• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analysis of Poem and Artwork Subject English Group Task in Green Vintage Style

N/A
N/A
Lascrea HZ

Academic year: 2024

Membagikan " Analysis of Poem and Artwork Subject English Group Task in Green Vintage Style"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

ZAINE AHLIN

PPG PRAJABARAN G 1 2024

UNIVERSITAS PASUNDAN

Koneksi Antar Materi Topik 2

Koneksi Antar Materi Topik 2

FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA

REFLEKSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

Ki Hadjar Dewantara memandang pendidikan sebagai suatu proses yang bertujuan untuk membentuk individu yang memiliki budi pekerti yang baik, wawasan yang luas, dan kepekaan terhadap budaya, dengan tujuan untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan serta mencapai kebahagiaan sesuai dengan kodrat manusia.

Menurutnya, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak, dan anak-anak harus tumbuh sesuai dengan kodratnya. Sebagai guru, tugasnya adalah memperlakukan anak didik dengan baik, memberikan teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan. Seorang pendidik harus mampu menggali dan mengembangkan potensi unik yang dimiliki peserta didik, serta menjadi panutan bagi mereka. Guru juga harus memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, namun tetap dalam tuntunan guru. Penting bagi seorang pendidik untuk memahami kodrat alam dan zaman, dengan mengajar sesuai dengan kondisi tempat tinggal peserta didik dan relevan dengan zaman mereka.

Pendidikan abad 21 lebih menekankan pada pengembangan karakter peserta didik melalui pembelajaran budi pekerti yang mengandung nilai-nilai kehidupan.

(2)

SEBELUM MEMPELAJARI KONSEP KI HADJAR DEWANTARA

Sebelumnya saya sebagai guru menyampaikan

pengetahuan kepada peserta didik melalui metode

pembelajaran yang didominasi oleh ceramah dan

penjelasan. Proses pembelajaran hanya untuk

bertujuan mencapai tujuan kurikulum sesuai

dengan yang ditentukan. Selain itu pendekatan

pembelajaran yang saya terapkan sepenuhnya

berfokus pada peran guru tidak berpusat pada

peserta didik. Saya kurang memperhatikan

perbedaan karakteristik antar peserta didik, saya

menganggap semua peserta didik sama. Oleh

karena itu, tidak ada perlakuan yang berbeda

antara peserta didik yang cepat memahami materi

dan peserta didik yang lebih lambat dalam

memahaminya.

(3)

Setelah Mempelajari Konsep Ki Hajar Dewantara

Setelah saya mempelajari filosofi pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara pemikiran saya berubah, bahwa pendidikan adalah proses menuntun (memfasilitasi, melayani) peserta didik dituntun dengan sabar dan ikhlas karena setiap peserta didik berbeda-beda dan membuat pembelajaran yang menyenangkan berpihak pada peserta didik. Dalam proses pembelajaran tersebut tidak ada paksaan, tidak ada hukuman dan tidak ada kekerasan yang ada hanya menuntun peserta didik agar dapat berkembang dengan baik. hal ini sesuai dengan trilogi pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi teladan), Ing Ngarso

Mangun Karso (di tengah membangun

keinginan/motivasi/semangat) dan Tut Wuri Handayani (di

belakang mendorong).

(4)

Apa yang akan saya lakukan selanjutnya?

Yang akan saya lakukan di kelas dan sekolah yaitu memberikan motivasi dan dorongan kepada peserta didik dengan menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, kerjasama, saling peduli, tanggung jawab dan tolong menolong dalam setiap kegiatan di sekolah. kemudian menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan berorientasi pada hasil belajar. Saya menggunakan model pembelajaran dan metode pembelajaran yang menuntun peserta didik aktif dalam proses pembelajaran.

Memberikan ice breaking untuk mengembalikan fokus dan semangat peserta

didik saat proses pembelajaran. Selain itu pembelajaran harus selaras

dengan nilai budaya karena memiliki potensi untuk lebih memotivasi peserta

didik, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan pemahaman peserta

didik tentang dunia yang lebih luas. Selain itu, hal ini juga dapat membantu

memecahkan permasalahan terkait ketidaksetaraan dan ketidakadilan dalam

pendidikan dengan memberikan akses yang lebih setara kepada peserta

didik dari berbagai latar belakang budaya.

Referensi

Dokumen terkait