• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengaruh..., Puti Dwi Handayani, Ak. - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Pengaruh..., Puti Dwi Handayani, Ak. - IBS Repository"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

Analisis Pengaruh Dewan Komisaris dan Komite Audit Perusahaan BUMN terhadap Keterlambatan Laporan Audit” pada waktunya. Beberapa penelitian telah melaporkan hasil penelitian mengenai hubungan ukuran dewan komisaris dengan keterlambatan laporan audit.

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran.......................................................................................54  Gambar 2.3 Grafik Histogram…........................................................................................79
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran.......................................................................................54 Gambar 2.3 Grafik Histogram…........................................................................................79

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Keterbatasan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Penulisan…

Pengaruh ukuran komite audit terhadap audit report delay menunjukkan hasil yang berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Pengaruh rapat komite audit terhadap pelaporan audit menunjukkan hasil berpengaruh negatif dan tidak signifikan.

TELAAH PUSTAKA

Teori Agensi…

Teori keagenan membangun teori berdasarkan adanya informasi asimetris antara informasi superior pihak manajemen (agen) dan pemilik (principal). Untuk menjamin laporan keuangan dapat dipercaya, prinsipal meminta pihak eksternal untuk memeriksa laporan keuangan yang menjadi tanggung jawab agen kepada prinsipal.

Laporan Keuangan

  • Pengertian Laporan Keuangan
  • Pemakai dan Kebutuhan Informasi Laporan Keuangan
  • Tujuan Laporan Keuangan
  • Karakteristik Kualitattif Laporan Keuangan

Laporan akuntansi juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan dana yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (custodianship) atau tanggung jawab manajemen atas dana yang dipercayakan kepadanya.

Audit dan Standar Audit

  • Audit Report Lag

Laporan auditor harus menunjukkan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan auditor harus memuat pernyataan opini atas laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi. Pernyataan (representasi) yang diberikan oleh manajemen, baik secara eksplisit maupun implisit, dimasukkan atau menjadi bagian (diwujudkan dalam) laporan keuangan.

Penundaan pendahuluan adalah selang waktu antara tanggal akhir tahun buku dengan tanggal diterimanya laporan keuangan pendahuluan oleh pasar modal. Keterlambatan total adalah selang waktu antara tanggal akhir tahun buku dengan tanggal diterimanya laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan oleh pasar modal. Keterlambatan laporan audit merupakan keterlambatan proses audit yang dapat mengakibatkan penyajian laporan keuangan tidak dapat disajikan secara tepat waktu.

Corporate Governance

  • Dewan Komisaris
    • Komisaris Independen
  • Komite Audit
    • Peran dan Tanggung Jawab Komite Audit
    • Ukuran Komite Audit
    • Kompetensi Komite Audit
    • Jumlah Pertemuan Komite Audit

Peraturan tersebut menyatakan bahwa untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang saat ini menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) wajib memiliki Komite Audit dan Komisaris Independen. Dan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-10/MBU/2012 disebutkan bahwa Komite Audit dibentuk oleh dewan komisaris yang terdiri dari Ketua dan anggota Komite Audit. yang diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris, yang dalam melaksanakan tugasnya bekerja secara kolektif, membantu Dewan Komisaris untuk bersikap independen dan bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. Peran dan tanggung jawab Komite Audit harus dicantumkan secara jelas dalam ketentuan Statuta Komite Audit.

Sesuai Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-10/MBU/2012, tugas Komite Audit adalah: Sesuai Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara tentang Pembentukan Komite Audit Badan Usaha Milik Negara. -Badan Usaha Milik Nomor: KEP-103/MBU/2002 Komite Audit bertugas membantu komisaris/dewan pengawas. Salah satu cara mengukur uji tuntas komite audit adalah dengan mempertimbangkan jumlah rapat yang diadakan.

Pengembangan Hipotesis dan Penelitian Terdahulu

H2 = Dewan Komisaris Independen Berpengaruh Audit Report Lag Kemudian pengaruh komite audit yang pertama diisi oleh jumlah komite audit Menurut Naimi dkk (2010), semakin besar ukuran Komite Audit maka semakin baik pula kualitasnya. pengawasan. Hasil penelitian Naimi dkk (2010) dan Apadore (2013) membuktikan jumlah komite audit berpengaruh negatif signifikan. Dan Shukeri & Nelson (2010) mengatakan dari hasil penelitiannya bahwa jumlah komite audit mempunyai pengaruh negatif yang kecil atau tidak signifikan terhadap audit report delay.

Kemudian pengaruh rapat komite audit terhadap laporan audit tertinggal sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Naimi et al (2010) menetapkan bahwa rapat komite audit mempunyai dampak negatif yang signifikan, sama seperti Naimi et al (2010) Shukeri & Nelson (2010 ) ) mengungkapkan bahwa rapat komite audit mempunyai pengaruh negatif, namun tidak cukup besar. Dengan demikian diharapkan frekuensi rapat komite audit yang tinggi dapat mempersingkat keterlambatan laporan audit. H6 = Ukuran dewan komisaris, komisaris independen, Ukuran komite audit, kompetensi komite audit, rapat komite audit mempunyai pengaruh secara simultan terhadap keterlambatan laporan audit.

Kerangka Pemikiran

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak hubungan Dewan Komisaris dan Komite Audit terhadap keterlambatan laporan audit. ACSIZE dalam penelitian ini dilihat dari jumlah komite audit perusahaan yang dilaporkan dalam laporan tahunan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran komite audit mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap audit report delay, sehingga dapat dikatakan H3 dalam penelitian ini tidak terbukti.

Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi komite audit berpengaruh negatif signifikan terhadap audit report delay, sehingga dapat dinyatakan H5 terbukti dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa rapat komite audit mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap audit report delay, sehingga dapat dinyatakan H4 tidak terbukti dalam penelitian ini. Sedangkan karakteristik tata kelola perusahaan lainnya yaitu komite audit mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap audit report delay.

METODOLOGI PENELITIAN

Objek Penelitian…

Penelitian ini dilakukan untuk membantu pihak-pihak terkait untuk melihat dampak pengaruh Dewan Komisaris dan Komite Audit terhadap audit report delay pada perusahaan pelat merah. Objek yang digunakan adalah perusahaan-perusahaan BUMN yang ada di Indonesia dengan data penelitian ini menggunakan periode tahun 2012-2014. Tujuan penelitian ini dipilih mengingat keterbatasan waktu peneliti dan perusahaan milik negara ini dianggap mampu mewakili populasi penelitian ini.

Hal ini bertujuan untuk melihat fluktuasi penilaian tata kelola perusahaan dan keterlambatan laporan audit setiap tahunnya.

Metode Pengambilan Sampel

Tipe, Jenis, dan Sumber Data Penelitian

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui laporan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia.

Metode Pengumpulan Data

Operasional Variabel

  • Variabel Dependen
  • Variabel Independen
    • Jumlah Dewan Komisaris
    • Jumlah Dewan Komisaris Independen
    • Jumlah Komite Audit
    • Kompetensi Komite Audit
    • Pertemuan Komite Audit
  • Variabel Kontrol
    • Ukuran Perusahaan

Cara mengukur variabel ini adalah dengan menghitung jumlah anggota dewan direksi pada suatu perusahaan, Naimi dkk (2010). Cara mengukur variabel ini adalah dengan melihat jumlah komisaris independen yang dimiliki perusahaan Naimi dkk (2010). Variabel ini diukur dengan jumlah anggota komite audit pada suatu perusahaan (Naimi et al, 2010).

Variabel ini diukur dari jumlah komite audit yang kompeten dilihat dari komite audit yang mempunyai keahlian di bidang akuntansi atau pengelolaan keuangan terkait (Naimi et al, 2010). Variabel ini diukur berdasarkan jumlah rapat komite audit yang diadakan selama tahun buku (Shukeri & Nelson, 2010). Banyaknya komite audit yang berkompeten dilihat dari komite audit yang mempunyai keahlian di bidang akuntansi atau pengelolaan keuangan terkait.

Model Penelitian

BIND = Komisaris Independen ACSIZE = Jumlah Komite Audit ACEXP = Kompetensi Komite Audit ACMEET = Jumlah Rapat Komite Audit LnSIZE = Ukuran Perusahaan.

Metode Analisis Data…

  • Analisis Regresi Data Panel
    • Uji Chow
    • Uji Hausman
  • Statistik Deskriptif
  • Uji Normalitas
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Multikolineritas
    • Uji Autokolerasi
    • Uji Heteroskedastisitas
  • Uji Hipotesis
    • Uji Determinasi…
    • Uji Statistik t
    • Uji Statistik F

ACEXP dalam penelitian ini dilihat dari jumlah komite audit perusahaan yang dilaporkan dalam laporan tahunan perusahaan. H6 = Ukuran Dewan Komisaris, Dewan Komisaris Independen, Ukuran Komite Audit, Rapat Komite Audit, Kompetensi Komite Audit berpengaruh secara simultan terhadap audit report delay. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian Shukeri & Nelson (2010), Naimi dkk (2010), dan Apadore (2013) yang menyatakan dari hasil penelitiannya bahwa jumlah komite audit mempunyai pengaruh negatif dalam audit. laporan. terlambat.

Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian Naimi dkk (2010) dan Shukeri & Nelson (2010) yang menyatakan dari hasil penelitiannya bahwa rapat komite audit mempunyai pengaruh negatif terhadap audit report delay. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian Shukeri & Nelson (2010) dan Naimi dkk (2010) yang menyatakan dari hasil penelitiannya bahwa rapat komite audit mempunyai pengaruh negatif terhadap audit report delay. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik tata kelola perusahaan yaitu dewan komisaris dan komite audit terhadap audit report backlog pada perusahaan pelat merah periode 2012-2014.

PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Badan Usaha Milik Negara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014, yang ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan tabel 4.1 dijelaskan bahwa terdapat 19 sampel perusahaan BUMN yang dijadikan data penelitian. Berikut nama-nama perusahaan yang dijadikan sampel :.

Tabel 4.2  Perusahaan Sampel
Tabel 4.2 Perusahaan Sampel

Statistik Deskriptif

Berdasarkan Tabel 4.3 di atas diketahui bahwa dari 57 sampel observasi, nilai rata-rata (mean) BSIZE seluruh sampel BUMN adalah sebesar 5,982456 dengan standar deviasi sebesar 0,990873. Berdasarkan Tabel 4.3 di atas diketahui bahwa dari 57 sampel observasi, nilai rata-rata (mean) BIND seluruh sampel BUMN adalah sebesar 2,403509 dengan standar deviasi sebesar 0,820706. Berdasarkan Tabel 4.3 di atas diketahui bahwa dari 57 sampel observasi, diperoleh nilai rata-rata (mean) ACSIZE seluruh sampel BUMN adalah sebesar 4,280702 dengan standar deviasi sebesar 1,250063.

Berdasarkan tabel 4.3 di atas diketahui bahwa dari 57 sampel observasi, nilai rata-rata (mean) ACEXP seluruh sampel BUMN adalah sebesar 1,491228 dengan standar deviasi sebesar 0,804514. ACMEET dalam penelitian ini terlihat dari banyaknya rapat komite audit perusahaan yang dilaporkan dalam laporan tahunan perusahaan. Berdasarkan Tabel 4.3 di atas diketahui bahwa dari 57 sampel observasi, nilai rata-rata (mean) LNSIZE seluruh sampel BUMN adalah sebesar 31,05271 dengan standar deviasi sebesar 1,719740.

Hasil Pengujian

  • Penentuan Regresi Data Panel
    • Uji Chow
  • Uji Normalitas
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Multikolineritas
    • Uji Autokorelasi
    • Uji Heteroskedastisitas
  • Analisis Regresi Data Panel
  • Pengujian Hipotesis
    • Koefisien Determinasi
    • Uji t (Uji Parsial)
    • Uji F (Uji Simultan)

Hal ini menunjukkan bahwa jumlah komite berpengaruh negatif signifikan terhadap backlog laporan audit, sehingga dapat dinyatakan H1. Hasil penelitian ini serupa dengan temuan penelitian Wu et al (2008) dan Naimi et al (2010) yang menyatakan bahwa dewan komisaris berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report backlog. Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Daoud (2014) yang menyatakan bahwa dewan komisaris berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit report backlog dan Mouna & Anis (2013) yang menyatakan bahwa dewan komisaris berpengaruh positif dan signifikan. berpengaruh tidak signifikan terhadap backlog laporan audit, hal ini bertolak belakang dengan hasil penelitian ini.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Afify (2009) yang menyatakan bahwa dewan komisaris independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report delay. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komite audit belum menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara maksimal sebagaimana telah dijelaskan, sehingga jumlah anggota komite audit yang banyak tidak berpengaruh signifikan terhadap audit report delay. Seluruh variabel independen penelitian (BSIZE, BIND, ACSIZE, ACEXP, ACMEET) menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan terhadap audit report delay.

Hasil Analisis

Implikasi Manajerial

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Hasil pengujian variabel ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Wu et al (2008) dan Naimi et al (2010) yang menemukan bukti empiris bahwa variabel BSIZE berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report delay. Hasil pengujian variabel ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Afify (2009) yang menemukan bukti empiris bahwa variabel BIND berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report delay. Hasil tersebut menunjukkan bahwa komite audit yang anggotanya berlatar belakang pendidikan lebih cocok.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Naimi dkk (2010) dan Shukeri & Nelson (2010) yang menemukan bukti empiris bahwa variabel ACMEET berpengaruh negatif. Rapat komite audit berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap keterlambatan laporan audit, karena berdasarkan laporan tahunan, jumlah rapat komite audit tidak menjamin pembahasan laporan keuangan perusahaan sampel, sehingga timbul permasalahan mengenai laporan keuangan perusahaan. tidak dibahas secara luas. dengan auditor eksternal Auditor internal, dewan direksi dan dewan pengawas menjadikan rapat komite audit tidak signifikan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik yang dilakukan oleh dewan pengawas dan komite audit berpengaruh terhadap proses audit atas laporan keuangan perusahaan.

Saran

Kep-315/BEJ/06/2000 tentang : Peraturan Pencatatan Efek Nomor I-A, tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa Efek. Ketepatan waktu pelaporan keuangan di antara perusahaan-perusahaan Yordania: Apakah karakteristik perusahaan dan dewan serta opini audit penting?. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Report Lagging Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Nomor: PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara.

Referensi

Dokumen terkait