• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis yuridis penerapan asas akuntabilitas dalam

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "analisis yuridis penerapan asas akuntabilitas dalam"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, penulis menyusun rumusan masalah yang akan dikaji dalam pembahasan. Bagaimana penerapan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu. Apa faktor penghambat penerapan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu.

Tujuan Penelitian Dan Kegunaan Penelitian

6 1) Untuk mengetahui implementasi prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu. Pertanggungjawaban dana desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu terintegrasi dengan pertanggungjawaban APBD. Informasi tersebut menunjukkan bahwa sistem pertanggungjawaban pelaksanaan dana desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu sudah menerapkan prinsip akuntabilitas.

Berikut adalah kesimpulan dari hasil analisis hukum penerapan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu. Tahap perencanaan Dana Desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu telah menerapkan prinsip partisipasi dan transparansi. Tahapan pelaksanaan program Dana Desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu telah menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Metode Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Asas Umum Pengelolaan Keuangan Negara

Pemerintah Desa

  • Pengertian Desa
  • Fungsi Dan Kewenangan Pemerintah Desa

Pemerintah desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan negara kesatuan republik indonesia. Pemerintah desa adalah kepala desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. Telah terjadi perubahan drastis dalam hubungan antara negara dan daerah serta hubungan antar sektor di sektor publik.

Perubahan ini ditegaskan dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Negara dan Pemerintahan Daerah. Sebagai negara kesatuan yang menganut asas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahannya, pemerintah pusat memberikan keleluasaan atau kewenangan kepada daerah untuk melaksanakan otonomi daerah. Otonomi daerah adalah perkembangan suatu daerah untuk mengatur, mengatur dan memerintah daerahnya sendiri tanpa campur tangan dan bantuan pemerintah pusat.

Konsekuensi dari desentralisasi dan otonomi desa adalah pelimpahan fungsi dan kewenangan dari pemerintah pusat kepada desa. Menurut Richard dan Musgrave, pada prinsipnya fungsi pemerintah dalam perekonomian dikelompokkan menjadi tiga, yaitu fungsi alokasi, fungsi distribusi, dan fungsi stabilisasi. 16 Fungsi alokasi adalah fungsi pemerintah dalam menyediakan barang publik atau pengadaan barang dan jasa yang tidak dapat disediakan oleh mekanisme pasar.

Fungsi distributif adalah fungsi pemerintah untuk mendistribusikan pendapatan dan kesejahteraan kepada masyarakat secara adil. Fungsi stabilisasi adalah fungsi pemerintah untuk mencapai atau mempertahankan kondisi tertentu, seperti menciptakan kesempatan kerja yang tinggi, tingkat harga yang stabil pada tingkat yang rasional, atau mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. Secara mikro ketiga fungsi tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah desa dalam perekonomian desa, oleh karena itu pemerintah desa memerlukan kewenangan yang berbeda-beda (Soemarso, 2007: 23).

Kewenangan yang dimiliki oleh desa merupakan kewenangan formal yang dikukuhkan dalam peraturan perundang-undangan.

Pengelolaan Dana Desa…

  • Perencanaan
  • Pelaksanaan
  • Pengawasan
  • Pertanggungjawaban
  • Dana Desa
  • Sasaran Dan Tujuan Dana Desa

Sekretaris Desa menyerahkan Rancangan Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa kepada Kepala Desa Kepala Desa menyerahkan Rancangan Peraturan Desa tentang Badan Pertimbangan Desa kepada Badan Pertimbangan Desa untuk dibahas dan disepakati bersama. Pelaksanaan kegiatan sebagaimana diatur dalam pengelolaan alokasi dana desa (ADD) sepenuhnya dilakukan oleh tim pelaksana desa, dan dalam rangka mendukung transparansi dan penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat, setiap pelaksanaan kegiatan fisik ADD harus dilengkapi dengan papan informasi kegiatan dipasang di lokasi kegiatan Semua pendapatan dan pengeluaran desa sehubungan dengan pelaksanaan kewenangan desa dilakukan melalui. Selama ini mekanisme pertanggungjawaban pengelolaan keuangan kepala desa dilakukan oleh BPD, kemudian melapor kepada camat.

Salah satu bentuk bantuan langsung dari pemerintah pusat adalah Alokasi Dana Desa (ADD) yang pengelolaannya dilakukan oleh kepala desa yang bertanggung jawab. Untuk mengelola dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut, pemerintah desa harus memahami bagaimana keuangan desa dikelola. 37 tahun 2007 tentang pengelolaan keuangan desa, yang menjadi dasar pelaksanaan otonomi desa, bukan hanya secara normatif.

Oleh karena itu, pengelolaan keuangan desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, penganggaran, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan pemberian kewenangan pengelolaan keuangan desa dan Alokasi Dana Desa atau ADD (berdasarkan PP no. 72 Tahun 2005). Secara khusus, pengelolaan keuangan desa telah diatur dengan menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 Tahun 2007 tentang Petunjuk Umum Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Pengelolaan Keuangan Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pengelolaan Keuangan Desa dalam APBDesa, oleh karena itu Pengelolaan Keuangan Alokasi Dana Desa (ADD) harus sesuai dengan Prinsip Pengelolaan Alokasi Dana Desa, yaitu setiap kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa. Alokasi. (MENAMBAHKAN). direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara terbuka dengan prinsip, oleh dan untuk masyarakat, segala kegiatan harus dipertanggung jawabkan secara administratif, teknis dan legal. Alokasi Dana Desa (ADD) dilaksanakan dengan prinsip hemat, terarah dan terkendali. .

Alokasi dana desa atau ADD merupakan bagian dari keuangan desa yang diterima dari pembagian pendapatan pajak daerah dan bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima dari kabupaten. Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa Pasal 18 bahwa Alokasi Dana Desa bersumber dari APBD Kabupaten/Kota yang bersumber dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang diterima dari Kabupaten/Kota. Kota untuk Desa. paling sedikit 10. Alokasi Dana desa (ADD) merupakan dana lanjutan dari program desa sejak tahun 1969 yang diberikan oleh pemerintah pusat dalam bentuk Inpres.

Badan Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola keuangan desa dalam APBD tersebut.

Asas-Asas Pengelolaan Dana Desa

Ketentuan tersebut menunjukkan komitmen dari badan pengambil keputusan untuk berpegang teguh pada prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan dana desa. Pernyataan informan tersebut menunjukkan bahwa untuk mendorong partisipasi masyarakat desa perlu adanya komitmen dari Pemerintah Kabupaten Luwu untuk mengatur pengelolaan dana desa di masing-masing desa. Pelaksanaan program Dana Desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu juga dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan menekankan pada proses motivasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa.

Kepala desa sebagai penanggung jawab Dana Desa mengadakan rapat desa untuk membahas rencana penggunaan Dana Desa. Rencana penggunaan Dana Desa yang disahkan pada rapat desa tampak dalam rencana penggunaan Dana Desa yang salah satunya. 46 Prinsip transparansi dipertahankan oleh para pelaksana program Dana Desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu, sehingga diharapkan mendapat umpan balik atau respon dari masyarakat setempat untuk meningkatkan kinerja pembangunan.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa perencanaan dana desa menggunakan prinsip keterbukaan, yang dapat diketahui oleh seluruh masyarakat desa. Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana desa dilaksanakan sepenuhnya oleh tim pelaksana desa. Keterbukaan informasi ini merupakan upaya pemerintah desa untuk menegakkan prinsip keterbukaan dalam pengelolaan dana desa.

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan Dana Desa, pengelola dana selalu melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan. Memantau berbagai indikator yang ada, dapat dikatakan bahwa pengelolaan dana desa di Desa Salutubu telah berhasil. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas pengelolaan alokasi dana desa di wilayah Desa Salutubu didasarkan pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Berikut hasil wawancara dengan Kepala Desa Salutubu: Setiap 6 (enam) bulan selalu diadakan evaluasi pelaksanaan dana desa yang mengundang tokoh masyarakat, LPM, BPD. Dari bendahara tim pelaksana dana desa yang diperuntukkan bagi alokasi pemerintah desa akan dikembalikan kepada kepala keuangan desa. Disarankan agar pihak terkait dan berkompeten dapat memperhatikan dan mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa di Desa Salutubu Kecamatan.

Gambar 1  Peta Desa Salutubu
Gambar 1 Peta Desa Salutubu

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kabupaten Luwu

Kecamatan Walenrang Utara

Desa Salutubu

  • Letak Geografis Desa Salutubu
  • Pertumbuhan Penduduk Desa Salutubu
  • Potensi Desa Salutubu
  • Kondisi Pendidikan Desa Salutubu
  • Struktur Pemerintahan Desa Salutubu
  • Visi Dan Misi Desa Salutubu

Penerapan Asas Akuntabilitas Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa

  • Perencanaan
  • Pelaksanaan
  • Pengawasan
  • Pertanggungjawaban/Akuntabilitas

Faktor Penghambat Penerapan Asas Akuntabilitas Dalam Pengelolaan

Berikut adalah gambaran faktor penghambat yang dihadapi oleh pemerintah desa yang dirangkum berdasarkan penjelasan beberapa narasumber. Jika pemerintah desa sudah memiliki modal yang besar, teknologi yang maju, sumber daya alam yang melimpah, tetapi tidak ada sumber daya manusia untuk mengelola dan memanfaatkannya, mustahil untuk mencapai keberhasilan. 57 Peran sumber daya manusia dalam pemerintahan desa sangat diperlukan sebagai unsur utama dan unsur pengendali bagi keberhasilan pemerintahan desa.

Sedangkan tugas Tim Asistensi Kabupaten adalah memfasilitasi bimbingan teknis perencanaan kepada Tim Pelaksana Tingkat Desa, memberikan bimbingan dan pendampingan penyiapan pengelolaan dan penerapan Dana Desa kepada Pelaksana Tingkat Desa dan memfasilitasi penyelesaian masalah berdasarkan pengaduan dari Pemerintah Desa. masyarakat dan pihak lain serta melapor kepada Tim Fasilitasi Tingkat Kabupaten dan tugas BPMDK adalah melakukan pembinaan kepada Pemerintah Desa. Dalam pengelolaan Dana Desa, secara keseluruhan kinerja aparat Pemerintah Desa di Desa Salutubu Kecamatan Walenrang Utara kurang baik. 58 SMA/SMK Hal ini menyebabkan kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan Dana Desa, tingkat pendidikan aparat Pemerintah Desa di Desa Salutubu dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Konteks pelaksanaan rangkaian keputusan Aparatur Pemerintah Desa Salutubu dapat melaksanakannya, dengan terbatasnya kualitas pendidikan Sumber Daya Manusia yang dimiliki aparatur pemerintah desa Salutubu menyebabkan terhambatnya proses pengelolaan dana desa terutama karena kualitas manusianya. Sumberdaya sebagai penggerak. Menurut Kepala Desa Salutubu beliau mengatakan bahwa: Yang menjadi kendala kita saat ini dalam pengelolaan keuangan desa termasuk pengelolaan dana desa, hanya belajar” (Hasil wawancara 5 April 2019). Aparat pemerintah desa sebagai orang yang bertugas mengemudikan roda pemerintahan desa memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan masyarakat.

Latar belakang pendidikan sekretaris desa Salutubu yang baru adalah (D3), namun hal tersebut tidak membuat pengelolaan dana desa menjadi baik karena sekretaris desa Salutubu baru bekerja kurang lebih 6 bulan terakhir. Namun, realita di Desa Salutubu, komunikasi menjadi penghambat pengelolaan Dana Desa. Komunikasi masyarakat kurang bisa menyampaikan pendapat secara terbuka, sehingga pemerintah Desa Salutubu kesulitan menentukan program yang akan dilaksanakan. Public speaking merupakan salah satu teknik atau seni berbicara yang harus dimiliki pembicara dan peserta rapat untuk menciptakan suasana rapat yang memberikan masukan karena jika peserta rapat kebanyakan diam maka forum Musrenbang Desa yang diadakan oleh aparat Pemerintah Desa Salutubu hanya akan masuk. satu arah sehingga aparatur pemerintah Desa Salutubu kesulitan mengetahui keinginan masyarakat.

Selain itu, dalam musyawarah desa, pemerintah desa terbuka untuk menerima segala usulan masyarakat yang hadir untuk pembangunan desa tersebut.

Gambar

Gambar 1 Peta Desa Salutubu……………….………………………………………32  Gambar 2 Struktur Pemerintahan Desa Salutubu……………...……………..……...35
Gambar 1  Peta Desa Salutubu

Referensi

Dokumen terkait

Pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, disebutkan pada pasal 18 bahwa Alokasi Dana Desa berasal dari APBD Kabupaten/Kota