• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PEMBENTUKAN..., ALMIRA HARMAYATI, Ma.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS PEMBENTUKAN..., ALMIRA HARMAYATI, Ma."

Copied!
122
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Salah satu teknik analisis portofolio optimal yang dilakukan oleh Elton dan Gruber (1995) adalah penggunaan Single Index Model. Penentuan portofolio optimal dengan menggunakan Single Index Model menunjukkan bahwa Single Index Model dapat digunakan sebagai cara untuk memilih saham dan menentukan portofolio optimal di BEI (Bursa Efek Indonesia).

Masalah Penelitian

  • Perumusan Masalah
  • Batasan Masalah

Rasionalitas investor dapat diukur dari sejauh mana investor melakukan prosedur memilih dan membentuk portofolio optimal dari data historis saham-saham dalam Indeks Liquid 45 (LQ 45). Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti ingin meneliti bagaimana seorang investor menentukan keputusan investasinya di pasar modal, sehingga penelitian ini akan diberi judul “ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MODEL SINGLE INDEX PADA SAHAM LQ 45 PERIODE 2006-2010”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Penelitian

Saham-saham yang termasuk dalam portofolio optimal adalah saham-saham yang mempunyai kelebihan return to beta (ERB) lebih besar dari cut-off point (C*). Saham-saham yang tidak termasuk dalam portofolio optimal adalah saham-saham yang mempunyai kelebihan return to beta (ERB) kurang dari titik potong (C*).

LANDASAN PEMIKIRAN TEORITIS

Tinjauan Pustaka

  • Investasi
    • Pengertian Investasi dan Tujuan Investasi
    • Jenis-Jenis Investasi
    • Return dan Risiko Investasi
    • Proses Investasi
    • Strategi Investasi
  • Pasar Modal
    • Pengertian Pasar Modal
  • Saham
    • Pengertian Saham
    • Jenis-Jenis Saham
    • Returm Saham
    • Risiko Saham
    • Indeks Saham
  • Portofolio
    • Pengertian Portofolio
    • Return Portofolio
    • Risiko Portoflio
    • Portofolio Efisien dan Portofolio Optimal

Kerjasama Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia meluncurkan indeks harga saham yang diberi nama indeks BISNIS-27. Kerjasama Bursa Efek Indonesia dan lembaga pemeringkat PEFINDO meluncurkan indeks harga saham yang disebut Indeks PEFINDO25.

Penelitian Terdahulu

Hasil penelitian menunjukkan hanya 14 saham yang mempunyai nilaicess return to beta lebih besar dari nilai cut off point (C*) = 0,024 dan merupakan kandidat portofolio. Dalam penelitian ini portofolio optimal dibentuk oleh saham AALI dan PGAS yang memiliki nilai ERB terbesar yaitu ERB AALI. Komposisi atau proporsi dana masing-masing saham yang termasuk dalam portofolio optimal adalah sebesar 48,54% untuk saham AALI dan 51,46% untuk saham PGAS.

Saham yang mempunyai koefisien beta yang relatif stabil dari waktu ke waktu berarti saham tersebut juga mempunyai kelebihan return terhadap nilai beta yang relatif stabil. Oleh karena itu, investor sebaiknya membandingkan kelebihan return terhadap nilai beta masing-masing kandidat saham berdasarkan periode waktu yang berbeda. Sementara itu, investor dapat menghindari risiko sistematis dengan memilih saham-saham yang mempunyai kelebihan return yang besar dibandingkan nilai beta.

Adam Ramdhan menggunakan salah satu model indeks untuk menentukan portofolio optimal indeks saham JII tahun 2005-2009. Setelah dilakukan perhitungan dan analisis, persentase portofolio optimal masing-masing emiten adalah Bumi Resource (BUMI) 50,18%, International Nickel (INCO) 23,14%, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) 13,10%, Kalbe Farma (KLBF) 5,33%, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) 3,57%, Telekomunikasi (TLKM) 3,35%, dan. Hanur Putro Adhianto menggunakan metode Markowitz untuk menentukan portofolio optimal indeks saham LQ-45 tahun 2009 dan kemudian memilih hanya perusahaan-perusahaan dari sektor perbankan.

Rerangka Pemikiran

Indeks LQ 45 mencakup 45 saham yang termasuk dalam kategori likuid menurut kriteria tertentu. Dalam hal ini, penulis telah mengambil 17 saham yang tetap tercatat di LQ 45 antara tahun 2006 hingga 2010. Sedangkan penentuan portofolio saham optimal dengan menggunakan metode indeks tunggal digunakan beberapa langkah yaitu.

Data SBI digunakan untuk menghitung aset bebas risiko (risk-free rate of return) dengan memperhitungkan return dan risiko saham yang juga dihitung secara bulanan. Berdasarkan tabel 4.4 terlihat bahwa saham yang mempunyai ekspektasi return tertinggi adalah saham Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) dengan jumlah sebesar 0,0557132 atau 5,57% per saham dan ekspektasi return terendah adalah saham Indosat ( ISAT) sebesar 0,0045843. atau 0,46% per saham. Artinya harga saham UNSP berbanding terbalik dengan pasar dan saham-saham tersebut tidak dapat dimasukkan ke dalam portofolio optimal, sedangkan saham-saham yang mempunyai beta positif dapat dimasukkan ke dalam portofolio optimal karena dianggap mempunyai return dan risiko yang rasional. (Husnan, 2001) Perhitungan masing-masing saham dapat dilihat secara rinci pada Lampiran 7.

Hasil perhitungan tingkat keuntungan bebas risiko akan digunakan untuk memilih saham-saham yang akan dimasukkan dalam pemilihan portofolio. Varians tidak sistematis (σei2) merupakan bagian dari risiko ekuitas yang tidak dapat dipengaruhi oleh pergerakan pasar. Terlihat dari Tabel 4.7 bahwa saham-saham yang memiliki unsystematic variance terbesar adalah saham Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) sebesar 0.037867.

Saham-saham yang termasuk dalam portofolio optimal adalah saham-saham yang mempunyai nilai ERB lebih besar atau sama dengan nilai Ci atau C* terbesar. Setelah melihat saham-saham yang masuk dalam portofolio optimal, langkah selanjutnya adalah menentukan proporsi masing-masing saham yang masuk dalam portofolio optimal. Berdasarkan rumus di atas maka dapat dihitung nilai Xi dan Wi masing-masing saham yang dapat dilihat lebih detail pada Lampiran 12.

Dengan menggunakan program solver pada Microsoft Excel, Anda dapat menemukan beberapa kemungkinan portofolio untuk saham-saham yang dipilih.

Table 4.1 Daftar Saham-saham pada LQ 45
Table 4.1 Daftar Saham-saham pada LQ 45

METODELOGI PENELITIAN

Obyek penelitian

Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan peneliti adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur, data yang relevan dengan analisis yang digunakan dari berbagai literatur dan data yang bersumber dari internet. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu (Sekaran, 2003).

Metode Analisis Data

  • Pemilihan Saham
  • Analisis Portofolio Optimal

Sasaran penelitian ini adalah saham-saham yang termasuk dalam indeks LQ 45 yang aktif selama periode yang dimasukkan. Data harga saham yang diteliti menyangkut harga saham penutupan setiap akhir bulan selama periode 2006-2010. Gambaran harga saham pada Gambar 4.1 menunjukkan bahwa ada saham yang mengalami fluktuasi yang cukup besar dan ada pula saham yang tidak mengalami fluktuasi yang sangat besar.

Misalnya dengan melihat persamaan di atas, Anda dapat menghitung return masing-masing emiten pemilik saham Astra Agro Lestari Tbk. AALI) sebelum Januari 2006. Pemilihan ini didasarkan pada tingkat keuntungan yang diharapkan investor, dengan syarat tingkat keuntungan pada saham-saham yang lolos seleksi portofolio harus lebih besar dari standar batas investasi bebas risiko berupa suku bunga SBI. Berdasarkan tabel 4.8 terlihat adanya nilai ERB negatif yaitu pada saham Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) yang menunjukkan bahwa ekspektasi return saham UNSP kurang bebas risiko.

Saham-saham dengan tingkat ERB tertinggi berpeluang memperoleh bagian ekuitas yang tinggi, sedangkan saham-saham dengan tingkat ERB terendah kecil kemungkinannya untuk dimasukkan dalam portofolio optimal. Lihat lampiran 10 untuk perhitungan per saham yang lebih rinci. Cutoff rate (Ci ) adalah batasan imbal hasil bagi setiap emiten yang ada, sedangkan cutoff point (C*) adalah cutoff rate tertinggi untuk setiap saham yang ada. Hasil perhitungan ERB pada Tabel 4.9 menunjukkan bahwa dari 17 (tujuh belas) saham yang dijadikan sampel, terdapat 7 saham yang masuk dalam portofolio optimal, yaitu saham PTBA, AALI, UNTR, PGAS, INDF, SMCB, dan ASII. yang tidak termasuk dalam portofolio optimal karena mempunyai ERB kurang dari C* adalah saham INCO, BMRI, BBRI, BBCA, ANTM, TLKM, BDMN, MEDC, ISAT dan UNSP.

Maka rumus yang dapat digunakan untuk menghitung variance error sisa adalah sebagai berikut: (Husnan, 2009). Bentuk kurva ini disebabkan oleh diversifikasi itu sendiri sehingga risiko yang dihadapinya bukanlah risiko rata-rata tertimbang dari saham-saham yang membentuk portofolio tersebut.Rangkaian portofolio yang efisien dikatakan efisien frontier karena rangkaian portofolionya berada pada titik permukaan portofolio lain yang tidak efisien yang berada di kiri atau kanan kurva batas efisien. Investor dan/atau calon investor yang ingin berinvestasi sebaiknya memilih saham-saham yang termasuk dalam portofolio optimal, hal ini dikarenakan saham-saham yang memiliki portofolio optimal dinilai mempunyai return yang tinggi dengan tingkat risiko yang dapat diminimalkan.

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Obyek Penelitian

Analisis Portofolio Optimal

  • Menghitung Return Saham Individu
  • Menghitung Ekspektasi Return dan Risiko Saham
  • Menghitung Return Pasar
  • Menghitung Ekspektasi Return Pasar dan Risiko Pasar
  • Menghitung Beta dan Alpha
  • Menghitung Risk Free
  • Menghitung Varian Unsistematis
  • Menghitung Expected Return to Beta
  • Menghitung Nilai Cut-off Point
  • Menghitung Besarnya Nilai Bobot dan Persentase Bobot dari Saham
  • Menghitung Besarnya Beta Portofolio dan Alpha Portofolio
  • Menghitung Besarnya Nilai Expected Return Portoflio dan Nilai Varian
  • Pembuktian Portofolio Optimal

Dengan menggunakan rumus ini, dapat dihitung nilai Ci untuk setiap saham. Untuk mengetahui perhitungan Ci masing-masing saham, lihat lebih jelasnya pada Lampiran 11. Dari hasil perhitungan nilai Xi dan Wi seluruh saham diatas terlihat bahwa persentase portofolio terbesar adalah saham PTBA yaitu 29,42 % dan persentase terkecil pada saham SMCB yaitu 7,29%. Dari hasil perhitungan pada tabel 4.11 terlihat hasil perhitungan βp sebesar 1,256540 dan hasil perhitungan αp sebesar 0,032978.

Ud fra beregningen ovenfor kan det ses, at det forventede afkast af den optimale portefølje er 0,040874 eller 4,09% og restfejlvariansen af ​​den optimale portefølje er 0,116914. 3 Polychem Indonesia Tbk Aneka Tambang Tbk Aneka Tambang Tbk Aneka Tambang Tbk Aneka Tambang Tbk 4 Aneka Tambang Tbk Astra International Tbk Astra International Tbk Astra International Tbk Astra International Tbk 5. Line Tbk Bank Central Asia Tbk Alam Bank Central Asia Tbk Central Asia Tbk Realty Tbk 6 Astra International Tbk Bank Bukopin Tbk Bank Negara Indonesia Tbk Bank Negara Indonesia Tbk Bank Central Asia Tbk 7 Bank Central Asia Tbk Bank Rakyat Indonesia Tbk Bank Rakyat Indonesia Tbk Bank Rakyat Indonesia Tbk.

12 Bakrie & Brothers Tbk Global Mediacom Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bank Mandiri Tbk 13 Bank Niaga Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bank Niaga Tbk Barito Pacific Timber Tbk Global Mediacom Tbk 14. Tbk Bank Pan Indonesië Tbk Perusahaan Gas Negara Tbk Perusahaan Gas Negara Tbk PP Londen Sumatra Tbk 35 Bank Pan Indonesië Tbk Panin Life Tbk Bank Pan Indonesië Tbk Bank Pan Indonesië Tbk. 45 Unilever Indonesië Tbk United Tractoren Tbk United Tractoren Tbk Unilever Indonesië Tbk Unilever Indonesië Tbk.

Tabel 4.4 Daftar ExpectedReturn (E(Ri)) dan Daftar Risiko Saham (σ i 2
Tabel 4.4 Daftar ExpectedReturn (E(Ri)) dan Daftar Risiko Saham (σ i 2

Implikasi Manajerial

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Deze aandelen zijn aandelen van Bukit Asam Coal Mine (PTBA), Astra Agro Lestari (AALI), United Tractors (UNTR), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Indofood SuksesMakmur (INDF), Holcim Indonesia (SMCB) en Astra International (ASII ). Deze aandelen zijn Aneka Tambang (ANTM), Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Danamon Indonesia (BDMN), Bank Mandiri (BMRI), International Nickel Indonesia (INCO), Indosat (ISAT), Medco Energi International (MEDC), Telekomunikasi Indonesië (TLKM) en Bakrie Sumatra Plantations (UNSP).

Saran

  • Bagi Investor dan Manajer Investasi
  • Bagi Peneliti Selanjutnya

1 Astra Agro Lestari Tbk Astra Agro Lestari Tbk Astra Agro Lestari Tbk Astra Agro Lestari Tbk Astra Agro Lestari Tbk. 16 Bakrie Telkom Tbk Barito Pacific Timber Tbk Bumi Resource Tbk Darma Henwa Tbk Bumi Serpong Damai Tbk 17 Bumi Resource Tbk Bakrie Telkom Tbk.

Referensi

Dokumen terkait