Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem e-Nofa terhadap kepatuhan perpajakan pengusaha kena pajak. Faktur pajak adalah bukti pemungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menyerahkan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (APR), atau bukti pungutan pajak karena impor. Penyalahgunaan faktur pajak disebabkan oleh kurangnya pengawasan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), khususnya dalam bidang penomoran faktur pajak (Erick Ferdiawan, dkk: 2015).
Faktur Pajak Online (NSFP) dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memudahkan Kontraktor Kena Pajak (PKP) dalam meminta NSFP yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan munculnya permasalahan yang telah diuraikan diatas maka penulis tertarik dengan judul “Analisis Penerapan Sistem Nomor Faktur Pajak Elektronik (e-Nofa) Terhadap Kepatuhan Pelaporan Pajak Pengusaha Kena Pajak (Studi Kasus Pada Pelayanan Pajak Perantara Sidoarjo) Kantor)". Untuk mengetahui efektivitas penerapan sistem nomor faktur elektronik (e-Nofa) terhadap kepatuhan PKP dalam pelaporan pajak.
Kami berharap hasil penulisan ini dapat memberikan gambaran umum mengenai pemanfaatan sistem elektronik nomor faktur pajak (e-Nofa) terhadap kepatuhan pengusaha terhadap wajib pajak dalam pelaporan pajak di Kantor Perantara Pelayanan Pajak Sidoarjo. . Penelitian ini digunakan sebagai sarana untuk menambah wawasan dan pengetahuan di bidang perpajakan, serta untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem nomor faktur pajak elektronik (e-Nofa) dalam bidang kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan pajak kepada Pelayanan Pajak Madya Sidoarjo.
PENDAHULUAN
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Diharapkan dapat memberikan referensi untuk penulisan karya ilmiah selanjutnya, khususnya permasalahan terkait sistem perpajakan e-Nofa. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berguna sebagai bahan evaluasi bagi pihak KPP dalam membantu wajib pajak khususnya PKP dalam melaporkan pajak.
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
- Perpajakan
- Pengertian Pajak
- Fungsi Pajak
- Pembagian Jenis Pajak
- Sistem Pemungutan Pajak
- Asas-Asas Pemungutan Pajak
- Syarat Pemungutan Pajak
- Cara Pemungutan Pajak
- Faktur Pajak
- Pengertian Faktur Pajak
- Fungsi Faktur Pajak
- Jenis Faktur Pajak
- Syarat Pembuatan Faktur Pajak
- Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak
- Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak
- Penomoran Faktur Pajak
- Elektronik Nomor Faktur (e-Nofa) Pajak
- Pengertian Elektronik Nomor Faktur (e-Nofa) Pajak
- Tata Cara Pengajuan Elektronik Nomor Faktur (e-Nofa)
- Syarat dan Prosedur dalam PenggunaanElektronik Nomor
- Formulir-Formulir Mengenai Aplikasi Elektronik Nomor
- Indikator Penerapan Elektronik Nomor Faktur (e-Nofa)
- Hubungan antara Penerapan Elektronik Nomor Faktur (e-
- Pengusaha Kena Pajak
- Pengertian Pengusaha Kena Pajak
- Syarat Pengajuan Pengusaha Kena Pajak
- Kepatuhan
- Pengertian Kepatuhan Perpajakan
- Kriteria Kepatuhan Wajib Pajak
- Indikator Kepatuhan Wajib Pajak
Kerangka Konseptual
Research Question dan Model Analisis
- Main Research Question
- Mini Research Question
- Model Analisis
Desain Studi Penelitian Kualitatif
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Jenis dan Sumber Data
- Jenis Data
- Sumber Data
Batasan dan Asumsi Penelitian
- Batasan Penelitian
- Asumsi Penelitian
Unit Analisis
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah KPP Madya Sidoarjo
Kantor Pelayanan Pajak Perantara Sidoarjo didirikan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor Per-132/PMK.01/2006 tanggal 22 Desember 2006 tentang organisasi dan tata kerja instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak. Kantor Pelayanan Pajak Perantara Sidoarjo merupakan instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah Kanwil DJP Jawa Timur II, dimana KPP ini didirikan sebagai tempat pelaporan dan pelaksanaan administrasi bagi Wajib Pajak tertentu di bidang Pajak Daerah. Kantor DJP Jawa Timur II. Tugas Kantor Pelayanan Pajak Madya Sidoarjo adalah mengelola pelaksanaan nasihat, pelayanan dan pengawasan Wajib Pajak di bidang perpajakan bagi Wajib Pajak yang didirikan di lingkungan DJP Kanwil II Jawa Timur.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, KPP Madya Sidoarjo harus bertindak bijaksana, transparan, bertanggung jawab, efektif dan efisien sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik sebagaimana diatur dalam UU No. 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih. dan tanpa korupsi, kolusi dan nepotisme. Salah satu prinsip penerapan pengelolaan yang baik yang tertuang dalam UU No. 28 Tahun 1999, adalah asas tanggung jawab yang mengatur bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan penyelenggara negara harus bertanggung jawab kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. peraturan. LAKIN disusun sebagai wujud akuntabilitas KPP Madya Sidoarjo dalam melaksanakan tugas dan fungsinya pada tahun 2015 guna memenuhi misi dan mencapai visi Direktorat Jenderal Pajak sekaligus sebagai sarana pengendalian dan penggerak. peningkatan kinerja di lingkungan KPP Madya Sidoarjo, serta sebagai salah satu alat untuk memperoleh masukan dari pemangku kepentingan guna meningkatkan kinerja KPP Madya Sidoarjo.
Selain memenuhi prinsip akuntabilitas, penyusunan LAKIN juga merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Badan Publik, Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja otoritas publik.
Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi KPP Madya Sidoarjo
Langsung Lainnya di wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Jawa Timur II berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya, KPP Madya Sidoarjo didukung oleh 103 staf yang terdiri dari pejabat struktural, pelaksana, dan fungsional inspeksi. Selain itu, KPP Madya Sidoarjo juga mempertimbangkan komposisi yang berkaitan dengan jabatan, golongan, pendidikan dan umur/generasi serta kompetensi.
Komposisi yang berimbang tersebut merupakan penunjang tercapainya sasaran kinerja KPP Madya Sidoarjo tahun 2015 yang tertuang dalam renstra dari sudut pandang pembelajaran dan pertumbuhan. Suku Dinas Umum membidangi urusan kepegawaian, kesekretariatan, keuangan, administrasi dan rumah tangga di lingkungan Pelayanan Pajak Menengah Sidoarjo. Bagian pengolahan data dan informasi mengumpulkan, mencari dan mengolah data, mengamati potensi perpajakan, melaporkan data perpajakan, mendaftarkan dokumen perpajakan, memberikan dukungan teknis komputer dan menyiapkan laporan operasional Pelayanan Pajak Perantara.
Seksi Pelayanan bertugas menerima Surat Pemberitahuan (SPT) dan dokumen perpajakan lainnya dari Wajib Pajak melalui Pusat Pelayanan Terpadu (ITC), menetapkan dan menerbitkan produk perpajakan yang sah, mengelola dokumen dan berkas perpajakan. Pengaksesan surat wajib pajak dilakukan pada bagian Pelayanan, melalui TPT, setelah menerima surat dari wajib pajak, pegawai TPT meneruskan surat tersebut ke bagian terkait. Bagian Pelayanan juga mempunyai tugas kehumasan, berkoordinasi dengan Bagian Pengawasan dan Konsultasi untuk melaksanakan komunikasi dan edukasi Wajib Pajak khususnya mengenai peraturan perpajakan terkini.
Tugas dan wewenang bagian penagihan adalah mengadministrasikan segala jenis ketetapan pajak dan segala bukti pembayaran pajak, membuat uraian mengenai perhitungan kelebihan pembayaran berdasarkan hasil keberatan, pengurangan, penghapusan atau pembatalan utang pajak, banding dan penggandaan. pembayaran, membuat Nota Perhitungan Bunga Penagihan STP, melaksanakan usulan pemeriksaan untuk keperluan penagihan (audit tindak pidana), membuat dan menyampaikan surat teguran, surat paksaan, surat perintah untuk melakukan penyitaan berdasarkan. Divisi Audit Internal dan Kepatuhan bertugas menyusun rencana pemeriksaan, mengawasi pelaksanaan peraturan pemeriksaan, menerbitkan, mendistribusikan perintah pemeriksaan pajak dan administrasi pemeriksaan pajak lainnya, memantau pengendalian internal yang ditetapkan, pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin serta tindak lanjut. up hasil pemantauan, serta penyusunan rekomendasi perbaikan proses bisnis. Departemen Pengawasan dan Konsultasi mempunyai peranan penting dalam melakukan pengawasan terhadap kewajiban perpajakan Wajib Pajak dan memberikan pelayanan konsultasi kepada Wajib Pajak.
Bagian Pengawasan dan Konsultasi merupakan bagian utama di Kantor Pelayanan Pajak yang merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan berkelanjutan kepada Wajib Pajak dan mencapai target penerimaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak. Bagian Pengawasan dan Konsultasi di KPP Madya Sidoarjo yaitu Bagian Pengawasan dan Konsultasi, Bagian II Pengawasan dan Konsultasi, Bagian III Pengawasan dan Konsultasi dan Bagian IV Pengawasan dan Konsultasi. Kelompok fungsional pemeriksa melaksanakan tugas pemeriksaan pajak yang meliputi pemeriksaan lapangan, pemeriksaan kantor, dan pemeriksaan untuk keperluan penagihan sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No.
Visi dan Misi KPP Madya Sidoarjo
Mekanisme permintaan kode aktivasi dan password disiapkan sepenuhnya untuk memudahkan Pengusaha Kena Pajak yang ingin mengajukan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP). KPP Madya Sidoarjo terus berupaya memastikan tidak adanya faktur pajak fiktif dengan menerapkan sistem penomoran faktur pajak elektronik (e-Nofa). Sejak penerapan e-Nofa, KPP Madya Sidoarjo telah mencatat data jumlah nomor seri faktur pajak (NSFP) yang diterbitkan.
Apabila permohonan memenuhi persyaratan, Kantor Pelayanan Pajak akan menerbitkan surat penetapan nomor urut faktur pajak. Data di atas menunjukkan bahwa PKP pengguna e-Nofa lebih besar dibandingkan jumlah permintaan nomor seri faktur pajak (NSFP). Kendala selanjutnya dalam penerapan e-Nofa adalah keterbatasan jumlah nomor seri faktur pajak yang diminta oleh Pengusaha Kena Pajak.
Saat ini Pengusaha Kena Pajak hanya diperbolehkan meminta 75 nomor seri faktur pajak untuk pengajuan pertama, kemudian diakumulasikan selama 3 bulan. Pengusaha Kena Pajak yang bersangkutan dapat meminta penambahan nomor seri faktur pajak yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Sumber: Iya lho, e-Nofa merupakan website penyampaian nomor seri faktur pajak (NSFP) secara online melalui website e-Nofa.
Narasumber: Ya menurut saya bagus karena bisa mencegah nomor seri faktur pajak fiktif (NSFP). Selain itu, untuk mendapatkannya juga sangat mudah melalui website e-Nofa, tidak perlu datang langsung ke websitenya. Otoritas Pajak (KPP) tidak lagi. Sebelumnya, wajib pajak harus datang ke Fiskus terlebih dahulu untuk meminta Nomor Seri Faktur Pajak (NFSP). Narasumber : Syaratnya adalah anda terlebih dahulu menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP), kemudian syarat tersebut otomatis memenuhi syarat untuk mengajukan surat keterangan elektronik, sehingga anda bisa meminta Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP). : Bagaimana prosedur permintaan nomor seri invoice? NSFP) yang dilakukan di KPP Madya Sidoarjo.
Berdasarkan hasil analisis penerapan sistem nomor faktur pajak elektronik (e-Nofa) yang dilakukan di KPP Madya Sidoarjo diketahui bahwa kecurangan masih terjadi, bahkan pada awal penerapan sistem nomor faktur pajak elektronik (e-Nofa). -Sistem Nofa, di antaranya juga terdapat faktur pajak fiktif. Oleh karena itu diperkenalkan sistem e-Nofa untuk mengurangi kasus penipuan nomor seri faktur pajak. Tingkat efisiensi penerapan sistem e-Nofa di KPP Madya Sidoarjo sangat baik, sistem ini membantu fiskus dan wajib pajak untuk tidak menyalahgunakan rekening pajak lainnya dan wajib pajak tetap patuh terhadap sistem.
Penelitian terkait analisis penerapan sistem nomor faktur pajak elektronik (e-Nofa) terhadap kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan pajak sebagai berikut. Ferdiawan, Erik, dkk 2015, Implementasi elektronik nomor seri faktur pajak sebagai upaya perbaikan sistem administrasi pajak pertambahan nilai (studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara), Jurnal Pajak (JEJAK) Vol.