TUGAS AKHIR
ANALISIS PENENTUAN BIAYA PRODUKSI MAKANAN DAN MINUMAN PADA CAFE “K” SURABAYA
Oleh:
SOVAT MAULANA LUKITAN 21180004
PROGRAM STUDI AKUNTANSI POLITEKNIK NSC
SURABAYA 2021
TUGAS AKHIR
ANALISIS PENENTUAN BIAYA PRODUKSI MAKANAN DAN MINUMAN PADA CAFE “K” SURABAYA
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Ahli
Madya
Diploma III Program Studi Akuntansi Politeknik NSC Surabaya
Oleh:
Sovat Maulana Lukitan NIM: 21180004
PROGRAM STUDI AKUNTANSI POLITEKNIK NSC
SURABAYA 2021
ii
TUGAS AKHIR
ANALISIS PENENTUAN BIAYA PRODUKSI MAKANAN DAN MINUMAN PADA CAFE “K” SURABAYA
Disusun oleh:
Sovat Maulana Lukitan NIM: 21180004 Politeknik NSC Surabaya Tanggal,18 Agustus 2021
Menyetujui Mengetahui
Ketua Program Studi Akuntansi Pembimbing
Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A. Thomas Khrisna Sidharta, M.Si..
NIDN. 0728088506 NIDN. 0725077301
TUGAS AKHIR
ANALISIS PENENTUAN BIAYA PRODUKSI MAKANAN DAN MINUMAN PADA CAFE “K” SURABAYA
Disusun oleh:
Sovat Maulana Lukitan NIM: 21180004
Telah dipertahankan didepan tim penguji Pada tanggal 30 Agustus 2021 Dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Tim Penguji:
1. Ita Megasari , S.E, MSA. 1. ...
2. Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A. 2. ...
3. Thomas Khrisna Sidharta, M.Si. 3. ...
iv
KATA PENGANTAR`
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan berkat dan rahmat-nya, penyusunan tugas akhir yang berjudul Analisis Penentuan Biaya Produksi Makanan dan Minuman Pada Cafe “K” Surabaya dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menyadari tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan dari semua pihak serta berkah dari Allah SWT, sehingga kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada:
1. Bapak Rudianto, S.T., M.Cs., selaku Direktur Politeknik NSC Surabaya.
2. Bapak Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A., selaku Ketua Prodi Akuntansi Politeknik NSC Surabaya.
3. Bapak Thomas Khrisna Sidharta, M.Si., selaku Dosen Pembimbing yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengarahkan saya dalam penyusunan laporan tugas akhir saya.
4. Bapak Daniel Oktavian Kalele selaku Manager Oprasional Cafe Kateko yang sudah banyak membantu dan meluangkan waktunya untuk tugas akhir saya.
5. Orangtua, adik, dan seluruh keluarga yang selalu memberikan doa dan dukungan, baik secara moral maupun material.
6. Elita Rohmadu, selaku mantan saya yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan semangat.
7. Teman-teman angkatan 2018 khususnya teman-teman Prodi Akuntansi Politeknik NSC Surabaya.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mohon maaf apabila banyak terjadi kesalahan dalam penulisan, pembahasan, dan penyusunan. Semoga laporan Tugas Akhir ini bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca.
Surabaya, 18 Agustus 2021
Sovat Maulana Lukitan
vi
PERNYATAAN
Saya Sovat Maulana Lukitan (21180004) menyatakan bahwa:
1. Tugas Akhir ini adalah asli dan benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan hasil karya orang lain dengan mengatasnamakan saya, serta bukan merupakan hasil peniruan (plagiarism) dari hasil karya orang lain. Tugas Akhir ini belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik baik di Politeknik NSC Surabaya maupun di perguruan tinggi lainnya.
2. Dalam Tugas Akhir ini tidak terdapat kaya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan dalam daftar kepustakaan.
3. Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, apabila dikemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah diperoleh karena karya tulis ini. Serta sanksi-sanksi lainnya sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku di Politeknik NSC Surabaya.
Surabaya, 18 Agustus 2021 Yang membuat Pernyataan,
Sovat Maulana Lukitan NIM: 21180004
DAFTAR ISI
SAMPUL DALAM...i
HALAMAN PERSETUJUAN...ii
HALAMAN PENGESAHAN... iii
KATA PENGANTAR... iv
PERNYATAAN...vi
DAFTAR ISI...vii
DAFTAR GAMBAR... ix
DAFTAR TABEL...x
ABSTRACT...xi
ABSTRAKSI... xii
BAB I PENDAHULUAN... 1
A.Latar Belakang Masalah...1
B. Rumusan Masalah...2
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian... 2
BAB II LANDASAN TEORI... 4
A. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...4
B. Restoran...6
C. Akuntansi Biaya... 7
D. Penghitungan Harga Pokok Produksi...11
E. Elemen Biaya Produksi...12
F. Metode Pengumpulan Biaya Produksi...14
viii
G. Penentuan Biaya Produksi ...16
BAB III PEMBAHASAN... 20
A. Tinjauan Umum...20
1. Profil Perusahaan...20
2. Struktur Organisasi...21
3. Bidang Usaha... 25
B. Pembahasan... 27
1. Metode Penelitian...27
2. Hasil Pengumpulan Data dan Informasi...28
3. Analisa Data... 35
BAB IV PENUTUP... 41
A. Kesimpulan...41
B. Saran... 41 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Struktur Cafe “K’
Surabaya...Error! Bookmark not defined.
Gambar 3.2 Logo Caffe ………21
Gambar 3.3 Cappuccino Latte...25
Gambar 3.4Mind blue Smoothies...25
Gambar 3.5The Weekend Vibes Smoothies...26
Gambar 3.6Avocado Smoothies...26
Gambar 3.7Spaghetti Bolognese...Error! Bookmark not defined. Gambar 3.8French Fries Cheese Sauce...26
Gambar 3.9Fish & Chips...26
Gambar 3.10Spaghetti Marinara...26
x
DAFTAR TABEL
Tabel 3.0Cara Menghitung Biaya Variabel...19
Tabel 3.1 Data Pembelian Bahan Baku Pembuatan Minuman...29
Tabel 3.2 Data Pembelian Bahan Baku Pembuatan Makanan...31
Tabel 3.3 Data Perolehan Biaya Pembelihan Bahan Baku Awal...33
Tabel 3.4Biaya Tenaga Kerja Langsung untuk Bagian Bar dan Kitchen...37
Tabel 3.5Biaya Depresiasi BOP ......40
Tabel 3.6Biaya Bulan Januari Yang di Keluarkan Oleh Cafe “K” Surabaya...40
.
ABSTRACT
This study aims to determine the calculation of Cost of Goods Sold at CAFE "K" SURABAYA. Cafe "K" is a business actor who sells Drinks and Food, various types of drinks and various types of food menus provided at Cafe "K"
Surabaya. This study uses data collection methods of observation, interviews and literature 0
study to obtain data that completes the calculation of Cost of Goods Sold at Cafe
"K" Surabaya. The results of this study can be concluded that Cafe "K" Surabaya already has the calculation of Cost of Goods Sold correctly, so that in determining the desired profit it is accurate in the calculation but there are some points that are not included in the calculation of Cost of Goods Sold. because raw materials are sometimes not suitable for use in the production process.
Keywords:: Raw Materials, Cost of Production, Variabel Costing and Full Costing
xii ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan Harga Pokok Penjualan pada CAFE “K” SURABAYA. Cafe “K” merupakan pelaku usaha yang menjual Minuman dan Makanan berbagai jenis minuman dan berbagai jenis menu makanan yang disediakan pada Cafe “K” Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara untuk mendapatkan data-data yang melengkapi perhitungan Harga Pokok Produksi pada Cafe “K” Surabaya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Cafe “K”
Surabaya sudah memiliki perhitungan Harga Pokok Produksi dengan benar, sehingga dalam penentuan laba yang diinginkan akurat dalam perhitungan tetapi ada beberapa poin yang tidak dimasukan dalam perhitungan Harga Pokok bahan baku. karena bahan baku terkadang tidak layak pada saat dipakai untuk proses produksi.
Kata Kunci : Bahan Baku, Harga Pokok Produksi, Variabel Costing. Dan Full Costing
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Kegiatan UMKM pada Cafe “K” Surabaya,akhir-akhir ini semakin berkembang yang menuntut adanya suatu penciptaan suasana yang nyaman untuk diberikan atau ditawarkan sebagai suatu produk kepada calon pelanggan. Secara umum, produk yang dijual oleh pihak manajemen Cafe terdiri dari dua produk utama yaitu produk nyata (tangible product) seperti makanan dan minuman serta produk tidak nyata (intangible product) seperti kenyamanan, layanan, suasana, dan lain sebagainya. Industri bidang kuliner banyak bermunculan para kompetitor dan peminatnya.
Didalam dunia kuliner, pelaku usaha diwajibkan untuk memberi jasa dan pelayanan terbaik kepada setiap tamu yang ditemui. Oleh karena itu tentunya sangat membutuhkan sumber daya manusia yang baik, jujur, bertanggung jawab, beretika, ramah serta senyum dalam memberikan setiap pelayanan.
Penentuan harga pokok penjualan sangat penting bagi UMKM, karena dapat terlihat peningkatan maupun penurunan penjualan dari laba yang diperoleh.
Hal tersebut akan membantu pihak manajemen dalam menangani aktivitas penjualan. Manfaat utama dari penentuan harga pokok penjualan untuk mengetahui berapa besar laba yang diinginkan dari penjualan tersebut (Ani, 2018).
Alasan penulis memilih tempat ini untuk melaksanakan kegiatan tugas akhir untuk mengetahui penentuan bahan baku masuk supaya menjadi olahan siap saji dan untuk siap dijual ke customer Cafe “K” Surabaya. Penentuan harga pokok
2
penjualan harus berjalan sesuai dengan metode yang digunakan agar mencapai target yang diinginkan dan mendapatkan harga pokok terbaik serta untuk mengetahui tingkat keefektifan atas harga pokok penjualan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik dengan bagaimana perhitungan harga pokok penjualan pada UMKM ini dan tertarik untuk mengambil judul “Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi Kopi Dan Olahan Produksi Makanan Dengan Metode Full Costing Pada Cafe “K” Surabaya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah. 1. Bagaimana perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan. 2. Apakah perhitungan harga pokok produksi kopi sudah tepat menurut metode full costing.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi beberapa produk pada Cafe ”K” di Surabaya dan untuk mengetahui harga pokok produksi sudah tepat/belum tepat.
2. Manfaat Penelitian a. Bagi Pengusaha
1)Pengusaha mengetahui cara perhitungan harga pokok penjualan sesuai perhitungan akuntansi.
3
2)Sebagai bahan pertimbangan pengusaha untuk penggunaan cara perhitungan akuntansi.
b.Bagi Peneliti
1)Peneliti dapat membandingkan pengetahuan yang telah dipelajari dibangku kuliah dengan apa yang ada di lapangan.
2)Untuk menambah wawasan, pengalaman, dan pengembangan ilmu dalam bidang akuntasi
3)Bagi Perguruan Tinggi
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah wacana ilmiah tentang harga pokok produksi dan dapat menjadi koleksi kepustakaan yang dapat berguna sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya. Bagi ilmu akuntansi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih luas mengenai penghitungan harga pokok produksi di dalam usaha kecil menengah.
4 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
1. Pengertian UMKM Menurut Undang-Undang No 20 tahun 2008 pasal 1 ayat 1 sampai ayat 3, yaitu
a. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/
atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.
b. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yangdimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
c. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri senditi, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagimana diatur dalam Undang-Undang ini.
5 2. Asas dan Tujuan.
a. Usaha Mikro Kecil Menengah berasaskan kekeluargaan, demokrasi ekonomi, kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
b. Usaha Mikro Kecil Menengah bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.
3. Kriteria Usaha Mikro, Kecil, Menengah menurut Undang-Undang No 20 tahun 2008 Bab IV Pasal 6 ayat 1 sampai 3.
a. Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut:
1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
b. Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut:
1) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp.50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan.
2) Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).
6 c. Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut:
1) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
2) Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.2.500.000.000 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp.50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
B. Restoran
1. Pengertian Restoran
Menurut Marsum Cafe adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamunya baik berupa makan maupun minum. Adapun menurut Mertayasa Cafe adalah suatu tempat dimana tamu dapat membeli dan menikmati makanan dan minuman, yang akan dilayani karyawanwaitress.
Menurut Marsum tipe Cafe yang sesuai adalah sebagai berikut :
Coffee Shop atau Brasserie
Adalah suatu Cafe yang sistem pelayanannya menggunakan American Servis dan penyajian makanan maupun minuman dilakukan dengan cara buffet, dimana pada Cafe ini tamu dapat mendapatkan pelayanannya sangat baik,dan khas cita rasa maupun tempat.
7 C. Akuntansi Biaya
Supriyono menyatakan bahwa akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Mulyadi menyatakan bahwa akuntansi biaya adalah proses pencatatatn, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya.
Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya.
Mulyadi menyatakan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa biaya dapat didefinisikan atau diartikan dalam dua kategori, yaitu secara sempit dan luas. Dalam arti sempit, definisi atau pengertian biaya yaitu pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva, sedangkan dalam arti luas, definisi atau pengertian biaya yaitu pengorbanan sumber ekonomi yang dapat diukur dalam satuan uang yangtelah terjadi atau secara potensial akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam akuntansi biaya, biaya digolongkan dengan berbagai macam cara. Secara umum penggolongan biaya disesuaikan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dan kemudian biaya dikenal dengan konsep
“different cost for different purposes”. Mulyadi menyatakan bahwa
8 biaya dapat digolongkan menurut:
1. Objek pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama objek pengeluaran adalah gaji, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan gaji disebut “biaya gaji”.
2. Penggolongan biaya berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan dalam perusahaan terdapat tiga fungsi pokok:
a. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan equipment; biaya bahan baku;
biaya bahan penolong; biaya gaji karyawan yang bekerja dalam bagian-bagian, baik yang langsung maupun yang tidak langsung berhubungan dengan proses produksi. Menurut objek pengeluaran, secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biayaoverheadpabrik.
b. Biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan pemasaran produk. Contohnya adalah biaya iklan, biaya promosi, biaya angkutan dari gudang perusahaan ke gudang pembeli, gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran, biaya contoh (sample).
c. Biaya administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran
9 produk. Contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan bagian keuangan, akuntansi, personalia dan bagian hubungan masyarakat, biaya pemeriksaan akuntan, biayaphotocopy.
3. Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Dalam hubun gannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dikelompokkan menjadi dua golongan:
a. Biaya langsung
Biaya langsung adalah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada, maka biaya langsung ini tidak akan terjadi. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
b. Biaya tidak langsung
Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik. Biaya ini tidak mudah diidentifikasi dengan produk tertentu.
4. Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan Perilaku biaya dalam hubungannya dengan volume kegiatan atau aktivitas dibagi menjadi:
a. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah
10 sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contohnya: biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
b. Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semivariabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel.
c. Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.
d. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. Contoh: gaji manajer perusahaan.
5. Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya atas dasar jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a. Pengeluaran modal (capital expenditure)
Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Contoh dari pengeluaran modal adalah pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap, pengeluaran untuk riset dan p engembangan suatu produk.
b. Pengeluaran pendapatan(Revenue expenditures)
Pengeluaran pendapatan adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.
Contoh pengeluaran pendapatan adalah biaya iklan dan biaya tenaga kerja.
11
D. Penghitungan Harga Pokok Produksi 1. Pengertian Harga Pokok Produksi
Menurut Iman, harga pokok produksi adalah penjumlahan seluruh pengorbanan sumber ekonomi yang digunakan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.
2. Metode perhitungan Harga Pokok Produksi
Metode perhitungan harga pokok produksi suatu barang merupakan tujuan pokok akuntansi biaya. Harga pokok produksi tersebut diperoleh melalui pengumpulan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut.
a. Ada tiga metode perhitungan harga pokok produksi yaitu:
1) Metode harga pokok sesungguhnya (actual cost)
Dalam metode ini perhitungan harga pokok produksi per unit berdasarkan biaya bahan baku sesungguhnya, biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya, dan biaya overhead pabrik sesungguhnya. Metode perhitungan harga pokok produksi sesungguhnya biasanya digunakan pada metode harga pokok proses yang menggunakan pencatatan persediaan produk jadi dengan metode periodik.
2) Metode harga pokok normal(normal costing)
Pada metode ini, biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung berdasarkan biaya sesungguhnya karena biaya tersebut
12 mudah untuk ditelusuri kepada produk tertentu, dan biaya overhead pabrik menggunakan tarif pembebanan di muka.
Metode ini biasanyadigunakan pada metode harga pokok pesanan (job-order costing) yang menggunakan pencatatan persediaan produk jadi denganmetode perpetual.
3) Metode harga pokok standar(standard costing)
Dalam metode ini, perusahaan terlebih dahulu menetapkan harga pokok produk per unit dengan menggunakan standar tertentu, sehingga harga pokok produk per unit bukan harga pokok sesungguhnya, tetapi harga pokok yang seharusnya. Metode harga pokok standar ini biasanya digunakan pada perusahaan yang memproduksi secara massa dan menggunakan pencatatan penelitian produk jadi dengan metode perpetual.
E. Elemen Biaya Produksi
Menurut Agus Purwaji, biaya produksi adalah biaya yang terkait dengan fungsi produksi, yaitu biaya yang timbul dalam pengolahan bahan menjadi produk jadi sampai akhirnya produk tersebut siap untuk dijual.
Biaya produksi memiliki tiga elemen, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biayaoverheadpabrik.
1. Biaya bahan baku
Biaya bahan baku adalah biaya dari suatu komponen yang digunakan dalam proses produksi, yang mana pemakaiannya dapat ditelusuri atau
13 diidentifikasi dan merupakan bagian integral dari suatu produk tertentu.
Contohnya yaitu kain pada perusahaan garmen, karet pada perusahaan ban, dan bijih besi pada perusahaan baja.
2. Biaya tenaga kerja langsung
Biaya tenaga kerja langsung merupakan biaya atau pengorbanan sumber daya atas kinerja karyawan bagian produksi yang manfaatnya dapat ditelusuri atau diidentifikasi jejaknya, serta dapat dibebankan secara layak ke dalam suatu produk.
3. Biayaoverheadpabrik
Biayaoverhead pabrik adalah biaya produksi yang tidak dapat ditelusuri atau diidentifikasi secara langsung pada suatu produk. Biaya tersebut antara lain:
a. Biaya bahan penolong adalah biaya dari komponen yang digunakan dalam proses produksi tetapi nilainya relatif kecil dan tidak dapat ditelusuri atau diidentifikasi secara langsung pada suatu produk.
Contohnya yaitu kancing dan benang pada perusahaan garmen, lem, dan paku pada perusahaan sepatu.
b. Biaya tenaga kerja tidak langsung adalah biaya atau pengorbanan sumber daya atas kinerja karyawan bagian produksi yang tidak dapat ditelusuri atau diidentifikasi jejaknya atas produk-produk yang dihasilkan perusahaan. Contohnya yaitu pengawas pabrik dan direktur pabrik.
c. Biaya tidak langsung lainnya adalah biaya selain biaya bahan
14 penolong dan biaya tenaga kerja tidak langsung yang terjadi di bagian produksi, yang mana biaya ini tidak dapat ditelusuri atau diidentifikasi jejaknya atas produk-produk yang dihasilkan perusahaan. Contohnya yaitu penyusutan mesin pabrik, reparasi dan pemeliharaan peralatan pabrik, listrik dan air pabrik.
F. Metode pengumpulan Biaya produksi
Pengumpulan biaya produksi sangat ditentukan berdasarkan proses produksinya. Proses produksi dibagi menjadi dua metode :
1. Metode harga pokok pesanan (Job Order Costing Method)
Metode harga pokok pesanan biasanya digunakan oleh perusahaan yang membuat produksinya berdasarkan pesanan, bentuk dan kualitas produk dibuat sesuai dengan keinginan pemesan sehingga setiap produk memiliki sifat yang berbeda, produk dibuat berdasarkan pemesanan dan bukan untuk memenuhi stok gudang (Supriyono).
a. Karakteristik metode harga pokok pesanan.
1) Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokok produksinya secara individual.
2) Biaya produksi harus digolongkan berdasarkan hubungannya dengan produk menjadi dua kelompok berikut ini: biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.
3) Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya
15 tenaga kerja langsung, sedangkan biaya tidak langsung disebut dengan istilah biayaoverheadpabrik.
4) Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai harga pokok produksi pesanan tertentu berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik diperhitungkan kedalam harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
Harga pokok produksi per unit dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.
2. Metode Harga Pokok Proses (Process Costing Method).
Pengumpulan harga pokok proses ditentukan oleh biaya yang terbentuk dari kumpulan biaya produksi berdasarkan pada produksi massa.
Perusahaan yang berproduksi secara massa melaksanakan pengolahan produksinya untuk memenuhi persediaan gudang. Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk periode tertentu dan kos produksi per satuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk periode tersebut dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan (Mulyadi).
Karakteristik Metode Harga Pokok Proses :
(1) Produk yang dihasilkan merupakan produk standar (2) Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama
16 (3) Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi
yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka tertentu.
G. Penentuan Biaya Produksi
Menurut Mulyadi, metode penentuan kos produk adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam kos produksi. Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam kos produksi, terdapat dua pendekatan yaitu metodefull costingdanvariable costing.
1.Full Costing Method
Metode full costing adalah metode penentuan kos produk yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku varibel maupun tetap.
Dengan demikian kos produksi menurut metode full costing terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini.
Biaya Bahan Baku Rp xx
Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp xx
BiayaOverheadPabrik Variabel Rp xx BiayaOverheadPabrik Tetap Rp xx +
Kos Produk Rp xx
2.Variable Costing
Adalah metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berprilaku variabel, yang terdiri biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overheadpabrik
17 variabel, terdiri dari unsur biaya produksi berikut:
Bahan baku Rp. Xxxx
Biaya tenaga kerja langsung Rp. xxxx Biayaoverheadpabrik variabel Rp. xxxx Harga pokok produksi Rp. xxxx
PerbedaanFull costingdanVariable Costing 1. Perhitungan Harga Pokok Produksi yang Berbeda 2. Laporan Keuangan pada Laporan Laba Rugi 3. Biaya Per Periode.
Berdasarkan uraian di atas, anda tentu bisa memperkirakan apa saja yang masuk dalam variable cost. Bagi yang belum paham, uraian tentang contoh biaya variabel dibawah ini mungkin bisa membantu.
1. Bahan langsung
Maksud dari bahan langsung adalah bahan yang berhubungan dengan proses produksi langsung atau biasa dikenal dengan nama bahan baku.
Jadi bahan baku untuk membuat suatu produk itu masuknya ke biaya variabel yang mana bisa berubah sesuai jumlah produk yang telah diproduksi.
2. Tenaga Kerja Langsung
Tenaga kerja langsung maksudnya adalah tenaga kerja yang langsung berperan dalam produksi suatu produk. Tenaga kerja yang seperti ini biasanya dibayar saat berhasil menyelesaikan atau menghasilkan suatu produk. Namun kebanyakan perusahaan memperkerjakan tenaga kerja
18 tetap untuk menghasilkan suatu produk jadi tidak semua tenaga kerja dikatakan sebagaivariable cost.
3. Pemenuhan Kebutuhan Alat Produksi
Maksudnya yaitu bahan-bahan yang dibutukan agar alat produksi bisa berjalan. Contohnya yaitu oli mesin di penggunaan mesin produksi, listrik agar mesin bisa berjalan, dan lain sebagainya. Intinya tidak berhubungan langsung dengan proses produksi, tapi lebih berhubungan dengan alat untuk memproduksinya.
4. Upah Tenaga Kerja yang Lembur
Untuk tenaga kerja yang lembur biasanya masuk dalam variable cost.
Jumlah jam yang mereka habiskan untuk tetap menghasilkan produk akan dihitung sebagai biaya variabel. Namun tidak semua lembur dikatakan sebagai biaya variabel karena ada perusahaan yang memberi upah pegawainya berdasarkan hitungan hari, bukan jam. Jika demikian maka seberapa banyak pun jumlah jam yang digunakan untuk memproduksi produk, gaji pegawai tetap sama sehingga masuknya ke fixed cost.
5. Komisi
Komisi yang didapatkan dari penjualan suatu produk, masuknya dalam biaya variabel karena biasanya komisi itu dihitung setiap keberhasilan penjualan produk dengan jumlah tertentu. Jadi komisi jelas masuk dalam biaya variabel yang berubah sesuai dengan jumlah produksi dan penjualan.
19 7. Pengiriman Produk
Pengiriman produk ke wilayah tertentu akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan sehingga masuk dalam biaya variabel. Saat perusahaan menghasilkan sedikit produk dan memutuskan untuk tidak mengirim atau memasok produk ke wilayah tertentu maka biaya pengiriman pasti akan berkurang sehingga dikatakan sebagai biaya variabel, biaya yang berubah-ubah.
Cara MenghitungVariable Costdan Laba Perusahaan
Agar lebih paham, berikut contoh nyatanya. Semisal kita asumsikan biaya untuk pembuatan kue 50.000, harga bahan baku seperti tepung, susu, gula 30.000, dan biaya tenaga kerja langsung yang terlibat dalam pembuatan kue Rp 20.000. Dengan begitu, biaya variabel akan berubah sesuai dengan jumlah kue yang berhasil dibuat seperti pada tabel berikut.
Tabel 3.0 Cara Menghitung Biaya Variabel Biaya/
Jumlah kue
1 kue 2 kue 5 kue 10 kue 0 kue
Harga gula, tepung, susu, mentega
30.000 60.000 150.000 300.000 0
Upahtenaga kerja yang ikut membuat
20.000 40.000 100.000 200.000 0
Total variable cost
50.000 100.000 250.000 500.000 0
Sumber :simulasikredit.com/apa-itu-variable-cost-definisi-variable-cost/
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang sudah saya bahas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Perhitungan harga pokok penjualan Cafe “K” Surabaya sudah sesuai dengan ketentuan akuntansi.
2. Selama penulis meneliti atau mengamati, peneliti mengamati system pada cafe seperti masih adanya perbaikan supaya tidak dibajak atau hilang karena sistem eror.
3. Cafe “K” Surabaya hanya berfokus dengan laba yang diinginkan sehingga tidak merekap pada uang perusahaan yang dipinjam karyawan atau sering cashbond.
B. Saran
Saran yang diberikan oleh peneliti untuk perusahaan sebagai berikut:
penulis memiliki saran SOP ( Standar Operasional Prosedur ) untuk karayawan yang ada pada Cafe “K” Surabaya harus di pertahankan, diperhatikan, diawasi dan di evaluasi dalam pelaksanaannya, Jika dalam penerapannya terjadi banyak pelanggaran, sebisa mungkin SOP ( Standar Operasional Prosedur ) diperbaiki.karena jika karyawan tidak mengikuti peraturan SOP perusahaan, itu juga akan berdampak pada nilai standart prosedur perusahaan.
40
DAFTAR PUSTAKA
Agus Purwaji, Wibowo, Sabarudin Muslim. 2016. Akuntansi Biaya. Edisi kedua. Salemba Empat, Jakarta.
Ediraras, Dharma T. 2010. “Akuntansi dan Kinerja UKM. Program Studi Akuntansi”. Jurnal Ekonomi Bisnis No. 2, Volume 15.
Embu, Christina Ine. 2017. Evaluasi Harga Pokok Pesanan Studi Kasus pada Usaha Karya Baru Souvenir Pundong. Skripsi
Iman, Firmansyah. 2013. Akuntansi Biaya Itu Gampang, Dunia Cerdas, Bandung.Krisnamurti, Vita. 2015. Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Menggunakan Metode Full Costing sebagai Dasar Penentuan Harga JualCost plus pricing
Marsum (2005) Restoran Restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial,
Mertayasa (2012) restoran adalah suatu tempat dimana tamu dapat membeli dan menikmati makanan dan minuman
Mulyadi. 2010.Akuntansi Biaya.Unit penerbit dan percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.Yogyakarta.
---. 2015. Akuntansi Biaya Edisi kelima. Yogyakarta: UPP-STIM YKPN.
Sihite, Lundu Bontor dan Sudarno, Sudarno. 2012. “ Analisis Penentuan HargaPokok Produksi Pada Perusahaan Garam Beryodium”
http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&ar ticle=75234
Supriyono, 2000. Akuntansi Biaya Pengumpulan Biaya dan Penentuan HargaPokok.Edisi pertama. BPFE. Yogyakarta.
Supriyono, R. A. 2011.Akuntansi Biaya. BPFE. Yogyakarta.
Wuryansari, Anis. 2016. Analisis perhitungan Harga Pokok Produksi DenganMenggunakan MetodeFull CostingSebagai Dasar Penentuan Harga Jual.