• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Tagar "Kabur Aja Dulu" dan Relevansinya dengan Nasionalisme Generasi Digital

N/A
N/A
Purusha Bhumi N.

Academic year: 2025

Membagikan "Analisis Tagar "Kabur Aja Dulu" dan Relevansinya dengan Nasionalisme Generasi Digital"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Tagar "Kabur Aja Dulu" dan Krisis Nasionalisme:

Kajian Bahasa dan Nilai Kewarganegaraan pada Generasi Digital

Karya Tulis Ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan

Disusun oleh:

Anwar Ahmad Yaasiin (245244007) Nurkholis Defhan Triana (245244024) Purusha Bhumi Nuswantoro (245244025) Radhitya Zulsianno Al-Ikhlas (245244026)

PROGRAM STUDI D4 - MANAJEMEN ASET POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2025

(2)

ABSTRAK

  Tagar "#KaburAjaDulu" merupakan salah satu bentuk ekspresi generasi digital yang marak ditemukan di media sosial. Ungkapan ini mencerminkan perasaan kecewa, lelah, atau frustasi terhadap berbagai situasi yang terjadi di Indonesia, baik dalam bidang sosial, politik, maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dari tagar tersebut dan mengaitkannya dengan nilai-nilai nasionalisme generasi muda di era digital.

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi unggahan media sosial, studi literatur, dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tagar "#KaburAjaDulu" bukan sekadar candaan, tetapi merupakan bentuk penyampaian kritik sosial yang merefleksikan pemikiran kritis terhadap kondisi bangsa. Meski terkesan pesimis, ekspresi ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pendidikan kewarganegaraan agar lebih kontekstual dan sesuai dengan realitas kehidupan generasi muda.

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul "Tagar '#KaburAjaDulu' dan Krisis Nasionalisme: Kajian Bahasa dan Nilai Kewarganegaraan pada Generasi Digital". Karya ini disusun sebagai tugas akhir semester untuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia pada semester 2.

  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang bertujuan untuk memahami fenomena penggunaan tagar "#KaburAjaDulu" di media sosial dan mengaitkannya dengan sikap nasionalisme di kalangan generasi muda. Penulis berharap karya ini dapat menambah pemahaman tentang pentingnya pendidikan kewarganegaraan yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi digital.

  Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada dosen pengampu kedua mata kuliah yang telah memberikan bimbingan dan motivasi, serta kepada keluarga dan teman-teman atas dukungan moril dan semangatnya. Penulis menyadari bahwa karya ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, penulis sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa mendatang.

Bandung, Mei 2025

3

(4)

Kelompok 8

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN

(5)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda Indonesia dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan mengekspresikan pandangan mereka terhadap kondisi sosial-politik di Indonesia. Salah satu fenomena yang mencerminkan dinamika ini adalah viralnya tagar “#KaburAjaDulu” di media sosial, yang menjadi simbol ketidakpuasan masyarakat dan keinginan untuk mencari peluang yang lebih menjanjikan di luar negeri. Tagar ini pun mencerminkan kritik terhadap kondisi bangasa Indonesia ini yang dianggap tidak mendukung aspirasi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang kondisi nasionalise di kalangan generasi digital. Beberapa pihak menilai bahwa keinginan untuk “kabur”

mencerminkan melemahnya nilai integritas nasional masyarakat Indonesia, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk ekspresi kritis terhadap situasi yang dirasa stagnan atau tidak adil. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana bahasa dan simbol-simbol digital digunakan oleh generasi muda untuk mengekspresikan identitas nilai-nilai kewarganegaraan mereka.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana penggunaan tagar "#KaburAjaDulu" mencerminkan sikap dan pandangan generasi digital terhadap nasionalisme?

2. Apa implikasi dari fenomena ini terhadap nilai-nilai kewarganegaraan di kalangan generasi muda Indonesia?

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Menganalisis penggunaan tagar "#KaburAjaDulu" sebagai bentuk ekspresi generasi digital terhadap kondisi nasional.

2. Mengidentifikasi dampak fenomena ini terhadap pemahaman dan penerapan

5

(6)

nilai-nilai kewarganegaraan di kalangan generasi muda.

1.4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

Manfaat Teoritis: Menambah wawasan dalam kajian linguistik sosial dan pendidikan kewarganegaraan, khususnya terkait ekspresi digital dan identitas nasional.

Manfaat Praktis: Memberikan masukan bagi pembuat kebijakan dan pendidik dalam merancang strategi untuk memperkuat nasionalisme dan nilai-nilai kewarganegaraan di era digital.

1.5. Hipotesis

Jika generasi digital menggunakan ekspresi seperti "#KaburAjaDulu" sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap kondisi sosial-politik, maka dapat

disimpulkan bahwa nasionalisme mereka tidak hilang, melainkan sedang mengalami redefinisi dalam bentuk yang lebih kritis dan reflektif.

1.6. Metodologi Penelitian

Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis (Fairclough). Data dikumpulkan melalui dokumentasi unggahan media sosial (X, TikTok, Instagram) yang menggunakan tagar #KaburAjaDulu, serta studi literatur dari jurnal, berita, dan opini yang relevan.

Teknik analisis data menggunakan tahap:

Identifikasi teks unggahan dan komentar terkait.

Analisis konteks sosial, ekonomi, dan politik yang melatarbelakangi.

Interpretasi makna dalam perspektif nasionalisme dan kewarganegaraan.

1.7. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan secara daring (online) dengan pengumpulan data dari platform media sosial dan situs berita daring Indonesia. Waktu pelaksanaan penelitian adalah selama bulan

Referensi

Dokumen terkait