMKM Berkat Motekar selama 6 bulan adalah sebesar Rp15.890.000,00 dan rata-rata yang didapatkan setiap bulannya sebesar Rp2.648.333, dan keuntungan yang didapatkan pengusaha UMKM Berkat Motekar sebesar Rp4.986.207,00 dan rata- rata perbulannya sebesar Rp831.035,00 serta nilai tambah yang didapatkan tertinggi pada bulan April 2019 dan bulan Maret 2019 dengan nilai tambah sebesar Rp1.701.693,00 dengan rasio nilai tambah yang didapat sebesar 51,57% dan Rp1.637.543,00 dengan rasio nilai tambah sebesar 51,99%.

Kata kunci: dodol buah naga, biaya, penerimaan, keuntungan, nilai tambah

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara berkembang yang kebanyakan penduduknya mengandalkan sektor pertanian serta sebagai sumber kehidupan dan lapangan kerja, oleh karena itu sektor pertanian jadi salah satu sektor yang terus diandalkan sebab menunjang laju pertumbuhan ekonomi.

Dalam perekonomian Indonesia usaha kecil dan rumah tangga mempunyai peranan penting dalam penyerapan jumlah tenaga kerjanya (Husodo, 2004: 23).

UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) merupakan bagian dari usaha nasional yang berperan penting mewujudkan pembangunan nasional. Di Indonesia masih tergantung komoditas yang diusahakan dan banyak bergerak disektor pertanian, sehingga UMKM di dalam perkembangannya tidak lepas dari berbagai kendala seperti teknis, teknologi, manajemen dan pemasaran sehingga perlu perhatian khusus agar dapat terus tumbuh dan mengembangkan usahanya (Wirastika et al, 2016: 52).

(2)

Agroindustri yaitu industri yang mengolah bahan baku dari hasil pertanian menjadi barang yang mempunyai nilai tambah. Bahan baku sudah tersedia banyak di dalam negeri dan sangat berlimpah oleh sebab itu tidak mengimpor dari luar negeri. Mengembangkan agroindustri tidak langsung dapat membantu meningkatkan perekonomian petani yaitu penyedia bahan baku untuk industri (Imran et al, 2014: 207).

Perusahaan industri di Kecamatan Pelaihari berdasarkan dari Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan berjumlah 299 buah. Jumlah tenaga kerja yang diserap, jumlah itu dari 4 industri yang sedang, 14 industri yang kecil dan 281 industri rumah tangga. Menurut Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan, Tanah Laut, buah naga salah satu tanaman yang hortikultura yang mulai dibudidayakan di Kabupaten Tanah Laut sejak 2006.

Indonesia beriklim tropis cocok untuk pertumbuhan tanaman buah naga. Buah naga umumnya dibudidayakan di Indonesia ada 4 jenis, antara lain buah naga berkulit merah daging putih (hylocereus undatus), buah naga berkulit merah daging merah (hylocereus polyrhizus), buah naga berkulit merah daging merah super (hylocereus costaricensis) dan buah naga berkulit kuning daging putih (selenicereus megalanthus) (Emil, 2011: 20).

Dodolyaitu makanan tradisional terbuat dari bahan tepung ketan, gulaa merah dan santan kelapa yang dididihkan sampai kental. Menurut Novitasari, 2013: 52 mengatakan bahwa, dodol yaitu makanan semi basah. Rasa dodol yang dimiliki pada umumnya manis dan gurih.

Pembuatan dodol buah naga dapat dibuat dengan menggunaakan alat-alat yang biasa terdapat pada rumah tangga sehingga dapat menjadi industri rumah tangga.

UMKM olahan pangan lokal di Berkat Motekar yang ada di Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut yang khususnya berada di Desa Pemuda dimana industri ini bergerak pada pembuatan hasil pertanian yang mengolah olahan pangan lokal menjadi sebuah produk jadi yaitu dodol buah naga. Usaha rumah tangga ini berdiri pada tahun 2015 dan mempunyai 5 orang pekerja dimana pekerja ini adalah keluarga atau kerabat dari pemilik usaha tersebut. Sebagai layaknya suatu badan usaha yang harus mempunyai kekuatan hukum dan kewajiban-kewajiban

lainnya, maka usaha sudah tercatat makanan halal di Majelis Ulama Indonesia dan telah memiliki izin DEPKES P.IRT. 2066301030139- 18 dan LP POM : 281010000531113.

Perkembangan usaha dodol buah naga ini dihadapkann pada beberapa kendala yaitu modall yang cukup besar sehingga proses produksinya dilakukan hanya satu kali dalam seminggu, pemasaran hanya dibeberapa tempat saja dan masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan produk olahan inii. Hal ini menyebabkan keuntungan yang diperoleh pengusaha belum optimal. Berdasarkan hal tersebut usaha dodol buah naga perlu adanya penelitian untuk menganalisis seberapa besar nilai tambah yang di dapat oleh produsen dan mengetahui biaya, penerimaan, maupun keuntungan karena untuk mengetahui keuntungan dari keberlanjutan usaha tersebut.

Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui proses produksi pengolahan dodol buah naga UMKM Berkat Motekar; (2) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan pengolahan dodol buah naga UMKM Berkat Motekar; (3) Mengetahui besarnya nilai tambah pengolahan dodol buah naga UMKM Berkat Motekar; (4) Mengetahui permasalahan yang dihadapi dan solusinya dalam usaha pengolahan dodol buah naga UMKM Berkat Motekar.

Kegunaan dari penelitian ini adalah: (1) Bagi pemerintah, hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan untuk pengelolaan industri rumah tangga khususnya yang ada di daerah Pelaihari; (2) Bagi masyarakat, penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumberinformasi berguna bagi pengelola industri rumah tangga lainnya; (3) Bagi peneliti, penelitian ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan dan pengalaman serta acuan yang berguna dimasa mendatang.

METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada UMKM Berkat Motekar Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada bulan Maret 2019 sampai dengan Oktober 2019 yaitu dari pembuatan proposal

(3)

penelitian, pengambilan data, pengolahan data sampai pembuatan laporan hasil penelitian.

Jenis dan Sumber Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan produsen dodol buah naga dengan mengguna- kan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Sedangkan data sekunder merupa- kan data yang diperoleh dari studi kepustakaan, jurnal-jurnal di internet dan instansi terkait, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perindus- trian beserta instansi terkait lainnya.

Metode Penarikan Contoh

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan mempertimbangkan bahwa usaha ini satu-satunya yang mengolah olahan dodol dari buah naga. Metode ini hanya menerapkan pada satu kasus saja dan yang menjadi responden adalah pemilik dari dodol buah naga di UMKM Berkat Motekar.

Batasan Masalah

Untuk memperjelas penelitian ini maka dibuat batasan masalah yaitu sebagai berikut: (1) Objek penelitian ini dispesifikasikan pada usaha pengolahan dodol buah naga yang ada di UMKM Berkat Motekar; (2) Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan serta nilai tambah; (3) Periode analisis yang dilakukan selama 6 (enam) bulan yaitu pada bulan Januari 2019 sampai dengan bulan Juni 2019.

Analisis Data

Untuk menjawab tujuan pertama yaitu mengetahui proses pembuatan dodol buah naga di UMKM Berkat Motekar menggunakan analisis data secara deskriptif.

Untuk menjawab tujuan kedua yaitu menghitung biaya-biaya, penerimaan dan keuntungan digunakan metode sebagai berikut (Kasim, 2004: 27):

TC = TFC + TVC (1)

dengan: TC biaya total (Rp) TFC biaya tetap total (Rp) TVC biaya variabel total (Rp)

Perhitungan biaya penyusutan menggunakan metode garis lurus, dengan rumus (Kasim, 2004: 41):

(2) dengan: D besarnya nilai penyusutan

barang tetap (Rp/bulan) Na nilai awal (Rp)

Ns nilai sisa (Rp)

Up umur penggunaan (tahun) Untuk input yang dipakai bersama dapat di hitung biaya bersama pada saat terjadi proses produksi. Biaya bersama atau gabungan (joint costs) adalah biaya dikeluarkan yang pertama kali bahan baku tersebut dilakukan pengolahann sampai saat berbagai macam produk itu dipisahkan. Untuk kasus disini yaitu mengetahui biaya bersama input yang termasuk biaya bersama saat produksi. Cara yang dapat ditempuh pada dasarnya adalah dengan mempertimbangkan proporsi penggunaan atau keterkaitan efektifnya, bisa dinyatakan dengan cara yaitu: berdasakan lama penggunaan masing-masing input tersebut dan berdasarkan lama produksi (Kasim, 2004: 29).

Yang termasuk dalam biaya bersama yaitu: (1) Pisau/buah; (2) Listrik/Rp; (3) Mesin perekat plastik/buah; (4) Keranjang/buah; (5) Gunting/buah; (6) Pengocok/buah; (7) Alat penghalus buah/buah; (8) Alat pemegang plaster/buah.

Untuk menghitung penerimaan yang di peroleh menggunakan rumus (Kasim, 2004: 13):

TR = Y. Py (3)

dengan: TR penerimaan total (total revenue) (Rp)

Y jumlah output (kg) Py harga output (Rp)

Untuk menghitung besarnya keuntungan yang diperoleh dari usaha pengolahan dodol buah naga menggunakan rumus (Kasim, 2004: 45):

π= TR–TC (4)

dengan: π keuntungan (Rp)

TR penerimaan total (total revenue) (Rp)

TC biaya total (total cost) (Rp) Untuk menjawab tujuan ketiga yaitu nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan

(4)

buah naga menjadi dodol dianalisis menggunakan metode perhitungan nilai tambah.

Nilai tambah dipengaruhi oleh besarnya keuntungan yang didapat dari pengolahan buah naga menjadi dodol, sumbangan input lain dan harga bahan baku. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rumus berikut ini (Fathudin, 2013:

19):

NT = NP - NBB - Nilai Input Lainnya (5) dengan: NT nilai tambah (Rp/kg)

NP nilai produk/output (Rp/kg) NBB nilai bahan baku (Rp/kg) Kreteria uji:

Jika Rasio Nilai Tambah ≥ 50%, maka nilai tambah termasuk tinggi

Jika Rasio Nilai Tambah < 50%, maka nilai tambah termasuk rendah

Untuk menjawab tujuan keempat, yakni permasalahan yang dihadapi dan solusinya dalam usaha pengolahan dodol dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif.

HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Produksi

Kegiatan produksi usaha pengolahan dodol buah naga di UMKM Berkat Motekar dilakukan dengan mengolah bahan baku utama yaitu buah naga menjadi dodol buah naga. Proses produksi dilakukan setiap satu sampai dua kali dalam seminggu. Kegiatan produksi ini di mulai pada jam 06:00 pagi sampai jam 13:00 siang dan untuk pengemasan dilakukan setelahnya tetapi sebelum dilakukan pengemasan dodol buah naga didiamkan terlebih dahulu. Pengemasan dilakukan biasanya setengah hari untuk waktu mengikuti saja waktu pengusaha karena pekerjsa yang mengerjakan adalah keluarga itu sendiri dan kerabat. Adapun kegiatan pengolahan dodol buah naga di UMKM Berkat Motekar sebagai berikut: (1) Penyediaan bahan baku. Bahan baku buah naga biasanya dibeli langsung dipasar tradisonal yaitu di Pasar Pelaihari atau di pedagang eceran di pinggir jalan yang berada di Desa Telaga dan Desa Panggung Baru; (2) Pengupasan. Pengupasan yaitu proses pemisahan antara daging buah naga dengan kulit buah naga; (3) Pencucian. Proses pencucian ini dilakukan setelah buah naga ini di kupas dari kulit buah naga. Proses pencucian ini

dilakukan agar kotoran di buah naga itu hilang;

(4) Penggilingan. Proses penggilingan bahan baku menggunakan penggilingan yang masih manual; (5) Perebusan. Proses perebusan bahan yang pertama adalah santan kelapa. Perebusan santan kelapa ini dilakukan selama kurang lebih 7-10 menit, selama perebusan harus sering di aduk saat santan tersebut mendidih akan mudah pecah jika tidak selalu diaduk. Selanjutnya, proses penambahan tepung beras dan tepung ketan yang sudah dicampurkan dan diencerkan terlebih dahulu pada wadah sebelum dicampurkan kedalam santan ini dikarenakan agar tidak menggumpal saat proses perebusan berlangsung; (6) Pendinginan. Setelah selesai direbus, sebelum dilakukan pengemasan terlebih dahulu dodol buah naga yang sudah direbus didinginkan selama satu malam agar benar- benar dingin, karena jika dodol buah naga belum dingin dilakukan mengemasan maka akan mempengaruhi rasa dan daya simpan dodol buah naga itu sendiri; (7) Pengemasan.

Selanjutnya, setelah dodol buah naga didinginkan satu malam dodol buah naga kemudian siap untuk di kemas. Pengemasan dodol buah naga masih menggunakan tenaga manusia dan dikerjakan dengan manual. Dodol buah naga di kemas berbentuk bulat panjang dengan panjang kurang lebih 5 cm. Dodol buah naga bisa bertahan selama 3 bulan dalam keadaan suhu ruangan yang tidak terlalu panas dan tidak bias diletakkan dipaparan sinar matahari langsung. Jika dodol buah naga berada di suhu terlalu panas dodol buah naga mudah berjamur dan akan menurunkan kualitas dodol buah naga itu sendiri. Namun apabila dodol buah naga diletakkan dalam suhu ruangan yang dingin akan bertahan lebih dari 3 bulan.

Biaya Tetap

Biaya tetap yaitu biaya yang tetap dikeluarkan walaupun produksinya banyaak atau sedikit.

Hasil penelitian pada usaha pengolahan dodol buah naga UMKM Berkat Motekar menunjukan bahwa biaya tetap selama bulan Januari 2019 sampai dengan bulan Juni 2019 yaitu penyusutan peralatan selama 6 bulan adalah sebesar Rp83.750,00 atau sebesar Rp13.958,00 per bulan. Biaya bersama penyusutan peralatan adalah sebesar Rp123.583,00 atau sebesar Rp20.597,00 per bulan, serta biaya pajak bumi dan bangunan adalah sebesar Rp14.334,00 atau sebesar Rp2.389,00 per bulan. Maka dari hasil tersebut diperoleh total biaya tetap usaha

(5)

pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar yaitu sebesar Rp221.668,00 atau sebesar Rp36.944,00 per bulan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Biaya tetap usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar

Komponen Biaya

Jumlah Penyusutan (Rp)/ 6 bulan

Jumlah Penyusutan (Rp)/ bulan Penyusutan

peralatan 83.750 13.958

Biaya bersama penyusutan peralatan

123.583 20.597

Pajak bumi dan

bangunan 14.334 2.389

Total biaya tetap 221.668 36.944 Sumber: Pengolahan data primer (2019) Biaya Variabel

Biaya variable adalah biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh produksi yang diperoleh.

Biaya variabel meliputi bahan baku utama, bahan baku penolong, pengemasan, bahan bakar, listrik, tenaga kerja dan pemeliharaan sarana. Total biaya variabel yang dikeluarkan selama 6 bulan dari bulan Januari 2019 sampai bulan Juni 2019 yaitu sebesar Rp10.682.125,00.

Bahan Baku Utama. Bahan baku utama yang digunakan dalam proses pengolahan dodol adalah buah naga. Buah naga yang digunakan selama 6 bulan dari Bulan Januari 2019 sampai Bulan Juni 2019 adalah sebesar 134 kg buah naga segar dengan harga Rp15.000,00 hingga Rp20.000,00 per kg sebesar Rp2.386.000,00.

Bahan Baku Penolong. Bahan baku penolong yang digunakan dalam proses pengolahan dodol buah naga adalah tepung ketan, tepung beras, gula putih, gula merah, kelapa, margarin dan garam. Untuk biaya bahan baku penolong selama 6 bulan adalah sebesar Rp2.928.900,00.

Pengemasan. Pengemasan yang digunakan yaitu plastik bening ukuran 0.5 mm, plastik bening ukuran 0.13 mm, plastik gula, kotak dan plaster. Untuk biaya pengemasan yang digunakan selama 6 bulan adalah sebesar Rp1.266.350,00 atau sebesar Rp211.058,00.

Bahan Bakar. Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian ini adalah bensin digunakan

selama 6 bulan yaitu 96 liter dan korek api sebanyak 12 pcs sehingga bahan bakar yang dikeluarkan sebesar Rp625.200,00 atau sebesar Rp104.200,00 per bulan.

Listrik. Listrik yang digunakan selama 6 bulan yaitu sebesar Rp124.925,00 atau sebesar Rp20.821,00 per bulan. Listrik yang dipakai yaitu Lampu berjumlah dua buah, alat perekat plastik dan pompa air.

Tenaga Kerja. Tenaga kerja yang digunakan berjumlah 5 orang pada UMKM Berkat Motekar selama 6 bulan yaitu sebesar Rp3.218.750,00 atau sebesar Rp536.458,00 per bulan.

Pemeliharaan Sarana. Pemeliharaan sarana yang di gunakan pada UMKM Berkat Motekar selama 6 bulan sebesar Rp150.000,00 atau sebesar Rp25.000,00 per bulan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Biaya variabel usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar

Komponen Biaya Jumlah Biaya (Rp)/ 6 bulan

Jumlah Biaya (Rp)/ bulan Bahan baku utama 2.386.000 394.667 Bahan baku

penolong 2.928.900 488.150

Pengemasan 1.266.350 211.058

Bahan bakar 625.200 104.200

Listrik 124.925 20.821

Tenaga kerja 3.218.750 536.458

Pemeliharaan

sarana 150.000 25.000

Total biaya

variable 10.682.125 1.780.354

Sumber: Pengolahan data primer (2019) Biaya Total

Biaya tetap selama 6 bulan sebesar Rp211.668,00 atau sebesar Rp36.944,00 per bulan dan biaya variabel sebesar Rp10.682.125,00 atau sebesar Rp1.780.354,00 per bulan. Pada hasil penelitian ini didapatkan biaya total pada UMKM Berkat Motekar yaitu sebesar Rp10.903.793,00 atau sebesar Rp1.817.298,00 per bulan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.

(6)

Tabel 3. Biaya total usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar

Komponen Biaya

Jumlah Biaya (Rp)/ 6 bulan

Jumlah Biaya (Rp)/ bulan

Biaya tetap 211.668 36.944

Biaya variable 10.682.125 1.780.354 Biaya total 10.903.793 1.817.298 Sumber: Pengolahan data primer (2019) Penerimaan

Penerimaan adalah semua penerimaan yang diperoleh produsen yang dihasilkan pada pengolahan dodol buah naga UMKM Berkat Motekar selama 6 bulan dari bulan Januarii 2019 sampai bulan Juni 2019 adalah sebesar Rp16.010.000,00. Pada waktu penelitian terdapat produk yang sudah mendekati masa kadaluarsa sebanyak 8 kotak sehingga harus dikurangkan dengan penerimaan sebelumnya sehingga didapat penerimaan bersih sebesar Rp15.890.000,00 atau sebesar Rp2.648.333,00 per bulan dapat dilihat di Tabel 4.

Tabel 4. Penerimaan usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar

Bulan Jumlah (Kg)

Jumlah (Kotak)

Harga /Kotak

Jumlah

Januari 32 160 15.000 2.400.000

Februari 32 160 15.000 2.400.000

Maret 42 210 15.000 3.150.000

April 44 220 15.000 3.300.000

Mei 26 130 17.000 2.210.000

Juni 30 150 17.000 2.550.000

Jumlah 206 1.072 16.010.000

Kerusakan 8 15.000 120.000

Penerimaan 15.890.000

Rata-rata

per bulan 2.648.333

Sumber: Pengolahan data primer (2019) Keuntungan

Keuntungan dari usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar selama 6 bulan pada bulan Januari 2019 sampai Juni 2019 dapat diperoleh dari pengurangan antara total penerimaan dengan total biaya sehingga dapat diperoleh sebesar Rp 4.986.207,00 atau sebesar Rp831.035,00 per bulan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Keuntungan usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar

Keterangan Total/ 6 bulan Total/ bulan Total

penerimaan 15.890.000 2.648.333 Total biaya 10.903.793 1.817.298

Keuntungan 4.986.207 831.035

Sumber: Pengolahan data primer (2019) Nilai Tambah

Nilai tambah dipengaruhi oleh besarnya keuntungan yang didapat dari pengolahan buah naga menjadi dodol, sumbangan input lain dan harga bahan baku utama.

Tabel 6. Nilai tambah usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar

B u l a n

Output/

Penerima an (a)

Bahan Baku Utama

(b)

Nilai Input Lain (c)

Nilai Tambah

(a)-(b)- (c)

Rasio Nilai Tambah

% 1 2.400.000 300.000 792.776 1.307.224 54,47%,

Tinggi 2 2.400.000 300.000 792.776 1.307.224 54,47%,

Tinggi 3 3.150.000 486.000 1.026.457 1.637.543 51,99%,

Tinggi 4 3.300.000 522.000 1.076.307 1.701.693 51,57%,

Tinggi 5 2.210.000 340.000 679.494 1.190.506 53,87%,

Tinggi 6 2.550.000 420.000 784.494 1.345.506 52,76%,

Tinggi

Sumber: Pengolahan data primer (2019)

Berdasarkan Tabel 6 menunjukan nilai tambah tertinggi pada bulan April 2019 dan bulan Maret 2019 dengan nilai tambah sebesar Rp1.701.693,00, rasio nilai tambah yang didapat sebesar 51,57% dan Rp1.637.543,00 dengan rasio nilai tambah sebesar 51,99%, menunjukan bahwa pada bulan April 2019 dan bulan Maret 2019 kegiatan produksi mengalami peningkatan yaitu sebesar 5 kali persatu bulan produksi dengan bahan baku yang digunakan 5- 7 kg buah naga dengan harga bahan baku utama sebesar Rp18.000,00. Pada bulan Juni 2019 nilai tambah yang didapat sebesar Rp1.345.506,00 dengan rasio nilai tambah sebesar 52,76%, pada bulan Juni 2019 kegiatan produksi hanya 3 kali dalam satu bulan produksi dengan jumlah bahan baku yang digunakan rata-rata 7 kg buah naga dan harga bahan baku utama sebesar

(7)

Rp20.000,00. Pada bulan Januari 2019 sampai bulan Februari 2019 nilai tambah yang didapatkan yaitu sama besarnya sebesar Rp1.307.224,00 dengan rasio nilai tambah sebesar 54,47%, dengan kegiatan produksi sebanyak 4 kali persatu bulan dengan menggunakan bahan baku rata-rata 5 kg buah naga dan harga bahan baku utama sebesar Rp15.000,00. Nilai tambah yang terendah menunjukan pada bulan Mei 2019 sebesar Rp1.190.506,00 tetapi rasio nilai tambah yang didapatkan cukup tinggi sebesar 53,87%, menunjukan bahwa pada bulan Mei 2019 produksi hanya 3 kali persatu bulan sehingga bahan baku dan input lainnya yang rendah rata- rata menggunakan bahan baku utama pada bulan mei sebesar 5-7 kg buah naga dan harga buah naga sebesar Rp20.000,00.

Permasalahan dan Solusi

Adapun permasalahan dan solusi yang dihadapi pada usaha di UMKM Berkat Motekar adalah:

(1) Proses pengemasan dodol buah naga tenaga kerja yang mengerjakan proses tersebut tingkat keterampilannya rendah sehingga pengemasan berjalan dengan lambat. Solusinya perlu ada pelatihan kepada tenaga kerjanya agar bisa lebih terampil dalam pengerjaan peng-emasan dodol buah naga; (2) Dalam proses pemasaran dodol buah naga di UMKM Berkat Motekar banyak yang belum mengetahui dodol buah naga tersebut sehingga pemasarannya tidak begitu banyak atau terbatas. Solusinya perlunya pengenalan produk, melalui sosial media.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar, maka didapat kesimpulan sebagai berikut:

1. Kegiatan produksi usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar dilakukan satu minggu sekali. Usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar menggunakan bahan baku seperti buah naga, tepung ketan, tepung beras, gula putih, gula merah, kelapa, margarin dan garam. Usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar ini di mulai sejak tahun 2015.

2. Biaya total yang dikeluarkan selama 6 bulan dari bulan Januari 2019 sampai bulan Juni 2019 adalah sebesar Rp10.682.125,00 dan rata-rata yang dikeluarkan perbulannya sebesar Rp1.817.298,00. Sedangkan untuk penerimaan bersih yang diterima selama 6 bulan adalah sebesar Rp15.890.000,00 dan rata-rata yang didapatkan setiap bulannya sebesar Rp2.648.333,00. Keuntungan yang diterima selama 6 bulan adalah sebesar Rp4.986.207,00 dan rata-rata perbulannya sebesar Rp831.035,00.

3. Nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar selama bulan Januari 2019 dan bulan Februari 2019 sebesar Rp1.307.224,00 (54,47%, tinggi), bulan Maret 2019 sebesar Rp1.637.543,00 (51,99%, tinggi), bulan April 2019 sebesar Rp1.701.693,00 (51,57%, tinggi), bulan Mei 2019 sebesar Rp1.190.506,00 (53,87%, tinggi) dan bulan Juni 2019 Rp1.345.506,00 (52,76%, tinggi).

4. Permasalahan yang dihadapi usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar yaitu ketidaktahuan masyarakat dengan produk ini sehingga pemasaran terbatas.

Saran

Usaha pengolahan dodol buah naga pada UMKM Berkat Motekar ini nanti diharapkan agar:

1. Untuk meningkatkan nilai tambah diharapkan pengusaha lebih meningkatkan pengolahan produknya seperti menambah varian rasa dan bentuk produk yang berbeda.

2. Pemasaran produk yang terbatas sebaiknya pengusaha dapat meningkatkan penjualan yang lebih luas seperti dengan memasarkan dibeberapa market place secara online atau melalui sosial media, dimana produk dodol buah naga ini hanya dipasarkan secara offline dengan menjual secara langsung.

DAFTAR PUSTAKA

Emil. 2011. Untuk Berlipat dari Bisnis Buah Naga Unggul. Penebar Swadaya, Jakarta Fathudin, N. 2013. Analisis Nilai Tambah

Usaha Pengolahan Kedelai di Kota

(8)

Banjarbaru. Fakultas Pertanian ULM, Banjarbaru

Husodo, 2004. Pertanian Mandiri. Penebar Swadaya, Jakarta

Imran, D., A. Murtisari & N. K. Murni. 2014.

Analisis nilai tambah keripik ubi kayu di UKM Barokah Kabupaten Bone Bolango [Abstract]. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, 1(4): 207-212 Kasim, S. 2004. Petunjuk Menghitung Keuntungan dan Pendapatan Usahatani.

Fakultas Pertanian UNLAM, Banjarbaru Novitasari, R. 2013. Studi pembuatan dodol

pisang [Abstract]. Jurnal Teknologi Pertanian, 2(1): 48-56

Wirastika, N., M. H. K. Suwarsinah & L. M.

Baga. 2016. Pengaruh karakteristik kewirausahaan terhadap kinerja usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) gula aren di Kabupaten Lombok Barat [Abstract]. Jurnal Penyuluhan, 12(1): 51- 60

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usahatani buah naga ditinjau dari aspek finansial dan menganalisis

Total Biaya Penggunaan Tenaga Kerja Luar Keluarga (TKLK) Per Luas Lahan dan Per Hektar Per Tahun Petani Sampel Pada Usahatani Buah Naga di Kabupaten Padang

Analisis Kelayakan Investasi Agribisnis Buah Naga di Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kebupaten Jember Tahun

Dari hasil tersebut terbukti sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan bahwa daging buah naga putih memiliki kadar vitamin C lebih tinggi dibandingkan dengan kadar vitamin C

Nilai tambah per bahan baku dodol rumput laut pada industri Cita Rasa Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi yaitu sebesar Rp 24.445/kg, artinya untuk setiap satu

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan yang dilakukan terhadap 24 petani buah naga di Desa Sanggulan serta pengamatan secara langsung terhadap 5 orang pedagang

282.440.750; 2 Nilai produksi pada titik impas Break Event Poin petani buah naga di Desa Sambirejo sebesar 14.353 Kg, maka dapat disimpulkan bahwasannya usaha ini layak dijalankan

Studi analisis nilai tambah dan keuntungan usaha minuman sari buah stroberi di Desa Pandanrejo, Bumiaji, Batu untuk meningkatkan daya saing