Analisis penerapan value for money metric pada anggaran desa untuk menilai kinerja perekonomian pemerintah desa (studi kasus Desa Parengan Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto). Dengan realisasi anggaran pendapatan dan belanja desa, dapat menjadi acuan bagi desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metrik value for money dalam APBD untuk menilai kinerja perekonomian desa. pemerintah (studi kasus Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto).
Value for money diharapkan mampu melakukan evaluasi kinerja yang baik setiap tahunnya terkait pelaporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (TRBs). Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti akan melakukan penelitian mengenai kinerja keuangan berdasarkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dengan judul penelitian “Analisis Penerapan Pengukuran Value For Money dalam APBD” e dalam Menilai kinerja keuangan pemerintah desa (studi kasus di Desa Parengan Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto)”. Berdasarkan latar belakang yang telah ditetapkan maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini yaitu bagaimana menentukan value-for - menerapkan pengukuran uang dalam APBD dalam menilai kinerja keuangan Pemerintah Kota.
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pengukuran value-for-money dalam APBD dalam menilai kinerja keuangan Pemerintahan Desa (Studi kasus di Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto). Sebagai penguatan teori akuntansi sektor publik terkait penilaian kinerja keuangan berbasis value for money. Sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya yang membahas penerapan pengukuran value-for-money dalam menilai kinerja keuangan negara.
Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengalaman peneliti dalam memahami mekanisme pengukuran keekonomian, efisiensi dan efektivitas anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) dalam menilai kinerja keuangan pemerintah desa.
PENDAHULUAN
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat luas mengenai pelaksanaan anggaran desa serta memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai kinerja keuangan yang dilakukan oleh pemerintah desa.
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
- Pengertian Value For Money
- Tujuan Value For Money
- Pengukuran Value For Money
- Ekonomi
- Efisiensi
- Efektivitas
- Kinerja
- Pengertian Kinerja
- Fungsi Anggaran
Kerangka Konseptual
Research Question dan Model Analisis
- Main Research Question
- Mini Research Question
- Model Analisis
Desain Instrumen Kualitatif
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Jenis dan Sumber Data
- Jenis Data
- Sumber Data
Batasan dan Asumsi Penelitian
- Batasan Penelitian
- Asumsi Penelitian
Unit Analisis
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN
Sejarah Desa
Desa adalah suatu komunitas pemukiman yang merupakan komunitas terkecil yang umumnya dipimpin oleh seorang kepala desa (Lurah) untuk menjalankan kegiatan pemerintahan dengan masyarakat yang dominan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Pemerintahan desa merupakan struktur organisasi sektor publik terkecil yang menyelenggarakan urusan pedesaan untuk mencapai pembangunan pemerintahan dan kesejahteraan desa. Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Desa Parengan yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto.
Pemerintahan Desa Parengan telah menggunakan model desa swadaya yang berarti desa tersebut berada dalam keadaan yang lebih maju dibandingkan desa swadaya.
Demografi
Visi dan Misi
Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Parengan
Melaksanakan urusan keuangan, seperti menyelenggarakan administrasi keuangan, mengelola sumber pendapatan dan belanja, melakukan verifikasi administrasi keuangan dan administrasi pendapatan kepala desa, perangkat desa, badan permusyawaratan desa (BPD) dan lembaga pemerintahan desa lainnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan pencapaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Parengan Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto periode anggaran 2016-2018 yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan Pemerintah Desa Parengan. Berdasarkan Tabel 4.2 rincian anggaran dan realisasi belanja desa Parengan, anggaran pada tahun tersebut mengalami fluktuasi berdasarkan sektor yang juga menyebabkan realisasi belanja tidak menentu.
Dengan menggunakan pengukuran di atas yang telah diterapkan dalam laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja desa Parengan pada tahun tersebut adalah sebagai berikut. Hasil pengukuran value for money anggaran pendapatan desa (APBDes) pada Penilaian Kinerja Keuangan Pemerintah Desa Parengan. Berdasarkan tabel 4.8, ukuran value for money dari segi ekonomi tiga tahun anggaran 2016-2018 adalah kinerja keuangan.
Ketika tingkat perekonomian lebih dari 100% telah tercapai dalam tiga tahun, maka dewan desa telah melakukan pemotongan pengelolaan anggaran untuk membiayai kegiatan tertentu. Pemerintahan Desa Parengan tahun 2017, meskipun pada tahun 2017 angkanya 100,38%, namun tidak efisien karena angkanya lebih dari 100%. Faktanya, pemerintah Desa Parengan pada tahun 2016 menunjukkan hasil sebesar 96,30% yang cukup efektif karena berada pada kisaran 85%.
Berdasarkan persentase efisiensi di atas maka kinerja keuangan Pemerintah Desa Parengan terus meningkat yang berarti pemerintah desa dalam kinerja kegiatan operasionalnya terus mengalami perbaikan dalam mencapai tujuan akhir atau sasaran yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai penerapan metrik value for money pada APBD dalam menilai kinerja keuangan Pemerintah Desa Parengan Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto dapat disimpulkan bahwa Pemerintahan Desa Parengan belum optimal. dan terus berusaha meningkatkan kinerja keuangan. Pada tahun 2017, ketika pemerintah Desa Parengan melakukan pengukuran kinerja, belum mampu meminimalkan pengeluaran sesuai input yang diterima, sehingga realisasi pengeluaran lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pendapatan, namun peningkatan kinerja ditunjukkan dari sisi ekonomi dan pendapatan. efisiensi Penjelasan lebih lanjut mengenai pengukuran value for money yaitu keekonomian, efisiensi dan efektivitas kinerja keuangan.
Kinerja keuangan Pemerintah Desa Parengan ditinjau dari segi ekonomi selama tiga tahun anggaran 2016-2018 masuk dalam kategori ekonomi karena persentasenya lebih dari 100%. Oleh karena itu, semakin baik dalam meminimalkan input utama berupa anggaran untuk merealisasikan kegiatan. Kinerja keuangan pemerintah desa parengan ditinjau dari efisiensi pada tahun 2017 mencapai hasil lebih dari 100%. Dikatakan tidak efisien karena kurangnya perencanaan dan pengendalian pengeluaran dalam pembelian barang dan jasa untuk membiayai kegiatan desa sehingga belanja yang tercapai lebih banyak. Namun pemerintah Desa Parengan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja keuangan dari segi efisiensi, dimana pada tahun 2016 mencapai hasil sebesar 93,92% dan pada tahun 2018 yaitu sebesar 90,77% menunjukkan hasil antara 90% hingga 99%, sehingga dikategorikan sebagai efisien karena realisasi pengeluaran lebih rendah dibandingkan realisasi pendapatan.
Kinerja keuangan Pemerintah Desa Parengan dari segi efisiensi terus meningkat dari tahun 2016 hingga tahun 2018, hal ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan Pemerintah Desa Parengan semakin meningkat dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Peningkatan kinerja keuangan pemerintah Desa Parengan dari segi perekonomian harus terus menjaga dan meningkatkan aspek perekonomiannya dengan menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak produktif.
Desain Instrumen Kualitatif