• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENERAPAN PSAK NO.45 ... - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS PENERAPAN PSAK NO.45 ... - IBS Repository"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

BAB I. PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Selain itu, jika melihat standar akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45 Tahun 2011 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba. Dalam hal ini penulis akan membahas dan membandingkan metode pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas dasar tersebut, sehingga penulis uraikan dalam skripsi ini yang berjudul “Analisis Penerapan PSAK 45 Tahun 2011 Sehubungan Dengan Pelaporan Keuangan Pada Tahun 2011” PPSDMS Nurul Fikri.”

Identifikasi Masalah

Untuk memahami lebih dalam bagaimana Penerapan Standar Akuntansi Keuangan di Yayasan Bina Nurul Fikri.

Perumusan Masalah

Bandingkan tata cara penyusunan bentuk dan isi laporan keuangan PPSDMS Nurul Fikri dengan PSAK No. Akuntansi organisasi nirlaba meliputi formulir laporan keuangan dan nama akun berdasarkan PSAK No.45. Laporan keuangan bagi organisasi nirlaba meliputi laporan posisi keuangan pada akhir periode pelaporan, laporan kegiatan dan laporan arus kas suatu periode pelaporan, serta catatan atas laporan keuangan.

Pada kelompok kekayaan bersih yang penggunaannya dibatasi secara permanen atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Menggunakan referensi Pontoh (2013) yang melakukan penelitian dengan judul: Penerapan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Berdasarkan PSAK No. Organisasi nirlaba ditandai dengan belum menyajikan laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas dan catatan dalam laporan keuangan secara lengkap.

Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh, PPSDMS Nurul Fikri menyusun laporan keuangan berpedoman pada laporan keuangan organisasi nirlaba. Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Penyajian laporan arus kas sesuai PSAK No. 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba, meliputi laporan posisi keuangan, laporan aktivitas dan laporan arus kas suatu periode pelaporan, serta catatan atas laporan keuangan.

Indikator Analisis Laporan Keuangan NF 1. Organisasi nirlaba meliputi laporan posisi keuangan pada akhir periode pelaporan, laporan aktivitas dan laporan arus kas suatu periode pelaporan, dan catatan atas laporan keuangan. Meskipun disajikan secara bersih, biaya-biaya terkait diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan sesuai dengan standar keuangan organisasi nirlaba. 2013), Penerapan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Berdasarkan PSAK No. 45 di Gereja Bzl, Majalah EMBA Vol.1 No.3 Juni 2013, Hal.

Tabel 2.1.3. Contoh Laporan Posisi Keuangan
Tabel 2.1.3. Contoh Laporan Posisi Keuangan

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Penelitian

BAB II. LANDASAN TEORI

Teori Agensi

Standar Akuntansi Keuangan

Standar akuntansi keuangan memuat konsep dan metode standar yang dinyatakan sebagai pedoman umum praktik akuntansi perusahaan dalam lingkungan tertentu. Jika terdapat pertentangan antara kerangka dasar dan standar akuntansi, maka ketentuan standar akuntansi keuangan harus berlaku sehubungan dengan kerangka dasar tersebut.

Standar Akuntansi Keuangan Organisasi Nirlaba

45 tentang PELAPORAN AKUNTANSI ORGANISASI NIR-LABA telah disetujui pada rapat Komite Standar Akuntansi Keuangan pada tanggal 20 Desember 1997 dan disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 23 Desember 1997. Karena sifat-sifat tersebut maka transaksi tertentu terjadi pada organisasi nirlaba yang jarang atau tidak pernah terjadi pada organisasi bisnis, seperti penerimaan sumbangan.

Laporan Keuangan

Perubahan kekayaan bersih dalam laporan kegiatan tercermin dalam kekayaan bersih atau ekuitas di neraca. Pengklasifikasian pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian pada kelompok aktiva bersih tidak menutup kemungkinan adanya klasifikasi tambahan dalam laporan kegiatan.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 45 Tahun 2011

Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai arus kas masuk dan arus keluar pada suatu periode. Klasifikasi aset bersih yang dibatasi atau tidak dibatasi Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah masing-masing kelompok aset bersih berdasarkan ada tidaknya pembatasan yang dilakukan oleh kontributor, yaitu: dibatasi secara permanen, dibatasi sementara, dan tidak dibatasi. Informasi mengenai sifat dan jumlah pembatasan yang bersifat permanen atau sementara diungkapkan sedemikian rupa sehingga jumlahnya disajikan dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. Tujuan dan Fokus Laporan Kegiatan Laporan kegiatan fokus pada organisasi secara keseluruhan dan menyajikan perubahan jumlah aset bersih selama periode waktu tertentu.

Perubahan Kelompok Aktiva Bersih Laporan aktivitas menyajikan besarnya perubahan aktiva bersih yang dibatasi penggunaannya secara permanen, dibatasi sementara, dan tidak dibatasi penggunaannya selama suatu periode. Klasifikasi Pendapatan, Beban, Keuntungan, dan Kerugian Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagai tambahan terhadap kekayaan bersih yang tidak dibatasi, kecuali penggunaannya dibatasi oleh kontributor, dan menyajikan pengeluaran sebagai pengurang dari kekayaan bersih yang tidak dibatasi. Kontribusi disajikan sebagai tambahan aset bersih yang tidak dibatasi penggunaannya, dibatasi permanen, atau dibatasi sementara, tergantung apakah terdapat pembatasan.

Penyata aktiviti membentangkan keuntungan dan kerugian yang diiktiraf daripada pelaburan dan aset (atau liabiliti) lain sebagai tambahan atau potongan kepada aset bersih yang tidak berkaitan, melainkan penggunaannya terhad. Maklumat tentang pendapatan dan perbelanjaan. Tujuan utama penyata aliran tunai adalah untuk membentangkan maklumat mengenai penerimaan dan pengeluaran tunai dalam sesuatu tempoh.

Tabel 2.1.4.2. Contoh Laporan Arus Kas  ENTITAS NIRLABA
Tabel 2.1.4.2. Contoh Laporan Arus Kas ENTITAS NIRLABA

Organisasi Nirlaba

Organisasi pemerintahan yang termasuk dalam kategori ini adalah semua organisasi yang berada di lingkungan pemerintahan atau yang dekat dengan urusan pemerintahan, misalnya Badan Tenaga Atom Nasional, LIPI dan lain-lain.

Ciri – ciri Organisasi Nirlaba

Baik organisasi nirlaba maupun organisasi bisnis merupakan bagian integral dari sistem ekonomi yang sama dan menggunakan cara yang sama untuk mencapai tujuan mereka. Kedua jenis organisasi tersebut perlu memperoleh dan mengubah sumber daya yang langka menjadi barang atau jasa masing-masing. Proses pengelolaan keuangan pada keduanya pada dasarnya sama dan setiap proses harus mempunyai sistem informasi yang dapat berjalan (sistem akuntansi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya sendiri) sehingga para manajer dan individu atau kelompok orang lain yang berkepentingan akan menerima data yang relevan dan sesuai. pada waktu yang tepat. untuk merencanakan, mengarahkan, mengendalikan dan mengevaluasi penggunaan sumber daya yang langka.

Penelitian Terdahulu

Menggunakan referensi dari Mamesah (2013) yang melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Psak No. 45 Pada GMIM Efrata Sentrum Sonder Dalam Kaitannya Dengan Kualitas Informasi Laporan Keuangan”. 45 tentang pelaporan keuangan entitas nirlaba dalam penyajian laporan keuangannya, sehingga GMIM Efrata Sentrum Sonder belum memiliki informasi laporan keuangan yang berkualitas sehingga memenuhi syarat untuk memberikan penjelasan bagi pengguna informasi keuangan. 45 TENTANG PELAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NON-LABA PADA SANGGAR SENI DAN BUDAYA LOGOS MA'KANTAR”, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan laporan keuangan Sanggar Seni dan Budaya Logos Makatar sesuai dengan pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK), no.45.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh beberapa kesimpulan bahwa Sanggar Seni dan Budaya Logos Ma'Kantar belum sepenuhnya menerapkan laporan keuangan yang sesuai dengan format laporan keuangan organisasi nirlaba yang termasuk dalam Pernyataan Standar Akuntansi . TIDAK. Penilaian tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah penyajian laporan keuangan organisasi nirlaba tersebut telah sesuai dengan yang tercantum dalam Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. Hasil dari penelitian ini adalah laporan keuangan yang disusun oleh Yayasn Mandiri Anak Bangsa tidak sesuai dengan PSAK Nomor.

Indonesia, namun secara keseluruhan tujuan penyusunan laporan keuangan di Sanggar Seni dan Budaya Logos Ma'Kantar tercapai. Hasil analisis data kuesioner dari responden menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan belum sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam PSAK No.

Tabel 2.2.1. Penelitian Sebelumnya  No  Nama
Tabel 2.2.1. Penelitian Sebelumnya No Nama

Kerangka Pemikiran

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

Objek Penelitian

Oleh karena itu, penyajian laporan keuangan pada Gereja Pantekosta Kartasura Menighed dikatakan tidak sesuai dengan ketentuan PSAK No. Tidak terdapat informasi mengenai sifat dan besaran pembatasan tetap atau sementara, karena Gereja belum menyajikan laporan keuangan sebagaimana disyaratkan dalam PSAK no. Dalam laporan keuangan Gereja, sumbangan tidak diungkapkan sebagai tambahan kekayaan bersih yang tidak dibatasi, dibatasi sementara, dan dibatasi permanen. , karena Gereja tidak memberlakukan batasan apa pun terhadap sumbangan.

Dalam laporan keuangan Gereja, Gereja belum menyajikan laporan keuangan sebagaimana dipersyaratkan dalam PSAK No. Setelah menganalisis laporan keuangan yang disajikan PPSDMS tahun audit 2011 2012 dengan laporan keuangan sesuai PSAK No 45 Tahun 2011, penulis menjelaskan di bawah ini melalui tabel penyajian laporan keuangan berdasarkan PSAK No. 45 Tahun 2011 yang dibandingkan dengan Laporan Keuangan PPSDMS. Laporan keuangan nirlaba meliputi laporan posisi keuangan pada akhir periode pelaporan, laporan aktivitas, dan laporan arus kas sepanjang waktu. pelaporan dan penjelasan laporan keuangan.. dilaksanakan sepenuhnya oleh PPSDMS NF.

Hal ini terlihat dari unsur-unsur yang disajikan dalam laporan keuangan PPSDMS Nurul Fikri telah memenuhi kriteria pelaporan keuangan, antara lain laporan posisi keuangan, laporan kegiatan, dan catatan atas laporan keuangan. Secara umum format pelaporannya sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan, hanya sedikit perbedaan pada penyebutan nama dalam laporan keuangan PPSDMS Nurul Fikri.

Metode Pengumpulan Data

Jenis Data

Data profesional merupakan jenis data penelitian yang berupa pendapat, sikap, pengalaman, ciri-ciri dan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subjek penelitian (responden). Data dokumenter merupakan jenis data penelitian yang antara lain berupa invoice, jurnal, surat, notulensi rapat, catatan atau berupa laporan program hingga laporan keuangan.

Teknik Pengumpulan Data

Metode Analisis Data

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian

  • Pelaporan Keuangan Pada PPSDMS Nurul Fikri
  • Pelaporan Keuangan Menurut PSAK No. 45
  • Analisis Kualitatif Pelaporan Keuangan PPSDMS Nurul Fikri

KESIMPLAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Penyusunan laporan keuangan hendaknya berpedoman dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 45 Tahun 2011, agar informasi yang disajikan dalam laporan keuangan lebih jelas, relevan, dan mempunyai nilai yang tinggi. keterbandingan. serta memastikan tujuan penyusunan laporan keuangan dapat tercapai secara optimal. Dan tim keuangan sebaiknya menambah jumlah staf akuntansi khususnya tim aset dan mulai melakukan pelatihan penerapan PSAK No. Oleh karena peneliti ini hanya sebatas penerapan PSAK 45 Tahun 2011 tentang Pelaporan Keuangan di PPSDMS Nurul Fikri yang selama ini dilakukan hanya sebatas pada PPSDMS Nurul Fikri, maka untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian pada organisasi lain non- keuntungan, misalnya di universitas.

A : Tujuan SAK (PSAK no. 45) adalah untuk menghasilkan informasi yang jelas, andal, dapat dipercaya dan dapat dibandingkan sehingga pihak eksternal pengguna laporan keuangan perusahaan mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh pengurus IAI sehingga laporan internal dapat memberikan keputusan kebijakan bagi perusahaan yang bersangkutan. Q: Apakah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (FSAK) No. 45 diterapkan di organisasi Anda menurut Anda? pertanyaan opsional/tertutup. . jawabannya apakah) sudah dilaksanakan atau belum. ditanya apakah jawabannya ya) Jika ya, apakah ada manfaat yang anda rasakan dari laporan tersebut? A: Donatur atau investor sangat membutuhkan laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK 45 agar mereka yakin untuk mendonasikan uangnya atau. Jika Anda ingin berinvestasi, Anda tahu kemana perginya dana tersebut. apakah organisasi dapat dipercaya dalam kinerja keuangannya atau tidak. ditanya apakah jawabannya tidak) kenapa kamu tidak menggunakannya.

45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba di Sanggar Seni dan Budaya Logos Ma'kantar, Jurnal Penelitian Akuntansi Going Concern Vol 9, No 3 (2014). Klub Gabungan Amil ZIS Rohis Dana 2011 'Ramadhan', Medan Merdeka Selatan 2012 Staf Akuntansi Keuangan PPSDMS Nurul Fikri, Jakarta Selatan. 2007 “Bersama Anak Untuk Amal” Sebagai Bendahara Fosma ESQ Depok 2008 “Upacara penyambutan Shihang Dan Shidoin Dari.

KBAI (AIKIDO Indonesia Big Family) 2008 "Rout Show Super Girls" kot Aikida SOFTEX ambasador 2008 "QOSMOS" Qurban s Fosma ESQ Depok kot.

Referensi

Dokumen terkait