Jika Anda ingin melakukan sesuatu yang menurut Anda hebat dalam hati, Anda harus melakukan banyak kesalahan. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang selalu memberikan bimbingan terbaik kepada mahasiswanya. Transliterasi kata Arab yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini berpedoman pada keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987.
Semua ta' mabuttah ditulis dengan huruf h, baik di satu kata maupun di tengah-tengah gabungan kata (satu kata diikuti kata sandang “al”). Ketentuan ini tidak diperlukan bagi kata-kata Arab yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti doa, zakat, dan sebagainya, kecuali jika diinginkan kata aslinya.
Vokal Panjang
Vokal Rangkap
Vokal pendek yang Berurutan dalam Satu Kata yang Dipisahkan dengan Apostrof
Kata Sandang Alif + Lam
Penulisan kata-kata dalam Rangkaian Kalimat يوذ
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita dari kegelapan menuju kebaikan dan kita akan selalu menantikan syafaatnya di Yaumul Qiyamah kelak. Seluruh dosen Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah menyumbangkan ilmu dan wawasan yang luas selama menjalani pelatihan. Seluruh pegawai dan staf administrasi Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Teman-teman KKN Tematik Angkatan 99 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kelompok 3 yaitu Nailun, Sidiq, Risma, Rimbit, Linda, Sintha, Ainun, Ayu dan Yuflih. Akhir kata, dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rotasi kerja, kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada BPRS Suriyah Cilacap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rotasi pekerjaan, kompensasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Secara parsial variabel rotasi pekerjaan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai thitung sebesar -0,037 dan nilai signifikan sebesar 0,761. Kepuasan kerja tidak mampu memediasi secara parsial rotasi kerja terhadap kinerja pegawai dengan nilai pengaruh langsung sebesar 0,761 dan pengaruh tidak langsung sebesar -0,055.
Kepuasan kerja tidak dapat memediasi kompensasi kinerja pegawai secara parsial dengan nilai pengaruh langsung sebesar 0,919 dan pengaruh tidak langsung sebesar 0,335. Kepuasan kerja secara parsial dapat dimediasi oleh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai pengaruh langsung sebesar 0,012 dan nilai pengaruh tidak langsung sebesar 0,095. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rotasi pekerjaan, gaji, lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada BPRS Suriyah Cilacap.
The results showed that job rotation, compensation, work environment and job satisfaction simultaneously had a positive effect on employee performance. Partially, job rotation variables have no effect on employee performance with a number of -0.037 and a significant value of 0.761. Job satisfaction variables affect employee performance with a tcount of 2.098 and a significant value of 0.045 Job satisfaction is unable to mediate the effect of job rotation on employee performance with a direct effect value of 0.761, effect indirect -0.055.
Job satisfaction is unable to mediate the effect of compensation on employee performance with direct effect value of 0.919, indirect effect 0.335. Job satisfaction is able to mediate the effect of work environment on employee performance with direct effect value of 0.012, indirect effect 0.095.
Latar Belakang Masalah
Besarnya potensi perkembangan perbankan syariah di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam belum diimbangi dengan kinerja pegawai yang sesuai dengan kemampuannya. Peningkatan kualitas pegawai tersebut sangat diperlukan sebagai langkah optimalisasi kinerja pegawai perbankan syariah agar tidak terkena dampak buruk Revolusi Industri 4.0. Dengan demikian, kesenjangan tersebut dapat kita artikan dapat diminimalisir bahkan dihilangkan dengan mengoptimalkan beberapa aspek yang berdampak positif terhadap kinerja pegawai.
Hal ini dijelaskan dalam penelitian yang membuktikan bahwa turnover di tempat kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan pada suatu perusahaan, yang mengatakan bahwa turnover berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Triyono & Nurdiana, 2011). Sebaliknya, semakin buruk jaminan pembayaran maka kinerja karyawan tersebut akan semakin rendah (Mondiani, 2012). Dengan demikian, pembayaran memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, karena dengan adanya pembayaran yang memadai maka akan terjamin kepuasan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, sehingga memberikan efek positif berupa peningkatan kinerja karyawan sebagai wujud kepuasan karyawan karena perusahaan menghargainya.
Selain rotasi pekerjaan dan kompensasi, lingkungan kerja pegawai juga tidak dapat diabaikan untuk mendukung pegawai dalam menjalankan tugasnya. Lingkungan kerja ini penting dan tidak bisa diabaikan karena secara mendasar dapat meningkatkan kinerja karyawan. Lingkungan kerja yang baik akan memberikan rasa kepuasan pada karyawannya sehingga ketika karyawan merasa puas maka kinerja karyawan pun akan meningkat karena didukung oleh lingkungan kerja.
Berdasarkan hasil penelitian Nurtjahjono (2014), peningkatan kepuasan kerja dapat dicapai dengan menciptakan lingkungan kerja yang baik dan nyaman, baik lingkungan kerja fisik maupun non fisik. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Pengaruh positif signifikan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan merupakan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Triyono & Nurdiana (2011) dan Kurnia & Rahmawati (2017).
Berdasarkan hasil wawancara dengan Customer Service BPRS Suriyah Cilacap, BPRS Suriyah berupaya memberikan kepuasan kerja kepada pegawai untuk meningkatkan kinerja pegawai melalui rotasi kerja. Hal ini menunjukkan kinerja pegawai yang cukup baik sehingga berdampak pada produktivitas yang juga dapat dikatakan cukup baik. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat lebih jauh kinerja pegawai BPRS Suriyah Cilacap.
Meninjau uraian di atas dan banyaknya fenomena yang terjadi, maka penelitian terkait analisis rotasi pekerjaan, kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada bank syariah penting untuk dilakukan. Berdasarkan teori dan fakta di lapangan, peneliti memperkirakan terdapat permasalahan terkait kinerja pegawai, sehingga peneliti tertarik.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk menjelaskan pengaruh rotasi pekerjaan terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Untuk menjelaskan pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening.
Manfaat Penelitian
Kami berharap penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dengan topik yang sama dan kami berharap dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan terkait rotasi pekerjaan, gaji dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel perantara. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai analisis rotasi pekerjaan, gaji dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Mahasiswa mampu memahami pengaruh rotasi pekerjaan, gaji dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja.
Sistematika Penulisan
PENDAHULUAN
LANDASAN TEORI
Selain itu, bab ini juga memuat kerangka pemikiran, tinjauan pustaka yang dijadikan acuan dan membedakan dengan penelitian sebelumnya serta hipotesis yang merupakan asumsi sementara mengenai penelitian ini.
METODE PENELITIAN
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
PENUTUP
Kesimpulan
Artinya sistem rotasi kerja yang diterapkan bank belum mampu mempengaruhi tingkat kinerja pegawai. Artinya remunerasi yang digunakan bank tidak maksimal sehingga tidak dapat mempengaruhi tingkat kinerja pegawai. Dari hasil penelitian, rotasi pekerjaan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel perantara.
Artinya, sistem rotasi kerja yang diterapkan bank tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja sehingga tidak berpengaruh terhadap tingkat kinerja pegawai. Berdasarkan hasil penelitian, reward tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Artinya pemberian kompensasi yang dilakukan perusahaan belum mampu mempengaruhi tingkat kepuasan kerja sehingga tidak berdampak terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian, lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Artinya semakin baik perusahaan menyediakan lingkungan kerja maka semakin tinggi pula kepuasan kerja yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Keterbatasan Penelitian
Namun penelitian ini hanya mengkaji BPRS Suriyah di Cilacap sebagai objek penelitian.
Saran
Penyediaan lingkungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan sudah baik, hal ini perlu dijaga dan coba ditingkatkan karena mampu memberikan lingkungan kerja yang kondusif sehingga para karyawan merasa aman dan nyaman dalam melakukan pekerjaannya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan bahan dokumentasi bagi pihak kampus sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya, selain sebagai referensi artikel jurnal dan buku yang sudah ada. Bagi penelitian selanjutnya, peneliti menyarankan untuk menambahkan variabel independen untuk dapat mendeteksi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kinerja karyawan.
Pengaruh praktik rotasi pekerjaan terhadap motivasi: Sebuah survei terhadap manajer di organisasi otomotif. Pengaruh gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja (Studi Pada Guru SMA Internasional Budi Mulia Dua Yogyakarta).
Pengaruh kompensasi, motivasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan akuntansi (studi kasus pada perusahaan manufaktur di Surabaya). Kajian dampak lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan: mengacu pada Brandix Intimate Apparel – Awissawella. Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Departemen P&GA (Personil dan Umum) PT JAPFA Comfeed Indonesia, Tbk Sidoarjo.
Pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening (studi kasus pada pegawai bea cukai dan pajak tipe menengah di Bea Cukai B Yogyakarta). Pengaruh rotasi pekerjaan, kompensasi dan pekerjaan terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening studi kasus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar Kota Magelang. Rotasi pekerjaan dan dampaknya terhadap kinerja karyawan: Sebuah studi empiris di kalangan karyawan di Red Sea University, Sudan.
Pengaruh motivasi, lingkungan kerja, kompetensi dan penghargaan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai pekerjaan umum di Provinsi Bali. Pengaruh lingkungan kerja, budaya organisasi dan penghargaan terhadap kepuasan kerja untuk meningkatkan kinerja pegawai (Studi pada Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 45 Semarang).