Penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia serta doa dan salam kepada Nabi Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang disusun untuk memenuhi salah satu syarat meraih gelar. gelar di bidang Ekonomi dari Sekolah Perbankan Indonesia. Skripsi ini berjudul “Analisis Pengaruh Earnings Ratio (PER) dan Return on Equity (ROE) Terhadap Return Saham Perusahaan Makanan dan Minuman Pada Periode Bursa Efek Indonesia. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana price-earnings ratio (PER) dan return on equity (ROE) mempengaruhi return saham.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini diantaranya : Daffi Zidhan yang telah memberikan dukungan luar biasa kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN DAN SARAN
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Masalah Penelitian
- Identifikasi Masalah
- Perumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitan
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penelitian
Analisis Pengaruh Price Earning Ratio (PER) dan Return On Equity (ROE) terhadap Return Saham Perusahaan Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia Periode. Apakah Price Earnings Ratio (PER) Berpengaruh Signifikan Secara Parsial Return Saham Pada Perusahaan Industri Makanan Dan Minuman Di Periode Bursa Efek Indonesia? Apakah price earnings ratio (PER) dan return on equity (ROE) mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham secara simultan pada perusahaan industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia periode Bursa Efek Indonesia.
Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh price-earnings ratio (PER) terhadap return saham parsial perusahaan makanan dan minuman di pasar modal Indonesia periode pasar modal Indonesia. Untuk mengetahui dan menganalisis secara simultan pengaruh price-earnings ratio (PER) dan return on equity (ROE) terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman pada periode pasar saham Indonesia.
LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian dalam penyusunan disertasi ini.
METODE PENELITIAN
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
PENUTUP
Tinjauan Pustaka 1. Pasar Modal
- Peranan dan Manfaat Pasar Modal
- Efisiensi Pasar Modal
- Pengertian Investasi
- Jenis Investasi
- Tujuan Investasi
- Saham
- Nilai Saham
- Return Saham
- Analisis Penilaian Saham 1. Analisis Teknikal
- Analisis Fundamental
- Rasio Keuangan
- Price Earning Ratio (PER)
- Return on Equity (ROE)
Jika nilai buku per saham lebih besar dari harga saham, maka saham tersebut dikatakan undervalued. Sedangkan menurut Ang (1997), “rasio harga-pendapatan adalah perbandingan antara harga pasar suatu saham dengan laba per saham (EPS) dari saham yang bersangkutan.” Rasio harga-pendapatan (PER) adalah hubungan antara pasar saham dan laba per saham saat ini, yang banyak digunakan oleh investor sebagai panduan umum untuk mengukur nilai saham (Garrison, 2009).
Rasio harga terhadap pendapatan (PER) yang tinggi menunjukkan bahwa investor bersedia membayar harga saham yang lebih tinggi untuk perusahaan tersebut. Kegunaan price to earnings ratio (PER) adalah untuk melihat bagaimana pasar menilai kinerja perusahaan yang tercermin pada laba per saham (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan (PER) menunjukkan hubungan antara pasar saham reguler dan laba per saham (EPS).
Semakin tinggi rasio harga terhadap laba (PER) suatu saham, maka harga saham tersebut akan semakin mahal dibandingkan dengan laba bersih per sahamnya. Sebaliknya, perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang rendah cenderung memiliki rasio harga terhadap pendapatan (PER) yang rendah. Semakin rendah price-earnings ratio (PER) suatu saham, maka semakin baik atau murah harga untuk berinvestasi.
Price Earnings Ratio (PER) merupakan rasio pasar yang digunakan untuk melihat bagaimana pasar menilai kinerja saham suatu perusahaan relatif terhadap kinerja perusahaan yang tercermin dari EPS (Earnings per Share)-nya. Semakin besar rasio harga-pendapatan suatu saham, maka saham tersebut akan semakin mahal ditinjau dari laba bersih per sahamnya. Jika suatu saham dikatakan mempunyai price-earnings ratio 10 kali lipat, berarti harga saham tersebut 10 kali lipat EPS (net income per share-nya).
Saham-saham yang memiliki rasio harga terhadap pendapatan lebih rendah akan berkinerja lebih baik, artinya saham tersebut lebih murah. Menurut Joko Sangaji (2003) rasio price earnings adalah perbandingan antara harga saham suatu perusahaan terhadap laba per saham perusahaan tersebut.
Penelitian Terdahulu
Hipotesis
Rangka Pemikiran
Objek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
- Data Yang Dihimpun
- Populasi dan Sampel
- Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
- Variabel Terikat (dependen)
- Variabel bebas (independen)
Penelitian dilakukan dengan cara observasi, yaitu dengan pengamatan langsung pada lokasi berlangsungnya kegiatan fasilitas penelitian. Dalam hal ini silahkan langsung mengunjungi Pusat Referensi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia dan memperoleh laporan keuangan tahunan emiten dan data perdagangan yang dipublikasikan secara umum yaitu laporan keuangan dan data perdagangan yang tercatat di ICMD periode 2008. -2010 Daftar Perusahaan Makanan dan Minuman Kategori Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010.
Rasio harga terhadap pendapatan dan laba atas ekuitas dihitung berdasarkan laporan keuangan tahunan perusahaan makanan dan minuman dan diungkapkan selama tiga tahun berturut-turut. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan food and convenience yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memenuhi kriteria sebagai berikut. Perusahaan yang diteliti dalam penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman kategori industri barang konsumsi menurut klasifikasi pasar modal Indonesia.
Mengeluarkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan dapat diakses selama periode pengamatan serta mempunyai informasi harga saham pada saat laporan keuangan periode tertentu diterbitkan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel terikat dan variabel bebas. Definisi operasional variabel-variabel dalam penelitian ini hendaknya dilakukan untuk memudahkan pembahasan lebih lanjut dan menguji hipotesis.
Return saham satu tahun ke depan digunakan untuk mencocokkan periode informasi yang dimiliki investor mengenai publikasi laporan keuangan. Investor umumnya mempunyai informasi mengenai laporan keuangan per 31 Desember yaitu pada saat laporan keuangan diterbitkan pada tanggal 31 Maret tahun berikutnya. Inilah capital gain, yaitu selisih harga saham periode berjalan (t) dengan harga saham periode sebelumnya (t-1).
Metode Analisis Data
- Penentuan Model Regresi Data Panel
- Uji Asumsi Klasik
Metode fixed effect merupakan teknik estimasi data panel dengan menggunakan variabel dummy untuk menangkap perbedaan intersep. Selain itu, model fixed effect juga mengasumsikan bahwa koefisien regresi (slope) adalah konstan antar perusahaan dan dari waktu ke waktu (Widarjono, 2007). Dimasukkannya variabel dummy dalam model fixed effect dimaksudkan untuk mewakili ketidaktahuan kita terhadap model sebenarnya.
Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan variabel gangguan (istilah kesalahan) yang dikenal dengan metode efek acak. Uji statistik F digunakan untuk memilih antara metode common effect (OLS) tanpa variabel dummy atau fixed effect. Hal ini dilakukan untuk mengambil keputusan apakah sebaiknya menambahkan variabel dummy untuk mengetahui intersep yang berbeda antar perusahaan dapat diuji dengan metode Fixed Effect.
Jika F hitung lebih kecil dari F tabel atau probabilitas intersep F lebih besar dari 0,05, maka terima Ho, artinya Anda menggunakan model efek umum. Jika Ho diterima maka uji Chow selesai, namun bila hasilnya menolak Ho maka dilakukan uji Hausman. RRSS: Sum Square Residual dari PLS URSS: Sum Square Residual Fixed Effect N: Jumlah Penampang.
Hausman mengembangkan uji statistik untuk menentukan apakah akan menggunakan model efek tetap atau model efek acak. Uji Hausman didasarkan pada pemikiran bahwa variabel dummy kuadrat terkecil (LSDV) pada metode fixed effect dan generalized Least squares (GLS) efisien, sedangkan metode OLS tidak efisien, sebaliknya alternatifnya adalah metode OLS efisien dan GLS tidak efisien. Oleh karena itu, merupakan uji terhadap hipotesis nol bahwa skor kedua skor tersebut tidak berbeda, sehingga dapat dilakukan uji Hausman terhadap perbedaan skor tersebut.
Uji Normalitas (Normality)
Uji Autokorelasi
Uji Multikolinieritas
Uji Heteroskedastisitas
- Analisis Regresi Berganda
- Teknik pengujian Hipotesis 1. Uji t (Pengujian Parsial)
- Uji F (Pengujian Signifikansi Simultan)
- Uji Koefisien Determinasi
- Gambaran Umum Penelitian
- Analisa Hasil Penelitian
- Penentuan Model Regresi Data Panel
- Analisis Asumsi Klasik
Analisis regresi berganda merupakan hubungan linier antara dua variabel independen lebih dan variabel dependen. Analisis ini harus menentukan arah hubungan antara variabel independen dan dependen, apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai variabel dependen jika nilai variabel independen bertambah atau berkurang. Dalam penelitian ini variabel independen yaitu price earnings (PER) dan return on equity (ROA) berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu return saham.
Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Nilai R2 = 1, berarti variasi variabel independen yang digunakan dalam model menjelaskan 100% variasi variabel dependen, jika R2 = 0 berarti tidak. Dapat disimpulkan bahwa baik atau tidaknya suatu model tidak ditentukan oleh tingginya R2, tetapi harus lebih memperhatikan relevansi logis atau teoritis variabel independen terhadap variabel dependen dan signifikansi statistik.
Metode data panel digunakan untuk mengatasi interkorelasi antar variabel independen yang pada akhirnya dapat menyebabkan estimasi regresi tidak akurat. Pertama, data yang ada diuji dengan menggunakan uji Chow untuk memilih model regresi antara total effect atau fixed effect. Jika data tidak lolos uji Chow, lanjutkan menggunakan uji Hausman untuk memilih model regresi antara Fixed Effect atau Random Effect.
Untuk memilih model mana yang akan digunakan, joint effect atau fixed effect, pada penelitian ini akan digunakan uji Chow terlebih dahulu. Kemudian melakukan uji Chow untuk menentukan apakah akan menggunakan model joint effect atau fixed effect, dimana hipotesis uji Chow adalah sebagai berikut. Jika F hitung lebih kecil dari F tabel atau probabilitas penampang F lebih besar dari 0,05, maka terima Ho yang berarti menggunakan common effect model, dan pengujian berhenti pada uji Chow.
Uji Multikolinearitas
- Analisis Regresi Berganda
- Pengujian Hipotesis 1. Uji t (parsial)
- Uji F (simultan)
- Koefisien Determinasi
- Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap Return Saham
- Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap Return Saham
- Pengaruh Price Earning Ratio (PER) dan Return on Equity (ROE) terhadap Return Saham
- Implikasi Manajerial
- Kesimpulan
- Saran
Intercept artinya jika price to earnings ratio (PER) dan return on equity (ROE) diasumsikan bernilai konstan, maka return saham perusahaan makanan dan minuman di BEI akan meningkat sebesar 0,245309 satuan pada tahun ini. Koefisien β artinya price to earnings ratio (PER) berpengaruh positif terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman di BEI pada tahun tersebut. Koefisien β artinya return on equity (ROE) berpengaruh positif terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman di BEI pada tahun tersebut.
Ho Tidak terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara price earnings (PER) terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman di pasar modal Indonesia periode tersebut. Ha Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara price earnings (PER) terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman di pasar modal Indonesia periode 2008-2010. Ho Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara return on equity (ROE) terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman pada periode pasar saham Indonesia.
Ha Terdapat pengaruh semi signifikan antara return on equity (ROE) terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman di pasar modal Indonesia periode tersebut. H0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara price-earnings ratio (PER) dan return on equity (ROE) terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman di pasar modal Indonesia periode ini. Ha Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara price-earnings ratio (PER) dan return on equity (ROE) terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman di pasar modal Indonesia periode tersebut.
Pengaruh Price Earning Ratio (PER) dan Return on Equity (ROE) terhadap return saham. Variabel price earnings (PER) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman di BEI periode 2008-2010. Variabel return on equity (ROE) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham perusahaan makanan dan minuman di BEI periode 2008-2010.