• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analysis of Coffee and Palm Sugar Agroindustry Business and Marketing Channels: A Case Study of CV. Arza Mandiri Perkasa in Kekait, West Lombok

N/A
N/A
Acik Ardiansyah Qutbi

Academic year: 2025

Membagikan "Analysis of Coffee and Palm Sugar Agroindustry Business and Marketing Channels: A Case Study of CV. Arza Mandiri Perkasa in Kekait, West Lombok"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS USAHA DAN SALURAN PEMASARAN PRODUK AGROINDUSTRI KOPI DAN GULA AREN STUDI KASUS PADA CV. ARZA MANDIRI PERKASA DI DESA KEKAIT

LOMBOK BARAT

THE ANALYSIS OF THE BISNIS AND MARKETING CHANNELS OF COFFEE AND PALM SUGAR AGROINDUSTRY A CASE STUDY AT CV. CV ARZA MANDIRI PERKASA IN KEKAIT

WEST LOMBOK

Acik Ardiansyah Qutbi, Nurtaji Wathoni, F.X Edy Fernandez Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan dari usaha agroindustri kopi dan gula aren di Desa Kekait Lombok Barat.; (2) Menganalisis tingkat kelayakan usaha, break even point dan profitabilitas dari usaha agroindustri kopi gula aren di Desa Kekait Lombok Barat.; (3) Mengidentifikasi saluran pemasaran dalam usaha agroindustri kopi dan gula aren di Desa Kekait Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Untuk objek penelitian ini, analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif dengan sumber data primer dan data skunder. Unit analisis yaitu agroindustri kopi dan gula aren.

Analisis data yang digunakan meliputi: analisis biaya produksi dan keuntungan, analisis kelayakan usaha, Break Even Point, profitabilitas dan saluran pemasaran.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Biaya produksi per proses terdiri atas:

Kopi Robusta sebesar Rp 955.033, Kopi Gula Semut Aren sebesar Rp 831.283, Gula Aren sebesar Rp 344.535, dan Gula Semut Aren sebesar Rp. Rp 397.290. Penerimaan per proses produksi kopi robusta sebesar Rp 1.600.000, kopi gula semut aren sebesar Rp 1.600.000, gula aren sebesar Rp 701.400, dan gula semut aren sebesar Rp 650.000. Keuntungan per proses produksi Produk Kopi Robusta sebesar Rp 642.579, Produk Kopi Gula Semut Aren sebesar Rp 766.638, Produk Gula Aren sebesar Rp 356.721, dan Produk Gula Semut Aren sebesar Rp 252.611. (2) Tingkat kelayakan produk kopi dan gula aren yang pertama yaitu dari kopi robusta yaitu sebesar 1,68; produk kopi gula semut aren yaitu sebesar 1,92; produk gula aren sebesar 2,04; dan gula semut aren sebesar 1,64 artinya nilai kelayakan ke empat produk dinyatakan menguntungkan dan layak diusahakan. Break Even point dibagi tiga, pertama Break Even Point harga per proses produksi pada produk kopi robusta sebesar Rp 119.379,17, kopi gula semut aren sebesar Rp 103.910,42, gula aren sebesar Rp 20.630,86, dan produk gula semut aren sebesar Rp 39.729,00. Kedua Break Even Point Produksi per proses kopi robusta sebesar 0,52 kg, kopi gula semut aren sebesar 0,44 kg, produk gula aren sebesar 0,71 kg, dan gula semut aren sebesar 0,62 kg. Ketiga Break Even Point Penjualan per proses produksi kopi robusta sebesar Rp 103.557,62, kopi gula semut aren Rp 87.801,48, gula aren sebesar Rp 29.891,27, dan gula semut aren sebesar Rp 40.495,36, artinya nilai Break Even Point ke empat produk dinyatakan menguntungkan dan layak diusahakan. Analisis Profitabilitas Kopi Robusta yaitu sebesar 67,12%, kopi gula semut aren sebesar 91,99%, gula aren sebesar 103,49%, nilai Profitabilitas gula semut aren sebesar 63,57%. Nilai profitabilitas ke empat produk jelas memenuhi kriteria karena lebih besar dari suku bunga bank (Suku Bunga BRI, tahun 2024 = 3,25% per bulan) Artinya produk menguntungkan dan layak untuk dijalankan; (3) Pemasaran Produk Kopi dan Gula Aren memiliki dua saluran pemasaran, yaitu: Saluran I dari Produsen-Konsumen Akhir, saluran II yaitu dari Produsen-Pengecer-Konsumen Akhir.

Kata kunci: Agroindustri, Kopi, Gula Aren, Pemasaran

(2)

ABSTRACT

The study was intended to (1) analyze the costs of production, revenue, and benefits of the co-palm agro-industry in the village of the gulf of lombok; (2) assessments of the feasibility of enterprises, the break even point and profitability of the sugar palm agro-coffee industry in the village of ythough lombok west; (3) identifying a marketing channel in the coffee and sugar palm agro-industry in the village of kaybok west. The method used in this study is case studies. For this study, the data analysis used is quantitative and qualitative with the primary data source and secondary data. The analysis unit of the coffee and sugar palm industries. The data analysis used includes: production and profit cost analysis, enterprise worthiness analysis, break even point, profitability and marketing channels.

Research indicates that research indicates that: (1)The cost of production per process consists of: robusta coffee from rp 955,033, sugar palm coffee from rp 831,283, sugar palm from rp 344,535, and sugar from rp 2. Rp 397,290. The acquisition of robusta coffee production of rp 1,600,000, the sugar palm coffee of rp 1,600,000, the sugar palm of rp 701,400, and the sugar palm of rp 650,000. The rupiah was expected to strengthen to rp9,100 per dollar in the Jakarta interbank spot market on Tuesday morning as investors were careful in buying the local unit, he said. (2) the first acceptable level of coffee and sugar palm products is robusta coffee, which is 1.68; The sugar palm ant's coffee product is 1.92; Sugar palm products at 2.04; And sugar palm ants of 1.64 mean the worthiness of the four products stated to be profitable and viable. In the first half of 2008, the company's net profit in the first half of 2007 fell to rp38.3 trillion from the same period a year earlier.

Second break even point production per process of robusta coffee of 0.52 kg, sugar palm coffee of 0.44 kg, sugar palm products of 0.71 kg, and sugar palm sugar of 0.62 kg.The rupiah's exchange rate at rp9,205/9,209 per dollar was recorded at rp9,310/9,239 per dollar the day before, he said. Bank Indonesia the central bank/bi's decision to raise its benchmark interest rate by 25 basis points to 8.25 percent, he said. The value of profitability to the four products clearly met the criteria because it is larger than a bank interest rate (bri's interest rate, 2024 = 3.25% per month) which is a profitable and viable product; (3) the marketing of the coffee and sugar palm products has two marketing channels, which are: channel I of the final consumer producers, channel ii, which is the end-consumer producer.

Keywords: Agroindustry, Coffee, Palm Sugar, Marketing

(3)

PENDAHULUAN

Pertanian di Indonesia merupakan salah satu keunggulan yang dapat dijadikan sebagai salah satu pilar pembangunan dalam bentuk agroindustri. Pertanian bisa menjadi penyelamat perekonomian apabila dilihat pada sistem yang berkaitan dengan industri dan jasa. Nilai tambah pertanian dapat ditingkatkan melalui kegiatan hilir yaitu berupa agroindustri dan jasa berbasis pertanian (Mangunwidjaja dan Illah, 2005).

Sektor pertanian di Indonesia masih memiliki banyak peluang dan mempunyai potensi yang menjanjikan. Walaupun pada masa sekarang sektor industri lebih diutamakan, perkembangan sektor pertanian tidak lepas dari pendukung yang kokoh. Perekonomian yang tangguh harus didukung oleh sektor pertanian yang kokoh, maka harus ada kerja sama antara bidang-bidang yang berkaitan.

Salah satu sektor industri yang banyak yaitu yang bergerak di sektor industri pengolahan pangan atau sekarang yang lebih dikenal dengan agroindustri. Menurut Soekartawi (2000), agroindustri mampu meningkatkan pendapatan para pelaku agribisnis, mampu meningkatkan perolehan devisa, dan mampu mendorong munculnya industri yang lain.

Kopi merupakan minuman yang digemari oleh setiap orang di seluruh dunia dan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari - hari. Saat ini kopi merupakan salah satu bahan perdagangan penting dunia dan melibatkan jaringan perdagangan antar bangsa, dari negara berkembang ke negara negara maju yang merupakan konsumen utama kopi itu merupakan hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di antara perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Kopi juga merupakan sumber penghasilan bagi tidak kurang dari satu setengah juta jiwa petani kopi di Indonesia. Mutu biji kopi sangat tergantung pada proses penangganan pada pasca panen yang tepat. Dengan penangganan pasca panen yang tepat di setiap prosesnya dan bisa di tingkatkan (Siswoputranto,2002).

Nira merupakan produk utama dari pohon aren yang memiliki nilai ekonomi yang paling tinggi dibanding produk lainnya dari pohon aren, air nira tersebut diperoleh dari proses penyadapan oleh petani yang bisa langsung dikonsumsi tanpa melalui pengolahan. Menurut Raihan (2019) mengkonsumsi nira yang masih segar dapat berfungsi sebagai penambah stamina tubuh karena mengandung glukosa, namun mengkonsumsi nira dengan kadar etanol tinggi dapat menyebabkan ketergantungan atau kecanduan, menghilangkan stres. Air nira layak dikonsumsi dan tidak memabukkan setelah 24 jam didistribusikan. Hampir dari semua bagian tanaman aren dapat dimanfaatkan seperti nira aren diolah menjadi gula aren, buah diolah menjadi kolang-kaling, lidi dari bagian daun dibuat menjadi sapu, ijuk dapat dijadikan atap rumah dan sapu ijuk, batang aren bisa menghasilkan tepung aren, dan akar pohon 1 aren dimanfaatkan untuk obat herbal. Penelitian

(4)

Ruslan (2017) tentang potensi aren di Kecamatan Baru, menyatakan bahwa masyarakat lebih banyak menghasilkan dan mengonsumsi gula aren dari produk pohon aren.

Kopi dan nira memiliki nilai ekonomis yang tinggi bila diolah menjadi sebuah produk, yaitu kopi robusta, kopi gula semut aren, gula aren dan gula semut aren. Kopi dan Gula Aren ini merupakan agroindustri yang ditekuni oleh masyarakat di Kabupaten Lombok Barat salah satunya yaitu CV. Arza Mandiri Perkasa yang beralamatkan di Jl. Jurusan Tanjung No. 08 Rt 07 Dusun Kekait Desa Kekait Kecamatan Gunungsari. CV ini telah berdiri sejak 2016 akan tetapi baru berbadan hukum pada tahun 2019. Produk pada CV ini yaitu kopi dan gula aren meningkat pada tahun 2019 hingga 2022 pada saat wabah virus corona, karena kopi dan nira ini memiliki khasiat yang sangat tinggi yaitu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pada akhir tahun 2022 CV ini mengalami penurunan dikarenakan terjadinya bencana banjir dan longsor yang mengakibatkan seluruh bahan baku, produk, dan kemasan hilang. Dan di tahun 2023 sampai sekarang CV ini memulai kembali bisnisnya secara perlahan. Permasalahan yang ada di dalam CV Arza Mandiri Perkasa ini yaitu masih belum memperhitungkan secara cermat terkait besar biaya produksi yang dikeluarkan, Karena dalam perkembangannya dihadapkan adanya fluktuasi harga bahan baku dan bahan lainnya serta produk yang dihasilkan. Oleh karena itu perhitungan yang pasti terhadap biaya produksi, harga jual dan volume produksi menjadi sangat penting sehingga dapat diperoleh keuntungan yang memadai. Besar kecilnya biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang diperoleh akan mempengaruhi kelayakan usaha serta profitabilitasnya. Selain itu, agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang memadai maka perhitungan BEP menjadi penting sehingga dapat memperhitungkan harga jual produk yang sesuai. Dilain pihak, sebuah proses produksi sebagaimana CV. Arza Mandiri Perkasa pada akhirnya semua produk yang dihasilkan akan bermuara pada pasar. Oleh karena itu, pemasaran yang baik sangat penting sehingga produk dapat sampai ke konsumen akhir secara efisien.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan permasalahnnya yaitu usaha agroindustri belum memperhitungkan secara cermat terkait besar biaya produksi yang dikeluarkan dikarenakan fluktuasi harga bahan baku dan harga lainnya, sehingga perlu menghitung keuntungan, serta tingkat kelayakan untuk melihat seberapa besar dampak dari masing-masing produk terhadap keberlanjutan dan kemajuan usaha ini, maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul:

“Analisis Usaha dan Saluran Pemasaran Produk Agroindustri Kopi dan Gula Aren Studi Kasus Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat”

(5)

METODOLOGI PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Metode penelitian yang dilakukan secara intensif dan mendetail terhadap suatu kasus, yang bisa berupa peristiwa, lingkungan dan situasi tertentu yang memungkinkan untuk mengungkapakan atau memahami suatu hal. Metode ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang.

sifat-sifat, dan karakter yang khas dari kasus ataupun status dari individu, yang kemudian dari sifat khas akan dapat atau tidak dapat dijadikan sebagai suatu hal yang bersifat umum (Soekartawi, 2011). Unit analisis dalam penelitian ini adalah agroindustri kopi dan gula aren "CV. Arza Mandiri Perkasa" Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat dan Lembaga Pemasaran yang terlibat dalam pemasaran Produk Kopi dan Gula Aren. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat yaitu CV. Arza Mandiri Perkasa. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik usaha Kopi dan Gula Aren yang ditentukan secara Purposive Sampling yang dimana responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kuantitatif dan kualitatif: Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kalimat, simbol, dan data yang berbentuk bukan angka. Data kuantitatif data yang dinyatakan dalam bentuk angka, data ini memperentasikan suatu ukuran dari objek yang diteliti dalam satu ukuran tertentu, misalnya berat, volume, dan lain-lain. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder.

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari responden, dimana data diperoleh langsung melalui wawancara yang berpedoman pada daftar pertanyaan (kuesioner) yang sudah dipersiapkan. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literatur-literatur dan studi pustaka melalui dokumen, terbitan, atau pun hasil penelitian dari berbagai lembaga atau instansi yang menunjang dan berhubungan dengan topik penelitian yang dilakukan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Analisis Data

Adapun beberapa metode analisis yang digunakan antara lain sebagai berikut:

1. Analisis Biaya Produksi, Penerimaan dan Keuntungan

a. Total biaya produksi maka dihitung dengan rumus sebagai berikut.

TC= TVC + TFC ...(1) Keterangan:

TC = Total Cost/ Total Biaya (Rp/Kg)

TFC = Fixed Cost / Total Biaya Tetap (Rp/Kg) TVC = Variabel Cost/ Total Biaya Variabel (Rp/Kg) b. Total penerimaan maka dihitung dengan rumus:

TR= Q x P ... (2)

(6)

Keterangan:

TR = Total Revenue/ Penerimaan (Rp/Kg) P = Price/ harga produk (Rp/Kg)

Q = Quantity/ Jumlah Produksi (Rp/Kg)

c. Keuntungan yang diperoleh maka dihitung dengan rumus:

π = TR – TC ... (3) Keterangan:

π = Keuntungan (Rp)

TR = Total Revenue/ Total Penerimaan (Rp) TC = Total Cost/ Total Biaya Produksi (Rp) Tingkat Kelayakan, Break Even Point dan Profitabilitas

Dalam penelitian ini, beberapa hal yang akan di bahas meliputi: Tingkat Kelayakan, BEP dan Profitabilitas.

2. Kelayakan Usaha

Adalah merupakan perbandingan antara Total Penerimaan dengan total biaya. Dengan rumusan sebagai berikut:

R/C = TR / TC Keterangan:

TR = Total Revenue/Total penerimaan (Rp).

TC = Total Cost/Total biaya Produksi (Rp) Kriteria penilaian R/C ratio:

R/C < 1 = Usaha agroindustri yang dijalankan tidak layak R/C > 1 = Usaha agroindustri yang dijalankan layak.

R/C = 1 = Usaha agroindustri yang dijalnkan mencapai titik impas.

Break Event Point (BEP)

BEP adalah salah satu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel keuntungan dan volume kegiatan. Break Event Point dapat dirumuskan sebagai berikut:

BEP Harga = 𝑇𝐶

𝑌

BEP Produksi = 𝐹𝐶

𝑃−𝐴𝑉𝐶

(7)

BEP Penjualan = 𝐹𝐶

1−𝐴𝑉𝐶𝑃

Keterangan:

FC = Fixed Cost atau Biaya Tetap

AVC = Average Variabel Cost (Biaya Variabel Rata-rata)

P = Price atau Harga (Rp/kg) TC = Total Cost atau Total Biaya (Rp)

Y = Produksi (kg) Kriteria:

Harga, Produksi, Penjualan > BEP harga, produksi dan penjualan agroindustri dalam titik impas

Harga, Produksi, Penjualan < BEP harga, produksi dan penjualan agroindustri merugikan.

Harga, Produksi, Penjualan = BEP harga, produksi dan penjualan agroindustri dalam titik impas

Profitabilitas

Untuk mengukur tingkat profitabilitas usaha agroindustri kopi dan gula aren dapat menggunakan digunakan rumus (Ruslan, 2017):

Profitabilitas = 𝜋

𝑇𝐶 x 100%

Keterangan:

𝜋

: Keuntungan,

TC : Total cost (Total Biaya Produksi)

3. Saluran Pemasaran Produk Kopi dan Gula Aren

Untuk mengidentifikasi saluran pemasaran Produk Kopi dan Gula Aren di Desa Kekait dilakukan dengan metode wawancara langsung untuk mengetahui lembaga pemasaran yang terlibat dalam medistribusikan produk kopi dan gula aren dari produsen hingga ke konsumen akhir. Data yang diperoleh selanjutnya diilustrasikan dalam bagan alir saluran pemasaran dan dianalisis secara deskriptif.

(8)

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Analisis Biaya Produksi, Penerimaan, dan Keuntungan Produk Kopi dan Gula Aren Biaya Produksi Kopi Robusta

Dalam menghasilkan produk Kopi Robusta terdapat biaya yang dikeluarkan CV. Arza Mandiri Perkasa untuk melakukan proses produksi. Secara rinci biaya produksi Kopi Robusta disajikan dalam Tabel berikut.

Tabel 1. Biaya Produksi Kopi Robusta Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

No. Uraian Satuan

Fisik Jumlah Fisik

Harga Satuan (Rp/unit)

Nilai

(Rp.) Persentase (%)

1 Bahan Baku Biji Kopi (kg) 10 80.000 800.000 83,77

2 Bahan Lain:

(1) Gas (tbg@3kg) 1 21.000 21.000 2,20

(2) Kemasan (Sealed Foil) (bks) 32 450,00 14.400 1,51

(3) Listrik (Rp) - - 25.000 2,62

Total Bahan Lain (Rp) 60.400 6,32

Total Bahan (Rp) 860.400 90,09

3 Tenaga Kerja: (HKO) 0,99 50.000 5,24

Total Biaya Variabel: (Rp) 910.400 95

4 Biaya Tetap:

PBB (Rp) 10.000 1,05

Penyusutan Alat (Rp) 34.633 3,63

Total Biaya Tetap: (Rp) 44.633 4,67

5 Total Biaya Produksi (Rp) 955.033 100,00

Sumber: Data primer diolah, 2024

Menunjukkan bahwa dalam usaha Kopi Robusta ini diperlukan biaya dalam menjalankan usaha ini yaitu sebesar Rp 955.033 per proses produksi, dengan persentase tertinggi ada pada biaya bahan baku yaitu sebesar 83,77%. Hal tersebut diperoleh berdasarkan hasil survey yang dimana dalam usaha Kopi Robusta ini menggunakan satu bahan utama dan biaya bahan lainnya dengan total biaya yang dikeluarkan (biaya variabel) sebesar Rp 910.400 per proses produksi dan biaya tetap sebesar Rp 44.633 per proses produksi.

Biaya Produksi Kopi Gula Semut Aren

Dalam menghasilkan produk Kopi Gula Semut Aren terdapat biaya yang dikeluarkan CV.

Arza Mandiri Perkasa untuk melakukan proses produksi. Secara rinci biaya produksi Kopi Gula Semut Aren disajikan dalam Tabel berikut.

(9)

Tabel 2. Biaya Produksi Kopi Gula Semut Aren Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

No. Uraian Satuan

Fisik Jumlah Fisik

Harga Satuan (Rp/unit)

Nilai

(Rp.) Persentase (%)

1 Bahan Baku Biji Kopi (kg) 6,25 80.000 500.000 60,15

2 Bahan Lain:

(1) Gula Semut Aren (kg) 3 65.000 195.000 23,46

(2) Gas (tbg@3kg) 1 21.000 21.000 2,53

(3) Kemasan (Sealed Foil) (bks) 32 450 14.400 1,73

(4) Listrik (Rp) 25.000 3,01

Total Bahan Lain (Rp) 255.400 30,72

Total Bahan (Rp) 755.400 90,87

3 Tenaga Kerja: (HKO) 1,01 31.250 3,76

Total Biaya Variabel: (Rp) 786.650 95

4 Biaya Tetap:

PBB (Rp) 10.000 1,20

Penyusutan Alat (Rp) 34.633 4,17

Total Biaya Tetap: (Rp) 44.633 5,37

5 Total Biaya Produksi (Rp) 831.283 100,00

Sumber: Data primer diolah, 2024

Menunjukkan bahwa dalam usaha Kopi Gula Semut Aren ini diperlukan biaya dalam menjalankan usaha ini yaitu sebesar Rp 831.233 per proses produksi, dengan persentase tertinggi ada pada biaya bahan baku yaitu sebesar 60,15%. Hal tersebut diperoleh berdasarkan hasil survey yang dimana dalam usaha Kopi Gula Semut Aren ini menggunakan satu bahan utama dan penolong lainnya dengan total biaya yang dikeluarkan (biaya variabel) sebesar Rp 786.650 per proses produksi dan biaya tetap sebesar Rp 44.633 per proses produksi.

Biaya Produksi Gula Aren

Dalam menghasilkan produk Gula Aren terdapat biaya yang dikeluarkan CV. Arza Mandiri Perkasa untuk melakukan proses produksi. Secara rinci biaya produksi Gula Aren disajikan dalam Tabel berikut.

Tabel 3. Biaya Produksi Gula Aren Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

No. Uraian Satuan

Fisik Jumlah Fisik

Harga Satuan

(Rp/unit) Nilai (Rp.) Persentase (%)

1 Bahan Baku Air Nira (lt) 50 5.000 250.000 72,56

2 Bahan Lain:

(1) Gas (tbg@3kg) 1 21.000 21.000 6,10

(2) Kemasan (bks) 17 450,00 7.650 2,22

(3) Listrik (Rp) - - 25.000 7,26

Total Bahan Lain (Rp) 53.650 15,57

Total Bahan (Rp) 303.650 88,13

3 Tenaga Kerja: (HKO) 1,77 25.000 7,26

Total Biaya Variabel: (Rp) 328.650 95

(10)

4 . Biaya Tetap:

PBB (Rp) 10.000 2,90

Penyusutan Alat (Rp) 5.885 1,71

Total Biaya Tetap: (Rp) 15.885 4,61

5 Total Biaya Produksi (Rp) 344.535 100,00

Sumber: Data primer diolah, 2024

Menunjukkan bahwa dalam usaha Gula Aren ini diperlukan biaya dalam menjalankan usaha ini yaitu sebesar Rp 344.535 per proses produksi, dengan persentase tertinggi ada pada biaya bahan baku yaitu sebesar 72,56%. Hal tersebut diperoleh berdasarkan hasil survey yang dimana dalam usaha Gula Aren ini menggunakan satu bahan utama dan biaya penolong dengan total biaya yang dikeluarkan (biaya variabel) sebesar Rp 328.650 per proses produksi dan biaya tetap sebesar Rp 15.885 per proses produksi.

Biaya Produksi Gula Semut Aren

Dalam menghasilkan produk Gula Semut Aren terdapat biaya yang dikeluarkan CV. Arza Mandiri Perkasa untuk melakukan proses produksi. Secara rinci biaya produksi Gula Semut Aren disajikan dalam Tabel berikut.

Tabel 4. Biaya Produksi Gula Semut Aren Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

No. Uraian Satuan

Fisik Jumlah Fisik

Harga Satuan (Rp/unit)

Nilai

(Rp.) Persentase (%)

1 Bahan Baku Air Nira (lt) 60 5.000 300.000 75,51

2 Bahan Lain:

(1) Gas (tbg@3kg) 1 21.000 21.000 5,29

(2) Kemasan (Sealed Foil) (bks) 10 450,00 4.500 1,13

(3) Listrik (Rp) - - 25.000 6,29

Total Bahan Lain (Rp) 50.500 12,71

Total Bahan (Rp) 350.500 88,22

3 Tenaga Kerja: (HKO) 2,04 30.000 7,55

Total Biaya Variabel: (Rp) 380.500 96

4 . Biaya Tetap:

PBB (Rp) 10.000 2,52

Penyusutan Alat (Rp) 6.790 1,71

Total Biaya Tetap: (Rp) 16.790 4,23

5 Total Biaya Produksi (Rp) 397.290 100,00

Sumber: Data primer diolah, 2024.

Menunjukkan bahwa dalam usaha Gula Semut Aren diperlukan biaya dalam menjalankan usaha ini yaitu sebesar Rp 397.290 per proses produksi, dengan persentase tertinggi ada pada biaya bahan baku yaitu sebesar 75,51%. Hal tersebut diperoleh berdasarkan hasil survey yang dimana dalam usaha Gula Semut Aren ini menggunakan satu bahan utama dan biaya penolong

(11)

lainnya dengan total biaya yang dikeluarkan (biaya variabel) sebesar Rp 380.500 per proses produksi dan biaya tetap sebesar Rp 16.790 per proses produksi.

Penerimaan

Penerimaan dalam penelitian ini adalah nilai yang diperoleh dari seluruh hasil produksi.

Penerimaan dihitung berdasarkan perkalian dari jumlah produk yang dihasilkan dengan harga produk. Secara rinci penerimaan Kopi Robusta, Kopi Gula Semut Aren, Gula Aren, Gula Semut Aren disajikan dalam Tabel berikut.

Tabel 5. Penerimaan Produk Kopi dan Gula Aren Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

No. Uraian Kopi

Robusta

Kopi Gula Semut

Aren Gula Aren Gula Semut

Aren 1 Produksi (kg) 8,00 8,00 16,70 10,00 2 Harga Produk (Rp/kg) 200.000 200.000 42.000 65.000 3 Penerimaan (Rp) 1.600.000 1.600.000 701.400 650.000

Sumber: Data primer diolah, 2024.

Menunjukkan bahwa, penerimaan dari usaha agroindustri Kopi Robusta ini sebesar Rp 1.600.000 per proses produksi. Artinya satu kilogram produk Kopi Robusta yang dihasilkan maka dijual sebesar Rp. 200.000 per kilo dan dalam usaha ini produk Kopi Robusta yang dihasilkan sebanyak 8 kg dari 10 kg bahan baku kopi. Penerimaan dari usaha agroindustri Kopi Gula Semut Aren Sebesar Rp 1.600.000 per proses produksi. Artinya satu kilogram produk Kopi Gula Semut Aren dihasilkan maka dijual sebesar Rp. 200.000 per kilo dan dalam produk Kopi Gula Semut Aren dihasilkan sebanyak 8 kg kopi gula semut aren yang dimana 6,25 kg bahan baku yang menghasilkan 5 kg kopi kemudian dicampurkan atau dipadukan dengan 3 kg gula semut aren. Penerimaan dari usaha agroindustri Gula Aren ini sebesar Rp 701.400 per proses produksi. Artinya satu kilogram produk Gula Aren yang dihasilkan maka dijual sebesar Rp 42.000 per kilo dan dalam usaha ini produk Gula Aren yang dihasilkan sebanyak 16,70 kg dari 50 liter bahan baku nira. Penerimaan dari produk agroindustri Gula Semut Aren ini sebesar Rp. 650.000 per proses produksi. Artinya satu kilogram produk Gula Semut Aren yang dihasilkan maka dijual sebesar Rp. 65.000 per kilo dan dalam usaha ini produk Gula Semut Aren yang dihasilkan sebanyak 10 kg dari 60 liter bahan baku nira.

Keuntungan

Keuntungan merupakan nilai pendapatan bersih yang peroleh pengusaha CV. Arza Mandiri Perkasa. Keuntungan diperoleh dari pengurangan penerimaan dengan total biaya produksi. Secara

(12)

rinci keuntungan Kopi Robusta, Kopi Gula Semut Aren, Gula Aren, Gula Semut Aren disajikan dalam Tabel berikut:

Tabel 6. Keuntungan Produk Kopi dan Gula Aren Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024

No. Uraian Kopi

Robusta

Kopi Gula Semut

Aren Gula Aren Gula Semut

Aren

1 Produksi (kg) 8,00 8,00 16,70 10,00

2 Harga Produk (Rp/kg) 200.000 200.000 42.000 65.000

3 Penerimaan (Rp) 1.600.000 1.600.000 701.400 650.000

4 Total Biaya Produksi (Rp) 955.033 831.283 344.535 397.290 6 Bunga Modal (6%/th) atau (0,25%/pp) 2.388 2.078 144 99 7 Total Biaya Produksi - Bunga Modal 957.421 833.362 344.679 397.389

8 Keuntungan/Laba (Rp) 642.579 766.638 356.721 252.611

Sumber: Data primer diolah, 2024.

Menunjukkan bahwa, keuntungan bersih yang diperoleh dari usaha agroindustri Kopi Robusta yaitu sebesar Rp 642.579 per proses produksi. Kopi Gula Semut Aren keuntungan bersih yang diperoleh dari usaha agroindustri ini yaitu sebesar Rp 766.638 per proses produksi. Gula Aren keuntungan bersih yang diperoleh dari usaha agroindustri ini yaitu sebesar Rp 356.721 per proses produksi, Gula Semut Aren keuntungan bersih yang diperoleh dari usaha agroindustri ini yaitu sebesar Rp 252.611 per sekali produksi.

2. Kelayakan Usaha, Break Event Point, dan Profitabilitas Kelayakan Usaha

Kelayakan Usaha Agrondustri Kopi dan Gula Aren dalam penelitian ini adalah rasio antara penerimaan (R) dengan total biaya produksi (C) Analisis tingkat kelayakan produk Kopi Robusta, Kopi Gula Semut Aren, Gula Aren, Gula Semut Aren disajikan dalam Tabel berikut.

Tabel 7. Analisis Kelayakan Produk Kopi dan Gula Aren Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

No. Uraian Kopi

Robusta

Kopi Gula Semut

Aren Gula Aren Gula Semut

Aren

1 Penerimaan (Rp)

1.600.000

1.600.000

701.400

650.000

2 Total Biaya Produksi (Rp) 955.033

831.283

344.535

397.290

3 R/C

1,68

1,92

2,04 1,64

Sumber: Data Primer diolah, 2024.

Menunjukkan bahwa, hasil analisis tingkat kelayakan usaha yang diperoleh dari produk Kopi Robusta yaitu sebesar 1,68 per proses. Produk Kopi Gula Semut Aren yaitu sebesar 1,92.

Produk Gula Aren yaitu sebesar 2,04. Produk Gula Semut Aren yaitu sebesar 1,64. Apabila nilai

(13)

R/C yang diperoleh lebih dari 1 maka produk tersebut layak sedangkan apabila nilai R/C kurang dari 1 maka usaha tersebut tidak layak. Jadi dapat disimpulkan dari ke empat produk tersebut, seluruhnya dikatakan layak karna memiliki nilai R/C > 1.

Analisis Break Even Point

Analisis Break Event Point dibagi menjadi 3 yaitu BEP Harga, BEP Produksi dan BEP Penjualan. BEP disajikan dalam Tabel berikut:

Tabel 8. Analisis BEP Penjualan, BEP Produksi, BEP Harga Produk Kopi dan Gula Aren Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

Uraian Simbol Satuan Kopi

Robusta Kopi Gula

Semut Aren Gula Aren Gula Semut

Aren

Produksi Q (kg/proses) 8,00 8,00 16,70 10,00

Harga Jual

Produk P (Rp/kg) 200.000,00 200.000,00 42.000,00 65.000,00

Penerimaan TR (Rp/kg) 1.600.000,00 1.600.000,00 701.400,00 650.000,00 Total Biaya

Variabel TVC (Rp) 910.400,000 786.650,00 328.650,00 380.500,00

Total Biaya

Tetap TFC (Rp) 44.633,33 44.633,33 15.885,33 16.790,00

Total Biaya TC (Rp) 955.033,33 831.283,33 344.535,33 397.290,00 Biaya

Variabel

Rata-rata AVC (Rp) 113.800,00 98.331,25 19.679,64 38.050,00

BEP Penjualan (Rp) 103.557,62 87.801,48 29.891,27 40.495,36

BEP Produksi (kg) 0,52 0,44 0,71 0,62

BEP Harga (Rp/kg) 119.379,17 103.910,42 20.630,86 39.729,00

Sumber: Data primer diolah, 2024.

Menunjukkan bahwa, nilai dari BEP Penjualan untuk produk Kopi Robusta yaitu sebesar Rp Kopi 103.557,62 Gula Semut Aren yaitu sebesar Rp 87.801,48 produk Gula Aren yaitu sebesar Rp 29.891,27 produk Gula Semut Aren yaitu sebesar Rp 40.495,36. Sedangkan nilai dari BEP Produksi untuk produk Kopi Robusta yaitu sebesar 0,52 kg per produksi, Kopi Gula Semut Aren yaitu sebesar 0,44 kg per produksi, produk Gula Aren yaitu sebesar 0,71 kg per produksi, produk Gula Semut Aren yaitu sebesar 0,62 kg per produksi. Dan nilai dari BEP harga untuk produk Kopi Robusta yaitu sebesar Rp 119.379,17 per kg, Kopi Gula Semut Aren yaitu sebesar Rp 103.910,42 per kg, produk Gula Aren yaitu sebesar Rp 20.630,86 per kg, produk Gula Semut Aren yaitu sebesar Rp 39.729,00 per kg.

(14)

Analisis Profitabilitas

Profitabilitas dari penelitian ini merupakan perbandingan dari keuntungan dengan total biaya produksi dikali seratus persen. Analisis Profitabilitas disajikan pada Tabel berikut:

Tabel 9. Analisis Profitabilitas Produk Kopi dan Gula Aren Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

No. Uraian Kopi

Robusta

Kopi Gula Semut

Aren Gula Aren Gula Semut

Aren

1 Penerimaan (Rp) 1.600.000 1.600.000 701.400 650.000

2 Total Biaya Produksi (Rp) 955.033 831.283 344.535 397.290

3 Bunga Modal (6%/th) atau(0,25%/pp) 2.388 2.078 144 99

4 Total Biaya Produksi - Bunga Modal 957.421 833.362 344.679 397.389 5 Keuntungan/Laba (Rp) 642.579 766.638 356.721 252.611

6 R/C 1,68 1,92 2,04 1,64

7 Profitabilitas (%) 67,12 91,99 103,49 63,57

Sumber: Data primer diolah, 2024.

Menunjukkan bahwa, nilai Profitabilitas dari produk Kopi Robusta yaitu sebesar 67,12%, Kopi Gula Semut Aren yaitu 91,99%, produk Gula Aren yaitu sebesar 103,49%, produk Gula Semut Aren yaitu sebesar 63,57%. Nilai profitabilitas keempat produk tersebut lebih besar dari suku bunga (Suku Bunga Deposito Bank BRI, tahun 2024 = 3,25% per bulan) (Pustaka Data, 2024). Hal ini berarti produk kopi dan gula aren di Desa Kekait menguntungkan dan layak untuk dijalankan.

3. Saluran Pemasaran

Saluran pemasaran adalah rangkaian aktivitas yang digunakan perusahaan atau suatu usaha untuk mengantarkan atau mendistribusikan produk/layanan dari produsen ke konsumen akhir (Kotler, P dan Amstrong. 2018). Dari hasil penelitian, pemasaran kopi dan gula aren di Desa Kekait Lombok Barat memiliki dua saluran pada tahun 2024, saluran pertama bisa dilihat pada gambar dan saluran kedua pada gambar sebagai berikut.

Bagan Saluran Pemasaran I Produk Kopi dan Gula Aren Pada CV.

Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

Saluran pertama melibatkan penjualan langsung dari produsen ke konsumen akhir. Saluran ini merujuk pada sistem distribusi yang paling sederhana, maka dalam hal ini, produsen menjual produk mereka langsung kepada konsumen akhir tanpa perantara. CV Arza Mandiri Perkasa menjual produk kopi dan gula aren langsung kepada konsumen. Rata-rata harga jual produsen untuk kopi robusta adalah Rp 200.000/kg; kopi gula semut aren sebesar Rp 200.000/kg; gula aren sebesar Rp 42.000/kg; dan gula semut aren sebesar Rp 65.000/kg.

Produsen Konsumen Akhir

(15)

Bagan Saluran Pemasaran II Produk Kopi dan Gula Aren Pada CV.

Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

Saluran II melibatkan dari produsen ke Pengecer dan yang terakhir konsumen akhir, yang dimana produsen menjual produk mereka ke pengecer melalui perantara konsumen akhir. Rata-rata harga jual produsen ke pengecer untuk produk kopi robusta sebesar Rp 200.000/kg; kopi gula aren sebesar Rp 200.000/kg; gula aren sebesar R42.000/kg; gula semut aren sebesar Rp 65.000/kg.

Pengecer menjual ke konsumen akhir untuk produk kopi robusta sebesar Rp 256.000; kopi gula semut aren sebesar Rp 256.000; gula aren sebesar Rp 47.000; gula semut aren sebesar Rp 80.000.

Apabila dilihat dari efisien tidaknya pemasaran produk kopi dan gula aren, maka dalam penelitian ini di uraikan terkait margin pemasaran, share produsen, dan distribusi keuntungan pada CV. Arza Perkasa Mandiri di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 10. Saluran Pemasaran Produk Kopi dan Gula Aren Pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat, Tahun 2024.

Uraian Saluran Pemasaran

Kopi Robusta Kopi Gula Semut

Aren Gula Aren Gula Semut

Aren

I II I II I II I II

1 Produsen

Harga Jual (Rp/kg) 200.000 200.000 200.000 200.000 42.000 42.000 65.000 65.000

2 Pengecer `

Harga Beli (Rp/kg) - 200.000 - 200.000 - 42.000 - 65.000

Harga Jual (Rp/kg) - 256.000 - 256.000 - 47.000 - 80.000

Biaya pemasaran (Rp/kg) - 1.250 - 1.250 - 588 - 1000

Keuntungan (Rp/kg) - 54.750 - 54.750 - 4.412 - 14.000

Margin (Rp/kg) - 56.000 - 56.000 - 5.000 - 15.000

π/c - 45 - 45 - 7,5 - 14

3 Konsumen Akhir 200.000 256.000 200.000 256.000 42.000 47.000 65.000 80.000

Sumber: Data Primer diolah, 2024

Menunjukan bahwa pemasaran produk kopi dan gula aren di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat memiliki dua saluran pemasaran, yaitu (1)Produsen→Konsumen Akhir (2) Produsen→Pengecer→Konsumen Akhir. Saluran pemasaran tersebut berlaku untuk ke empat jenis produk kopi dan gula aren.

Selanjutnya, margin pemasaran merupakan selisih harga ditingkat konsumen akhir dengan harga di tingkat produsen, serta selisih harga konsumen akhir dengan harga di setiap lembaga pemasaran.

Oleh karena hanya ada satu lembaga pemasaran yang terlibat dalam medistribusikan produk kopi dan gula aren dari produsen ke konsumen akhir, maka margin pemasaran dalam hal ini merupakan selisih harga ditingkat konsumen akhir dengan harga di tingkat produsen. Margin pemasaran merupakan salah satu indikator yang menentukan apakah pemasaran tersebut efisien atau tidak

Konsumen Akhir Pengecer

Produsen

(16)

efisien. Pemasaran dikatakan efisien apabila margin pemasaran semakin kecil. Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 4.13), diketahui bahwa margin pemasaran untuk jenis produk Kopi Robusta sebesar Rp 56.000,-per kg; Kopi Gula Semut Aren sebesar Rp 56.000,-per kg; Gula Aren sebesar Rp 5.000,-per kg; dan Gula Semut Aren sebesar Rp 15.000,-per kg. Dalam hal ini, produsen menjual produk Kopi Robusta kepada pengecer sebesar Rp 200.000,-per kg yang selanjutnya pengecer menjual ke konsumen akhir dengan harga Rp 256.000,- per kg; produsen menjual Kopi Gula Semut Aren kepada pengecer sebesar Rp 200.000,-per kg yang selanjutnya pengecer menjual ke konsumen akhir dengan harga Rp 256.000,-per kg; produsen menual produk Gula Aren kepada pengecer sebesar Rp 42.000,-per kg yang selanjutnya pengecer menjual ke konsumen akhir dengan harga Rp 47.000,-per kg; dan produsen menjual produk Gula Semut Aren kepada pengecer sebesar Rp 65.000,-per kg yang selanjutnya pengecer menjual ke konsumen akhir dengan harga Rp 80.000,- per kg.

Untuk Share Produsen merupakan bagian harga yang diterima produsen dari harga yang dibayarkan konsumen akhir. Jika share produsen ≥ 60% artinya pemasaran hasil produk (kopi dan gula aren) dapat dikatakan efisien. Jika share produsen < 60% artinya pemasaran dapat dikatakan tidak efisien.

Berdasarkan (Tabel 4.13) dapat diketahui share produsen pada CV. Arza Mandiri Perkasa untuk jenis produk Kopi Robusta sebesar 78%, Kopi Gula Semut Aren sebesar 78%, Gula Aren Sebesar 89% dan Gula Semut Aren sebesar 81%. Ditinjau dari aspek share produsen, pemasaran ke empat jenis produk Kopi dan Gula Aren di Desa Kekait dapat dikatakan efisien karena memiliki share produsen > 60%.

Selain share produsen, efisien pemasaran dapat juga diliat dari aspek distribusi keuntungan.

Distribusi keuntungan merupakan perbedaan keuntungan pada setiap lembaga yang terlibat dalam pemasaran suatu produk. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pemasaran produk kopi dan gula aren di Desa Kekait hanya melibatkan satu lembaga pemasaran, yaitu: pengecer. Oleh karenanya distribusi keuntungan pada pemasaran produk kopi dan gula aren di Desa Kekait bernilai 1 (satu). Artinya, keuntungan pemasaran hanya dinikmati oleh satu lembaga pemasaran, yaitu pengecer. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran produk kopi dan gula aren efisien karena distribusi keuntungan terletak di antara nilai DK (0,5 – 1).

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan hasil yang telah dianalisis dan dibahas, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Rata-rata Total biaya produksi per proses usaha pada CV. Arza Mandiri Perkasa di Desa Kekait Lombok Barat diperoleh bahwa untuk produk Kopi Robusta sebesar Rp 955.033,

(17)

penerimaan sebesar Rp 1.600.000, keuntungan sebesar Rp 642.579. Total biaya produksi per proses untuk produk Kopi Gula Semut Aren sebesar Rp 831.283, penerimaan sebesar Rp 1.600.000, keuntungan sebesar Rp 766.638. Total biaya produksi per proses untuk produk Gula Aren sebesar Rp 344.535, penerimaan sebesar Rp 701.400, keuntungan sebesar Rp 356.721.

Total biaya produksi per proses untuk produk Gula Semut Aren sebesar Rp 397.290, penerimaan sebesar Rp 650.000, keuntungan sebesar Rp 252.611.

2. Tingkat kelayakan dari produk kopi dan gula aren diperoleh bahwa untuk produk Kopi Robusta memperoleh keuntungan dan layak diusahakan dilihat dari tingkat kelayakan sebesar 1,68 , BEP harga Rp. 119.379,17; BEP produksi 0,52 kg, dan BEP penjualan Rp 103.557,62 dan nilai profitabilitas sebesar 67,12%. Untuk produk Kopi Gula Semut Aren memperoleh keuntungan dan layak diusahakan dilihat dari tingkat kelayakan sebesar 1,92 , BEP harga Rp 103.910,42; BEP produksi 0,44 kg, dan BEP penjualan Rp 87.801,48 dan nilai profitabilitas sebesar 91,99%. Untuk produk Gula Aren memperoleh keuntungan dan layak diusahakan dilihat dari tingkat kelayakan sebesar 2,04 , BEP harga Rp. 20.630,86; BEP produksi 0,71 kg, BEP penjualan Rp. 29.891,27 dan nilai profitabilitas sebesar 103,49%. Untuk produk Gula Semut Aren memperoleh keuntungan dan layak diusahakan dilihat dari tingkat kelayakan sebesar 1,64 , BEP harga Rp. 39.729,00; BEP produksi 0,62 kg, BEP penjualan Rp. 40.495,36 dan nilai profitabilitas sebesar 63,57%.

3. Dalam pemasaran Kopi dan Gula Aren di Desa Kekait terdapat dua saluran pemasaran yang terbentuk yaitu: (1) Produsen - Konsumen, dan (2) Produsen – Pengecer – Konsumen.

Saran

Saran yang dapat diberikan oleh peneliti berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah untuk.

1. CV. Arza Mandiri Perkasa

Diharapkan kepada CV. Arza Mandiri Perkasa yang memiliki usaha agroindustri Kopi dan Gula Aren mampu lebih meningkatkan produksinya agar jumlah pendapatan dari usaha tersebut lebih besar.

2. Pemerintah

Diharapkan kepada pemerintah setempat untuk memantau dan memperhatikan pengembangan usaha agroindustri kopi dan gula aren di desa Kekait agar produsen bisa mendapatkan bantuan seperti pinjaman dana maupun diadakannya pelatihan untuk meningkatkan jumlah produksi..

3. Peneliti

Diharapkan penelitian ini bisa dijadikan acuan untuk penelitian yang serupa dalam aspek yang sama atau penelitian serupa dalam aspek yang berbeda.

(18)
(19)

DAFTAR PUSTAKA

Austin, J.E. 1981. Agroindustrial Project Analysis. The John Hopkins University Press.

London.

Badan Pusat Statistik Lombok Barat. 2020. Penduduk dan Ketenagakerjaan Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat.

Badan Pusat Statistik Lombok Barat. 2023. Peta Wilayah Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Firdaus, L., dan Sinda. 2003. Peranan Kulit Kayu Buli (Sonneratia sp), dalam Fermentasi Nira Aren Menjadi Minuman Beralkohol. Marina Chimica akta, Kimia Fmipa UNHAS, l5 (1): 24-28.

Kotler, 1987. Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga.

Lempang, M. dan A.D. Mangopang. 2012. Efektivitas Nira Aren Sebagai Bahan Pengembang Adonan Roti. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea 1 (1): 26-35 Modern, Yogyakarta:

Bagian Penerbitan Akademi Akuntansi YKPN

Mangunwidjaja, Jumali dan Sailah, Illah. 2005. Pengantar Teknologi Pertanian. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nitisemito, A.S,. 1981. Marketing Galia. Jakarta.

Novita, Et Al. 2010. Peningkatan Mutu Biji Kopi Rakyat Dengan Pengolahan Semi Basah Berbasih Produksi Bersih. Jurusan Teknik Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian.

Unej. Jawa Timur. Malang.

Raihan. 2019. Metodologi Penelitian. Journal of Chemical Information and Modeling. Vol. 53.

Ruslan Rosady. 2017. Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Siswoputranto, P .S. 2002. Kopi Internasional dan Indonesia. Kanasius. Jakarta.

Siswoputranto, P .S. 2003. Klasifikasi Aren. Jakarta.

Soekartawi. 2000. Pengantar Agroindustri. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta.

Soekartawi, 2006. Analisis Usahatani. UI-Press. Jakarta.

Soekartawi Et Al. 2011. Analisis Usahatani. UI-Press. Jakarta.

Soeseno, S. (1991). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya Soeseno, S. (1995). Bertanam Aren. Jakarta: Penebar Swadaya

Sudarsono 1988. Ekonomi Sumber Daya Manusia, Krunia Jakarta, Universitas Terbuka Jakarta.

Sukirno 2005. Teori Mikro Ekonomi. Cetakan Keempat Belas. Rajawali Press: Jakarta.

Sunanto, H. 1992. Coklat, budidaya, pengolahan hasil dan aspek ekonominya. Penerbit kanisius. Yogyakarta.

Suratiyah, Ken. 2008. Ilmu Usahatani, Cetakan Ke IV. Penebar Swadaya, Jakarta.

Swastha.1979. Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern, Yogyakarta: Bagian Penerbitan Akademi Akuntansi YKPN

Referensi

Dokumen terkait