• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM) DAN FINANCIAL TECHNOLOGY PAD AUSAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KERIPIK BAROKAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM) DAN FINANCIAL TECHNOLOGY PAD AUSAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KERIPIK BAROKAH"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

226

ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM) DAN FINANCIAL

TECHNOLOGY PADA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KERIPIK BAROKAH

Anis Kurni

1

, Wardayani

2

1

Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan

2

Program Studi Manajemen Perusahaah, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan [email protected]

Abstrak

Pada UKM untuk menumbuhkan basis pelanggan sangat sulit dilakukan hal ini dikarenakan membutuhkan perluasan kapasitas dan pengembangan modal yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan manfaat penerapan SAK EMKM untuk UKM chip Baroque di ruang fintech, tantangan yang dihadapi dalam menerapkan teknologi keuangan pada UKM Keripik Barokah, dan penserapan standar akuntansi keuangan untuk entitas mikro, kecil, dan menengah sebagai dasar untuk menyusun laporan keuangan mereka. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan dilakukan di UKM Keripik Barokah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM Keripik Barokah tidak secara akurat melaporkan status keuangannya dalam laporan keuangannya. Hambatan internal penerapan SAK EMKM di kalangan UKM Keripik Barokah, dimana beberapa pemilik usaha lebih memilih untuk mempertahankan pembukuan menggunakan praktik dan informasi yang sudah ketinggalan zaman. Hal ini disebabkan karena pemerintah dan instansi terkait kurang memantau praktik pelaporan keuangan UMKM dan memberikan dorongan eksternal yang memadai. Karena basis pelanggan UMKM Keripik Barokah sangat kecil dan terbatas pada area terdekat, perusahaan tidak memanfaatkan berbagai teknologi keuangan yang tersedia saat ini.

Kata Kunci: Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Standar Akuntasi Keuangan, Financial Technology

Abstract

It is very difficult for SMEs to grow their customer base because it requires large capacity expansion and capital development. This study aims to explain the benefits of implementing SAK EMKM for Baroque chip SMEs in the fintech space, the challenges faced in applying financial technology to Keripik Barokah SMEs, and the application of financial accounting standards for micro, small and medium entities as a basis for preparing their financial reports. This research used a qualitative methodology and was conducted at Keripik Barokah UKM. According to SAK EMKM, the results show that UKM Keripik Barokah does not accurately report its financial status in its financial reports. Internal barriers to implementing SAK EMKM among Keripik Barokah SMEs, where some business owners prefer to maintain bookkeeping using outdated practices and information. This is because the government and related agencies do not monitor MSME financial reporting practices and provide adequate external encouragement. Because the customer base of UMKM Keripik Barokah is very small and limited to the nearest area, the company does not take advantage of the various financial technologies currently available.

Keywords: Micro Small and Medium Enterprises, Financial Accounting Standard, Financial technology

PENDAHULUAN

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM adalah kegiatan ekonomi kecil yang berdiri sendiri yang dijalankan atau dikelola oleh seseorang, organisasi, atau sekelompok orang. Karena dampaknya yang signifikan terhadap perekonomian nasional, UMKM sering disebut sebagai tumpuan

perekonomian nasional. UMKM merupakan penggerak sektor riil dan lebih terfokus pada pengembangan industri dalam negeri, baik produksi maupun konsumsi yang dihasilkan langsung atau diproduksi (Edelia & Aslami, 2022).

Perluasan pasar merupakan tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, namun perlu diperhatikan juga bahwa selain pengembangan usaha

(2)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

227 mikro, kecil, dan menengah tentunya diperlukan dana yang cukup untuk meningkatkan tingkat dan skala produksi. untuk mendukung ekspansi tersebut. .dan pengembangan industry.. untuk UKM ini.. Oleh karena itu, UMKM, terlepas dari ukuran atau nilai transaksi, harus menangkap dan mencatat transaksi yang telah terjadi. Evaluasi pencapaian tujuan dan kinerja usaha kecil, menengah, dan mikro dapat dilakukan melalui pencatatan dan pembukuan, sehingga dapat membentuk laporan keuangan yang bermakna.. Selain itu, pengusaha lebih mudah mendapatkan pinjaman untuk menambah biaya modal kerja ketika pelaporan keuangan disusun sesuai standar akuntansi yang berlaku.. Penting bagi UMKM untuk menyimpan catatan keuangan.. Karena laporan keuangan merupakan bagian dari proses akuntansi, laporan keuangan dapat digunakan oleh pengguna sebagai bahan informasi dan alat bantu pengambilan keputusan. Keberhasilan komersial yang terbukti..

Menumbuhkan basis pelanggan mereka sulit bagi UKM, tetapi memperluas kapasitas produksi mereka tidak hanya membutuhkan pengembangan UKM tetapi juga suntikan modal yang besar.. untuk membantu dalam membangun dan mendirikan bisnis baru. Oleh karena itu, UMKM, terlepas dari ukuran atau nilai transaksi, harus menangkap dan mencatat transaksi yang telah terjadi, (Surya & Wardayani, 2021). Simpan pembukuan dan catatan yang tepat sesuai dengan standar akuntansi yang relevan (Agustin dkk., 2022). Evaluasi pencapaian tujuan dan kinerja usaha kecil, menengah, dan mikro dapat dilakukan melalui pencatatan dan pembukuan, sehingga dapat membentuk laporan keuangan yang bermakna.Selain itu, ketika laporan keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, pemilik usaha lebih mudah mendapatkan pinjaman untuk meningkatkan biaya modal kerja. Catatan keuangan sangat penting untuk usaha kecil dan menengah.. Pengguna dapat memperoleh wawasan yang berharga dan membuat keputusan yang lebih tepat dengan bantuan pelaporan keuangan karena merupakan bagian integral dari akuntansi.. Rekam jejak kesuksesan finansial, (Adawiyah & Wardayani, 2023).

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM adalah kegiatan ekonomi kecil yang berdiri sendiri yang dijalankan atau dikelola oleh seseorang, organisasi, atau sekelompok orang. Karena dampaknya yang signifikan terhadap perekonomian nasional, UMKM sering disebut sebagai tumpuan perekonomian nasional.. UMKM merupakan penggerak sektor riil dan lebih terfokus pada pengembangan industri dalam negeri, baik produksi

maupun konsumsi yang dihasilkan langsung atau diproduksi

Melayani transaksi e-money, virtual account, crowdfunding, payment, aggregator, peer-to-peer lending, dan layanan transaksi keuangan digital lainnya merupakan contoh bentuk dan model bisnis fintech.. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), bank sentral negara, bertanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi fintech atau lembaga pemberi pinjaman berbasis fintech.. Setiap tahun, sektor fintech di Indonesia tumbuh lebih cepat.

Ini karena layanan tekfin mempermudah mendapatkan pinjaman bagi orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bentuk kredit yang lebih konvensional.. Mendapatkan pinjaman sekarang lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang dan di lebih banyak tempat berkat fintech (Standar Akuntansi Pemerintah) berbasis internet, (Surya & Wardayani, 2021).

Meskipun UMKM memegang peranan penting, namun banyak pemilik UMKM yang masih menghadapi permasalahan lama seperti kurangnya pemahaman tentang standar akuntansi, kurangnya ahli akuntansi, dan kurangnya pengetahuan tentang informasi akuntansi dan penggunaannya, yang mengakibatkan kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan sangat penting karena memungkinkan untuk mengambil keputusan untuk periode berikutnya dan memahami untung rugi usaha UMKM..

UMKM yang ada dapat tumbuh dengan bantuan fintech dengan berkembang menjadi platform pinjaman dengan prosedur yang sepenuhnya digital, berbagai metode pembayaran, dan verifikasi independen dari semua transaksi keuangan.. Salah urus dinamika dan transisi tekfin telah menimbulkan kekhawatiran bahwa hal itu akan mengganggu sistem keuangan dan ekonomi, terutama untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang saat ini menghadapi tantangan untuk mendapatkan akses ke modal yang diperlukan. Transaksi keuangan, memanfaatkan produk dan layanan keuangan, hanyalah salah satu area di mana UMKM merasakan dampak adopsi teknologi ini secara luas, (Wachyu &

Winarto, 2020)..

Perluasan pasar merupakan tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, namun perlu diperhatikan juga bahwa selain pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah tentunya diperlukan dana yang cukup untuk meningkatkan tingkat dan skala produksi. untuk mendukung ekspansi tersebut. .dan pengembangan industry.. untuk UKM ini.. Oleh karena itu, UMKM, terlepas dari ukuran atau nilai transaksi, harus menangkap dan mencatat transaksi yang telah terjadi.. Simpan pembukuan dan catatan

(3)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

228 yang tepat sesuai dengan standar akuntansi yang relevan, (Agustin dkk., 2022). Evaluasi pencapaian tujuan dan kinerja usaha kecil, menengah, dan mikro dapat dilakukan melalui pencatatan dan pembukuan, sehingga dapat membentuk laporan keuangan yang bermakna.. Selain itu, pengusaha lebih mudah mendapatkan pinjaman untuk menambah biaya modal kerja ketika pelaporan keuangan disusun sesuai standar akuntansi yang berlaku . Penting bagi UMKM untuk menyimpan catatan keuangan..

Karena laporan keuangan merupakan bagian dari proses akuntansi, laporan keuangan dapat digunakan oleh pengguna sebagai bahan informasi dan alat bantu pengambilan keputusan. Keberhasilan komersial yang terbukti..

Standar akuntansi SAK EMKM untuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mulai berlaku pada 1 Januari 2018, yang mengatur tentang pelaporan keuangan UMKM.. Tujuan penyusunan, audit, dan sertifikasi laporan keuangan UKM adalah untuk membantu bisnis yang mereka kelola mengamankan pendanaan pengembangan bisnis berdasarkan informasi yang diberikan dalam laporan..

Kurangnya sosialisasi menjadi faktor utama penyebab kurangnya pengakuan SAK EMKM di kalangan UKM lingkungan, (Putri & Siregar, 2022), meskipun sudah ada Standar Akuntansi Keuangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) IAI..

Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, UMKM mencapai 99,98 persen dari seluruh unit usaha di Indonesia. Diketahui, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebanyak 65,47 juta unit pada 2019. Jumlah tersebut mewakili 99,99 persen dari seluruh perusahaan Indonesia. Sementara hanya 5.637 perusahaan besar atau 0,01%

(KEMENKOUKM). Namun, pertumbuhan yang signifikan tersebut belum dibarengi dengan dana yang cukup untuk mendukung eksistensi UMKM yang semakin berkembang. Dalam iklim persaingan global saat ini, keberadaan UMKM diperlemah dengan mengatasi kendala permodalan.. Penyebab utamanya adalah perlambatan ekonomi global yang berdampak pada perekonomian Indonesia.. Padahal, hal tersebut bisa diatasi dengan hadirnya UMKM sebagai tumpuan perekonomian Indonesia..

Situasi ini menunjukkan bahwa pangsa UMKM tidak sebanding dengan pertumbuhannya karena sumber modal yang tidak mencukupi.. Di era digital saat ini, bank/stakeholder telah mencari pinjaman berbasis TI untuk mempercepat pinjaman ekuitas tanpa pertemuan tatap muka dan menawarkan solusi pembiayaan ekuitas UMKM yang lebih efisien dan

efektif.. Financial technology (fintech) merupakan kemajuan teknologi yang telah berhasil mentransformasikan sistem operasi atau pasar, mempengaruhi perilaku saat menggunakan berbagai fungsi informasi dan layanan elektronik.. Dijuluki

“Innovation in Financial Services” atau “Inovasi dalam Layanan Keuangan” oleh National Digital Research Center (NDRC) di Dublin, Irlandia, fintech merupakan pengembangan dalam industri jasa keuangan yang menggabungkan teknologi digital.

Kehadiran Fintech mampu mengembangkan UMKM yang ada yakni dengan cara menjadi platform penyedia pinjaman yang semua prosesnya dilakukan secara online, teknologi pembayaran secara massal serta secara mandiri dapat mengecek pembayaran yang dapat memudahkan para penggerak UMKM. Pada saat sekarang ini sebagaimana yang dapat dilihat bahwa dinamika dan transformasi fintech ini tidak dikelola dengan baik, hal ini patut dikhawatirkan akan dapat menganggu system keuangan dan perekonomian yang berimbas kepada UMKM yang kesulitan mendapatkan bantuan permodalan. Penerapan teknologi ini membawa banyak perubahan yang berdampak langsung terhadap UMKM salah satunya yaitu transaksi keuangan, memanfaatkan produk dan jasa layanan keuangan, (Wachyu & Winarto, 2020)..

Meski cukup singkat, namun tidak banyak berubah dari prinsip yang digunakan saat ini..

Adanya standar ini dapat memberikan acuan yang lebih mudah bagi khalayak luas untuk menghasilkan laporan keuangan yang dapat diterima secara umum..

Padahal, kebutuhan SAK EMKM untuk UMKM masih sangat rendah, dan SAK EMKM juga tergolong berat untuk perusahaan kecil dan menengah.. Hal ini karena pemilik usaha kecil tidak memiliki keterampilan akuntansi dan banyak dari mereka tidak memahami pentingnya pembukuan dan akuntansi untuk kelangsungan usaha, (Purba, 2019)..

Pemilik usaha kecil melihat bahwa proses akuntansi tidak terlalu penting untuk mengelola laporan keuangan perusahaan sebagaimana adanya. Hal ini mempengaruhi keberhasilan manajer usaha kecil dan mempersulit manajer untuk mengelola informasi akuntansi mereka.. Hal inilah yang menjadi permasalahan UMKM saat ini, khususnya di sektor keuangan.. Permasalahan tersebut menjadi kendala bagi perkembangan UMKM..

Dalam berbisnis, para pedagang harus dapat menjalankan usahanya dengan benar dan akurat, terutama dalam mengelola laporan keuangan..

Banyak orang berpikir bahwa mengelola laporan keuangan sangat sederhana dan lugas.. Namun pada kenyataannya, masih banyak trader yang belum memahami bagaimana mengelola dan menyajikan

(4)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

229 laporan keuangannya, mereka cenderung mengabaikan aturan pengelolaan keuangan yang biasa.. Banyak UMKM yang belum menyusun informasi akuntansi sesuai SAK EMKM dengan baik, sebagian besar masih menggunakan akuntansi sederhana..

Pelaporan keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diatur dalam Standar Akuntansi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah SAK EMKM yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang mulai berlaku pada 1 Januari 2018. Tujuannya agar usaha kecil dan menengah memiliki laporan keuangan yang disusun, diaudit dan disertifikasi sendiri, sehingga usaha yang dikelolanya dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan dana untuk pengembangan usaha.

UMKM yang dia teliti belum mengadopsi SAK EMKM, penulis makalah “Implementasi Standar Akuntansi Keuangan UD Sari Bunga Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) Untuk Penyusunan Laporan Keuangan” (Widiastiwati & Hambali, 2020) menulis.. Mereka memiliki laporan keuangan yang mirip dengan penelitian “Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) pada UMKM di Kota Padang” (Rahman & Ayudhia, 2020), yang menemukan bahwa mematuhi Kode Etik dalam keuangan akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM..

Berdasarkan hasil kajian “Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) dalam Pelaporan Keuangan di Era Revolusi Industri 4.0” (Rahman &

Ayudhia, 2020) (Studi Kasus UMKM di Kota Madiun) , ditemukan sebagian besar pelaku UMKM di Kota Madiun tidak menerapkan SAK EMKM saat menyusun laporan keuangannya, tidak mengetahui Kementerian Koperasi, dan masih

Jajanan keripik ubi jalar, keripik pisang, dan keripik jari (atau rambak) di produksi oleh Usaha Keripik Barokah, sebuah usaha mikro, kecil dan menengah. Laporan keuangan untuk usaha kecil dan menengah (UKM) seringkali kurang detail karena perusahaan kurang memperhatikan sistem akuntansi konvensional, yang mengharuskan mereka melacak biaya yang tidak terkait langsung dengan produksi seperti biaya penjualan umum dan biaya overhead.

Tidak ada dinding antara kekayaan pribadi dan bisnis.

Akibatnya, manajemen gagal menghasilkan laporan keuangan yang akurat sesuai dengan pedoman atau standar yang ditetapkan dan juga gagal menyusun rencana laba dan pengendalian biaya secara akurat.

Usaha Keripik Barokah adalah UMKM yang bergerak dibidang industri pembuatan makanan kecil

atau keripik ubi, keripik pisang dan keripik jari atau rambak. UMKM Keripik Barokah terbukti belum menerapkan pembukuan sesuai standar yang berlaku, hal ini diperoleh berdasarkan data survei yang dilakukan.. Beberapa hal ini disebabkan oleh karena adanya persepsi yang menganggap bahwa pembukuan tidak penting untuk usaha, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam bidang akuntansi serta tingkat pendidikan yang rendah..

Rendahnya penggunaan informasi akuntansi dalam pembuatan laporan keuangan UMKM di Keripik Barokah menjadikan alasan bahwa perlu untuk mengkaji masalah yang timbul di UMKM Keripik Barokah yang berkaitan dengan pencatatan laporan keuangan yang mana seharusnya menjadi kebutuhan bagi setiap unit, mengingat manfaat yang diperoleh bagi kelanjutan usaha itu sendiri. Pada UMKM Keripik Barokah masih menerapkan pencatatan keuangan manual dan masil belum memanfaatn keberadaan fintech pada saat ini, yang dimana keberadaan fintech sendiri dapat dimanfaatkan demi kemajuan UMKM itu sendiri, (Adawiyah &

Wardayani, 2023).

Hasil survei menunjukkan bahwa banyak usaha kecil dan menengah (UKM) di Keripik Barokah yang belum melakukan pembukuan yang akurat.. Hal ini sebagian disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan akuntansi serta kurangnya pendidikan secara umum, yang berkontribusi pada kepercayaan luas bahwa pembukuan tidak diperlukan untuk menjalankan bisnis yang sukses.. Penggunaan informasi akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan UMKM di Keripik Barokah masih tergolong rendah; Oleh karena itu, permasalahan yang muncul di UKM Keripik Barokah terkait dengan pencatatan laporan keuangan yang bermanfaat bagi masing-masing unit perlu dilakukan pengecekan. Meski sudah ada fintech yang bisa dimanfaatkan untuk memajukan UMKM Keripik Barokah, organisasi ini tetap mempertahankan semangatnya.. Dengan data yang lebih yang tersedia dan biaya unit, manajemen dapat menetapkan harga dengan lebih percaya diri.

(5)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

230

TINJAUAN PUSTAKA

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Di Indonesia, definisi UMKM diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM 1Pasal 1 dari UU terebut, dinyatakan bahwa Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memiliki kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam UU tersebut. Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang buka merupakan anak perusahan atau bukan anak cabang yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian, baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut. Sedangkan usaha mikro adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha mikro, usah kecil atau usaha besar yangmemenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut.

Perorangan dengan kekayaan bersih maksimal Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan) dapat secara legal mendirikan UMKM atau usaha mikro, kecil, dan menengah, (Nayla, 2019)..

1. Usaha Mikro

Usaha mikro dalam UMKM adalah usaha ekonomi produktif yang dimiliki oleh perorangan atau kelompok kecil yang memenuhi pengertian usaha mikro.. Dengan kekayaan bersih atau aset minimal Rp 50 juta (tidak termasuk aset tanah dan bangunan) dan keuntungan minimal Rp 300 juta, sebuah perusahaan memenuhi syarat sebagai UMKM mikro..

2. Usaha Kecil

Usaha mikro, kecil, atau menengah (UMKM) adalah perusahaan dengan kurang dari 500 karyawan yang beroperasi secara independen dari perusahaan induk.. Selain itu, telah berada di bawah kendali dan kepemilikan, baik langsung maupun tidak langsung, dari perusahaan menengah.. Sebuah perusahaan dianggap kecil jika penjualan tahunannya kurang dari Rs 30 crore dan aset bersihnya kurang dari Rs 5 crore, keduanya dalam mata uang India..

3. Uaha Menengah

Cabang atau anak perusahaan dari perusahaan besar disebut bisnis "menengah".. Selain itu, harus bergabung dengan bisnis kecil atau besar yang

mematuhi hukum dalam hal total kekayaan bersih.

Bisnis menengah biasanya memiliki aset bersih antara Rp 500 juta dan Rp 10 miliar (tidak termasuk real estate tempat perusahaan berada secara fisik)..

Kemudian, kinerja penjualan setiap tahun mencapai antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar.

UMKM didefinisikan sebagai berikut melalui UU RI No. 20 Tahun 2008:

1. Penjualan tahunan usaha mikro tidak boleh melebihi Rp 300 juta, dan kekayaan bersihnya tidak boleh melebihi Rp 50 juta.

2. Perusahaan kecil rata-rata memiliki kekayaan Rp 50–500 juta dan penjualan tahunan Rp 300–2,5 miliar.

3. Bisnis menengah biasanya memiliki total aset antara 500 juta dan 10 miliar, dan penjualan tahunan antara 2,50 miliar dan $50 miliar.

4. Lakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri atau beberapa anggota staf.

5. Kelima, jenis barang dan jasa yang tersedia dalam suatu perekonomian tidak bersifat tetap melainkan bersifat dinamis.

6. Enam, lokasi fisik kesepakatan bisnis bersifat seluler.

7. Karena adanya akun individu, sistem pembukuan tidak standar.

8. Delapan, masih kurangnya transparansi dalam praktik dan kebijakan pengelolaan bisnis.

9. Tidak cukup banyak orang untuk berkeliling.

10. Sepuluh. Kekurangan uang tunai.

11. Kurangnya otorisasi untuk melakukan bisnis.

Adapun jenis-jenis UMKM adalah sebagai berikut:

1. Restoran, katering, toko kelontong, dan toko makanan khusus adalah contoh bisnis kuliner.

2. Pakaian, tas, topi, dan aksesoris fesyen lainnya merupakan bagian dari barang yang dijual dan diproduksi oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) fesyen.

3. Penjualan dan produksi pupuk, produk pertanian, produk hortikultura, dan bibit tanaman merupakan contoh UMKM di sektor agribisnis.

Standar Akuntansi Keuangan EMKM

PSAK - IFRS untuk usaha besar, SAK - ETAP untuk usaha kecil, SAK - EMKM untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, dan SAK - Syariah untuk usaha dan organisasi yang menggunakan akad Syariah dan diterbitkan oleh pemerintah. Software ERP, Dirancang khusus untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) (EMKM, 2016), SAK EMKM adalah Standar Akuntansi UMKM..

SAK EMKM dirancang untuk digunakan di lingkungan dan kota dengan ukuran sedang ke

(6)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

231 bawah. SAK EMKM menyatakan bahwa setidaknya selama dua tahun berturut-turut, UMKM yang tidak memiliki tanggung jawab publik yang signifikan telah memenuhi definisi dan standar UMKM menurut hukum Indonesia.. Standar dan definisi lembaga yang berwenang menggunakan SAK EMKM tidak terpenuhi jika pejabat yang berwenang memberikan izin, sebagaimana tercantum dalam SAK EMKM..

Jika sebuah organisasi tidak memiliki kewajiban publik dan hanya menerbitkan informasi keuangan tingkat tinggi untuk investor dan kreditor, organisasi tersebut dianggap "tidak bertanggung jawab"..

Sebaliknya, jika entitas menguasai aset fidusia dari sejumlah besar orang, bank, asuransi dan dana pensiun, reksa dana, dan bank investasi, dan entitas tersebut memiliki atau sedang mengajukan pernyataan pendaftaran kepada otoritas pasar modal atau pihak lain. badan pengatur untuk menerbitkan surat berharga di pasar modal. Jika otoritas yang berwenang telah menetapkan peraturan yang mengizinkan penggunaan SAK EMKM, maka entitas dengan tanggung jawab publik yang signifikan dapat menggunakannya.

Tujuan akhir SAK EMKM adalah agar semua industri menghasilkan laporan keuangan yang sesuai dengan norma yang berlaku. Setiap bisnis beroperasi di bawah semacam pedoman prinsip keberlanjutan..

harapan untuk kesuksesan bisnis jangka panjang.

Membangun perusahaan yang sukses adalah kerja keras.. Upaya meyakinkan masyarakat bahwa tindakan-tindakan tersebut memiliki landasan rasional adalah salah satu contohnya.. Tugas semacam ini dilakukan dalam akuntansi dengan menyusun dan menyajikan laporan keuangan sesuai dengan norma yang ditetapkan. Laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan standar membantu manajemen dalam beberapa cara, seperti membuat keputusan strategis, mengamankan pembiayaan, dan memenuhi persyaratan peraturan.

Pengguna dari UKM tidak akan kesulitan beradaptasi dengan standar EMKM karena desainnya yang sederhana. Karena perluasan tersebut di atas berkaitan dengan perusahaan swasta, penting untuk dicatat bahwah Ketika satu orang atau sekelompok kecil orang memiliki bisnis, entitas itu hanya dapat melakukan banyak hal dengan begitu banyak uang..

Sekitar 80% kegiatan ekonomi Indonesia termasuk dalam kategori ini.. Oleh karena itu, penyajian laporan keuangan menjadi hal yang sangat penting bagi pihak yang berkepentingan..

Berikut adalah beberapa ciri khas SAK EMKM:

1. Standar akuntansi yang berdiri sendiri (tidak mengacu ke SAK Umum)

2. Mayoritas menggunakan konsep biaya historis

3. Hanya mengatur transaksi yang umum dilakukan UMKM

4. Pengaturan lebih sederhana dibandingkan SAK Umum

Ada beberapa keunggulan yang dapat diperoleh setelah diimplementasikannya SAK EMKM ini, yaitu:

1. Laporan keuangan yang dapat dengan cepat dan mudah dipahami oleh pelaku usaha dan pihak lain yang berkepentingan.

2. Kedua, mempermudah pengajuan dan penerimaan hibah dan bentuk bantuan keuangan lainnya sebagaimana tertuang dalam Pasal 21 UU No. 21 Republik Indonesia. 20 tahun 2008.

3. Pasal 32 UU 32 memungkinkan Republik Indonesia untuk mengadakan persekutuan dengan badan-badan non-Indonesia. Sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008, warga negara Indonesia diperbolehkan untuk membeli saham pada perusahaan besar yang diperdagangkan secara publik. Dua puluh tahun 2008.

(SAK EMKM, 2016) menguraikan indikator- indikator yang digunakan untuk menilai keberhasilan implementasi SAK EMKM :

1. Pengaplikasian SAK EMKM dalam laporan keuangan

2. Laporan keuangan disusun secara berkelanjutan

3. Laporan keuangan memberikan gambaran kondisi usaha.

Financial Technology

Dengan kata lain, "fintech" mengacu pada teknologi keuangan. Teknologi keuangan, atau tekfin, didefinisikan sebagai "layanan keuangan inovatif"

atau "inovasi tekfin dalam layanan keuangan" oleh National Digital Research Center (NDRC) di Dublin, Irlandia. Fintech memfasilitasi berbagai operasi keuangan, seperti jual beli, pinjam meminjam, transfer dana, penganggaran, dan berbelanja berbagai produk keuangan. Saat ini terdapat 142 perusahaan yang menerapkan fintech (Santi, 2017)..

Di dunia yang semakin digital saat ini, layanan keuangan dalam bentuk industri financial technology (fintech) melonjak popularitasnya.. Di sektor teknologi keuangan Indonesia, pemrosesan pembayaran digital adalah salah satu pasar berkembang yang paling dinamis.. Di sinilah pemerintah dan masyarakat berharap dapat melihat pertumbuhan terbesar dalam hal orang yang menggunakan jasa keuangan, (Wibowo, 2017).. Di Indonesia, misalnya, regulator BI dan OJK

(7)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

232 mendorong penggunaan fintech. OJK mengeluarkan Perintah Pengendalian Keuangan (POJK) No.

77/POJK.01/2016 pada akhir tahun 2016 yang mengatur tentang perkreditan dan layanan perkreditan berbasis teknologi informasi..

Mengingat hal tersebut di atas, kita dapat mengatakan bahwa fintech adalah kemajuan teknologi di bidang keuangan yang bertujuan untuk membuat transaksi dan layanan keuangan menjadi lebih nyaman dan aman..

model fintech diantaranya :

1. P2P Lending (Pinjaman Modal) di Industri Teknologi Finansial. Bagian dari fintech ini memfasilitasi akses ke pinjaman melalui platform pinjaman peer-to-peer, yang menawarkan proses yang lebih sederhana dan persyaratan yang lebih sedikit daripada bank konvensional.

2. Kedua, platform pembayaran pembayaran online. Untuk melakukan pembayaran digital, dapat menggunakan aplikasi perbankan seluler, mengirim pesan teks, atau masuk ke layanan perbankan online. Bagian dari fintech ini dibuat bersama dengan sektor perbankan dan bank sentral Indonesia untuk memfasilitasi transfer uang digital. Bagi konsumen, ini berarti transaksi keuangan yang lebih sederhana.

3. Keputusan tentang anggaran. Tak lama lagi, Fintech Financial Regulatory Services akan tersedia bagi pemilik usaha UMKM.

Pemantauan anggaran gratis, analisis kinerja investasi, dan panduan semuanya disertakan.

Berikut fungsi fintech menurut, (Rahma, 2018) yaitu:

1. Otorisasi, kliring, penyelesaian akhir, dan pelaksanaan pembayaran adalah semua komponen sistem pembayaran. Contoh lainnya adalah teknologi ledger terdistribusi yang dikenal sebagai blockchain, yang digunakan untuk mengontrol sirkulasi mata uang elektronik dan sistem pembayaran seluler.

2. Kedua, membantu pasar dengan menggunakan teknologi elektronik dan informasi untuk menyampaikan informasi produk dan layanan keuangan kepada konsumen lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah.

3. Di bagian ketiga, "manajemen investasi dan manajemen risiko", perusahaan menawarkan layanan seperti asuransi online dan produk investasi.

4. Pendanaan, pendanaan, dan pembiayaan adalah semua bentuk pinjaman. Layanan seperti peminjaman uang online dan bentuk pembiayaan dan penggalangan dana online lainnya termasuk dalam kategori ini.

5. Sistem pembayaran, dukungan pasar, manajemen investasi dan risiko, pembiayaan pinjaman, dan penyediaan modal merupakan contoh kategori yang lebih luas dari "jasa keuangan lainnya".

Menurut (Prastika, 2019) indikator fintech antara lain yaitu;

1. Cepat 2. Efisien

3. Mudah diakses.

METODE

Tempat dan Waktu Penelitian

UKM Jalan Bisma Rt. 4 Kd. 1 Desa Bunga Antoi Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin Jambi menjadi fokus penelitian ini.. Penelitian ini akan memakan waktu minimal 2 bulan, dimulai dengan pengumpulan data dan diakhiri dengan persiapan berdasarkan temuan dan kesimpulan penelitian.

Jenis dan Sumber Data

Penelitian kualitatif, dalam konteks ini, mengacu pada penelitian yang didasarkan pada pengumpulan dan interpretasi data yang diperoleh dari kontak langsung dengan lapangan, dari sudut pandang pengamat penelitian.. Semua hal dan informasi yang diperoleh dalam penelitian kualitatif tunduk pada pemahaman, deskripsi, interpretasi, dan interpretasi peneliti sendiri, (Sugiyono, 2017).. Data primer berasal dari wawancara dengan partisipan, dan data sekunder diambil dari studi tambahan dan publikasi ilmiah..

1. Data primer, adalah data yang didapkan langung dari objek yang diteliti. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari hail wawancara dengan pemilik UMKM Keripik Barokah.

2. Data sekunder, adalah jeni data yang diambil dari seorang peneliti untuk mendukung sebuah penelitian secara ilmiah dengan melakukan rangkaian studi pustakaan melalui beberapa media seperti jurnal, majalah, internet, karya ilmiah, artikel dan sumber lain yang diperlukan.

Metode Pengumpulan Data

Saat melakukan penelitian di perpustakaan, kemungkinan akan meninjau data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, makalah ilmiah, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyelidikan di lapangan meliputi observasi, interogasi, dan dokumentasi..

(8)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

233 1. Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang

dilaksanakan dengan cara melakukan telaah atas data-data sekunder yang diperoleh melalui berbagai sumber meliputi jurnal ilmiah, buku-buku, karya ilmiah dan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan topik yang diteliti.

2. Penelitian lapangan:

a. Observai adalah suatu teknik pengamatan yang dilakukan secara langung oleh peneliti.

b. Wawancara yaitu dengan bertanya secara langsung kepada responden agar mendapatkan informai yang diinginkan.

c. Dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengan cara pencatatan dari dokumen peruahaan yang berhubungan dengan penelitian ini.

Teknik Analisis

Metode untuk menganalisis data terdiri dari rangkaian langkah-langkah yang saling berhubungan yang dapat diulang hingga diperoleh jawaban yang lengkap dan bermakna atas pertanyaan penelitian yang ada.. Menggunakan teknologi keuangan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi UKM dalam

"Standar Akuntansi Keuangan Usaha Kecil dan Mikro" untuk pelaporan data keuangan..

Dan dari definisi di atas memberikan gambaran bahwa betapa pentingnya kedudukan analisis data di lihat dari segi tujuan penelitian.. Prinsip utama dari penelitian kualitatif yaitu menemukan teori dari data..

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hail wawancara dan studi dokumentasi sertta melakukan perbandingan teori dan kenyataan yang terjadi di lapangan.. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif.

Data diolah memakai teknik analisis data dengan tahap sebagai berikut:

1. Reduksi data 2. Penyajian data 3. Menarik kesimpulan.

Review Penelitian Terdahulu

Peneliti menemukan bahwa peserta UMKM belum tetapi berdasarkan SAK EMKM melakukan pencatatan laporan keuangan seperti melakukan pencatatan sederhana dalam kajiannya yang berjudul Penerapan SAK EMKM pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memfasilitasi perkembangan Revolusi Industri 4.0 (Studi UMKM di Kabupaten Sidoarjo) (Siregar, 2021). Beberapa pelaku UMKM masih mengandalkan pendekatan

pengembangan usaha yang lebih sederhana dan tradisional, namun mayoritas memanfaatkan aplikasi penjualan yang tersedia dan berproduksi dengan bantuan mesin..

Menurut temuan yang dimuat dalam “Analisis Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM)” (Afransyah dkk., 2021) (Afransyah et al., 2021).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan akuntansi UMKM dan SAK EMKM berpengaruh terhadap kejelasan laporan keuangan.. Terdapat kesenjangan antara SAK EMKM dengan Pelaporan Keuangan UMKM di Kabupaten Rejang Lebong..

Data dari kajian “Peran Financial Technology Dalam Pemberdayaan UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Parepare” (Rahmawati, 2022)..

Menurut hasil, strategi pemberdayaan UMKM pemerintah membantu usaha kecil dan menengah (UKM) dengan memberikan pelatihan dan akses inovasi teknologi yang semakin maju seperti financial technology.. Teknologi keuangan memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil, menengah, dan mikro dengan merampingkan proses pembayaran digital. Oleh karena itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menggunakan aplikasi web untuk memikat konsumen dan memfasilitasi perdagangan..

Menurut “Analisis Penerapan SAK EMKM pada UMKM Kita Ashiya-ku” (Handayani, 2018) (studi kasus UMKM oleh Farhan Cake), sistem pencatatan keuangan masih tergolong mudah meskipun seluruhnya bersifat manual.. Kegagalan SAK EMKM dalam bisnis Kue Farhan dapat dikaitkan dengan kombinasi penyebab internal dan eksternal..

Penyebab internal antara lain kurangnya pemahaman, kedisiplinan, dan sumber daya manusia, sedangkan penyebab eksternal berasal dari kurangnya pengawasan dari pemangku kepentingan yang berkepentingan dengan pelaporan keuangan.

Menurut penelitian oleh (Dalimunthe, 2019) berjudul Analisis SWOT dan Implementasi FinTech untuk UMKM di Kota Medan.. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terlihat jelas bahwa sektor perbankan merupakan sektor yang paling aktif menerapkan dan mengembangkan fintech dalam upaya meningkatkan layanan nasabah.. UMKM yang berkembang pesat dapat bersaing dengan barang impor di pasar terbuka dan memicu gerakan menuju adopsi teknologi yang relevan secara lokal..

(9)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

234

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penggunaan Peralatan UMKM Keripik Barokah Keberhasilan dan profitabilitas UMKM Keripik Barokah dapat ditingkatkan melalui perencanaan yang matang dan penggunaan peralatan yang dibangun dari bahan baku yang efektif dan efisien.

Buat rencana yang menguraikan peralatan UMKM yang akan dibutuhkan.

Berikut rincian penggunaan peralatan pada UMKM Keripik Barokah:

Tabel 1 Rincian Peralatan Pada UMKM Keripik Barokah

N o

Jenis Jumlah Harga (Rp)

Total Harga

(Rp) 1 Blender 2 250.000 500.000

2 Pisau 10 10.500 105.000

3 Wajan 4 200.000 800.000

4 Ember 15 30.000 450.000

5 Mesin Perajang

2 195.000 390.000

6 Kompor 4 350.000 1.400.000

Jumlah 3.645.000

Sumber: Data Primer diolah 2023

Tabel di atas memperlihatkan bahwa total biaya untuk peralatan yang dikeluarkan oleh UMKM Keripik Barokah adalah sebesar Rp 3.645.000. Biaya peralatan yang terbesar adalah untuk pembelian kompor yaitu Rp 1.400.000 dan biaya terendah yaitu pisau sebesar Rp 105.000.. Secara keseluruhan total biaya yang dikeluarkan untuk pembelian peralatan pertama produksi yaitu sebesar Rp 3.645.000.

Penyediaan Bahan Baku

Dipersiapkan untuk digunakan di pabrik, bahan baku telah mengalami pemrosesan minimal sebelum digunakan. Pasokan bahan baku yang andal sangat penting untuk keberhasilan industri apa pun dalam jangka panjang. Dalam melakukan pengolahan keripik pisan dan ubi talas, bahan baku utama yang digunakan adalah pisnag dan ubi talas, sedangkan bahan penolong lain yang digunakan adalah minyak goreng, garam, gula dan gas.

Ketersediaan bahan baku yang terbatas dalam setiap pengembangan UMKM Keripik Barokah ini disebabkan oleh ketersediaan bahan baku yang tidak mencukupi dikarenakan jumlah pisang yang tersedia dan ubi talas yang diperngaruhi oleh cuaca hingga sering terjadinya kenaikan harga pisang dan harga ubi talas jika persediaan terbatas, bisa mencapai harga Rp 8.000 hingga Rp 11.000/Kg. Bahan baku dan bahan penolong yang mudah didapatkan tidak menjadi

penghalang berproduksinya UMKM Keripik Barokah.

Tabel 2 Penggunaan Bahan Baku UMKM Keripik Barokah

No Jenis Jumlah Harga (Rp)

Total Harga (Rp) 1 Pisang 400 kg 8.000 3.200.000 2 Ubi Talas 350 kg 6.500 2.275.000 3 Minyak 40 dus 190.000 7.600.000 4 Cabe 50 kg 40.000 2.000.000 5 Bumbu 100 kg 37.000 3.700.000 6 Pemanis 50 pack 30.000 1.500.000 7 Pewarna 10 lusin 25.000 250.000

Jumlah 20.525.000

Sumber: Data primer diolah 2023

Pada tabel di atas menjelaskan bahwa bahan baku yang terbesar digunakan dalam satu kali proses produksi keripik barokah adalah untuk pembelian bahan baku utama yaitu minyak dan cabe yaitu sebesar Rp 7.600.000 dan Rp 3.700.000. Sedangkan biaya terendah dikeluarkan untuk bahan pewarna makanan yaitu sebesar Rp 250.000.

Pencatatan Keuangan UMKM Keripik Barokah Laporan keuangan yang dihasilkan oleh UMKM Keripik Barokah hanya berisi pencatatan pendapatan dan pengeluaran atas hasil usahanya, menurut pengamatan yang dilakukan peneliti di lapangan dan hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik UMKM Keripik Barokah.. Laporan akuntansi UKM Keripik Barokah tidak merinci penerimaan dan pengeluaran secara terpisah.. Di sisi lain, SAK EMKM mengelompokkan laporan keuangannya menjadi tiga bagian berbeda: Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumen-dokumen yang penulis kutip di atas, terlihat jelas bahwa pencatatan yang dilakukan di UMKM Keripik Barokah sangat mendasar, dan pencatatan serta penyusunan laporan pembukuannya masih belum sesuai dengan ilmu akuntansi. Hal ini dikarenakan proses pencatatan tidak menampilkan tahapan-tahapan, dan hanya pemilik sendiri yang dapat memahami siklus akuntansi dan pencatatan.

Sehingga para akademisi dapat menggunakan data yang terkumpul di UMKM Keripik Barokah untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar Indonesia saat ini dan SAK EMKM..

(10)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

235 Laporan Keuangan UMKM Keripik Barokah

Berikut adalah laporan keuangan tahunan UMKM Keripik Barokah yang dicatat secara manual tahun 2022:

Tabel 3 Laporan Pengeluaran Bahan Pokok dari Peralatan

No Bulan Jumlah

1 Januari Rp23.950.000

2 Februari Rp19.721.000

3 Maret Rp19.623.000

4 April Rp21.890.000

5 Mei Rp22.568.000

6 Juni Rp20.990.000

7 Juli Rp17.230.000

8 Agustus Rp16.210.000

9 September Rp20.900.000

10 Oktober Rp18.100.000

11 November Rp18.940.000

12 Desember Rp20.335.000

Total Rp240.457.000 Sumber : Data primer diolah 2023

Tabel 4 Laporan Pemasukan dari Penjualan

No Bulan Jumlah

1 Januari Rp 27.125.000

2 Februari Rp 23.473.500

3 Maret Rp 25.827.000

4 April Rp 31.980.000

5 Mei Rp 30.900.000

6 Juni Rp 28.121.000

7 Juli Rp 25.437.000

8 Agustus Rp 23.839.000

9 September Rp 26.005.000

10 Oktober Rp 25.210.000

11 November Rp 25.870.000

12 Desember Rp 27.747.000

Total Rp 321.534.500 Sumber: Data primer diolah 2023

Tabel 5 Beban Gaji Karyawan dan Sales

No Bulan Jumlah

1 Januari Rp3.000.000

2 Februari Rp3.800.000

3 Maret Rp3.325.000

4 April Rp4.520.000

5 Mei Rp4.400.000

6 Juni Rp4.242.000

7 Juli Rp3.835.000

8 Agustus Rp4.361.000

9 September Rp4.295.000

10 Oktober Rp4.266.000

11 November Rp4.167.000

12 Desember Rp4.248.000

Total Rp48.459.000 Sumber : Data primer diolah 2023

Tabel 6 Beban Listrik

No Bulan Jumlah

1 Januari Rp250.000

2 Februari Rp250.000

3 Maret Rp250.000

4 April Rp250.000

5 Mei Rp250.000

6 Juni Rp250.000

7 Juli Rp250.000

8 Agustus Rp250.000

9 September Rp250.000

10 Oktober Rp250.000

11 November Rp250.000

12 Desember Rp250.000

Total Rp3.000.000

Sumber : Data primer diolah 2023 Pembahasan

Proses Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM UMKM Keripik Barokah

Tabel 7 Laporan Laba Rugi Per Desember 2022 PENDAPATAN

Penjualan Rp 321.534.500 Pengeluaran

Barang Pokok

Rp 240.457.000

LABA KOTOR

Rp 81.077.500

BEBAN

Beban Gaji Rp 48.459.000 Beban

Listrik

Rp 3.000.000 Total

Beban

Rp 51.459.000

(11)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

236 LABA

BERSIH

Rp 29.618.500 Sumber: Data primer diolah 2023

Data laporan keuangan yang diamati pada website Barokah oleh SAK EMKM dan berdasarkan data laporan keuangan yang diperoleh penulis dari Kripik Barokah UMKM, seperti laporan laba rugi di atas,.

belum menerapkan pencatatan keuangan seperti yang ditunjukkan di atas. Saat ini UMKM Keripik Barokah hanya mencatat pemisahan dana masuk dan keluar di atas kertas, bukan posisi keuangan, neraca, dan laporan laba rugi organisasi.

Menyimpan catatan keuangan yang akurat adalah suatu keharusan bagi setiap pemilik bisnis yang ingin mengetahui berapa banyak uang yang masuk dan keluar dari perusahaan pada waktu tertentu.. Ini adalah bagaimana laba ditentukan dan kinerja keseluruhan dinilai.. Pak Mukalal, pemilik Keripik Barokah, diwawancarai untuk artikel ini.

Namun pada kenyataannya para pemilik usaha Keripik Barokah masih menggunakan sistem pencatatan keuangan manual yang sangat mendasar..

Karena tidak melacak pelaporan keuangan berbasis SAK EMKM dan tidak menghasilkan bentuk pelaporan keuangan apa pun berdasarkan SAK EMKM, sangat berbeda dengan pelaporan keuangan yang diterapkan pada SAK EMKM. Pemilik UMKM Keripik Barokah menyimpan catatan keuangan semata-mata untuk tujuan menghitung keuntungan perusahaan, yang sebagian dialokasikan untuk manufaktur dan kompensasi karyawan..

Hasil dari wawancara dan observasi mengarahkan penulis untuk menyimpulkan bahwa pengalaman Pak Mukalal dalam memimpin dan mengelola UMKM telah mengajarinya pentingnya membuat catatan yang teliti dari semua transaksi keuangan.. Untuk memperluas perusahaannya dan meningkatkan pendapatannya, penulis membuat catatan keuangan yang cermat..

Fluktuasi pendapatan dapat dianalisis dengan menyimpan catatan yang cermat.. Karena catatan keuangan UMKM Keripik Barokah dikelola dengan perangkat yang berbeda dan cara berpikir yang berbeda dari format SAK EMKM, data yang diperoleh dari mereka tidak dapat sepenuhnya mendukung atau berkontribusi pada kegiatan pengambilan keputusan bisnis yang lebih mendalam.

Hal ini disebabkan UMKM Keripik Barokah kesulitan mendaftarkan perusahaannya dan mendapat dorongan dan bantuan yang diperlukan dari badan pemerintah karena izin UMKM mereka belum sepenuhnya diperoleh dari izin usaha setempat..

Penerapan permodalan merupakan sumber kekuatan

korporasi yang dimanfaatkan dalam pengembangan usaha UMKM.. Perbaikan akan dilakukan pada keripik Barokah. Akibatnya, menjalankan bisnis untuk UKM Keripik Barokah harus disederhanakan karena mereka belum mengadopsi persyaratan SAK EMKM untuk menyimpan catatan keuangan..

Peneliti menemukan bahwa peserta UMKM belum tetapi berdasarkan SAK EMKM melakukan pencatatan laporan keuangan seperti melakukan pencatatan sederhana dalam kajiannya yang berjudul Penerapan SAK EMKM pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memfasilitasi perkembangan Revolusi Industri 4.0 (Studi UMKM di Kabupaten Sidoarjo) (Siregar, 2021). Beberapa UMKM masih mengandalkan pendekatan yang lebih mendasar, namun sebagian besar memanfaatkan aplikasi penjualan yang dirancang untuk produksi dengan bantuan mesin guna memperluas operasinya..

Menurut penelitian berjudul Analisis Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Sesuai Standar Akuntansi Keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) (Afransyah dkk., 2021).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan akuntansi UMKM dan SAK EMKM berpengaruh terhadap kejelasan laporan keuangan.. Terdapat kesenjangan antara SAK EMKM dengan Pelaporan Keuangan UMKM di Kabupaten Rejang Lebong..

Dengan demikian, wajar jika UMKM telah menerapkan pencatatan keuangan sesuai SAK EMKM, maka mereka akan lebih mudah mengajukan pinjaman ke bank dan memiliki perhitungan pajak penghasilan yang lebih akurat. Terdapat derajat

“keharusan” dalam pelaksanaan pencatatan dan pelaporan guna mewujudkan sektor UMKM dengan pengelolaan keuangan yang sehat, profesional, dan berdaya saing.. Komponen 'harus' ini dapat berupa prasyarat yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memenuhi syarat untuk mendapatkan pembiayaan dan mendapatkan izin yang diperlukan.. Di sinilah diperlukan pengawasan (control) dan pendampingan berupa pencatatan akuntansi berbasis SAK EMKM bagi UMKM..

Upaya dan Dorongan Terlaksananya Pencatatan Sesuai SAK EMKM

Dalam berurusan dengan pihak ketiga seperti badan perizinan dan lembaga keuangan, pelaku usaha UMKM membutuhkan bimbingan dan pemahaman tentang manfaat pencatatan akuntansi, seperti manfaat pencatatan transaksi.. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan teknis pencatatan transaksi dan pembuatan laporan setelah terlebih dahulu meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pelaku

(12)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

237 UMKM tentang manfaat dan pentingnya melakukannya.. Namun, tanpa dukungan tambahan untuk penerapan pencatatan akuntansi UMKM, pelatihan tersebut tidak akan berguna. Di sinilah diperlukan keterlibatan pemangku kepentingan sebagai bentuk kontrol sosial untuk memantau dan memfasilitasi pengenalan pencatatan akuntansi berbasis SAK EMKM di UMKM.. Dukungan ini diarahkan untuk membantu orang menerapkan pelatihan mereka dan standar keuangan saat ini..

Agar upaya tersebut berhasil, harus ada dukungan kelembagaan yang luas, termasuk dari instansi pemerintah, BUMN, dan BUMS, serta dari pilar peraturan dan perundang-undangan yang menjadi landasan hukum bagi kegiatan peningkatan kapasitas UMKM.. menyusun laporan keuangan dan bisnis EMKM dengan menggunakan SAK sebagai sumber data.

Kendala Penerapan Financial Technology Pada UMKM Keripik Barokah

Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan, bahwa UMKM Keripik Barokah tidak mendapatkan Agar upaya tersebut berhasil, harus ada dukungan kelembagaan yang luas, termasuk dari instansi pemerintah, BUMN, dan BUMS, serta dari pilar peraturan dan perundang-undangan yang menjadi landasan hukum bagi kegiatan peningkatan kapasitas UMKM. menyusun laporan keuangan dan bisnis EMKM dengan menggunakan SAK sebagai sumber data.

Namun diketahui bahwa UMKM Keripik Barokah tidak menggunakan dan memanfaatkan perkembangan financial technology yang sangat pesat saat ini, dibuktikan dengan wawancara dengan Bapak Mukalal pemilik UMKM Keripik Barokah..

Karena sebagian besar pembeli dan pengguna Keripik Barokah UMKM adalah penduduk lokal yang tidak mungkin merampok dari luar daerah, transaksi masih dilakukan dengan sistem non-otomatis berbasis uang tunai..

Alih-alih mengandalkan teknologi dan metode mutakhir yang tersedia saat ini, UMKM Keripik Barokah lebih menekankan pada pemanfaatan kekuatan alam.. Hal ini karena pembiayaan UMKM Keripik Barokah masih kecil dan terbatas.. UMKM Keripik Barokah masih mengajukan permohonan pendanaan dari pihak terkait; jika mereka berhasil, ini akan membuat mereka lebih mudah mengadopsi fintech yang berkembang pesat, seperti metode pembayaran tanpa uang tunai dan penjualan online.

Data dari kajian “Peran Financial Technology Dalam Pemberdayaan UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Parepare” (Rahmawati, 2022)..

Menurut hasil, strategi pemberdayaan UMKM

pemerintah membantu usaha kecil dan menengah (UKM) dengan memberikan pelatihan dan akses inovasi teknologi yang semakin maju seperti financial technology.. Teknologi keuangan memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil, menengah, dan mikro dengan merampingkan proses pembayaran digital. Oleh karena itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menggunakan aplikasi web untuk memikat konsumen dan memfasilitasi perdagangan..

Menurut “Analisis Penerapan SAK EMKM pada UMKM Kita Ashiya-ku” (Handayani, 2018) (studi kasus UMKM oleh Farhan Cake), kegagalan SAK EMKM pada usaha Farhan Cake disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pemahaman, kedisiplinan, dan sumber daya manusia, serta faktor eksternal seperti kurangnya pengawasan oleh stak..

Menurut penelitian oleh (Dalimunthe, 2019) berjudul Analisis SWOT dan Implementasi FinTech untuk UMKM di Kota Medan.. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terlihat jelas bahwa sektor perbankan merupakan sektor yang paling aktif menerapkan dan mengembangkan fintech dalam upaya meningkatkan layanan nasabah.. UMKM yang berkembang pesat dapat bersaing dengan barang impor di pasar terbuka dan memicu gerakan menuju adopsi teknologi yang relevan

Keuntungan Penerapan SAK EMKM Pada UMKM Keripik Barokah

Hingga saat ini, UKM di industri Keripik Barokah belum merasakan manfaat baik dari peningkatan pelaporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM maupun penggunaan teknologi keuangan canggih..

Sebagai bonus tambahan, SAK-ETAP harus memudahkan usaha kecil untuk menyiapkan laporan keuangan mereka sendiri, menjalani audit dan menerima opini audit, dan pada akhirnya menggunakan dokumen-dokumen ini untuk mengamankan pendanaan pengembangan usaha..

Selain itu, proses transaksi disederhanakan dan dipercepat dengan bantuan financial technology..

Kecerdasan buatan sekarang menggantikan manusia dalam proses pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya keuangan. Prasyarat sederhana (minimal pengeluaran keuangan, atau hanya KTP dan foto). Rantai keuangan yang difasilitasi..

Keuntungan yang didapatkan tidak hanya pengembalian modal saja, tetapi juga fasilitas lainnya bagi UMKM Keripik Barokah jika hanya diterapkan pencatatan keuangan dll sesuai SAK EMKM dan penggunaan financial technology pada Keripik Barokah relatif cepat. Dengan memperluas jangkauan saat ini, menarik pelanggan baru, dan memanfaatkan

(13)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

238 infrastruktur yang ada, UMKM Keripik Barokah dapat melayani pelanggan di daerah terpencil dengan lebih baik..

PENUTUP

Simpulan dan Saran

Berdasarkan SAK EMKM, UMKM Keripik Barokah tidak melakukan pencatatan keuangan.

Alasan pencatatan pembukuan sesuai SAK EMKM tidak akurat UMKM yang mengandalkan metode dan pengetahuan yang belum sesuai dengan SAK EMKM menjadi sumber UMKM Keripik Barokah.. Hal ini disebabkan karena pemerintah dan instansi terkait kurang memantau praktik pelaporan keuangan UMKM dan memberikan dorongan eksternal yang memadai..

Karena basis pelanggan UMKM Keripik Barokah sangat kecil dan terbatas pada area terdekat, perusahaan tidak memanfaatkan berbagai teknologi keuangan yang tersedia saat ini. Selain itu, kurangnya insentif dari pihak dan lembaga terkait menghambat potensi penuh dari teknologi yang ada untuk direalisasikan..

Karena data mudah diakses dan transaksi mudah, maka UMKM Keripik Barokah wajib diimplementasikan dalam aplikasi SAK EMKM.

Penulis menarik rekomendasi berikut untuk usaha kecil dan menengah dan lembaga yang terlibat dengan keripik Barokah dari pembahasan di atas..

Usaha kecil dan menengah (UKM) akan mendapat manfaat dari peningkatan dorongan dan pendanaan pemerintah, pengaturan catatan keuangan UKM, dan penyediaan modal awal dan ekspansi.

Karena masih banyak pelaku UMKM yang kurang memiliki pengetahuan tentang pencatatan keuangan, instansi yang bertanggung jawab juga harus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan SAK EMKM di berbagai daerah.

Untuk lebih memahami kinerja aktual perusahaan dan situasi keuangan serta untuk mempengaruhi keputusan ekonomi UMKM, disarankan agar UMKM Keripik Barokah membuat catatan keuangan sesuai dengan SAK EMKM.

UMKM Keripik Barokah harus memanfaatkan teknologi yang ada untuk memudahkan transaksi jual beli di lingkungan UMKM Keripik Barokah, selain itu juga dapat memanfaatkan teknologi dengan mengiklankan dan menyebarluaskan informasi tentang UMKM Keripik Barokah untuk meningkatkan visibilitasnya di pasar.

DAFTAR PUSTAKA

Adawiyah, P., & Wardayani. (2023). Penerapan Penyusunan Laporan Keuangan Pada Usaha

Mikro Kecil Menengah Berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK-EMKM) Pada Toko Buk Siti.

Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 3(8).

Afransyah, B., Niarti, U., & Hermelinda, T. (2021).

Analisis Implementasi {enyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas mikro, Kecil dan Menengah (SAK UMKM). Journal Saintifik, 19(1), 25–30.

Agustin, H., Azwirman, A., & ... (2022). Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pelaporan Keuangan pada UMKM Rumah Jamur

“NANDO.” Empowerment …, 1(November), 822–828.

http://journal.sinergicendikia.com/index.php/e mp/article/view/316%0Ahttp://journal.sinergice ndikia.com/index.php/emp/article/download/31 6/239

Dalimunthe, M. I. F. (2019). Impelentasi Fintech Terhadap UMKM di Kota Medan dengan Analisis SWOT. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Edelia, A., & Aslami, N. (2022). the Role of Empowerment of the Cooperative and Msme Office in the Development of Small and Medium Micro Enterprises in Medan City.

Marginal : Journal of Management, Accounting, General Finance and International Economic Issues, 1(3), 31–36.

https://doi.org/10.55047/marginal.v1i3.163 Handayani, R. A. (2018). Analisis Penerapan SAK

EMKM Pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Luwu Utara (Studi Kasus UMKM Farhan Cake’s). Universitas Muhammadiyah Makassar.

Nayla, A. P. (2019). Komplet Akuntansi Untuk UKM dan Waralaba. Jogjakarta: Laksana.

Prastika, Y. (2019). Pengaruh Financial technology (Fintech) terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Purba, A. M. (2019). Analisis Penerapan SAK EMKM pada Pernyusunan Laporan Keuangan UMKM di Kota Batam. Jurnal Akuntansi Berelang, 3(2), 55–63.

Putri, A., & Siregar, C. S. (2022). MINAT PENGGUNAAN SAK-EMKM DI KABUPATEN JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA ( Manajemen , Ekonomi , dan Akuntansi ). 6(2), 1597–1608.

(14)

Equilibrium Volume 12. No. 2. Tahun 2023 eISSN 2684-9313

Hal 226-239 pISSN 2088-7485

239 Rahma, T. I. . (2018). Persepsi Masyarakat Kota

Medan Terhadap Penggunaan Financial technology (Fintech). At-Tawassuth, 3(1), 647.

Rahman, L. F., & Ayudhia, S. (2020). Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro kecil Menengah (SAK EMKM) Pada UMKM di Kota Padang. Jurnal Profiet, 4(1).

Rahmawati. (2022). Peran Financial Technology Dalam Pemberdayaan UMKM di Masa Pandemi Covid-19 di Kota Parepare (Analisis Ekonomi Syariah). Institut Agama Islam negeri Parepare.

Siregar, datuk M. (2021). Penerapan SAK EMKM Para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Menuju Pengembangan Revolusi Industri 4.0 (Studi Pada UMKM di Kabupaten Sidoarjo). Jurnal Paradigma Ekonomika, 16(4).

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Surya, A. K., & Wardayani. (2021). Pengaruh Perputaran Kas dan Perputaran Piutang Terhadap Profitabilitas Pada PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. Insight Manajemen Journal, 2(1).

Wachyu, W., & Winarto, A. (2020). Peran Fintech dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Junal Ekonomi & Ekonomi Syariah, 3(1), 61–73.

Wibowo. (2017). Manajemen Kinerja (Kedua).

Jakarta: Rajawali.

Widiastiwati, B., & Hambali, D. (2020). Penerapan Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, kecil dan Menengah (SAK EMKM) Pada UMKM UD Sari Bunga. Journal of Accounting, Finance and Auditing, 2(2), 38–48.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik Sak Etap Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Umkm.. Penerapan Akuntansi pada